
Selamat Membaca..
Kondisi Fahira yang mengharuskan dia harus menjalani perawatan rawat inap di Rumah Sakit DA. Fahira pun dengan berat hati harus berbohong kepada ibunya agar ibunya tidak khawatir dengan kondisi kesehatannya tersebut.
Nathan yang kebetulan bertemu dengan Rian di sekitar kafe berjanji untuk bertemu dan berbincang-bincang, sehingga Nathan hanya datang ke kamar Fahira hanya sebentar saja.
Fahira yang mengetahui kedatangan Nathan langsung berpura-pura tertidur, matanya terpejam, tapi Fahira memasang telinganya dengan baik. Fahira tidak ingin, jika ada perkataan dari mulut Nathan yang lolos dari pendengarannya tersebut.
"Kalau kamu bangun jangan lupa untuk dimakan makanannya, setahu Saya kamu belum sempat makan malam, karena seharian ini kamu tidak sadarkan diri."
"Makasih banyak, bapak sudah perhatian kepadaku, padahal kita sama sekali tidak saling kenal sebelumnya, kenapa sosok pak Nathan selalu aku pikirkan, apa karena kebaikannya yang telah tulus membantuku disaat aku butuh bantuan?"
"Apa mungkin aku sudah mencintai gadis itu, tapi itu tidak mungkin aku kan baru saja bercerai dengan Miranda, sakitnya hati ini masih belum sembuh juga, jadi mungkin aku seperti ini karena dia orang yang pernah memanaskan malamku."
Nathan menutup pintu kamar perawatan Fahira dengan sangat pelan, Nathan tidak ingin mengganggu tidur nyenyaknya Fahira. Nathan melihat kebetulan ada perawat yang berjalan berlawanan arah dengannya. Nathan pun meminta tolong kepada perawat itu, untuk menjaga Fahira, Nathan tidak ingin terjadi sesuatu pada Fahira yang sedang hamil.
"Sus, tolong kalau pasien yang ada di dalam sini, tolong dijaga, saya tidak ingin dia sendirian saja di dalam sana," ucapnya.
"Kamar 07 yah pak, atas nama pasiennya Fahira Febrina?" tanya Perawat itu.
"Iya betul sekali, dan ini sebagai ucapan makasih saya sama Mbak," ucap Nathan sambil mengulurkan sebuah amplop ke tangan suster tersebut.
"Tapi, ini apa pak?" tanya bidan perawat yang kebingungan.
"Ini ada sedikit uang untuk Mbak, sebagai makasih saya, cewek yang ada di dalam itu adalah calon istri saya, jadi Saya mohon dijaga sebaik-baiknya sampai saya datang kembali, itu pun kalau saya tidak merepotkan Mbak," harapan Nathan.
"Ooh gitu yah Pak, baiklah saya akan laksanakan sesuai perintah Tuan, dan makasih banyak atas isi amplopnya," ucap suster tersebut.
"Tapi, jangan katakan kepadanya jika dia sedang hamil, kalau dia bertanya dia sakit apa z bilang saja hanya sakit mag biasa saja," perintah Nathan.
"Baik Tuan," jawabnya singkat.
Suster tersebut sangat kegirangan, karena di saat jam jaganya selesai dia mendapatkan kerjaan tambahan dengan bonus yang berlipat bahkan bonusnya kali ini satu bulan kali gajinya.
Fahira yang kembali membuka galeri foto dihpnya dan kembali terpesona melihat foto Nathaniel Sanjaya Park. Foto itu membuat seorang gadis dari kampung dibuat tersenyum sendiri. Tapi keasyikannya terganggu oleh pintu yang kembali terbuka. Fahira kembali berpura-pura tertidur. Tapi karena lupa mematikan layar HPnya, hal tersebut diketahui oleh perawatnya.
"Kalau lagi main hp gak usah berpura-pura tertidur Mbak," ucapnya yang tersenyum melihat tingkahnya Fahira.
Fahira terpaksa membuka kelopak matanya yang awalnya pura-pura tidur, karena menganggap bahwa yang datang adalah Nathan.
"Saya kira Pak Nathan yang datang hehehe," ucap Fahira yang malu-malu.
Perawat tersebut mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Fahira dan wajar saja itu terjadi.
"Bagaimana dengan kondisi Mbak, apa ada keluhan yang Mbak rasakan?" tanya Suster tersebut.
"Alhamdulillah baik-baik saja Kak, hanya saja bagian lambungku yang sedikit perih kak," jawab Fahira.
"Itu wajar terjadi Mbak, karena ada sedikit masalah pada lambung Mbak," jawabnya.
__ADS_1
"Apa obatnya sudah diminum Mbak?, tapi mbak harus makan dahulu baru obatnya diminum," tutur Perawat tersebut.
Fahira kemudian mengambil makanannya kemudian makan malam yang sedikit terlambat. Sedangkan Nathan sudah duduk di hadapan Rian Alaric Kim.
"Maaf sedikit terlambat bro," ucap Nathan yang mendudukkan dirinya.
"Tidak apa-apa kok, santuy saja dan sepertinya Saya lihat kamu sangat sibuk."
"Iya, aku ada urusan yang sangat penting dan sebenarnya aku ingin meminta saran dari Kamu," ucapnya.
Nathan mengaduk minumannya salah satu cara menutupi rasa gugupnya untuk berbicara dengan Rian, Nathan takut jika Rian akan memberikan tanggapan yang cukup membuatnya menjadi lebih bersalah lagi.
"Santuy saja bro, kalau sama aku, tidak usah seperti itu juga kali groginya, Kayak aku seorang perempuan yang akan kamu tembak saja hahaha," ucap Rian.
"Kamu masih ingat gak waktu Aku ke Sulawesi Selatan, untuk menyusul Miranda yang kebetulan ada kerjaan di sana," ucap Nathan yang sesekali meneguk minumannya.
Rian menatap sahabat baiknya itu dan seakan-akan ingin menebak apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
"Iya, sangat ingat malah dan hal itu membuatku sangat bahagia, karena akhirnya kamu sadar dan matamu sudah terbuka untuk melihat kenyataan yang ada," jelas Rian.
Rian pun mengikuti langkah Nathan yang ikut menikmati minumannya yang sudah hampir dingin.
"Waktu itu aku menghajar sampai babak belur pria brengsek itu hingga terkapar," jelas Nathan.
Nathan sangat menggebu-gebu saat mengingat kembali kejadian itu.
"Andai saja aku tidak ingat masa depan putraku, mungkin aku sudah membuat Roni terkapar hingga tidak bernyawa lagi," tuturnya lagi.
"Pilihan kamu untuk menceraikan Miranda sudah sangat tepat dan semoga hal ini menjadi pelajaran untuk kamu sehingga ke depannya lebih hati-hati lagi dalam bersikap maupun mengambil keputusan," saran Nathan.
"Benar yang kamu katakan, ta-pi," ucapnya lagi.
Nathan ragu-ragu untuk berbicara, tapi di tetap harus berbicara jujur demi kebaikan mereka bersama.
"Tapi apa?"
"Aku melakukan kesalahan yang sangat fatal," jawabnya.
"Maksudnya kesalahan!, kesalahan apa yang kamu maksudkan?" selidik Rian.
"A-ku."
Rian menatap tajam ke arah Nathan yang membuat nyali Nathan yang mrnciut seketika.
Rian seperti itulah karakter dan sikap Rian jika bersama dengan sahabatnya. Rian tidak akan tanggung jika ada salah satu sahabatnya yang sedang mengalami masalah yang pelik, tapi Rian tidak akan mentolerir kesalahan dari sahabatnya itu jika itu tentang merugikan orang lain.
"Aku apa? jangan bertele-tele bicara yang jelas." ucap Rian sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Aku kabur dari sana lalu mabuk-mabukan dan aku tidak sengaja tidur dengan perempuan yang awalnya aku kira, perempuan itu adalah Miranda, tapi ternyata dugaan ku salah sangat salah besar," jelas Nathan kembali panjang lebar.
__ADS_1
"Astaugfirullah."
Rian mengusap wajahnya yang kecewa dengan kelakuan sahabatnya sekaligus sepupu dari Kanaya. Kanaya adalah sepupu Rian dari ayahnya, sedangkan Nathan sepupu dari bundanya Kanaya. Intinya mereka masih saudara jauh.
"Aku tahu aku salah, aku tahu perbuatanku itu sangat tercela, tapi aku saat itu tidak dalam keadaan sadar, aku mabuk dan aku sangat menyesalinya Rian."
"Penyesalan selalu datangnya di belakang bang, kalau di depan itu namanya pendaftaran."
"Aku ingin menebus kesalahanku itu, dan aku mohon bantuannya."
"Aku harus membantu Kamu dengan cara apa?, jangan bilang Kamu menyuruhku untuk ke Makassar dan mencari cewek yang berhasil kamu perawanin," ucapnya jengah.
"Tapi, sayangnya bukan seperti itu."
"Jadi?"
"Cewek itu ada di Jakarta, tepatnya di Rumah Sakit ini."
"What's!!!"
Wajah Rian sangat shock mendengar penuturan dari mulut Nathan. Nathan langsung mengusap wajahnya Rian dengan menggunakan tangan kanannya itu.
"Sadar we, gak segitunya juga kali Rian reaksinya, Aku tahu aku salah, tapi aku ingin segera memperbaiki kesalahanku itu."
"Kalau gitu apa lagi yang kamu tunggu, kalau cewek itu ada di sini gercep dong bang, jangan sampai nyesal di kemudian hari."
"Cewek itu hamil tiga bulan."
"A-pa!!!"
Rian dan Nathan terkejut mendengar suara yang sumbernya dari belakang mereka, mereka pun memutar badan mereka bersamaan dan ingin melihat orang tersebut. Wajah Nathan dan Rian pucat seketika.
.............
Kira-kira siapa yang mereka lihat yah??
Jreng.. jreng...
Yang penasaran dengan kelanjutan kisahnya mereka, yuk pantengin terus Updatenya, tapi harus tetap difavoritkan yah Kakak untuk dapat mendapatkan notifikasi updatenya.
Jangan Lupa biasakan setelah membaca tekan tombol LIKE, dan masukannya.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam pengetikan atau typo 🙏.
...********Bersambung********...
by Fania Mikaila Az-Zahra
Makassar, Sabtu, 21 Mei 2022
__ADS_1