
Dila menceritakan perjalanannya hari itu ke Vio. Ia menunjukkan foto mereka bertiga di pantai.
"Wah kak, sepertinya bos kak Dila tambah ganteng deh. Dan ini yang namanya Chris? Gila.. Beruntung banget kakak bisa jalan dengan mereka berdua hahaha..." Vio tertawa sambil terus melihat foto di ponsel Dila.
"Brengsek, emangnya kak Dila jelek banget ampe harus ngerasa beruntung gitu?" Dila pura-pura ngambek.
"Ga juga seh kak, kurang poles aja dikit. Batu aja harus dipoles biar jadi berlian hahaha.."
"Boro-boro poles, makan aja ngirit. Eh, Vio. Kamu sudah tentuin mau kuliah di mana?" Dila bertanya ke Vio.
"Vio mau ikut tes beasiswa dulu Kak. Lumayan kalau bisa ngirit."
"Kamu kan mau ambil jurusan seni, emang ada beasiswa untuk jurusan itu?"
"Vio..ga jadi ambil seni kak, mau ambil ekonomi atau bisnis aja." Vio tertunduk. Dila tahu bagaimana adiknya sangat ingin masuk ke jurusan seni. Vio sangat berbakat dalam melukis. Sama seperti mama mereka. Dila tidak ingin bakat Vio terkubur begitu saja. Ia akan mencari cara demi cita-cita Vio.
"Kamu tenang saja. Kak Dila akan mencari cara biar kamu bisa masuk jurusan seni. Kamu tentuin saja mau masuk ke mana, belajar yang rajin. Itu saja sudah cukup." Vio tahu tidak ada gunanya membantah kakaknya. Ia hanya bisa memeluk kakaknya. Satu-satunya keluarga yang tersisa, menurutnya.
*****
"Hai Airin, Vicky di sana? Dia tidak angkat teleponku dari tadi." Richie menelepon Airin di kantornya. Mencari Victoria adiknya.
"Vicky keluar tadi, mungkin lagi nyetir. Napa Ric?" tanya Airin.
"Ga, cuma mau tanya persiapan pembukaan hotelku."
__ADS_1
"Ooo..lancar kok, kan aku ikut urusin juga. Minggu depan kami ke sana. Cuma belum tahu hari apa." jawab Airin.
"Vely apa kabar? Dia ikut ga minggu depan? Aku sudah lama ga lihat dia, cuma bisa lihat dari postingan ig mu."
"Aku harus tanya Aiden dulu. Kalau dia mau ikut, aku ajak anak-anak. Jadi pembukaan hotelnya dua minggu lagi? Selamat ya Ric. Karir sudah sukses. Tinggal hubungan aja disuksesin. Kamu sama Hannah gimana?" tanya Airin. Pertanyaan yang sulit dijawab Richie. Tapi sepertinya Airin berhak tahu. Bagaimanapun juga Airin yang mencomblangi mereka.
"Aku..sepertinya aku tidak bisa melanjutkan hubunganku dengannya Rin." jelasnya.
"Lho? Kenapa Ric?" Airin terkejut mendengarnya.
"Entahlah Rin, aku merasa hubungan kami agak...hambar. Tapi aku belum tahu bagaimana caranya ngomong sama Hannah, aku bingung. Tadinya aku kira lama-lama aku bisa mencintainya, tapi ternyata tidak bisa." Richie sedikit mencurahkan apa yang dirasakannya. Ia belum pernah bercerita dengan siapapun. Airin terdiam.
"Rin, kamu kok diam? Jangan merasa ini karena kamu ya. Jangan ge-er hahaha... Ini ga ada hubungannya denganmu. Tenang saja." Airin tertawa, ia benar-benar takut jika masalah itu memang karena dia.
"Kamu coba pertimbangkan lagi Ric apa yang terbaik untukmu. Aku akan selalu mendukung apapun itu. See you next week ya. Nanti aku kabarin kapan. Kalau mau titip apa nanti WA saja. Bye Ric." Airin memutuskan panggilannya.
"Dila, tolong pesan tiket ke Bali besok untuk dua orang. Kalau ada, hari ini kita berangkat. Kalau ga, besok." ucap Richie saat Dila masuk ke ruangannya.
"Maksudnya kita berdua Pak? Maaf ada perlu apa kesana Pak?" Dila bingung.
"Iyalah kita berdua. Memangnya sama satpam? Saya mau lihat langsung ukiran maskot patung yang akan diletakkan di depan lobi hotel. Takut ada yang tidak sesuai dengan design yang sudah saya kasih. Tiket pulang langsung pesan. Kita menginap semalam di sana. Kalau perginya hari ini, kamu cari tiket paling malam besok."
"Baik Pak." Dila berbalik ingin keluar. Sebelum atasannya berteriak lagi.
"Hotel jangan lupa booking." Pertanyaan Dila booking berapa kamar tercekat di lehernya. Untung tidak sampai bergetar ke pita suaranya.
__ADS_1
"Baik Pak." jawabnya lagi. Dila duduk di meja kerjanya. Jantungnya berdegup kencang. Senang? Pasti. Tapi yang membuatnya bingung adalah pekerjaan sampingannya malam ini. Ia mulai mencari tiket di aplikasi online.
"Yess." ujar Dila ketika ia melihat penerbangan hari ini telah habis. Setidaknya malam ini ia bisa minta izin besok tidak masuk kerja malamnya. Ia membooking tiket kelas bisnis besok pagi untuk Richie dan kelas ekonomi untuknya. Tiket pulang juga lusa di pagi hari. Hotel satu malam, bintang 5. OK done! Dila mengirim semuanya ke email Richie. Richie selalu mengecek ulang yang ia perintahkan, tidak mau ada kesalahan.
Suara telepon di mejanya berbunyi. Interphone. Dan itu pasti bos nya.
"Iya Pak?"
"Kenapa tiketnya satu bisnis satu ekonomi?" tanya Richie.
"Maaf Pak, Bapak mau di ekonomi? Saya cancel yang tadi ya." salah lagi. Biasa ke Jakarta juga bisnis. Pikir Dila dalam hati.
"Kok saya yang pindah? Kamu yang pindah ke bisnis. Nanti kalau saya butuh, siapa yang catat? Ganti sana." ketus Richie. Ia menutup teleponnya. Tersenyum puas. Terkadang dia butuh untuk melampiaskan sedikit emosinya. Dan menumpahkan sedikit ke Dila sepertinya bukan masalah besar menurut Richie.
'Wah, mimpi apa aku bisa ke Bali naik bisnis?' Dila sangat semangat hanya dengan memikirkannya. Ia berencana membeli sepatu baru sepulang kerja nanti dengan uang gajian yang ia terima kemarin. Richie memberikan insentif yang lumayan karena Dila banyak membantunya dalam mengurus pembukaan hotel.
*****
"Hai..Hai.. Good evening Suara Cinta Lovers. Welcome back on 97.5 FM di program kesayangan kita 'Suara Cinta' dengan saya Cinta, di mana suara kalian mengenai persoalan cinta akan dibahas di sini. Untuk pertanyaan kalian yang belum dijawab, Cinta akan berusaha membalasnya lewat email ya. Jadi kalian ga perlu cari email address nya apa, kalian cukup WA ke no biasa di 08127388881. Sebelum lupa, Cinta mau minta maaf besok ga bisa temanin kalian. Untuk fans nya Jeno pasti senang nih bisa dengarin suara Jeno lebih cepat hahaha...Ok lah, sambil tunggu chat kalian masuk, Cinta putarin satu lagu dari BCL dengan Memilih Dia. Check it out." Richie mendengar suara Cinta di radio sambil memasukkan beberapa helai baju kasual ke koper ukuran kabin miliknya. Tidak ada jas. Baru sekali ini Richie berangkat ke tempat lain selain Jakarta selama dua tahun ini. Sebenarnya ia malas. Tapi ia terpaksa memilih langsung mengecek ke sana. Richie tidak bisa percaya dengan foto patung yang dikirim. Patung tidak bisa dilihat secara dua dimensi saja. Apalagi patung yang dirancangnya sendiri itu agak rumit. Patung wanita berambut panjang dengan pakaian Yunani seperti terbang menggapai bulan. Richie ingin meletakkannya di tengah lobi hotelnya. Ia ingin semua sempurna sebelum patung itu dikirim ke Jogja paling telat minggu depan.
"Ya Suara Cinta Lovers.. Memilih Dia memang lagu galau yang indah ya. Pas banget untuk pertanyaan pertama yang akan Cinta bacain di sini. Hai Kak Cinta, saya cowok 25 tahun. Saya pacaran dengan seorang cewek sudah satu tahun. Sebulan ini kok saya suka sama satu cewek lain, tapi saya pendam saja Kak. Saya tetap pacaran dengan cewek saya. Saya bingung nih kak. Saya harus putus atau ga. Terus saya kan cuma suka aja sama cewek lain ga ngapa-ngapain, itu termasuk selingkuh bukan. Waah...Rumit ya. Nama kamu ga disebut nih, kak Cinta sebut kamu Mr X aja ya. Ok Mr X, pertanyaanya dibalik ya, harusnya kamu tanya dulu itu selingkuh bukan. Menurut Kak Cinta, iya itu sudah termasuk selingkuh. Tapi hanya kamu yang tahu dan tidak mungkin ketahuan. Tapi akankah kamu nyaman dengan itu? Kak Cinta rasa ga. Kamu malah bakal tersiksa. Perasaan memang bisa berubah jika kamu dan pasanganmu tidak berniat untuk menjaganya. Dijaga aja masih bisa berubah, apalagi ga kan. Terus persoalan kamu harus putus atau ga, kak Cinta takut salah jawab nih hahaha..Gini deh, kamu pastiin dulu rasa suka kamu ke cewek satu lagi itu hanya sementara atau bukan. Atau coba kamu perbaiki dulu hubungan dengan pacarmu. Apakah benih cinta itu masih bisa dijaga, masih bisa tumbuh. Kalau sudah tidak sama sekali, apa boleh buat. Putus saja daripada saling membohongi perasaan. Well..Cinta memang rumit ya. Maju salah, mundur salah, jalan di tempat apalagi. Pertanyaan pertama kita tutup dengan sebuah lagu dari Tiara Andini dengan Maafkan Aku Terlanjur Mencinta."
Richie terdiam setelah mendengar suara Cinta, ia merasa memiliki sedikit kemiripan dengan si Mr X. Apa perlu ia mencobanya sekali lagi dengan Hannah? Richie akan mencoba untuk lebih dekat dengan Hannah dua minggu lagi. Harus dicoba agar tidak ada penyesalan nantinya. Jika tetap tidak bisa, Richie akan memilih untuk mundur.
*****
__ADS_1