
"Richie, nanti Vely sama Darren bawa bunga untuk Dila pas kalian sudah di tengah ya." Airin menjelaskan semuanya ke Richie. Ia datang lebih dulu ke Jogja bersama tim RAF. Aiden dan anak-anak akan menyusul nanti malam karena ada acara di sekolah. Siang itu mereka sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Richie dan Dila yang akan digelar besok hari Minggu.
"Ok. Makasih ya Rin. Kamu sudah mau bantu aku." Richie dan Airin sedang makan siang di Sky. Dila dan Vio sedang menemani Desy dan Vicky melakukan perawatan tubuh di salon.
"Makasih apaan sih? Kita memang sudah jarang bertemu sejak kamu pindah ke Jogja, tapi kan bukan berarti hubungan kita juga jadi menjauh. Kamu lupa arti RAF? Richie Airin Friendship." ucap Airin.
"Friendship? Setahu aku Forever hahahaha....Jadi bagaimana hubungan kamu dan Aiden?" tanya Richie. Airin menunduk, menghela napas panjang. Ia tidak berharap Richie menanyakan tentang itu sekarang. Richie sudah tahu itu bukan pertanda baik karena ia mengenal Airin cukup lama.
"Ada sesuatu Rin? Cerita donk." Richie menatap Airin. Ia masih secantik dulu. Tidak banyak yang berubah darinya sejak Richie mengenalnya dari SMA. Airin membalas tatapannya. Ia memang tidak bisa membohongi Richie jika sudah berhadapan begini.
"Masalah lama. Evelyn. Sudah setahun ia dibebaskan. Ia memang sudah tidak seperti dulu. Tapi...Aduh gimana ya ngomongnya. Aiden, sepertinya dia mudah sekali kasihan sama Evelyn. Aku tahu Evelyn sudah tidak punya apa-apa lagi. Jujur aku juga kasihan lihat dia. Tapi ya sebatas kasihan aja Ric, ga lebih. Tapi Aiden, aku tahu dia menyewakan apartemen untuk Evelyn. Aku tidak sengaja melihat bukti transfer di saku jas nya. Kenapa dia tidak jujur saja denganku? Mungkin aku lebih tidak sesakit ini. Kamu tahu apa yang paling parah? Dua bulan lalu aku baru tahu Aiden menempatkan Evelyn di salah satu perusahaan yang baru dirintisnya. Gila kan?" Airin meneguk air putih di depannya.
"Kamu sudah ngomong sama Aiden?" tanya Richie.
"Soal apartemen iya. Aku tanya sama dia. Dia jawab ya kasihan saja. Kalau aku membantah seolah-olah aku jahat banget Ric. Soal pekerjaan aku jadi malas menanyakannya. Kamu ngerti kan, semakin aku bertanya soal ini itu tentang Evelyn, aku tuh seperti wanita yang tidak punya hati gitu lho." Mata Airin berkaca-kaca. Sudah lama ia menyimpan keluh kesahnya. Ia tidak memiliki sahabat di dekatnya. Richie sekarang di Jogja. Sedangkan Vina, sahabat mereka berdua sekarang di Bandung. Vina akan tiba di Jogja besok siang. Richie memegang tangan Airin.
__ADS_1
"Yang sabar Rin. Lebih baik kamu menceritakannya dengan Aiden. Biar dia tahu apa yang diperbuatnya itu salah. Mungkin Aiden hanya menganggap hal itu wajar dilakukannya sebagai mantan suami Evelyn. Tidak ada maksud lain." Richie mencoba menenangkan Airin seakan tahu air mata itu akan segera mengalir dari kedua matanya.
"Kamu tahu kan Ric. Aku pernah kehilangan seorang suami. Walaupun itu karena kematian yang memisahkan kami. Aku..Aku mencoba sabar dalam hal apapun. Aku selalu mengalah walaupun hatiku berteriak. Kamu tahu karena apa? Karena aku takut dengan perpisahan. Apapun alasannya, perpisahan itu terlalu menakutkan untukku. Kamu juga tahu bagaimana terpuruknya aku dulu." Airin menangis sekarang walaupun ia berusaha menahannya dari tadi. Ia mengambil tissue mencoba menahannya agar tidak menjadi pusat perhatian orang di sekitarnya.
"Ssshhtt..Jangan pikir tentang perpisahan donk. Apaan sih? Aku yakin Aiden tidak begitu. Aku masih percaya dengan semua janjinya padaku untuk menjaga dan mencintaimu sampai akhir. Setidaknya itu yang ia katakan saat aku..saat aku melepaskanmu untuknya." Richie tersenyum. Airin mengucapkan terima kasih karena telah mendengarkannya. Ia sangat membutuhkan sahabat yang bisa mendengarkannya. Dan apa yang diceritakannya tadi, bukan hanya didengar oleh Richie. Seseorang yang duduk di belakang Richie juga mendengar apa yang mereka bicarakan dengan jelas. Seorang perempuan dengan rambut coklat gelap sebahu. Martha dengan penampilan barunya. Ia tidak menyangka Richie tidak mengenalnya tadi saat ia duduk membelakangi Martha.
'Ternyata ini yang namanya Airin. Cantik sih. Setidaknya lebih keren dari si gembel Dila.' Martha tidak mungkin melupakan nama itu. Nama yang sudah membuat Richie mau menyentuhnya saat ia mabuk dulu. Apa benar si Richie sudah move on dari Airin? Martha mendengar dari temannya bahwa Hannah Fang putus dari Richie karena Richie masih mencintai mantannya dulu. Seperti yang diberitakan di akun gosip media sosial.
*****
"Dan apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan, tidak bisa dipisahkan oleh manusia. Dengan ini saya sah kan kalian menjadi sepasang suami istri. Richie, kamu boleh mencium istrimu Ardila sekarang."
"I love you." ucap Richie pelan.
"I love you more." balas Dila sambil tersenyum. Pria yang sangat dicintainya itu mendekat dan mencium keningnya lalu sekilas di bibirnya. Dila menutup matanya, merasakan ciuman pertama mereka sebagai suami istri. Teriakan riuh dan tepuk tangan dari tamu yang hadir terdengar sangat meriah. Suara confetti pun terdengar sebanyak lima kali. Richie dan Dila berjalan di karpet putih yang dipenuhi bunga mawar putih dan pink di kiri dan kanannya. Resepsi pernikahan akan diselenggarakan pada malam hari. Tim RAF sangat berharap malam ini akan cerah tanpa hujan karena acara akan digelar outdoor. Sekarang para tamu sedang menikmati makan siang yang telah disiapkan panitia Sky.
__ADS_1
Cukup banyak yang hadir di acara pemberkatan pernikahan Richie dan Dila. Keluarga besar Richie hampir semuanya datang. Maklum, ini pernikahan pertama di keluarga Andirawan dan Desy. Tamu dari pihak Dila hanya Jeno dan teman-teman kantornya. Dan juga kedua sepupunya, Alva dan Martha. Hanya itu keluarga yang dia kenal. Dila juga tidak terlalu keras lagi dengan mereka sejak pengadilan memutuskan orang tua mereka bersalah. Dila malah ingin Vio bisa kuliah di tempat yang sama dengan Alva. Setidaknya Dila bisa mempercayai Vio dengan Alva. Ia tahu hanya Alva yang memiliki emosi normal di keluarganya.
"Richie, Dila selamat ya." Aiden memberi selamat kepada mereka.
"Hai Aiden. Terima kasih. Vely, Darren..Bagaimana sekolah kalian?" tanya Richie. Darren hanya menjawab 'lancar'. Sedangkan Vely, ia bercerita panjang lebar tentang kegiatan kemah pramukanya kemarin. Dila bisa melihat keakrabannya dengan Richie.
"Vely sudah donk ceritanya. Om Richie sama tante Dila mau istirahat dulu." Airin menarik Vely dan ingin bergabung dengan suaminya yang sedang menyantap kue-kue kecil bersama Darren.
"Tidak apa-apa kok Airin. Lucu lihatnya." ucap Dila.
"Hai semua. Airin, apa kabar?" tanya Hannah. Ia dan Jeno mengucapkan selamat kepada pasangan baru itu.
"Hai Hannah. Pacar baru ya?" Airin berbisik ke Hannah setelah melihat ia dan Jeno bergandengan.
"Hampir jadi hahaha..." jawab Hannah lalu melirik ke arah Jeno yang tampak tampan dengan jas nya. Satu per satu tamu datang memberi selamat kepada Richie dan Dila. Termasuk Chris.
__ADS_1
"Gadis candi sudah jadi milik orang nih. Hilang sudah kesempatanku untuk sembuh hahaha..." Richie tertawa. Dila terlihat bingung dan bertanya ke Richie tentang sakit apa yang diderita Chris. Richie berkata akan menceritakannya nanti malam. Chris seakan tidak peduli dengan keadaannya itu. Ia lalu bergabung dengan Aiden, sahabatnya sejak sekolah dulu.
Akhirnya mereka bisa masuk ke kamar untuk istirahat sejenak. Resepsi akan digelar empat jam lagi. Dila mengganti pakaian pengantinnya dengan kimono satin untuk mempermudah jika ia akan menggantinya lagi. Beberapa asisten bridal membantu Dila untuk melepas sanggulnya. Dila akan mengganti tatanan rambutnya untuk nanti malam sekitar dua jam lagi. Sekarang ia hanya ingin meluruskan pinggangnya.