SUARA CINTA

SUARA CINTA
BAB 12


__ADS_3

Dila datang ke Sky Escape keesokan paginya sekitar pukul 7 untuk sarapan dengan Chris.


"Dila, di sini." Chris memanggilnya. Ia duduk di dekat jendela. Dila menghampirinya.


"Pagi Chris. Maaf kamu jadi harus bangun sepagi ini. Soalnya jam 8 aku sudah harus sampai di kantor. Waktu kita setengah jam ya hahaha.." Dila tidak mau telat. Ia malas mencari alasan ke Richie. Dila sulit berbohong.


"Aku sudah pesanin kamu. Kamu mau yang lain?" tanya Richie. Dila sudah melihat seporsi nasi goreng dan omlet di depannya.


"Ga, makasih. Ini saja sudah cukup. So, ada apa Chris? Kok kamu mau ajak aku makan? Ada yang bisa aku bantu?" tanya Dila sambil melahap sarapannya untuk menghemat waktu.


"Aku pengen lebih dekat sama kamu boleh?" tanya Chris.


"Apa maksudnya dekat?" tanya Dila sambil mengunyah. Ia harus cepat menghabiskan sarapannya.


"Kamu mau jadi pacar aku?" tanya Chris langsung ke intinya.


Uhuuk..uhuukkk...uhuuukkk Dila terbatuk. Untung saja ia baru menelan nasinya. Chris memberinya minum lalu tertawa.


"Bercanda kamu ga lucu Chris." Muka Dila merah karena tersedak.


"Lho? Siapa bilang aku bercanda? Aku serius Dila." Dila melihat Chris yang mendadak berubah serius.


"Beneran?" tanya Dila. Chris mengangguk.

__ADS_1


"Jadi aku jawab sekarang?" Chris mengangguk lagi.


"Ok.. Pertama, kita baru berapa kali bertemu dan belum pernah ada interaksi dekat sedikitpun di antara kita. Kedua, aku bukan tipe orang yang percaya love at the first sight. That's bullshit. Dan ketiga, sepertinya aku akan telat dan waktu berpikirku sudah habis. Terima kasih traktirannya, aku harus jalan sekarang." Dila meneguk lagi air putihnya.


"Oh iya satu lagi, kamu bahkan belum tahu kalau aku ga suka susu putih." Dila tersenyum. Chris melihat gelas susu Dila yang masih utuh di meja.


"Dila, boleh aku telepon kamu lagi?" Dila menjawabnya sambil berlari dan memberi jempolnya ke Chris.


'Wah, gadis yang menarik. Kenapa perasaanku berkata bahwa aku bisa sembuh jika bersamanya?' batin Chris.


*****


"Welcome back.. Terima kasih untuk yang belum mengganti channelnya..Kita sudah mendengar satu lagu 'Denting' dari Melly Goeslaw. Pas banget untuk menemani kita saat hujan begini ya. Untuk pertanyaan terakhir ni guys, datang dari cewek inisial NT. Hai Kak Cinta..Mau tanya nih. Kayaknya aku naksir atasanku. Jujur aku belum pernah pacaran, nah bagaimana aku bisa tahu kalau itu hanya mengagumi? Suka? Atau Cinta? Pertanyaan yang singkat ya guys..Tapi Kak Cinta bingung banget jawabnya. Sepertinya ini banyak terjadi di antara kita. Kalau NT tanya ciri-ciri kita kagum atau suka, ya semua orang memiliki gejala yang berbeda ya. Kagum pasti tidak jauh dari rasa suka. Dan rasa suka yang berkepanjangan akan berubah menjadi rasa cinta. Kak Cinta merasa ketiganya sebenarnya adalah sebuah fase saat kita jatuh cinta. Punya atasan keren itu memang serba salah, enak untuk dipandang, namun jauh untuk digapai. Tapi kak Cinta yakin tidak ada yang mustahil dalam cinta. Saat Tuhan sudah menjentikkan jarinya, bahkan si Buruk Rupa bisa mendapatkan si Cantik. Kita tidak bisa melihat siapa yang akan mendapatkan hati kita sampai kita sendiri merasakannya. 'Oh this is it. Atau Oh Dia nih ternyata yang saya cari selama ini.' So, jangan pernah berhenti berharap untuk menggapai cintamu. Ok 97.5 lovers..Sekian dulu acara kita malam ini ya. Love isn't finding a perfect person. Its' seeing an imperfect person perfectly. Happy weekend.."


'Cinta bukan untuk menemukan seseorang yang sempurna. Cinta melihat ketidaksempurnaan seseorang dengan sempurna.' Ya, itu untukmu Richie. Andai saja kamu tahu bahwa ketidaksempurnaanmu itu tidak pernah membuatmu cacat di mataku.' batin Dila menggumam. Benar, yang mengucapkan salam terakhir di Suara Cinta adalah Ardila Cintania. Sudah satu tahun dia bekerja sampingan menjadi penyiar radio di 97.5 FM. Cinta adalah namanya di sana. Bukan nama samaran juga, itu adalah bagian dari namanya.


"Cinta, kita meeting bentar yuk untuk acara gathering dengan penggemar nanti." ucap Jeno. Ia salah satu penyiar di sana. Sebenarnya Jeno adalah atasan Cinta di sana. Ia yang mengelola dan memiliki stasiun 97.5 FM. Menjadi penyiar adalah hobi dan cita-citanya.


"Ya Kak jeno." Cinta bergabung di ruang rapat. Di sana sudah ada sebelas orang lain termasuk Jeno. Hanya ada dua belas karyawan di sana. Tujuh penyiar, dua bagian humas, dan tiga operator merangkap teknisi.


"Gathering kita kali ini hanya melibatkan sepuluh penggemar yang beruntung. Program yang ada interaksi dengan audiens di kita kan kan ada tiga, Sehat Itu Indah, Suara Cinta, dan satu lagi Jeno's Choice. Nah, yang pertanyaannya pernah masuk ke kita akan kita undi lagi. Dan mereka yang akan ikut kita gathering. Rencananya akan saya adakan di minggu depan. Jadi mulai Senin, kalian sudah bisa announce ke pendengar kita agar mereka bisa lebih antusias lagi dengan acara kita." jelas Jeno. Pendengar Jeno's Choice adalah para fans Jeno yang rela menunggu acaranya setiap jam 10 malam. Program tentang lagu pilihan Jeno dan pendengar boleh berimajinasi mengapa Jeno menyukai lagu itu, atau isi dari lagu itu sendiri. Dan jangan bingung dengan fans Jeno yang buaanyak itu. Jeno sukses di bidangnya di umur 27 tahun. Dulu modalnya hanya pas pasan. Tapi sekarang stasiun radio miliknya sudah berkembang pesat. Banyak iklan yang masuk karena rating pendengar yang tinggi. Semua itu tidak lepas dari tampangnya yang keren sehingga digilai para pendengar kaum hawa.


"Nah, ada saran ga kemana?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Acara di luar pa nginep Bos?" tanya Andi sang teknisi.


"Saya sih siapin budget lebih untuk nginep." kata Jeno dan disambut teriakan antusias teman-temannya.


"Hotel baru aja bos. Sky Escape. Ada pantainya juga di sana." usul Kartika si Humas dan didukung oleh yang lain. Tentu saja ada satu orang yang menentang, si Cinta.


"JANGAN!" teriak Cinta. Refleks semua menoleh ke arahnya.


"Kenapa Cinta?" tanya Jeno bingung.


"Maksudnya, itu kan baru. Kita kan belum pernah dengar review nya bagus apa ga." jelasnya mencoba mencari alasan untuk menggagalkan ide itu.


"Makanya karena baru sekalian kita review, minta diskon. Gampang deh ntar gw yang nego ma yang punya." Kartika bagian Humas memang sangat ahli dalam semua negosiasi yang dapat dinilai dengan uang. Dila alias Cinta kehabisan kata-kata. Teman-teman di stasiun radionya tidak ada yang tahu dia bekerja di sana. Dila merasa semakin banyak yang tahu, itu bisa membuka peluang ada karyawan kantor Richie yang juga bisa tahu. Aaah... Dila pusing. Ia memutuskan akan memberi tahu Jeno nanti.


"Kak Jeno, boleh saya bicara bentar?" tanya Dila setelah rapat bubar.


"Of course..Kenapa Cinta?" Dila menceritakan tentang pekerjaannya di pagi hari dan mengapa tidak boleh ada double job di sana. Tampaknya Jeno mengerti.


"Nanti kamu pakai masker saja. Lagian bos kamu kan belum tentu ada di sana." Dila masih belum sepenuhnya setuju, namun ia tidak bisa menentang hasil rapat yang sudah diputuskan bersama.


"Kamu tenang saja, kalau benar kamu sampai ketahuan, saya akan bilang kamu bukan karyawan saya. Hanya penggemar. Deal?" Dila tersenyum, ide yang bagus. 'Deal'.


*****

__ADS_1


__ADS_2