TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 34. Kedatangan Nathan


__ADS_3

Selamat Membaca..


Sepatu dengan ber-bagai merk terkenal sudah berjejer rapi di dalam Lemari ruangan kerja Faika dan tersisa satu dos lagi yang ingin dimasukkan Faika ke dalam lemari tersebut.


Kedatangan Kania ke dalam ruangannya membuat Faika terkejut setengah mati. Faika seakan-akan sedang terciduk melakukan sesuatu hal yang tidak baik. Hanya karena ingin menutupi hubungannya dengan Rian sang Presiden Direktur di Perusahaan tempat dia bekerja, yang jika ada orang lain yang tahu bisa menimbulkan bibit gosip nantinya yang akan meluas dan membuat namanya Viral seketika.


Tapi itu hanya pikiran dan dugaan Faika saja karena Presdir barunya telah merilis aturan baru yang melarang keras tentang sesuatu yang berbau Gosip apa pun itu dan saksinya cukup tegas dan membuat semua karyawan dan karyawati untuk berfikir seribu kali untuk bergosip, yaitu membayar sejumlah uang pinalti ke orang yang menjadi bahan gosip tersebut 150 juta tunai dan tidak bisa dicicil seperti sepatu atau perabot rumah tangga yang sering dilakukan oleh Author hehehe dan langsung dipecat secara tidak terhormat bahkan namanya sudah masuk daftar hitam. Yang bisa masa depan hancur seketika. Dan untung saja aturan tersebut hanya ada di dalam Novel Tidak Ada Jodoh Yangng Tertukar.


Kania duduk dihadapan Faika dan ragu untuk mengutarakan keinginannya dihadapan Faika. Kania merasa segan untuk berbicara tapi juga sudah tidak ada jalan keluar lainnya yang bisa Kania tempuh.


Kania pun memutuskan untuk berbicara dengan jujur dihadapan Faika.


"Fa boleh minta tolong gak?" tanya Kania yang ragu-ragu.


Faika menatap ke arah wajah Kania yang nampak sangat cemas, dan guratan diwajahnya menampakkan guratan kesedihan, kecemasannya dan kebingungan yang sekarang sedang dirasakannya. Ada banyak kecemasan yang sedang melanda Kania yang bisa terbaca dan ditangkap oleh Faika dari wajah sahabatnya itu.


"Boleh saja, tapi kalau boleh tahu kamu minta tolong apa?" tanya Faika yang sudah menutup rapat dan mengunci lemarinya itu.


Faika sudah duduk di kursi kebesarannya begitu pun dengan Kania yang sudah duduk di hadapan Faika.


"Saya boleh pinjam uangmu Fa 20 juta? tanya Kania yang sangat berharap agar Faika menyetujui Permintaanya itu.


"Boleh, tapi mau ambil kas atau transfer saja, kalau kas kayaknya butuh waktu lama tapi kalau hanya transfer sekarang aku bisa" ucap Faika yang sudah membuka aplikasi mobile bankingnya.


"Ini nomor rekeningnya adikku kamu transfer ke rek ini saja" ucap Kania.


"Makasih banyak ya Allah Engkau memberikan aku sahabat yang baik dan selalu ada disaat aku butuh bantuan dan disaat aku sedang kesulitan pasti Dia selalu hadir membantuku".


Faika langsung mentransfer sesuai jumlah uang yang diminta oleh Kania. Dan hanya dalam hitungan detik saja transaksi yang dilakukan Faika sukses.

__ADS_1


"Uangnya sudah aku kirim Ka" ucap Faika.


"Alhamdulillah, Makasih banyak Fa, kamu selalu bisa aku andalkan, kamu selalu membantuku disaat aku butuh bantuan" ucap Kania yang sudah menangis tersedu-sedu di dalam pelukan sahabatnya dan tubuhnya bergetar hebat saking bahagianya sehingga Kania meluapkan rasa terima kasihnya dan bahagia lewat tangisannya.


"Sama-sama Ka, gak usah Terlalu berlebihan kali Ka, Aku juga senang bisa membantumu dan semoga apa yang Aku berikan bisa bermanfaat Untuk Kamu dan juga keluargamu di kampung, ingat kita ini sahabat dan selamanya akan seperti ini" ucap Faika.


"Makasih banyak Fa, Aku pamit dulu nanti menejerku ngomel-ngomel cari Aku lagi" ucap Kania lalu berjalan ke arah luar ruangan Faika.


Faika hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Kania. Faika juga bahagia dan bersyukur karena bisa membantu orang lain.


Di dalam ruangan yang begitu besar dan megah, duduklah seorang Pria dengan perawakan yang tinggi, kulit putih dengan netra yang hitam kecokelatan sedang memerikasa pekerjaannya. Hingga pintu ruangannya terbuka tanpa m membuat dirinya menoleh atau pun melirik sedikit pun ke arah orang tersebut.


Tapi karena tidak suara yang keluar dari bibir tamunya itu Rian pun memandang orang tersebut.


"Tidak ada angin tidak ada hujan kira-kira Apa yang membuat tuan Muda Nathaniel datang ke dalam ruanganku yang kecil ini" ucap Rian yang langsung berdiri dan berjalan ke arah sahabatnya itu.


Nathan adalah sahabatnya Rian sejak mereka masih memakai seragam putih biru. Hingga mereka pun sama-sama sekolah dan kuliah di Luar negeri yaitu di Amerika serikat. Tepatnya di New York city.


"Kapan lu datang dari Amerika? Saya kira kamu tidak akan balik lagi ke tanah air" ucap Nathan sambil duduk di kursi tamu yang ada di dalam ruangan pribadi Presiden Direktur PT Indoguna Utama TBK.


"Alhamdulillah sudah sekitar kurang lebih satu bulanan lah aku di Jakarta, Males makan roti Mulu setiap hari, Aku merindukan makanan khas Indonesia" ucap Rian yang berjalan ke arah lemari pendingin yang ada di pojok ruangan tersebut.


Rian membawa beberapa kaleng minuman bersoda dan beberapa kue kering dan meletakkan di atas meja.


"Haaa itu cuma alasan klise, bilang saja kamu pulang karena ingin bertemu dengan kekasih kamu itu yang dari kampung kan?" Tanya Nathan yang membuka tutup kaleng minuman tersebut.


"Itu termasuk alasan yang paling kuat dan terbesar dalam hidupku, tapi sayangnya dia sudah menjadi milik orang lain" ucap Rian sendu.


Rian akan memperlihatkan sisi aslinya jika sedang bersama sahabat dan anggota keluarganya saja dan akan kembali bersikap dingin, berwajah datar dan kaku jika bersama orang lain, apa lagi orang itu baru saja dia kenal.

__ADS_1


"Berarti kamu kalah star dari pria itu, Sabar saja kalau Jodoh tidak akan lari kemana, lagian tidak ada dalam sejarah jodoh yang tertukar" ucap Rian yang sesekali meneguk minumannya.


"Gimana kabarnya istri dan putramu Lionel Richie?" tanya Rian.


"Jangan tanyakan tentang wanita jala*** itu, bagiku dia sudah mati, dan kalau putraku Alhamdulillah baik dan sekarang kami sudah tidak tinggal bersama dengan Miranda Lagi, bahkan besok adalah sidang perdana perceraian kami dan saya berusaha untuk memperjuangkan hak asuh anakku jatuh di tanganku" ucap Nathan.


"Maksudnya gimana, jangan-jangan kamu sudah mengetahui sifat asli istrimu yah?, Aku sudah pernah bilang sama kamu untuk waspada dengan istri dan asisten pribadimu tapi kamu saja yang tidak mau mendengar perkataan kami bahkan gara-gara itu kamu berkelahi dengan Farhan karena kamu tidak terima kenyataan itu dan matamu sudah dibutakan dengan cinta bodohmu itu" ucap Rian panjang lebar.


"Itulah kesalahan terbesar yang Aku lakukan dalam hidupku dan Aku sangat menyesal dengan hal tersebut tapi Aku tidak mau terus larut dan terpuruk dalam masalah itu, biarlah Miranda menikmati hidup barunya bersama selingkuhannya itu" ucap Nathan.


Rian tiba-tiba melihat wajah Nathan yang terluka.


"Wajahmu kenapa bro, jangan-jangan kamu terkena cakaran dari kuku perempuan lagi?, karena itu tidak mungkin banget kalau hewan yang mencakar wajahmu" ucap Rian yang heran dengan luka di wajah sahabatnya itu.


"Aku pun tidak tahu kenapa bisa luka ini ada di wajahku, dan entah kenapa aku sudah memberikan obat yang bermacam-macam tapi lukanya belum sembuh dan pudar juga" ucap Nathan dan tiba-tiba teringat kejadian yang dialaminya waktu di Sulawesi Selatan saat Dia mencari keberadaan Miranda dan melihat perselingkuhan Miranda langsung dengan kedua matanya.


Dari kejadian itu Nathan melarikan dirinya ke minuman alkohol dan Nathan minum beberapa botol hingga mabuk. Dan karena tidak sanggup menyetir mobilnya dalam keadaan mabuk, Nathan menepikan mobilnya dan berjalan tanpa tahu arah hingga tersesat di tengah kebun teh. Dan yang terakhir yang berhasil diingat oleh Nathan dia melihat Miranda sedang berdiri di dekat Gasebo.


Karena Nathan sudah tidak sadar karena pengaruh alkohol sehingga kalap dan langsung menggendong Miranda hingga terjadi sesuatu yang entah apa yang terjadi selanjutnya, jika sepasang anak manusia berada di dalam ruangan hanya berduaan saja.


Dan terjadi lah sesuatu. Nathan setelah merasa cukup puas dengan apa yang dia lakukan kepada Miranda pun meninggalkan tempat tersebut, tetapi dalam kondisi yang tidak sadar dan kondisi jalan yang gelap sehingga Nathan terjatuh ke dalam lubang yang rencananya petani teh tersebut akan dijadikan sumur, tapi belum selesai di gali.


Flashback off..


........... Bersambung...........


Makasih banyak Fania Ucapkan Kepada Reader yang sudah mampir walaupun baru hitungan jari saja dan masih sangat sepi tapi FANIA bersyukur karena masih ada yang mau mampir baca 🙏


Jangan Lupa untuk meletakkan jempolnya di Tanda Like, Favorit dan Rate Bintang 5 ✌️.

__ADS_1


by fania mikaila Azahrah


Makassar, Minggu, 15 Mei 2022


__ADS_2