Suamiku Alergi WANITA

Suamiku Alergi WANITA
Akhirnya Goool


__ADS_3

Happy reading


Malam ini, Emil akan berusaha kembali untuk melakukan dan melaksanakan kewajibannya sebagai suami. Dia akan bekerja keras untuk mencetak gawang pertahanan Bintang.


Emil akan berusaha untuk tidak membuat Bintang kecewa kedua kalinya.


Selesai membersihkan diri, Emil keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk saja sebatas pinggang, untuk menutupi sesuatu yang ada di bawah perut. Pria itu menatap ke sekeliling kamar, tapi tidak mendapati Bintang.


Perlahan Emil keluar dari kamar, menuruni tangga dan masih mengenakan handuk. Tempat yang pertama kali pria itu datangi adalah dapur, tetapi tidak ada Bintang di sana.


''Ke mana dia?'' gumam Emil dengan bingung, saat melihat jika tidak ada Bintang di dapur. Kemudian pria itu melangkah ke samping Villa dan dia mendengar ada suara ciprakan air, dan saat Emil berjalan ke kolam renang dia melihat jika Bintang sedang berenang. Namun seketika matanya membulat, saat melihat jika istrinya berenang tanpa helai benang pun.


Emil meneguk ludahnya dengan kasar, karena melihat tubuh polos dan sintal milik istrinya. Bayang-bayang di mana dia tengah menikmati tubuh istrinya yang hampir saja Emil berhasil untuk mencetak gawang, kembali berputar di pikirannya.


Pria itu pun melepaskan handuk yang melekat di pinggangnya, kemudian berjalan perlahan menuruni tangga yang menuju kolam renang. Emil mendekat ke arah bintang yang tengah berdiri sambil menyugar rambut panjangnya yang basah.


Wanita itu tidak sadar jika Emil masuk ke dalam kolam renang dan berjalan mendekat ke arahnya, kemudian Emil mendekap tubuh Bintang dari belakang, dan kedua tangannya langsung menangkup sesuatu yang menggantung di depan tubuh wanita itu.


Bintang tersentak kaget saat merasakan seseorang memeluk tubuhnya. Apalagi langsung memegang bagian sensitif milik dirinya. ''Kamu ngagetin aku aja sih!'' gerutu Bintang sambil mengusap dadanya yang terasa berdebar.


''Kenapa berenang tidak menggunakan apapun? Kamu sengaja ingin menggodaku?'' tanya Emil dengan suara yang purau.


Bintang meneguk ludahnya dengan kasar, saat mendengar pertanyaan Emil. Suara purau suaminya membuat Bintang seketika meremang. Kemudian Emil mulai menciumi tengkuk wanita itu, hingga membuat Bintang melenguh dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Dengan cepat Emil membalik tubuh Bintang, kemudian dia mulai menyatukan bibirnya dengan bibir Bintang, dan mereka pun mulai melakukan olahraga bibir di malam hari.


Setelah cukup pemanasan bibir, Emil menggendong tubuh Bintang ke keluar dari kolam renang untuk menuju kamar. Dan wanita itu langsung mengalungkan tangannya di leher kekar suaminya.


Bintang pasrah jika malam ini dia harus menjadi milik Emil, dan apa yang seharusnya suaminya dapatkan. Karena sekuat apapun Bintang menghindar, pada akhirnya dia akan menyerahkan mahkota yang selama ini dia jaga kepada Emil.


Dengan perlahan, Emil menidurkan tubuh Bintang lalu dia mulai menatap Bintang dengan tatapan yang syahdu. Tatapan yang begitu dalam dan penuh cinta, dan Bintang baru kali ini melihat itu dari kedua mata Emil. Dia benar-benar menikmati tatapan itu.


Dengan perlahan Emil mulai melaksanakan tugasnya. Pemanasan demi pemanasan dilakukan kepada Bintang, hingga membuat wanita itu tidak berdaya dengan sentuhan lembut dan juga permainan dari Emil. Hingga saat Emil akan menjebol gawang Bintang, pria itu sempat terdiam sejenak.


Bintang yang melihat itu segera menggenggam tangan suaminya, kemudian dia menguatkan Emil jika semuanya pasti akan baik-baik saja. Pria itu pun menganggukkan kepalanya, lalu dengan perlahan dia mulai memasuki tubuh Bintang. Hingga beberapa kali percobaan, Emil masih belum berhasil.


Setelah berapa kali menendang bola, hingga salah sasaran. Kali ini Emil berhasil, dan dengan sekali dorongan dia membuat gawang Bintang jebol. Sehingga membuat wanita itu meringis menahan sakit, dan menjambak rambut suaminya.


Suara merdu nan Syahdu milik mereka berdua menggema di kamar itu, hingga membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan ir. Karena untuk pertama kalinya Emil menyentuh wanita, bahkan untuk pertama kalinya juga Emil melakukan itu dengan orang yang dia cintai.


**************


''Eeeughhh ...'' Bintang melenguh saat merasakan badannya begitu remuk, kemudian wanita itu menggeliat dengan perlahan.


Saat matanya terbuka, Bintang menatap ke arah samping, tepat di mana Emil saat ini tengah memejamkan mata. Pria itu terlihat begitu tampan, apalagi saat tertidur seperti itu. Dan bayang-bayang pergumulan panas mereka semalam membuat satu sudut bibir Bintang terangkat ke atas.


Dia tidak menyangka jika Emil ternyata sangat perkasa. Padahal Emil tidak pernah melakukan atau menyentuh wanita, akan tetapi permainan semalam membuat Bintang sadar, jika semua tidak bisa diukur dari apakah pria sering menyentuh wanita ataupun tidak.

__ADS_1


Satu tangannya terulur mengusap rahang tegas milik Emil. 'Aku tidak menyangka, jika kamu begitu perkasa, hingga aku sangat kualahan semalam,' batin Bintang sambil mengingat kejadian panas dan sangat nikmat.


Saat Bintang tengah melamun dan membayangkan kejadian panas semalam, tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu yang sakit di hidungnya. Dan ternyata itu adalah kelakuannya Emil.


''Aawwh, sakit tahu! Main cubit-cubitan aja sih. Bikin khayalannya buyar aja!'' gerutu Bintang sambil mengelus hidungnya yang terasa sakit akibat di pencet oleh Emil.


PLETAK!


Kali ini Emil menyentil kening Bintang, sehingga membuat wanita itu mendelik tajam ke arah pria yang tengah menatap dirinya dengan tatapan datar. Lalu Bintang pun bangun dari tidurnya, hingga dia tidak sadar jika selimut yang melekat di tubuhnya merosot dan menampilkan bagian depan.


''Hapus pikiran kotor mu itu! Aku tahu jika aku ini perkasa, jadi tidak usah kamu membayangkan yang semalam,'' ucap Emil sambil menatap ke arah benda yang menggantung di depan tubuh Bintang.


''Ya, tapi jangan narik sama nyentil juga kali. Nanti kalau aku geger otak gimana? Kamu mau tanggung jawab emangnya? Kamu mau apa, jika otak kamu disumbangin ke aku?'' Bintang benar-benar kesal karena ulah suaminya.


Baru saja dia memikirkan dan membayangkan kelembutan Emil saat melakukannya semalam, tapi pria itu malah sudah membuatnya kesal di pagi hari, dan mood Bintang benar-benar hancur.


Tanpa menjawab ucapan istrinya, Emil segera menyerang Bintang, hingga membuat wanita itu terlentang dan tersentak kaget. Kemudian dia menatap Emil yang berada di atas tubuhnya.


Dapat Bintang lihat tatapan liar nan lapar dari kedua mata milik Emil. Seketika wanita itu meneguk ludahnya dengan kasar, karena bekas semalam saja masih terasa sakit, tapi Emil sepertinya sudah ketagihan dengan tubuh Bintang, hingga dia pun melakukannya di pagi ini.


'Benar-benar es kobokan piring ini sangat perkasa. Aku sampai dibuat lemas,' batin Bintang saat merasakan hentaakan demi hentaakan di tubuhnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2