TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 12. Kecerobohan Faika


__ADS_3

Selamat Membaca..


Faika penasaran dengan tulisan yang ada di tembok. Faika berjalan ke arah dinding tanpa melihat atau pun menoleh ke kiri atau pun kanan. Saking seriusnya berjalan sampai-sampai Faika menabrak troli pegawai perusahaan yang berisi banyak barang.


"Aaaahhh" ucap Faika dan orang tersebut.


Faika terjatuh dan terduduk di lantai dan tanpa sengaja ada beberapa barang yang mengenai tubuhnya Faika.


"Maaf Mbak saya tidak sengaja" ucap Orang tersebut sambil membantu Faika untuk berdiri.


Faika pun langsung menyambut tangan pegawai tersebut dan mencoba untuk berdiri tapi tiba-tiba Faika mengerang kesakitan.


"Aauuuu sakit" ucap Faika.


"Mana yang Sakit Mbak, Maaf ini semua gara-gara Saya tidak berhati-hati dalam berjalan" ucap Lidya yang tidak henti-hentinya meminta maaf kepada Faika.


Faika tidak bisa berbicara sepatah kata pun karena berusaha untuk terus menahan sakit dan perih di bagian kakinya. Lidya segera membantu Faika untuk duduk di salah satu kursi panjang yang ada di sana.


"Sini aku lihat mana yang sakit??" tanya Lidya.


Kania segera datang ke tempat tersebut setelah mengetahui kalau Faika tidak ada di mobil. Kania sudah mengantar semua kue pesanan Perusahaan tersebut. Dan mencari keberadaan Faika. Kania tanpa sengaja mendengar sayup-sayup suara seseorang yang berteriak kesakitan.


Kania pun segera ke TKP dan melihat siapa orang tersebut. Kania kaget melihat orang tersebut, Kania sangat khawatir Setelah mengetahui kalau Faika yang terluka.


"Faika kamu kenapa, mana yang sakit??." ujar Kania sambil memeriksa kaki Faika yang sudah memerah bahkan sudah bengkak.

__ADS_1


"Aaauuuh sakit Kania" ucap Faika.


Faika merintih kesakitan disaat Kania menyentuh kakinya.


"Tahan yah, aku cek kakimu dulu, sepertinya kakimu keseleo deh fa" ucap Kania.


"Iya ka, sakit banget soalnya" jawab Faika.


"Bisa kamu tolong saya untuk ambil air dingin dan kain untuk kompres" ucap Kania ke Lidya.


Lidya pun segera mengangguk dan berdiri untuk ke Pantri dan mencari baskom terus mengisi baskom tersebut dengan air dan es batu. Setelah semuanya ada, Lidya segera mempercepat langkahnya untuk segera ke Ruangan tempat Faika dan Kania berada.


Kania segera mengompres kaki Faika yang sakit.


"Alhamdulillah sudah agak baikan" jawab Faika.


"Makasih yah udah bawa air dan alat kompres" ucap makasih Kania kepada Lidya.


"Kamu yah kebiasaan kalau jalan pasti selalu buru-buru dan tidak hati-hati, kalau kamu gak ceroboh pasti hal ini tidak terjadi sama kamu" ucap Kania yang keluar cerewetnya seperti ibu-ibu yang ngomel-ngomel.


Kania memang sedikit cerewet kalau menyangkut Faika. Kania sudah menganggap Faika Adik kandungnya sendiri.


"Apa kamu tidak bisa merubah kebiasaan kamu yang ceroboh itu, dan apa adanya h yang kamu perhatikan sampai-sampai troli sebesar ini kamu tidak lihat" ucap Kania sambil menunjuk ke arah Troli.


"Gara-gara itu" jawab Faika sambil menunjuk ke arah dinding.

__ADS_1


Kania mengarahkan pandangannya ke arah dinding. Dan langsung berdiri karena ingin mengetahui apa isi dari kertas yang tertempel di dinding. Kania membaca dengan seksama tulisan tersebut dan langsung berlari ke arah Faika Setelah selesai membaca.


"Fa, ada lowongan pekerjaan loh di sini" ucap Kania yang girang dan gembira.


"Maksud kamu ada lowongan pekerjaan??." tanya Faika.


"Iya dan kita bisa mendaftar di sini loh Fa" ucap Kania.


"Serius loh Fa, jangan-jangan loh sala baca lagi??". tanya Faika.


"Apa yang dikatakan Kania benar sekali kebetulan, terbuka lowongan pekerjaan dan besok terakhir pendaftarannya" jelas Lidya.


"Aaaapaaa!!" ucap Kania dan Faika secara bersamaan.


"Reaksinya gak usah sampai segitunya kali, kalian seakan-akan lihat artis Korea saja" ucap Lidya yang tersenyum melihat reaksi dari ke duanya.


"Gimana nih Ka, aku mau ikut mendaftar tapi kakiku" ucap lesu Faika.


"Kita ke dokter yuk periksa kakimu biar kamu minum obat jadi kakimu cepat sembuh" ucap Kania yang memberikan saran kepada Faika.


Kania dan Lidya pun membantu Faika untuk berjalan dan masuk ke dalam mobil box ibu bosnya. Mereka akan ke dokter untuk memeriksakan kaki Faika. Kania tidak lupa mengambil beberapa lembar formulir pendaftaran.


Bersambung...


Makasih banyak atas dukungannya 🙏🙏.

__ADS_1


__ADS_2