
Selamat Membaca..
Keep smiling, because life ia beautiful thing and there's so much to smile about, good morning.
Sinaran mentari pagi masuk melalui celah jendela apartemen mewah tersebut, Rian yang baru beberapa jam lalu bisa terlelap dalam tidurnya, terjangkit dari tidurnya karena matanya terkena sinar matahari pagi, yang sungguh menyilaukan matanya.
Tirai gorden melambai-lambai tertiup angin sehingga cahaya matahari mampu masuk hingga ke tempat tidurnya. Semalam Rian lupa menutup jendela kamarnya yang sebelumnya membuka jendela kamar itu saat dirinya dilanda kegalauan.
"Perasaan baru saja mata ini terlelap, tapi sudah pagi saja."
Rian duduk terlebih dahulu untuk mengumpulkan semua perasaannya selama tertidur beberapa jam.
"Mungkin dia sudah bangun, aku harus segera ke bawah untuk melihatnya."
Rian langsung meraih baju kaos oblongnya dan langsung memakainya dengan asalan saja. Rian membuka pintu kamarnya dan bergegas ke lantai dasar apartemennya.
Rian mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera makannya, hanya mencium saja wangi dari makanan yang dimasak oleh Faika langsung membuat perutnya keroncongan.
"Ya lapar."
Rian tersenyum setelah mendengar bunyi perutnya. Dia pun berjalan menuruni tangganya dan terus berjalan ke arah dapur. Langkahnya semakin mendekati dapur, aroma wangi masakan Faika semakin terendus ke hidungnya.
Rian terdiam melihat Faika yang berkutat dengan wajan, teflon dan pisau. Afron yang dipakainya pun semakin menambah kecantikannya.
"Andai saja, Aku yang menjadi suaminya pasti bahagia lah hati ini, tapi sayangnya aku tidak beruntung."
Rian berdiri terpaku memandang punggung perempuan yang selama selalu mengisi relung hatinya terdalam. Rian yang mematung ditempatnya, tidak menyadari jika Faika sudah selesai memasak. Makanan pun sudah tersaji di atas meja makan.
Nasi goreng seafood sederhana yang berhasil dimasak oleh Faika, karena hanya cumi, udang, ayam serta sayuran seperti tomat, selada, dan daun bawang yang masih tersedia di dalam lemari pendingin. Hingga terciptalah nasi goreng seafood ala Faika.
Krupuk udang sebagai pelengkap nasi goreng mereka.
Pandangan mereka saling bersirobot, mereka terdiam sesaat sebelum bunyi perut Faika mengganggu pandangan mereka sesaat.
"Ini perut kok gak tahu kondisi banget yah, kenapa meski bunyi di saat seperti sekarang?"
"Ayok kita makan," ucap Rian yang menarik kursi dan mengambil piring lalu mengisi makannya ke atas piring itu.
Faika pun duduk, tapi menundukkan wajahnya karena terlalu malu.
Mereka pun makan dalam diam, tidak ada yang memulai percakapan hingga mereka pun menyelesaikan makannya.
"Kenapa Kamu hanya mengawatirkan soal ibumu di rumah, kenapa suami Kamu gak nyariin, padahal sudah seharian kamu belum pulang?" tanyanya.
Faika yang minum air putih menyemburkan air tersebut ke wajah Rian setelah mendengar perkataan dari Rian.
"Maaf."
Faika langsung mengambil tissue untuk membantu Rian membersihkan wajahnya yang terkena semburan air dari mulutnya.
__ADS_1
"Maaf Saya tidak sengaja Pak," ucapnya sambil terus melap wajah atasannya ini.
"Tidak apa-apa kok, itu hal biasa terjadi."
Rian membantu Faika untuk membersihkan wajahnya dari sisa semburan air tersebut.
Rian berinisiatif langsung memegang tangan kanan Faika.
"Boleh aku bertemu dengan suamimu, Aku hanya bertemu saja."
"Su-ami."
"Iya, benar sekali suami Kamu, apa bisa aku bertemu langsung dengannya?"
"A-ku ti-dak...," ucapnya sambil berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Rian.
Perkataan Faika terpotong karena bel rumah Rian berbunyi.
"Maaf, kalau tidak bisa gak apa-apa kok," ucap Rian yang kecewa, karena keinginannya tidak dikabulkan oleh Faika.
"Aku ke depan dulu, ada tamu soalnya," ucapnya lagi.
Rian berjalan ke depan untuk melihat siapa yang sudah membunyikan bel di Apartemennya.
"Suami, apa dia tidak tahu kalau pernikahanku dengan Wandi gagal? tapi, gimana caranya juga dia tahu kalau aku gagal nikah kalau dua ada di luar negeri."
Rian membuka pintunya dengan password. Pintu itu pun terbuka dan masuklah Ibu Marissa, Maminya Rian. Langkah kaki ibu Marissa terhenti, karena ditahan oleh tangan Rian. Mami Marissa menatap ke arah tangannya.
"Rian! apa Mami sudah tidak boleh masuk ke Apartemen Kamu?" tanya Ibu Marissa yang tidak mengerti dengan tindakan dari putranya.
"Tapi apa, jangan-jangan Kamu menyembunyikan sesuatu atau ada cewek bersama Kamu?" tanya Ibu Marissa yang melepaskan pegangan tangannya dari tangan Rian.
Faika yang sama sekali tidak menyadari kedatangan Ibu Marissa tetap duduk di kursinya dan masih memikirkan apa yang dipertanyakan oleh Rian tadi.
"Kalau memang Mas Rian belum mengetahui kalau aku tidak jadi nikah, berarti selama ini Dia tahu apa pun, makanya tadi dia bertanya hal itu padaku."
"Mami stop!, apa yang Mami cari, tidak ada apa-apa di dalam apartemen Rian Mi," ucap Rian yang berusaha untuk mencegah Maminya agar tidak melihat dan mengetahui kalau Faika ada bersamanya.
"Semoga Mami tidak lihat Faika dan tidak akan beranggapan macam-macam dengan apapa yang kami lakukan."
"Rian Alaric Kim, Saya semakin curiga sama Kamu dan entah kenapa Kamu selalu melarang Mami untuk ma....," ucapan Ibu Marissa terpotong
Ibu Marissa pun tergesa-gesa berjalan lebih masuk ke dalam lagi apartemen putranya itu. Dan langkahnya terhenti ketika melihat punggung seorang wanita yang membelakanginya.
Ibu Marissa menatap putranya dengan tajam dan menunjuk ke arah Faika.
"Siapa Dia?" tanya ibu Marissa.
"Kalau Mami ingin tahu kenalan saja dengannya," jawabnya.
Ibu Marissa pun mendekati wanita yang memunggunyinya itu. Ibu Marissa langsung tersenyum melihat siapa perempuan yang duduk di hadapannya.
"Faika Sabrina Dwi Putri kan?" tanya Ibu Marissa.
"Tante Marissa," ucap Faika yang langsung meraih tangan Ibu Marissa lalu mencium punggung tangan tersebut.
__ADS_1
Faika hanya cengengesan dihadapan ibu Marissa Nasution Kim.
"Gimana kabarmu cantik?"
"Alhamdulillah baik kok Tante," jawabnya.
"Sepertinya nasi gorengnya sangat lezat, apa mami boleh ikut gabung sarapan dengan kalian?" tanya Ibu Marissa yang menatap putranya yang sedang kebingungan dengan situasi yang ada dan sikap Maminya pada Faika.
"Silahkan Tante, kalau Tante mau cicipi masakan biasa Faika yang pasti rasanya berbeda dengan masakan chef di rumah Mami," ucap Faika panjang lebar.
"Kamu terlalu merendah Nak, kalau menurut Tante sepertinya sangat lezat, dari tampilannya saja sudah buat lapar, dan tentunya rasanya pasti enak, iya kan Rian," ujar Ibu Marissa lalu mengarahkan pandangannya ke wajah putranya yang masih bengong.
"Eeeh iya Mi,"
"Mas Rian bohong kok Tante, Weh maksud Faika Pak Rian hanya terlalu memuji, lebih baik dicoba dahulu baru lah Tante bilang gitu," ucapnya.
"Baik lah kalau gitu Mami akan coba masakannya Faika," ucap Mami Marissa yang tanpa aba-aba langsung menyendok nasi goreng tersebut ke atas piringnya yang masih ada sedikit asap yang mengepul di atasnya.
Mami Marissa menyendok nasi goreng itu yang awalnya hanya sesuap saja, tapi lama kelamaan nambah bahkan nasi dipiringnya sudah kosong tak tersisa sedikit pun.
"Masakan Kamu sangat enak cantik, kalau Kamu yang setiap hari masakin putraku ini bisa-bisa badannya akan lebih berisi gak kurus kayak sekarang ini,"
Faika hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Ibu Marissa.
"Mami, gak mungkin dia bisa setiap hari ke sini, entar suaminya marah dan protes Mi," sanggah Rian.
Faika menatap ke arah Rian setelah Rian berbicara seperti itu. Rian tidak membalas tatapan mata dari Faika.
Ibu Marissa pun menatap ke arah Faika dan ingin meminta penjelasan dari penuturan Rian.
"Suami, maaf pak Saya belum menikah."
"A-pa......!"
Perkataan yang terlontar dari bibir Faika membuat Rian langsung berdiri dari duduknya. Hal yang sedari empat tahun yang lalu ingin dia dengar, dan hari ini akhirnya terkabul juga.
Ibu Marissa hanya menggelengkan kepalanya melihat reaksi dari putranya itu.
...........
Hari ini sibuk banget, kerjaan Rumah numpuk tapi, FANIA tetap usahakan untuk Update.
Nb:
Di dalam Novel Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar ada beberapa dialognya yang menggunakan logat bahasa Makassar, semoga mudah untuk dipahami.
Dan novel ini masih dalam tahap Revisi ulang, jadi harap maklum jika masih banyak kesalahan pengetikan nama tokoh atau MCnya.
Makasih Banyak Fania Ucapkan Kepada Semua Readers yang telah memberikan dukungannya kepada TAJYT🥰😘.
...********Bersambung********...
By Fania Mikaila AzZahra
Makassar, Selasa, 24 Mei 2022
__ADS_1