Suamiku Alergi WANITA

Suamiku Alergi WANITA
Arsenio Ferdinand


__ADS_3

Happy reading.....


Sesampainya di rumah sakit, Bintang langsung dibawa ke ruang bersalin. Tidak lupa Emil pun turut ikut masuk ke dalam, karena dia harus menemani istrinya di saat-saat yang begitu menegangkan.


Sementara itu Jasper duduk di kursi yang ada di depan ruangan, dan tak lama mama Ria serta papa Ezra pun datang untuk melihat keadaan menantunya.


"Bagaimana? Apakah Bintang sudah ditangani?" tanya papq Ezra kepada Jasper, "Sudah Om, lagi di dalam dengan Emil," jawab Jasper.


Semua wajah begitu tegang menanti kelahiran cucu pertama dari keluarga Ferdinand. Sementara itu di dalam, Emil terus saja memegang tangan Bintang, karena sakit yang dirasakan oleh wanita itu semakin menjadi-jadi.


Hingga akhirnya Bintang menarik rambut Emil sambil meringis kesakitan, dan begitupun dengan pria tersebut, dia juga meringis karena merasa kepalanya seakan mau copot.


"Sayang, kalau kamu sakit jangan jambaki rambut aku! Nanti botak," ucapan Emil sambil menahan tangan Bintang yang terus aja menjambak rambutnya.


"Ya ampun es kobokan piring, sakit yang ada di kepalamu tidak seberapa dengan sakit yang ada di perutku! Aawh!" ringis Bintang.


"Jelas-jelas kepalaku serasa mau copot," ucap Emil.


"Biarin aja! Biar botak sekalian. Biar kamu ngerasain sakitnya kayak gimana? Jangan cuma mau enaknya aja yang bikin, tapi sakitnya nggak mau!" ketus Bintang sambil menahan sakit di bagian bawah.


Dokter dan suster saling melirik satu sama lain. Mereka baru ini mendapati suami istri yang sedang bertengkar dan saling meledek satu sama lain saat keadaan genting seperti itu.


Sehingga setelah beberapa jam merasakan ketegangan pada semua orang, kini mereka bisa bernafas lega, saat mendengar tangisan seorang bayi, begitupun dengan mama Ria dan juga papa Ezra.


"Pah, itu cucu kita sudah lahir!" seru mama Ria dengan wajah yang bahagia.


"Iya Mah, alhamdulillah akhirnya cucu pertama kita lounching," jawab papa Ezra sambil memeluk istrinya.


"Om, Tante, aku nggak dipeluk nih?" tanya Jasper yang cemburu saat melihat semua orang berpelukan sementara dia tidak.


"Kamu peluk kursi aja, jangan peluk istri saya! Mau kena bogem kamu!" ancam papa Ezra sambil menatap Jasper dengan tajam.


Setelah mengadzani putranya, Emil pun keluar dengan keadaan yang memprihatinkan. Di mana rambutnya acak-acakan, bajunya sobek bahkan ada cakaran di bagian tangannya.


"Ya ampun Emil, kamu habis dicakar singa atau kamu lagi berantem sama singa? Ya Allah," ucap ?mama Ria sambil menggelengkan kepalanya saat melihat keadaan putra tampannya tersebut yang mengenaskan.


"Iya Mah, aku barusan berantem sama induk singa yang lagi melahirkan. Lihatlah keadaanku! Begitu mengenaskan," jawab Emil dengan lesu sambil duduk di kursi.


DUG!

__ADS_1


Papa Ezra menjitak kepala Emil, sebab dia merasa kesal dengan putranya. "Kamu ini istri baru lahiran kok malah diledekin? Gimana anaknya, cowok apa cewek?" tanya papa Ezra dengan wajah bahagia.


"Cowok dong Pa, masa cewek," jawab Emil sambil tersenyum.


"Sudah kamu siapkan nama?" tanya mama Ria kembali.


"Sudah dong," jawab Emil.


Setelah melalui proses jahit menjahit, Bintang pun dipindahkan ke ruang rawat inap, dan saat ini mereka sedang melakukan video call bersama dengan Tiwi dan juga Leon. Karena mereka berdua sama khawatir dengan keadaan Bintang.


"Oh iya Emil, jadi siapa nama anak kamu?" tanya papa Ezra sambil mengusap pipi bayi mungil yang begitu tampan dalam gendongan mama Ria.


"Aku sudah menyiapkan nama, Arsenio Ferdinand," jawab Emil, "Kita akan memanggilnya dengan Arsen, bagaimana?"


"Mama setuju! Arsenio itu nama yang bagus. Iya tidak baby Arsen?" ujar mama Ria sambil menol hidup mancung milik baby Arsenio.


.


.


Tidak terasa sudah 3 hari bintang dirawat di rumah sakit, dan saat ini dia pun akan pulang ke kediaman Ferdinand. Tak lupa di sana juga Tiwi sudah menyiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan keluarga baru dari Ferdinand.


"Waah, selamat ya! Akhirnya gue punya ponakan juga. Boleh gendong nggak?" tanya Tiwi sambil mengusap pipi lembut milik baby Arsenio.


"Kalian juga harus cepat nyusul! Ngadonnya tiap malam biar cepet jadi," ledek Papa Ezra.


Semua orang begitu sangat bahagia saat menyambut keluarga baru Ferdinand. Wajah baby Arsenio begitu tampan seperti Emil. Namun, matanya menurun dari Bintang.


Hari-hari dilewati dengan bahagia di keluarga itu dengan kehadiran dari baby Arsenio, rumah Ferdinan pun menjadi sangat ramai. Karena mereka sibuk mengurus acara penyambutan untuk anggota baru Ferdinand.


.


.


Hari ini Jasper juga sangat bahagia karena besok adalah hari pernikahan antara dia dan juga Azkia. Sebenarnya Jasper sangat malas untuk menikahi wanita itu, tapi dia pikir tidak ada salahnya, karena semua sudah terlanjur jadi sekalian saja mandi.


Hari yang ditunggu pun tiba, Jasper menikahi Azkia. Akan tetapi tidak ada yang datang, hanya ada Emil dan juga Leon yang mewakili dan beserta beberapa wali hakim.


Malam ini Azkia menggunakan pakaian yang begitu sangat seksi, karena dia pikir malam ini akan terjadi pergumulan panas antara dirinya dan juga Jasper.

__ADS_1


Saat pintu kamar terbuka, Jasper masuk dan dia melihat ke arah Azkia dengan senyuman miring, tetapi merendahkan. 'Dasar jalaang murahan! Dia pikir aku akan tergoda dengan tubuhnya? Tapi tidak apa-apa lah, daripada aku harus jajan di luar.' batin Jasper.


Dengan langkah menggoda, Aslzkia berjalan ke arah Jasper dan langsung mengalungkan tangannya di leher pria itu yang sekarang sudah menjadi suaminya.


"Kamu ke mana aja sih? Aku nungguin kamu tahu dari tadi?" tanya Azkia dengan nada yang sangat manja.


"Sudahlah jangan berbasa-basi! Pada intinya aja," jawabnya cepat dengan nada yang dingin.


Azkia sempat kaget saat mendengar nada suara suaminya, kemudian tanpa aba-aba Jasper langsung menghempaskan tubuh Azkia ke atas ranjang dan langsung menyobek baju wanita itu, sehingga membuat Azkia sangat kaget dengan perlakuan kasar Jasper.


"Sayang, kamu kenapa kok kasar sekali?" tanya Azkia.


"Gak usah sok manja dan sok menggoda kau jalaang! Kau pikir aku menikahimu karena aku mencintaimu? Kau salah! Kau pikir orang tuamu itu biayanya tidak besar? Maka kau harus membayar semuanya, menjadi pelayan dan budak di rumah ini, paham!"


Setelah mengatakan itu. Jasper mulai melakukan aksinya di atas tubuh Tiwi. Sehingga membuat wanita itu menjerit, walaupun dia sudah tidak Virgin lagi, akan tetapi tetap saja permainan kasar seperti itu menyakiti dirinya.


Bahkan tak urung Jasper juga memukul tubuh Azkia. Dia benar-benar puas dengan permainannya itu, sehingga setelah selesai dia memakai bajunya kembali.


"Jangan pernah berharap di sini kau bagaikan Ratu! Karena ini adalah rumah keduamu setelah neraka, paham!" tedas Jasper dengan aura yang begitu dingin. Kemudian dia meninggalkan Askia yang sudah terkapar lemah tak berdaya di atas ranjang.


Sementara itu di kediaman Ferdinand semua tengah tersenyum bahagia, sedang bermain dengan baby Arsenio. Emil memeluk tubuh Bintang sambil menatap ke arah kedua orang tua yang sedang bermain dengan cucu pertama mereka.


Tidak Emilio sangka, jika dirinya yang dulu sangat alergi terhadap wanita sudah memiliki keturunan. Dia tidak pernah sedikitpun menyangka akan hal itu, akan memiliki seorang Istri yang sangat cantik, namun 180 derajat mengubah hidupnya.


Memberi warna yang begitu sangat indah dalam kehidupan Emil. Dengan kesomplakan istrinya, membuat Emil tidak merasa hambar. Padahal tadinya hidupnya terasa datar saja, abu-abu tanpa warna, tapi dengan kehadiran Bintang dan dengan sikap somplak dan tengilnya, membuat Emil merasakan gairah hidup. Ditambah sekarang mereka mempunyai seorang Putra.


'Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan Bintang yang bercahaya ke dalam hidupku. Terima kasih untuk segala Nikmatmu yang sudah memberikanku kesehatan dan juga umur panjang untuk bertemu dengan Bidadari dan juga keluarga kecilku.' batin Emilio.


Namun penderitaan pun kian berlanjut di hidup Azkia. Dia setiap hari terus mendapatkan siksaan cacian dan makian dari Jasper.


"Kenapa tidak kau bunuh aja diriku! Daripada Kau menyiksaku seperti ini!" teriak Azkia saat Jasper sedang mencambuk dirinya dengan ikat pinggang miliknya.


"Kematian terlalu mudah untuk wanita jahat sepertimu, paham!" geram Jasper.


TAMAT


Terima kasih karena kalian sudah Stay dari awal membaca cerita Bintang dan juga Emilio🙏🏻 Author sangat bahagia sekali😘


Maaf jika mungkin cerita ini tamat lebih awal🙏🏻 karena author juga tidak ingin membuat cerita yang bertele-tele😁Sekali lagi terima kasih karena kalian selalu setia membaca karya receh Author🙏🏻😘

__ADS_1


tapi sebelum itu, Autor mau mengucapkan Marhaban Ya Ramadan🙏🏻 Mohon maaf lahir batin🙏🏻 semoga kalian tetap membaca karya-karya receh dari Othor ya😘Semoga kita senantiasa di limphakn ke berkahan dan kesehatan dalam menjalankan bulan suci Ramadhan ini🤗


Thank you so much untuk kalian All Reader I love you sekebon pokoknya buat kalian❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2