
Mario, tersenyum dalam lamunannya. Sejak ia lulus kuliah dan pindah ke Amerika, ia tidak pernah lagi bertemu gadis cupu yang sering dipandanginya dari jauh. Mantan istrinya adalah warga negara Amerika walaupun ia keturunan Indonesia. Rio harus segera menikah karena ibu calon istrinya dulu sedang sakit keras. Rio tidak bisa menolak, ia tidak tega. Lagipula orang tua mereka sudah berjanji akan menjodohkan anak mereka sudah sejak lama.
Mario sudah berusaha untuk belajar mencintai istrinya. Namun perasaannya terlalu tebal untuk diasah. Usahanya sia-sia. Hingga ayahnya meninggal lima bulan lalu, Rio memutuskan untuk bercerai dengan istrinya. Untungnya mereka belum dikaruniai keturunan hingga proses cerai berlangsung cepat.
Rio memutuskan kembali ke Indonesia. Kakak perempuannya, Clara, sudah tidak sanggup mengurus hotel ini karena ia masih memiliki dua anak yang masih kecil. Satu-satunya hal yang ia syukuri setelah kembali ke Indonesia adalah bertemu dengan Dila. Dila. Dila. Betapa ia menyesali tidak mengakui perasaannya dulu. Menyesal karena hanya bisa pasrah dengan nasibnya dulu. Menyesal karena semua sudah terlambat. Dan suaminya adalah Richie Andirawan. Lawan yang sangat kuat jika Rio ingin merebutnya. Tapi Rio tidak segila itu. Ia bukan pria yang tidak menghargai pernikahan walaupun ia sudah bercerai. Setidaknya dulu ia sudah berusaha keras hingga rela pindah ke Amerika demi menemani istrinya. Andaikan dua bulan lalu ia langsung kembali ke Indonesia setelah sidang perceraiannya selesai, setidaknya Mario masih memiliki sedikit harapan untuk memiliki Dila.
Rio memejamkan matanya, berharap bisa tertidur. Tapi bayangan Dila selalu muncul di benaknya. Rio bingung, apakah ia senang atau sedih atau putus asa bertemu dengan Dila yang telah berstatus menikah. Entahlah, ia hanya ingin melihat Dila lebih lama. Ya, cukup dengan melihatnya. Rio sudah cukup puas sekarang. Tidak berani untuk berharap lebih jauh.
*****
"Rio, makasih banget ya sudah diundang menginap di hotel ini. Istriku suka banget suasana hotelnya. Next time kalau ke Bali lagi pasti kami kembali ke sini." kata Richie. Ia menepuk pelan pundak Mario tanda terima kasihnya.
"Aku sudah bilang tidak perlu bayar Richie. Kamu dan Dila menginap di sini saja aku sudah makasih banget lho." Mario dan pengantin baru itu berdiri di lobi. Mereka berdua hendak ke bandara pulang ke Jogja.
"Janganlah. Diskon saja sudah cukup kok hahaha...Kalau kamu ke Jogja kabarin aku ya. Kami jalan dulu." Richie merangkul pundak Dila.
"Mario, makasih ya. Kami pulang dulu." Dila tersenyum manis ke arah Mario. Mario balik tersenyum.
'Kita pasti bertemu lagi Dila. Segera.' ucap Mario dalam hati. Ia memandang mereka berdua, Dila tepatnya, hingga mereka masuk ke dalam mobil dan menghilang dari pandangannya. Mario belum puas melihatnya.
Enam hari sudah Mario tidak berhenti mencari keberadaan Dila. Berusaha untuk berada dekat namun tidak terlihat. Mario tahu ia cukup gila melakukan itu. Tapi ini mungkin sebagai bentuk pelampiasan atas pengorbanan Mario di masa lalu. Ia sudah mengorbankan masa mudanya untuk memenuhi ambisi orang tuanya. Dan sekarang Mario akan berusaha mendapatkan kebahagiaannya.
__ADS_1
"Pak, tadi bagian housekeeping ketemu anting di kamar Pak Richie teman Bapak yang tadi check out." Ratih memberikan sebuah anting bulat kecil berwarna emas ke Mario. Mario kenal betul dengan anting itu. Ia sudah hapal dengan apa yang selalu dikenakan Dila.
"Terima kasih. Nanti kalau Pak Richie atau Ibu Dila telepon tanyain anting, bilang saja sudah kasih ke saya ya." ucap Mario sambil menggenggam sebelah anting itu. Ia hanya berharap anting itu dapat segera membawanya bertemu dengan pemiliknya. Segera.
*****
"Good Evening Future Lovers...Kembali lagi di Suara Cinta di saluran 97.5 FM, di mana suara kalian mengenai persoalan cinta akan dibahas di sini. Cinta hari ini sangat bahagia karena bisa menyapa teman-teman dari kota lain juga karena Radio Future sudah bisa terkoneksi ke frekuensi gelombang radio di kota lain. Welcome guyss..
Bersama saya sendiri, Cinta, kita akan bersama selama satu jam ke depan. Kalau kalian mau bertanya, curhat, ataupun berbagi hal indah dan permasalahan seputar kehidupan cinta kalian, boleh bergabung di nomor whatsapp kami seperti biasa di 08127388881. Untuk yang tidak ingin dibacakan boleh tulis email only. Cinta akan balas emailnya, tapi ya ga bisa cepat ya. So, for the first chat datang dari seorang pria dengan inisial M. Hai Cinta. Salam kenal. Saya dari Bali. Oh, hai M, thanks for joining us from Bali. Tempat terindah yang pernah Cinta datangi hahaha...Kita kembali ke chat M ya. Cinta, saya bertemu lagi dengan cinta pertama saya dulu. Tapi sayangnya ia sudah menikah sekarang. Apa yang harus saya lakukan sementara saya menyadari kalau saya masih mencintainya? Pertama Cinta mau disclaimer dulu ya. Semua yang Cinta bahas di sini, itu menurut pandangan pribadi Cinta. Boleh didengar, boleh juga tidak. Ok M. Dalam permasalahan ini, jelas kamu sudah menjadi pihak ketiga. Secara norma, maaf sekali Cinta tidak berharap M merusak pernikahan orang lain. Namun Cinta mengerti, sangat sulit memang melupakan cinta pertama. Jangan samain dengan cinta monyet bocil-bocil ya guys. Kita sudah membicarakan tahap cinta di sini. Cinta itu seperti anting-anting. Jika kita memakainya sepasang, anting itu menjadi lebih cantik. Tapi jika kita tetap memaksa untuk memakainya walau hanya sebelah, kecantikan anting itu akan terpancar dengan bagaimana kita menyikapi sebelah telinga kita yang kosong. Cinta juga seperti itu, membutuhkan dua pihak yang saling mencintai untuk menjadikannya berarti. Tetapi jika cinta kita bertepuk sebelah tangan, cinta itu lebih berarti jika kita bisa merelakannya. Mungkin berat. Bukan mungkin, tapi pasti berat. Namun Cinta yakin Tuhan sudah menyiapkan sebelah anting Anda yang hilang. Mungkin tidak sekarang karena Tuhan juga tahu kita belum siap untuk melupakan. Maaf ya Cinta sampai bawa Tuhan. Tidak salah jika M berusaha asal tahu batasnya saja. Maaf ya M. Mungkin jawaban Cinta tidak bisa membuat kamu tersenyum atau merasa lega dengan jawaban Cinta. Tapi sekali lagi, terkadang cinta berarti rela melepaskan saat kamu ingin mendekapnya lebih erat. Sesuai request dari M, Cinta putarin sebuah lagu baru dari Judika, Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik-Baik Saja. Check it out." Dila melepas headphone nya sesaat. Ia merasa sangat lelah hari itu. Siang tadi Dila membantu Richie untuk mengurus beberapa event yang akan diadakan beberapa klien. Namun Dila juga tidak mau ketinggalan saat Future mulai go national. Ia ingin mengambil peran untuk membantu Jeno mensukseskannya.
Hari-hari Richie dan Dila dilalui dengan kebahagiaan. Tidak ada masalah atau pertengkaran yang berarti selama dua bulan pernikahan mereka. Vio sudah berangkat ke Singapura sejak tiga minggu lalu mengikuti Alva. Alva pun kembali kuliah. Dila yang membiayai kuliahnya yang tinggal beberapa semester lagi. Sedangkan Martha, ia menetap di Jakarta bekerja di salah satu hotel milik teman Richie. Dila meminta Richie yang mencarikannya pekerjaan. Dila tidak mau Martha selalu mengekori suaminya di Jogja.
"Ok." Dila tersenyum. Sudah dua bulan ia tidak ke Jakarta. Mertuanya sudah sering meminta mereka datang untuk berkunjung, namun Richie masih banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Dila juga sudah mendapatkan semua aset dan properti orang tuanya. Tuntutan kepada pihak asuransi juga sudah ia menangkan. Semua beban seakan sudah diangkat dari pundaknya dan Vio.
*****
Andai aku bisa memutar waktu
Aku tak ingin mengenalmu
Mengapa ada pertemuan itu
__ADS_1
Yang membuat aku mencintaimu
Bagaimana kalau aku tidak baik-baik saja
Terus mengingatmu
Memikirkanmu
Semua tentang dirimu
Bagaimana kalau aku tidak baik-baik saja
Tak seperti kamu
Yang mampu tanpaku
Bagaimana....
Mario merenungi semua lirik di lagu itu. Ia benar-benar gila memikirkan alasan untuk bertemu Dila dua bulan ini. Untung saja tadi sekretarisnya membicarakan pertemuan pemilik hotel di Jakarta minggu depan. Mario seakan memiliki sedikit harapan untuk bertemu Dila. Ia tidak berani bertanya kepada Richie. Mungkin nanti. Rio melepaskan kimononya. Tubuhnya yang atletis tampak indah dengan butiran air yang menetes. Mario berharap air dingin di kolam renang itu dapat mendinginkan tubuhnya yang sedang dibakar api asmara yang sedang berteman akrab dengan api cemburu di dalamnya.
*****
__ADS_1