TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 60. Lamaran yang Terpending


__ADS_3

Selamat Membaca..


Kamu adalah mahluk yang kutuju


Selain kamu, aku tidak mau


Kar'na nyaman ada di dekatmu


Sandaran hatiku


Bersama kita arungi bahtera


Menjaga cinta dengan selayaknya


Rasa nyaman bila di dekatmu


Tambatan hatiku


Dengan bismillah


Aku jaga kesucian cinta


Ku berjanji tidak akan mendua


Ku pasti akan setia


Dan dengan bismillah


Semoga bisa menentramkan jiwa


Tuntunlah cinta kami sampai Surga


Duhai Sang Pemilik Cinta


Dengan bismillah


Rombongan Nathan sudah bertolak dari kediaman Utama keluarga Kim. Hanya butuh waktu sebentar saja mereka sudah sampai tepat depan perumahan milik Fakhira lebih tepatnya milik Faika Sabrina Dwi Putri.


"Kok alamat rumahnya sama dengan alamat rumah Faika, jangan-jangan Faika adalah gadis yang akan dilamar oleh Nathan kalau seperti itu gimana dengan nasip putraku Rian?"


Mobil iringan pengantin yang berjumlah sekitar sepuluh buah mobil semakin masuk ke dalam blok Perumahan milik Fahira.


"Inikan Rumah yang semalam Kami datangi saat mengantar Faika pulang, tapi lupa dengan nomor rumahnya sih."


Ibu Marissa tidak menyangka jika rumah perempuan yang akan dilamar oleh Nathan dengan rumahnya Faika. Ibu Marissa bimbang dan ragu serta Khawatir jika mereka adalah orang sama.


Rombongan mereka pun berjalan ke arah pintu rumah minimalis modern itu. Sedangkan Orang-orang yang berada di dalam rumah itu menoleh ke sumber suara. Dan heran karena tiba-tiba ada deru mesin mobil yang tiba-tiba berhenti di depan rumahnya.


Ibu Husnah bibinya Faika adik kandung dari bapaknya langsung berdiri dan ingin membuka pintu Rumahnya.


"Bibi dudukmaki saja, biarmi Faika yang bukaki pintunya," cegah Faika.


Bibi Husnah yang sudah muncul keponya merasa kecewa dan kembali menikmati hidangan yang tersedia di hadapannya.


Faika membuka pintu Rumahnya dan betapa terkejutnya melihat sosok orang yang membelakanginya itu.


Orang itu pun berbalik dan mereka saling berpandangan dan saling kaget dengan apa yang mereka lihat.

__ADS_1


"Mami Marissa."


"Faika, oiya Faika Mami ingin bertanya apa ini betul rumah gadis yang bernama Fa....?" ucap Mami Marissa yang lupa dengan namanya gadis yang ingin dilamarnya.


Ibu Marissa segera menelpon nomor hp Nathan.


"Nathan siapa gadis yang ingin Kamu lamar Sayang,Mami lupa soalnya," ucap Ibu Marissa yang menertawai dirinya sendiri.


"Fahira Febrina Mami," jawab Nathan.


"Ok Makasih," Ibu Marissa langsung menutup telponnya tanpa sepatah kata lagi.


"Siapa itu ibu-ibu yang berdiri di depan pintu yang berbicara sama Faika, sepertinya orang kaya dari penampilannya sudah menyatakan itu."


"Apa Faika yang akan mereka lamar? dilihat dari penampilannya dan apa yang rombongannya pakai pastimi bilang orang mau pergi melamar, tidak boleh terjadi jika Faika yang ingin dilamar aku harus berusaha untuk membatalkannya."


Faika masih mematung di ujung pintu dan menunggu Mami Marissa selesai menelpon.


"Maaf lupa tadi namanya, apa benar ini rumahnya Fahira Febrina?" tanya Ibu Marissa.


"Iye, benar sekali ini rumahnya Fahira adikku," ucap Faika.


Ucapan Faika mampu membuat sedikit rasa lega dari kebimbangan yang dirasakan oleh Ibu Marissa.


"Alhamdulillah kalau begitu," jelasnya Mami Marissa.


Ibu Marissa pun memberikan kode kepada temannya untuk segera turun dari mobil dan membawa semua hantaran lamaran yang mereka sudah siapkan.


Bibi Husnah berjalan mendahului Kakak iparnya Ibu Suharti. Dengan gaya khasnya langsung menyambut kedatangan mereka.


"Maaf Ibu-ibu ini ke sini dalam rangka apa?" tanya Bibi Husnah.


"Semoga dia bukan ibunya Faika."


Mami Marissa geleng-geleng kepala melihat penampilan dan cara berbicara Ibu Husnah.


"Maaf ibu tujuan Kami datang ke sini untuk melamar putri Ibu yang bernama Fahira Febrina, baguski kapang kalau di dalamki berbicara," ucap Oak Mansur suaminya ibu Hatijah.


Ibu Suarti yang mendengar perkataan dari Pak Mansur langsung mempersilahkan masuk semua Tamunya ke dalam rumahnya.


"Silahkan masukki dulu semua, baguski kalau dudukmi dahulu baru kita ceritakan apa maksud kedatanganta' ke sini," ucap Ibu Suarti ibunya Faika dengan lembut dengan logat Makassarnya.


Ibu Marissa tersenyum hangat kepada Ibu Suharti.


"Ini pasti ibunya Faika dari wajahnya dan cara bertutur katanya hampir mirip dengan Faika."


"Maaf kecilki kodong rumahnya, dan maaf jika Kami tidak menyambut ibu dan bapak dengan baik," ucap ibu Suarti yang sangat menyesalkan karena tidak menyambut mereka dengan baik.


"Tidak apa-apaji Bu, santaimaki saja, sesama orang Makassarji juga," ucap Ibu Hadijah


"Assalamu alaikum, Maaf jika kedatangan Kami ke sini sebelumnya tidak memberikan kabar apa pun tapi, Kami ke sini dengan niat yang baik yang ingin melamar putri Ibu yang bernama Fahira Febrina untuk anak Kami yang bernama Nataniel Sanjaya Park," tutur Pak Mansur.


Ibu Suarti dan Faika saling berpandangan dan tidak menyangka jika putri keduanya dipinang oleh seorang pria yang tidak mereka kenal.


"Maaf sebelumnya mauka ini bertanya, apa mereka saling kenalmi terus apa kalian tahu kondisi dari putri kami sebelumnya, jangan sampai sudahmi dilamar putriku na terlambatki kisadari semua ujung-ujungnya kita batalkan semuanya," ucap sendu ibunya Faika.


Faika langsung memegang tangan ibunya yang sedih jika mengingat masa lalu putri keduanya itu.

__ADS_1


Pak Mansur menatap ke arah Ibu Marissa sebelum membuka mulutnya dan menganggukkan kepalanya.


"Kami sudah mengetahui dengan jelas apa yang terjadi pada putri Ibu dan Kami sama sekali tidak mempermasalahkannya hal itu," ucap Pak Mansur.


"Ini tidak boleh dibiarkan, enaknya itu perempuan yang sudah tidak perawanmi na dilamar orang Kaya, Aku harus mencegah sebelum terlambat".


Bibinya Faika sangat tidak suka dengan penjelasan dari Pak Mansur, dia merasa Fahira tidak pantas untuk mendapatkan pria baik dan kaya raya dibandingkan dengan putrinya yang lebih cantik menurutnya.


Ibu Husnah tiba-tiba menyahut dan membuat gaduh suasana di dalam ruangan itu.


"Apa Anda semua tahu kalau Fahira itu gadis yang tidak perawanmi lagi, diperko**** oleh pria yang tidak jelas asal-usulnya, kalau saya diposisinya kalian pasti saya tidak mau dan amit-amit," ucap Bibinya Faika.


"Bibi Kumohon stopmi! janganmaki lagi bicara, kenapa bibi selama ini selalu menghina kami dan menjelekkan kami apa salah kami Bibi?" tanya Fatimah yang baru saja muncul dari dalam ruangan keluarga m


Fatimah dan Fahira sedari tadi hanya jadi pendengar setia saja dan duduk diam manis di kursi. Tapi, perkataan dari bibinya sungguh sudah kelewat batas dan tidak bisa dia terima lagi.


"Fatimah, Ibu mohon sudahmi Nak, diammi Nak," ucap Ibunya Faika yang sudah meneteskan air matanya.


Fahira yang mendengar perkataan mereka pun ikut bersedih atas penghinaan yang mereka terima dari keluarganya sendiri.


"Maaf Faika mohon dengan sangat tolong tinggalkan rumahku Bibi, Kami sudah tahu dan selalu sadar diri kalau Bibi dan keluarga bibii ini jauh lebih terhormat dan sucinya dari pada Kami semua, Jadi Faika mohon tinggalkan rumahku sebelum saya bertindak kasar dan memanggil polisi," ucap Faika yang sudah jengkel dengan sikap bibinya itu.


Mereka selama ini cukup bersabar menghadapi sikap keluarga dari adik bapaknya itu tapi, untuk saat ini sudah habis kesabaran mereka.


Fatimah langsung bergerak untuk menyeret bibinya dengan Firda dari dalam rumahnya. Hingga ke depan jalan.


"Fatimah mohon dengan sangat janganmi lagi menginjakkan kakita' semua di rumahku sakitki nanti atau hati-hatiki nanti masa lalunya Kak Fahira pindahki sama kita Firda," ucap Fatimah setelah menutup pintu gerbang rumahnya.


Semua orang di dalam sana tidak ada yang menduga jika pokok permasalahan mereka sumbernya dari keluarga kandung mereka sendiri.


"Maaf atas kekacauan yang terjadi tadi, Kami tidak menyangka jika hal itu akan terjadi di saat seperti ini," ucap Faika yang sangat menyesalkan apa yang telah terjadi.


"Tidak apa-apa Kok sayang, Mami sangat mengerti dengan apa yang kalian alami dan Mami sangat meminta maaf karena hal ini terjadi juga karena putra Mami Nathan jadi Mami mohon dengan maafkan putraku Nathan," ucap Mami Marissa.


"Jadi bagaimanami ini, apa diterima lamarannya atau bagaimanami ini??" tanya Pak Mansur.


"Maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak sebaiknya kita tanya langsungmi saja Fahira apa dia bersedia menikah dengan putra saya ibu," tutur ibu Suarti.


"Kita tunggu dulu Saya panggilkan Fahira Mi," ucap Faika.


Faika langsung beranjak dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam ruangan Keluarganya.


Faika menyuruh Fahira untuk mengganti pakaiannya yang lebih bagus karena ini adalah acara penting untuknya. Dan memerintahkan kepada adik bungsunya untuk membuat minuman dingin dan beberapa kue yang sempat beliau buat tadi pagi.


Beberapa saat kemudian Faika dan adiknya sudah muncul dengan pakaian yang sangat cocok ditubuh mereka. Mereka bagaikan kembar dan tidak yang bisa bedakan antara mereka siapa yang adik atau Kakak. Faika dan Fahira duduk berdampingan.


"Nak Faika bapak datang ke Sini sebagai perwakilan dari Ananda Nathan Sanjaya Park untuk melamar apa Fahira bersedia menerima Nathan jadi suami Fahira?" tanya Pak Mansur dengan bijaksananya dan melembutkan sedikit suaranya.


Fahira menatap satu persatu orang yang berada di dalam ruangan tersebut dan bibirnya tiba-tiba bergetar dan air matanya menetes membasahi pipinya.


Kira-kira Fahira akan menjawab Yes atau No Yah???


Yang mau jawab silahkan isi kolom komentarnya yah ✌️


*Makasih Banyak atas dukungannya terhadap Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏🥰.


Maaf jika ada beberapa typo dalam pengetikannya, dan dalam dialog tesnya menggunakan logat bahasa Makassar, semoga mudah dipahami 👍✌️*.

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Sabtu, 28 Mei 2022


__ADS_2