
"Kembali lagi bersama Cinta di Suara Cinta 97.5 FM..Tadi kita sudah mendengar satu tembang lagu dari Jikustik dengan Setia. Ya setia itu sangat penting dalam suatu hubungan ya. Jika kita mencintai seseorang kita pasti bisa setia. Namun tidak jarang kesetiaan kita diuji dengan situasi dan kondisi kita sehari-hari. Biasanya memang orang bisa selingkuh karena suatu kebiasaan. Terbiasa kerja bersama. Terbiasa curhat sama dia. Itulah awal mula dari perselingkuhan. Sekarang Cinta bacain satu chat yang masuk ya. Hai, Cinta. Aku R. Aku mencintai seorang gadis. Sekarang ia sedang marah karena kesalahanku di masa lalu. Bagaimana cara meredakan marahnya seorang wanita ya? Ya untuk R. Sayang sekali kurang jelas ya. Kesalahannya berat atau ringan. Sebenarnya jika wanita mengatakan masih marah ya dia benar masih marah. Saat ia bilang tidak marah lagi ya dia masih marah sebenarnya. Hahaha... Bercanda ya. Tapi kadang emang gitu sih. Maksud Cinta, pikiran perempuan tu sangat complicated ya. Marahnya akan mereda seiring waktu. Namun isilah waktu itu dengan menunjukkan cinta kamu kepadanya. Bisa dengan mencari tahu apa yang ia suka. Tapi ini menurut Cinta ya, lepas dari masalah masa lalu kalian yang Cinta kurang tahu berat atau tidak. Ok R. Semoga masalah kalian cepat selesai. Sekarang kita dengar satu lagu galau dari Judika, Putus Atau Terus. Tetap di Suara Cinta." Dila mengambil ponselnya mengetikkan sesuatu.
'Sok-sok tanya cara sama Cinta. Mau minta dukungan dia?' ia mengirim pesan itu ke Richie.
'Apapun demi kamu.' balas Richie. Dila sebenarnya tidak marah lagi dengan Richie. Dia hanya marah dengan keadaan bahwa wanita di masa lalu Richie adalah Martha. Dan Dila tahu suatu saat Martha akan membahas masalah itu dengannya.
Richie sedang menunggu Dila selesai siaran di mobilnya ketika bunyi pesan masuk di ponselnya.
'Hai Richie, aku Martha. Apa aku mengganggumu?' Richie malas membalasnya. Ia lanjut bermain game di ponselnya. Dila kira-kira 15 menit lagi selesai.
'Kamu lagi di depan stasiun Radio Future kan? Aku melihat mobilmu.'
'Boleh aku ikut pulang ke Hotel? Mobil temanku mogok. Aku lagi di dekat mobilmu sekarang.'
'Naik taksi online saja. Aku bersama Dila sekarang.' balas Richie. Berani-beraninya dia sok kenal sama aku, pikir Richie.
'Aku tidak berani. Sudah malam.' Richie tidak membalasnya lagi. Peduli amatlah. Ia lanjut lagi bermain game.
Tidak lama kemudian jendela mobilnya diketok dari luar. Martha. Richie mendengus kesal. Ia membuka jendelanya sedikit. Mungkin hanya 15 cm. Ia tidak mau mencari masalah.
"Kenapa? Kan aku sudah bilang tidak bisa." kata Richie.
"Kamu kan mau pulang kesana juga. Buka donk pintunya." jawab Martha sambil mengetok jendelanya.
"Aku bilang tidak. Pergi sana." Richie menutup jendelanya. Martha terlihat sangat kesal.
Tidak berapa lama Dila keluar. Terlihat ia sedang berpamitan dengan rekannya yang lain. Dila melihat seorang wanita berdiri di sebelah mobil Richie. Martha? Sedang apa dia di sana?
"Ngapain kamu di sini?" Dila mendekatinya.
__ADS_1
"Dila, aku mau ikut balik ke hotel ya." Martha tersenyum.
"Sayang, masuk yuk. Di luar dingin." Richie membuka sedikit jendelanya dan memanggil Dila. Dila mengangguk ke Richie. Dila berjalan ke arah sebelah Richie. Sebelum Dila masuk, Martha sudah masuk terlebih dahulu di kursi belakang. Dila dan Richie terkejut.
"Turun kamu." ucap Richie.
"Aku ini sepupu Dila loh. Kita akan jadi keluarga bentar lagi." katanya.
"Kamu ini tidak tahu malu banget sih." kata Dila. Ia meminta Richie untuk jalan dan tidak menghiraukan Martha di belakang mereka.
"Kamu sudah makan Sayang?" tanya Richie sambil membelai rambut Dila. Martha kesal melihat kemesraan mereka berdua.
"Tadi kak Jeno ada beliin bento." jawab Dila.
"Cuma untuk kamu?" Richie terdengar cemburu.
"Buat semua, Sayang." Dila membelai pipi Richie. Richie menyukainya walau dia tahu Dila melakukan itu untuk membuat Martha cemburu.
"Paling lama bulan depan." jawab Richie.
"Senin nanti ada sidang orang tuamu. Kamu tidak ke Jakarta?" tanya Dila.
"Tentu saja aku kesana. Aku ke sini karena Alva yang memintaku datang. Aku terpaksa resign dari kantorku di Kanada gara-gara kasus ini. Tapi semua terbayar karena aku bisa bertemu Richie lagi." Martha memegang bahu Richie seakan memberi tahu kehadirannya di sana.
"By the way, kantormu butuh karyawan tidak? Aku lulusan Harvard lho. Oh iya, kita kan pernah kuliah di tempat yang sama." Martha tertawa.
"Lagi tidak ada lowongan, lagian aku tidak sanggup membayarmu. Kualifikasimu terlalu tinggi." ucap Richie.
"Aku terima kok berapapun gaji yang kamu kasih." Martha berkata manja.
__ADS_1
"Sayang, pas kita ke Jakarta nanti kita mampir ke bridal teman mama ya. Biasa artis suka pesan baju pengantin sama dia. Sekalian kita belanja apa saja yang dibutuhkan." kata Richie. Ia mengabaikan permintaan Martha.
"Nanti aku ke kamar kamu deh, kita buat list mau beli apa saja." Dila terdengar sangat antusias.
Martha kesal dengan drama yang terjadi di depannya sekarang. Ia malah sempat menyesal masuk ke mobil itu. Tapi ia memang ingin berada di dekat Richie. Martha merindukannya sudah sangat lama. Ia sempat berpacaran dengan beberapa pria setelah ia kehilangan kontak dengan Richie. Tapi tidak ada yang bisa memikat hatinya seperti Richie.
*****
"Katanya mau ke kamarku?" Richie menelepon Dila.
"Capek. Mau tidur. Besok aja ya." Dila baru selesai mandi. Vio malah sudah hampir tertidur.
"Ok deh. Besok pasti ya."
"Mmmh..Mungkin. Besok aku banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kita kan mau ke Jakarta. Senin sampai Rabu aku izin. Kamu yakin mau ikut?" tanya Dila.
"Pastilah. Mama sama papa mau ketemu juga membahas pernikahan kita. Lagian aku kan juga saksi nanti di sidang. Vio jadi ikut kan?"
"Kayaknya sih jadi. Dia kan saksi juga. Nanti aku buat surat izin ke sekolahnya."
"Ok deh. Gud nite Sayang. I love you."
"Love you too Sayang." Dila menutup teleponnya.
Richie berbaring di tempat tidurnya. Ia mengecek beberapa email dan akun media sosialnya. Richie tidak aktif di medsos, ia hanya suka membaca beberapa artikel dari akun yang diikutinya. Hari ini ia sedikit lelah. Setelah mengantar Dila siaran, Richie pergi ke rumahnya untuk mengecek keadaan di sana. Ia sudah menyewa beberapa pekerja untuk sedikit merenovasi rumah itu. Richie berencana mengajak Dila dan Vio tinggal di sana setelah menikah nanti.
Tok..tok..tok.. Richie mendengar suara ketukan pintu. Bukannya Dila bilang ia ingin tidur. Pasti Dila kangen. Richie tersenyum.
"Kangen ya?" Richie berkata sambil membuka pintu.
__ADS_1
"Iya, kangen berat." Martha masuk. Ia memakai baju tidur satin tipis. Richie bisa melihatnya tidak mengenakan bra.