SUARA CINTA

SUARA CINTA
BAB 41


__ADS_3

Dila dan Richie menunda bulan madu mereka. Satu minggu setelah pernikahan mereka, Vio akan mengurus studinya ke Singapura mengikuti Alva. Dila juga harus ke Jakarta menyelesaikan pengambilan aset dari Bram dan balik nama sertifikat rumah dan tanah ke namanya dan Vio.


Siang itu, Dila dan Richie mengundang Airin untuk makan siang bersama. Dila ingin mengucapkan terima kasih atas semua bantuan Airin di pernikahannya kemarin.


"Airin, apa kabar?" Dila berdiri menyambut Airin.


"Baik, bagaimana nih pengantin baru? Kok belum pergi bulan madu?" tanya Airin.


"Mungkin minggu depan. Masih banyak urusan nih." kata Richie. Ia memanggil pelayan untuk memesan makanan.


"Mau makan apa sayang? Rin, pesanlah mau makan apa." Richie bertanya kepada mereka. Pelayan mencatat pesanan mereka.


"Aku minta espresso satu ya Mas." tambah Dila.


"Sayang, Airin tidak bisa cium bau kopi, dia bisa mual nanti. Ganti saja ya." ucap Richie. Airin jadi salah tingkah.


"Hah? Tidak apa-apa kok. Pesan saja Dila. I'm ok." ucap Airin sambil tersenyum.


"Ganti saja Mas. Jus jeruk." Dila tersenyum paksa. Akhirnya mereka menikmati makan siang itu. Dila mencoba bersikap normal seperti biasa.


Dila bukan perempuan berhati baja di saat suaminya membela perempuan lain di depannya. Membela? Bukan membela sih, memberi tahu. Tapi memberi tahu yang bersifat menyuruh.


Dila sungguh kesal saat ini, tapi ia mencoba tidak memperlihatkannya. Apalagi ada Airin di depannya sekarang. Dila tahu ia tidak boleh cemburu, tapi entah mengapa ia merasa sekarang seperti menjadi 'istri muda' di hadapan 'istri tua' Richie. Sungguh pikiran yang gila. Tidak. Dila tidak boleh berpikir begitu. Ia percaya dengan Richie. Baru seminggu mereka menikah. Memang benar yang ia bilang, seberapa besar cinta kita bisa diukur dari seberapa sanggup kita untuk melewati ujian cinta. Baru sekarang Dila tahu, apa yang diucapkan Cinta di Suara Cinta sebenarnya hanya teori semata. Perasaan tidak bisa dipaksa, dikendalikan, atau diatur.


"Sayang, kok kamu diam dari tadi?" Richie membelai kepala Dila sambil menyetir.


"Cuma ngantuk saja. Tadi kamu bicarain apa sama Airin?" tanya Dila. Tadi saat Dila sudah berada di dalam mobil, Richie izin sebentar berbicara dengan Airin di parkiran.


"Itu..Sebenarnya Airin sedang ada masalah dengan suaminya. Aku hanya ingin tahu apakah sudah selesai atau belum." jawab Richie.


"Ooo." Dila tidak ingin bertanya lebih jauh. Menambah pertanyaan bisa menimbulkan pertanyaan baru lagi menurutnya.


"Kamu jangan pikir yang aneh-aneh ya. Aku dengan Airin hanya sahabat." Richie menambahkan.


"Aku tidak pikir apa-apa." Dila tersenyum. Ya, Dila membuang jauh-jauh kecurigaannya yang tidak mendasar. Ia hanya ingin menikmati pernikahannya yang penuh kebahagiaan.

__ADS_1


"Sayang, semuanya kan sudah beres. Aku kira tadinya bakal lama. Kita berangkat ke Bali yuk besok." ajak Richie.


"Hah? Kok mendadak? Walaupun aku sudah resign dari kantormu, tapi kan aku masih ada job di Future. Aku belum izin sama Jeno." Dila terkejut dengan ajakan mendadak dari Richie.


"Jeno aku yang urus. Biar aku yang bilang sama dia. Jadi mau balik ke Jogja dulu atau langsung dari sini?" tanya Richie.


"Vio gimana?" tanya Dila lagi.


"Ajak temannya tidur di rumah kita. Atau mau suruh dia tidur di hotel?"


"Kayaknya dia lebih milih tidur di rumah deh."


"Langsung saja ya Sayang, besok pagi kita ke Bali." Richie masuk ke parkiran mall.


"Kita ngapain ke mall?" tanya Dila.


"Belanja buat kita ke Bali." jawab Richie sambil mengecup pipi istrinya.


"Kamu nih boros banget sih. Baru saja kita keluarin biaya banyak untuk pernikahan kemarin."


*****


"Welcome to Bali." sambut seorang pria dari pihak hotel yang menjemput Richie dan Dila di bandara. Mereka langsung menuju sebuah hotel bintang lima di daerah Ubud Bali. Dila ingin menginap di tempat yang tenang dan hijau. Hotel megah itu dikelilingi pemandangan sawah dan terasering.


"Kamu suka?" Richie bertanya ke Dila sambil memeluknya dari belakang. Dila sedang berdiri di balkon menikmati pemandangan hijau di depannya, menghirup udara segar yang jarang dijumpainya di kota.


"Iya, aku suka banget sayang. Mahal ya?" tanya Dila. Ia tahu harga hotel seperti ini di atas sepuluh juta rupiah per malamnya.


"Tidak juga lah. Aku dapat diskon dari pemiliknya. Kami teman lama. Kenal di Amerika juga."


"Sekampus juga sama Martha?" Dila terlihat kesal setiap mendengar kata Amerika dari Richie.


"Hahaha...bukan. Kamu sensitif banget sih kalau dengar Amerika. Kami kenal karena papa Andi teman papanya." Richie mencium leher Dila.


"Sayang, mulai yuk buat baby." Richie sepertinya tidak akan berhenti merengek jika Dila tidak menurutinya. Dila membalas ciuman suaminya. Ia mulai ketagihan dengan permainan baru yang sering dilakukan Richie. Baru dua jam sampai di hotel dan mereka sudah menyelesaikan satu ronde.

__ADS_1


"Jalan-jalan yuk. Masa honey moon di hotel terus?" ajak Dila. Ia mengganti pakaiannya dengan gaun baby doll satu tali.


"Sayang, tolong jangan pakai itu. Aku tidak mau kamu digoda pria-pria di luar sana." Dila memang terlihat sangat cantik dengan gaun itu.


"Biar kamu bangga punya istri cantik hahaha..." Dila sekarang lebih bisa percaya diri. Ia tidak mau lagi terjebak dalam masa lalunya yang kelam.


"Kamu harus gandeng aku terus ya. Biar mereka tahu kamu sudah ada yang punya." ucap Richie.


"Ya iyalah aku gandeng. Yang bahaya itu kamu. Mukamu harus dimaskerin biar tidak bisa dilihat sama perempuan lain."


Mereka bersiap keluar ketika ponsel Richie berdering.


"Iya Vin, kenapa? Tumben lo telepon."


"...."


"Aku lagi di Bali sama Dila. Baru hari ini sampai."


"...."


"Kemarin aku baru ketemu dia makan siang bareng. Emang kenapa?" Richie terlihat sedikit panik.


"...."


"Brengsek banget sih si Aiden. Nanti aku coba telepon Airin. Kalau kamu ada waktu coba main ke Jakarta."


"...."


"Ya elah, cuma tiga jam paling lama di jalan."


"...."


"Ok bye." Richie menutup panggilan itu.


"Kenapa Sayang? Airin?" tanya Dila.

__ADS_1


"Vina. Airin telepon dia. Ceritanya panjang. Nanti saja ya. Yuk kita jalan." ajak Richie.


__ADS_2