
Happy reading......
Mama Ria : Anu apa? Kalau ngomong yang bener sih Emil! Ada apa? Jangan buat mama merasa cemas ya! Tiwi nggak papa 'kan sama Leon? Mereka baik-baik aja 'kan?
Emil menatap ke arah dua sahabatnya, dan Leon pun menganggukan kepala,btapi saat Emil akan berbicara, Leon seketika menggeleng, membuat pria itu menatap tajam ke arahnya.
"Lo ini sebenarnya nyuruh gue untuk berbicara atau tidak? Kenapa plin-plan sekali sih? Dasar lampion!" gerutu Emil sambil berbisik.
"Boleh, tapi sebaiknya istri lo jangan tahu dulu deh. Pelan-pelan aja dikasih tahunya. Atau lo sebaiknya balik, terus kasih tahu istri lo pelan-pelan, takutnya kandungannya kenapa-napa," jelas Leon.
"Iya, Tante juga setuju!" timpal tante Dewi.
"Ya udah mah, kalau gitu Emil pulang. Biar Emil aja yang bilang saat di rumah ya." Setelah mengatakan itu, Emil pun memutuskan teleponnya.
"Ya udah, kalau gitu gue balik dulu ya," ucap Emil. Kemudian dia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan rumah sakit. Namun tiba-tiba saja Jasper memanggil dirinya, sehingga langkah Emil pun terhenti
"Ada apa?" tanya Emil.
"Lo pergi sama anak buah gue ya! Buat jaga-jaga aja," jelas Jasper.
Emil yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, kemudian dia pergi bersama kedua anak buah Jasper untuk pulang ke kediaman Ferdinand, di mana saat ini Bintang dan juga mamanya sedang menunggu.
__ADS_1
Sementara itu, Bintang terus mendesak ke arah mama Ria tentang apa yang dikatakan oleh Emil. Namun, nyatanya mama Maria pun tidak tahu, karena Emil langsung memutuskan teleponnya.
"duh Mah, Bintang yakin deh, pasti terjadi sesuatu pada Tiwi. Buktinya mas Emil tidak mau mengatakan yang sesungguhnya? Ya Allahx semoga saja memang tidak terjadi apa-apa ya Mah, soalnya Bintang benar-benar khawatir sekali," jelas wanita hamil itu.
"Aamiin ... ya sudah, kamu jangan terlalu banyak pikiran, nanti kandungan kamu itu kenapa-napa! Ingat kata Dokter, jangan stress! Jangan apa-apa dibawa kepikiran! Dibawai enjoy saja," jelas mama Ria sambil mengusap perut menantunya.
Bintang mengangguk, kemudian dia mencoba untuk menarik napas, lalu membuangnya lewat mulut, agar perasaannya menjadi jauh lebih baik. Walaupun sebenarnya tidak mengurangi perasaan cemas yang ada di dalam hatinya saat ini.
Setelah Emil sampai di kediaman Ferdinand, dia langsung masuk ke dalam rumah, di mana saat ini Bintang dan juga mama Ria tengah menunggunya di ruang tamu.
Melihat suaminya masuk, Bintang langsung berlari ke arah Emil, kemudian dia bertanya soal keadaan Tiwi. Akan tetapi, Bintang melihat Emil hanya diam saja, seperti sedang merasa ragu untuk menyampaikan sesuatu.
"Sayang, kamu kok malah diam aja sih? Jawab dong pertanyaan aku! Tiwi nggak papa 'kan? Dia baik-baik aja 'kan bersama dengan si lampu lampion?" tanya Bintang.
"Aku akan menyampaikan sesuatu hal yang penting, tapi ingat, jangan sampai kamu syok. Sebab ini bisa berdampak pada kandungan kamu," ujar Emil sambil menggenggam tangan Bintang.
"Gimana aku nggak syok? Kamu belum bilang aja, aku udah deg-degan kayak gini," jelas Bintang.
"Ya sudah, kalau begitu aku tidak jadi bilang deh!" tutur Emil.
"Oke, oke, aku akan berusaha untuk tidak kepikiran. Sekarang jelaskan, bagaimana keadaan Tiwi! Dia baik-baik aja 'kan? Tidak terjadi apa-apa dengan Tiwi, 'kan?" desak Bintang.
__ADS_1
Emil menatap ke arah dua wanita yang saat ini tengah berada di hadapannya secara bergantian, kemudian dia menarik napas yang dalam dan menghembuskannya dengan pelan.
"Saat ini Tiwi sedang berada di rumah sakit, karena dia dicelakai oleh anak buah Excel, musuhku. Sebab mereka mengira Tiwi itu adalah kamu, jadi yang kena sasaran tentu saja sahabatmu," jelas Emil.
Mama Ria dan Bintang terlihat begitu sangat syok, saat mendengar penjelasan Emil. Satu tangan mereka menutup mulut dengan mata membulat, kemudian Bintang menggelengkan kepalanya.
"Apakah mereka sekejam itu? Lalu bagaimana keadaan Tiwi? Apa dia terluka, atau---"
"Sayang, come on, rileks! Jangan panik, oke! Kalau kamu mau lihat keadaan Tiwi, kita akan ke rumah sakit, tapi ingat, jangan panik. Kandungan kamu lebih penting," jelas Emil.
Bintang menarik napasnya, kemudian dia memejamkan mata sejenakx mencoba untuk meredakan rasa panik yang ada di dalam dirinya, kemudian dia mengangguk.
"Iya, sekarang bisakah kita ke rumah sakit! Aku ingin melihat keadaan Tiwi!" pinta Bintang.
"Mama juga ikut!" timpal mama Ria.
Emil menganggukan kepalanya, kemudian mereka pun bersiap-siap untuk ke rumah sakit. Namun baru saja Emil beranjak dari duduknya, tiba-tiba saja teleponnya berdering, dan ternyata itu adalah panggilan dari Jasper.
Pria itu pun langsung mengangkatnya, karena takut jika ada hal penting. Dan benar saja, saat telepon tersambung, Emil mendapatkan kabar yang begitu mengejutkan sekaligus membuatnya sangat takut. Lalu dia menatap ke arah Bintang dan juga mama Ria bergantian.
"Ada apa Emil? Kenapa wajahmu seperti itu? Apa ada hal yang terjadi?" tanya mama Ria saat telepon sudah terputus.
__ADS_1
Emil terlihat ragu untuk mengungkapkan kepada Bintang dan juga mamanya, tentang kabar yang baru saja dia dapatkan dari Jasper.
BERSAMBUNG.......