
Selamat Membaca..
Kafe Gaia menjadi tempat saksi pertemuan mereka untuk pertama kalinya setelah Nathan berhasil melamar Fahira Febrina menjadi istrinya.
Nathan meminta Rian untuk menemaninya ke Restauran tersebut. Awalnya Nathan ingin berkunjung langsung ke rumahnya Fahira, tapi dikarenakan sudah ada beberapa keluarga Fahira yang menginap di rumahnya. Sehingga memutuskan untuk mengganti lokasi tempat pertemuan mereka.
Restauran Gaia yang menyediakan menu makanan khas Italian food menjadi pilihan dari Nathan yang letaknya tidak terlalu jauh dari perumahan milik Fahira.
Faika dan Fahira terlebih dahulu sudah berada di sana dan sudah ada beberapa makanan dan minuman yang tersaji di hadapannya. Faika tidak ingin menunggu calon suaminya Fahira sehingga lebih dahulu mencicipi kelezatan dari dreazeer dan minuman khas tempat itu.
"Makanannya enak yah Fahira, kalau gini kapan-kapan ke siniki lagi nah," ucap Faika yang mencicipi semua makanan yang ada dihadapannya tanpa terkecuali.
"Iye, pastimi yang penting ada waktu kita ke sinimi lagi walaupun hanya berduaki saja," timpal Fahira.
"Edede lamanya itu calon suamimu Fahira, habismi lagi makaananku sampai sekarang belumpi muncul," ucap Faika yang ngomel-ngomel sambil menyuapi mulutnya dengan kue sehingga tidak terlalu jelas apa yang dikatakannya.
Hal tersebut membuat Fahira adiknya tertawa melihat tingkah lucu Kakaknya. Hingga mereka tidak menyadari jika Nathan dan Rian sudah berada di belakang punggung mereka. Karena posisi Faika dan Fahira yang duduk menghadap langsung ke arah luar jendela sehingga mereka tidak menyadari kedatangannya.
"Hemmmm," Nathan berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka.
Faika dan Fahira kompakan menolehkan wajahnya ke arah sumber suara. Rian yang melihat siapa sosok perempuan yang berada di hadapannya itu terkesiap dan terkejut kenapa bisa Faika juga berada di tempat itu padahal yang mereka ajak ketemuan adalah Fahira dan kakaknya dari calon istrinya Nathan.
"Apa jangan-jangan Faika adalah calon istrinya Nathan, tapi Nathan bilangnya namanya siap lagi?"
"Eehh Pak Nathan, sudah lama yah Pak?" tanya Fahira yang selalu tersenyum malu-malu di hadapan Nathan.
"Ehh baru nyampe kok semenit yang lalu sepertinya," jawab Nathan yang tidak kalah tersipu malunya melihat rona merah di wajah calon istrinya itu.
Entah apa yang merasuki dan terjadi dengan Nathan selama dia mengenal Fahira ada banyak perubahan yang terjadi di dalam hidupnya maupun kebiasaannya pun banyak berubah. Misalnya, Nathan dahulu bertemu dengan wanita manapun ia tidak pernah merasakan grogi dan tidak percaya diri apa lagi yang namanya malu-malu meong. Hal tersebut jauh dari kamus hidup Nathan.
Berbeda dengan apa yang dia alami jika berdekatan dengan Fahira si gadis imut yang baru berusia 18 tahun itu. Gadis belia itu mampu mengisi relung hatinya yang sempat hancur lebur diakibatkan oleh pengkhianatan dari mantan istrinya dahulu.
__ADS_1
Perasaan yang dirasakan awal bertemu Nathan dengan Miranda tidak seperti yang dia rasakan saat berjumpa dengan Fahira. Degupan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya, bahkan Nathan akan grogi jika mereka terlalu berdekatan satu sama lain.
Nathaniel Sanjaya Park adalah pria yang baru berusia 28 tahun harus menyandang status duren sawit duda keren tanpa ada anak diantara mereka. Anak yang selama ini dia anggap adalah putranya ternyata milik dari selingkuhan istrinya Miranda.
"Kenapa Mas Rian juga ikut, ini sama saja akan buat hati ini semakin tidak bisa berpaling darinya bahkan rasa ini semakin bertambah dan tidak ingin mengjauh dari sisi Mas Rian."
"Silahkan duduk Kak," ucap Fahira.
Fahira yang melihat mereka mematung saja langsung mempersilahkan Rian untuk duduk karena dirinya dan Nathan sudah duduk di kursi masing-masing sedangkan Rian dan Faika saling sibuk berpandangan satu sama lainnya.
Fahira langsung menyenggol lengan kakaknya agar segera memutuskan kontak matanya dengan Rian sepupu dari calon suaminya.
Faika menatap ke arah Fahira dan meminta ijin untuk ke belakang toilet.
"Fahira Kakak ke belakang dulu, mauka buang air kecil dulu," ucap Faika sebelum meninggalkan meja mereka.
Rian pun langsung berdiri tanpa pamit pada sepupunya dan langsung mengikuti langkah arah kaki Faika melangkah. Ada firasat buruk yang dirasakan oleh Rian sehingga memutuskan untuk mengikuti Faika hingga ke depan toilet.
Tubuh Faika terhuyung ke belakang hingga menabrak meja yang ada di dekatnya hingga isi dari atas meja itu berhamburan ke atas lantai.
Prank... Prank..
Piring dan beberapa perlengkapan makan teronggok di atas lantai marmer tersebut. Pandangan beberapa pasang mata dari tamu Resto tersebut tertuju pada sumber suara kegaduhan itu.
Untung saja Faika segera ditarik tubuhnya oleh Rian sehingga Faika terbebas dari jatuh mendarat di lantai itu juga bersama perlengkapan makan dan beberapa makanan dan minuman tersebut.
"Aaaauuuhhh," teriak Faika yang sudah menganggap dirinya sudah terjatuh.
Pemilik meja itu langsung berdiri dan marah-marah karena sudah membayar mahal makanan yang mereka pesan, tapi satupun tidak ada yang mereka sentuh. Bahkan ada beberapa noda percikan sisa bumbu makanan yang mampir singgah di pakaiannya.
"Apa yang Kamu lakukan haaaaa!!" teriak bapak paruh baya itu yang makanannya dijatuhkan oleh Faika.
__ADS_1
Faika yang mendengar teriakan dari bapak tersebut langsung membuka matanya yang sedari tadi terpejam dan baru menyadari jika dirinya berada di dalam pelukan seorang pria. Faika buru-buru mendorong tubuhnya Rian karena tidak ingin menimbulkan fitnah di antara mereka.
"Maaf Pak, Saya tadi tidak sengaja," ucap Faika lalu jongkok untuk membereskan sisa-sisa dari perbuatannya itu.
Faika sangat menyesali sikap cerobohnya yang sedari dahulu tidak pernah berubah itu.
"Kalau maafmu diterima buat apa ada polisi, semua pasti orang yang melakukan kesalahan akan langsung meminta maaf saja walaupun mereka berbuat kesalahan yang sangat fatal sekalipun itu," ucapnya dengan nada sombong dan angkuhnya.
"Maafkan Saya Pak, Saya benar-benar minta maaf Pak, Saya tidak sengaja melakukannya, bapak tidak perlu Khawatir Saya akan mengganti semua kerugian bapak," tutur Faika yang ingin jongkok untuk membersihkan sisa-sisa pecah beling itu.
Tindakannya langsung dicegah oleh Rian sehingga langkahnya terhenti.
"Baiklah kalau Kamu ingin membayar sekaligus mengganti rugi semuanya aku sama sekali tidak keberatan, kalau gitu Aku maafkan Kamu dan lain kali kalau jalan itu harus ekstra hati-hati supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari," ucap Bapak.
Bapak tersebut sumringah dan kegirangan karena makanan yang tumpah ruah di lantai tersebut akan dibayar oleh Faika serta mengganti kerugiannya sehingga bapak sangat bahagia menyambut itikad baik dari Faika.
Rian hanya terdiam tanpa harus ikut menimpali percakapan mereka dan segera memanggil OB atau OG agar segera membersihkan sisa makanan yang berserakan tersebut agar tidak merusak dan mengganggu pengunjung lainnya.
Rian akan bertindak jika ada yang berani mengganggu Faika barulah dia akan turun tangan, tapi sejauh ini masih aman terkendali dan Faika juga masih bisa menanganinya sendiri.
.............
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏
Jangan Lupa untuk selalu memberikan dukungannya kepada TAJYT dengan cara:
Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan 🙏
...********Bersambung********...
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Rabu, 01 Juni 2022