Suamiku Alergi WANITA

Suamiku Alergi WANITA
Bertemu Orlando


__ADS_3

Happy reading......


Saat ini Bintang dan juga Emil sudah berada di Indonesia, dan mereka tengah berada di dalam mobil untuk menuju kediaman Ferdinand. Mereka juga dijemput oleh Leon yang sudah menunggunya di Bandara.


Setelah sampai di rumah, Emil menyuruh Leon untuk pergi beruang kerjanya. Sementara itu Bintang sedang mengobrol dengan Mama Riya di ruang makan.


''Apakah kau yakin, dengan cerita dari si markonah, itu?'' tanya Emil kepada Leon dengan tatapan yang serius.


Memang Leon sudah menceritakan tentang apa yang terjadi antara Sasa, Bintang dan juga Tiwi. Karena Leon tahu jika itu adalah hal penting. Jadi dia memberitahukan yang kepada Emil.


''Tentu saja! Aku sangat yakin. Lalu, apakah kita harus memberi pelajaran kepada mereka?'' tanya Leon memastikan.


Emil menyandarkan tubuhnya di kursi dengan tangan dilipat di depan dada dan tetap tatapan lurus ke arah Leon. Dia pun menggelengkan kepalanya. ''Tidak usah! Lagi pula, itu masa lalu 'kan? Tidak perlu kita tidak ungkit kembali. Kecuali memang jika kita harus turun tangan,'' jawab Emil dengan yakin.


''Tapi, apa lo yakin? Ini 'kan, menyangkut dengan Bintang?'' Leon masih terlihat ragu.


''Tidak usah! Kecuali memang mereka cari gara-gara dengan kita. Lagi pula, pelakunya sudah menyesal dan minta maaf, bukan?''


Setelah pembicaraan itu, Leon pun keluar dari ruangan Emil. Sedangkan pria itu pergi ke kamar untuk membersihkan diri, sebab badannya terasa begitu lengket.


Mama Ria memegang tangan Bintang, dia benar-benar senang karena Emil dan juga menantunya sudah semakin dekat. ''Sayang, apakah benar kamu dan Emil sudah anu?'' Mama Ria bertanya sambil menyatukan jari telunjuk nya, membuat kedua pipi Bintang merona malu.


Wanita itu hanya diam saja, ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia jawab. Sebab jika Bintang mengatakan Emil telah berhasil menjebol gawang, tentu saja itu akan membuatnya merasa sangat malu. Walaupun mereka sama-sama perempuan, tapi menurut Bintang itu hal yang sangat gamblang.


''Kok malah diem sih, sayang? Kalian pulang ke Indonesia itu, karena sudah berhasil menjebol gawang, 'kan?'' tanya Mama Ria kembali.


Dia benar-benar tidak sabar ingin segera memiliki cucu dari Emil dan juga Bintang. Karena kalau bagaimanapun, Emil adalah anak satu-satunya. Dan rumah itu terasa begitu sepi, saat Emilio sudah besar dan sibuk dengan pekerjaannya.


Sebagai seorang ibu, tentu saja Mama Ria sangat bahagia, karena Emil bisa menikah dengan wanita dan bisa melupakan traumanya. Walaupun selama ini Mama Ria tahu, Emil sangat tersiksa dengan penyakitnya itu. Akan tetapi, saat bertemu dengan Bintang, perlahan penyakit Emil sembuh. Dan dia sudah bisa menyentuh wanita, walaupun hanya pada Bintang saja.

__ADS_1


Bintang mengangguk-kan kepalanya dengan pelan, dia tidak berani menatap Mama Ria, karena wajahnya benar-benar sudah merah.


Melihat itu Mama Ria tentu saja sangat senang, kemudian dia langsung memeluk tubuh Bintang dengan erat. ''Terimakasih ya sayang, akhirnya sebentar lagi Mama akan mempunyai cucu. Rumah ini pasti akan ramai oleh tangisan bayi, rasanya Mama sudah tidak sabar mendengar kabar kehamilan kamu, sayang,'' ucap Mama Ria dengan begitu antusias. Kemudian dia mengecup kening Bintang dengan lembut.


Kasih sayang yang diberikan Mama Ria kepada Bintang, selalu membuat wanita itu terhanyut dan juga tersentu. Karena walau bagaimanapu, Bintang selalu ingat dengan Bunda Ema yang sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri. Akan tetapi, mereka malah jahat kepada Bintang.


*****************


Siang ini, Bintang dan juga Tiwi sedang berada di mall. Kebetulan mereka sedang berbelanja dan makan siang bersama, karena sudah lama juga Bintang tidak hang-out bersama Tiwi. Dan dia sangat merindukan saat-saat itu.


Saat Bintang dan juga Tiwi tengah menunggu pesanan makanan mereka, tiba-tiba seseorang menyapa mereka. Lebih tepatnya, menyapa ke arah Bintang.


''Bintang!'' ucap pria yang berada di samping dua wanita itu.


Bintang dan Tiwi yang sedang mengobrol pun seketika menoleh ke arah samping, dan melihat seorang pria tengah berdiri dan menatap Bintang dengan tatapan yang sendu.


Sepasang mata itu membuat kaget saat melihat seorang pria yang sedang berdiri di samping mereka. Kemudian Bintang beranjak dari duduknya.


Sementara Tiwi malah menatap pria itu dengan tatapan tidak suka. Sebab melihat Orlando, mengingatkan dia kepada penghianatan antara Orlando dan juga Sasa.


''Bintang, kamu apa kabar? Sudah lama sekali ya kita tidak bertemu. Aku tidak menyangka, kita bisa berjumpa di sini. Kamu semakin cantik,'' puji Orlando sambil mengulurkan tangannya.


Bintang terlihat ragu untuk menjawab luluran tangan Orlando, tetapi dia tidak bisa egois. Akhirnya Bintang membalas luluran tangan itu. ''Aku kabarnya baik, kamu sendiri bagaimana?'' tanya Bintang sambil tersenyum.


''Aku juga baik. Oh ya, Tiwi kamu apa kabar?'' tanya Orlando sambil mengulurkan tangannya kepada Tiwi. Namun wanita itu malah melengos ke arah lain, di enggan untuk menatap kearah pria yang ada di hadapannya, sebab Tiwi merasa muak.


Bintang yang melihat itu pun menyenggol bahu Tiwi. ''Apa, Jubaedah?'' kesal Tiwi kepada Bintang.


''Itu, Orlando ajak lo salaman. Kok malah dicuekin?'' bisik Bintang di telinga Tiwi, tapi wanita itu cuek saja dengan acuh.

__ADS_1


''Bodo ah, lagian ngapain sih ke sini? Mendingan seorang lo pergi deh! Bikin mood gue hancur aja!'' geram Tiwi dengan nada tak suka, saat melihat Orlando berada di sana.


Bintang merasa aneh dengan sikap Tiwi, sebab dia melihat jika wanita itu sangat tidak menyukai kedatangan Orlando. Entah apa dan kenapa, Bintang pun tidak tahu. Padahal dia yang mantannya Orlando, tetapi Tiwi yang lebih ketus darinya.


''Bolehkah aku bergabung?'' tanya Orlando sambil menatap kearah Bintang dengan penuh harap.


Pria itu tidak memperdulikan ketidaksukaan Tiwi padanya.


''TIDAK! Sebaiknya lo pergi deh! Ngapain sih, lu deketin Bintang lagi? Dia itu deh ber-suami!'' tegas Tiwi dengan cepat.


Orlando terlihat kaget saat mendengar penuturan dari Tiwi jika Bintang sudah menikah. Kemudian dia pun terkekeh, karena Orlando merasa tidak percaya. ''Jangan ngada-ngada deh. Barru juga beberapa bulan Bintang pulang, gak mungkinlah dia udah nikah? Kalau udah nikah, harusnya ada pemberitahuannya dong? Ini nggak ada, 'kan?'' Orlando mencoba untuk mengelak dari kenyataan yang baru saja dia dengar.


''Kalau lo nggak percaya, tanya sama orangnya langsung.'' Tiwi terus aja berucap dengan nada yang kaktus kepada Orlando.


Orlando menatap ke arah Bintang.


''Benar itu, Bintang?'' tanya Orlando memastikan kepada Bintang. Dan wanita itu langsung mengangguk dengan mantap. ''Iya, yang dikatakan Tiwi benar. Aku memang sudah menikah, baru saja dua bulan yang lalu,'' jawab Bintang sambil duduk kembali.


Orlando terdiam sejenak, tetapi kemudian dia duduk di hadapan kedua wanita itu. ''Ok, no problem. Kita masih bisa berteman, bukan?'' tanya Orlando, dan Bintang hanya menganggukkan kepalanya dengan ragu. Akan tetapi Tiwi malah semakin geram, karena pria itu tidak berhenti untuk mendekati Bintang. Padahal dia sudah tahu jika Bintang sudah berkeluarga dan sudah dimiliki oleh pria lain.


''Sebaiknya lo pergi di dari sini! Ngapain sih lo ke sini? Bikin mood hancur tau nggak!'' geram Tiwi dengan nada tak suka, saat Orlando duduk di depannya.


''Lo kenapa sih, sama gue? Kayaknya lo benci banget sama gue? Apa salah gue sama lo?'' tanya Orlando dengan heran, saat melihat reaksi Tiwi yang sama sekali tidak menyukainya.


Tiwi mencebikan bibirnya, kemudian dia menatap Orlando dengan tajam. ''Lo bilang apa? Salah lo, apa? Mikir enggak lo! Salah lo apa dengan Sasa? Pakai ngelak lagi. Sebaiknya lo pergi dari sini, sebelum gue siram jus ini ke wajah lo!'' ancam Tiwi sambil memegang jus jeruk di tangannya.


Bintang terlihat bingung dengan ucapan Tiwi saat wanita itu mengatakan nama Sasa. Kemudian dia menatap kearah Tiwi dengan tatapan menyipit.


''Markonah, ada hubungan apa Sasa dengan kekesalan lo pada Orlando? Emangnya mereka berdua salah apa?'' tanya Bintang mengalihkan tatapan Tiwi.

__ADS_1


Tiwi gelagapan saat mendengar pertanyaan Bintang. Dia merutuki kebodohan nya, karena sudah keceplosan membawa nama Sasa di hadapan Bintang. Tiwi yakinx jika wanita itu pasti sangat penasaran dan bertanya-tanya. Dia pun berpikir untuk mencari alasan, karena untuk mengungkapkan sebuah kebenaran yang menyakitkan, Tiwi rasa itu bukan waktu yang tepat.


BERSAMBUNG


__ADS_2