TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 44. Positif


__ADS_3

Selamat Membaca..


Faika dan ke dua adiknya pamit kepada ibunya untuk melanjutkan kembali aktifitasnya masing-masing. Kondisi Fahira yang kurang fit tidak membuat dirinya harus bermalas-malasan di tempat tidurnya saja. Apa lagi untuk absen tidak hadir di perkuliahannya yang baru hitungan Minggu itu.


Faika sudah melajukan mobilnya ke arah jalan protokol dan ikut berbaur dengan mobil dan motor lainnya. Untung saja Faika dan adiknya lebih awal berangkat sehingga terlepas dari kondisi macetnya ibu kota Jakarta.


Setelah mengantar adiknya itu ke sekolah SMAN Nusa Bakti, Faika kembali melajukan mobilnya ke arah jalan lagi, yaitu kearah jalan tempat deretan toko buku berada. Fahira ingin mencari dan membeli beberapa buku yang dianjurkan dan direkomendasikan oleh Dosennya.


Walaupun kondisi Fahira yang kurang sehat tapi tetap melanjutkan perjalanannya ke toko buku itu, dan tidak memberitahukan kondisinya kepada kakaknya Faika jika kepalanya sedang puyeng.


"Fahira mau singgah di Toko yang mana?" tanya Faika yang menoleh sesaat ke arah Fahira.


"Ini anak kebiasaan walaupun sakit pasti selalu memaksakan dirinya untuk selalu berangkat sekolah dan sekarang kebiasaannya dibawah juga ke Jakarta".


"Semoga tidak ada yang tahu dengan kondisiku ini"


Faika kembali melajukan mobilnya ke arah jalan raya. Hari ini pekerjaan Faika sudah menunggunya di meja kerjanya yang sungguh menumpuk seperti gunung Himalaya saja.


Fahira tetap melangkahkan kakinya menuju ke dalam Toko tersebut walaupun kepalanya semakin pusing saja, pandangannya juga sudah kabur dan menggelap, dan seisi ruangan seperti berputar di mata Fahira. Fahira ingin meraih buku yang terpajang di rak buku, tapi baru ingin meraihnya tubuhnya sudah limbung ke atas lantai keramik. Untung saja kepalanya tidak langsung terbentur dengan kerasnya lantai keramik tersebut. Karena ada beberapa buku yang melindungi kepalanya dari hantaman lantai.


Orang-orang yang kebetulan ada di dalam toko tersebut segera berlari dan melihat kondisi dari Fahira yang sudah tidak sadarkan diri lagi, wajahnya semakin pucat pasi dan keringat dingin membasahi dahi dan pelipisnya. Tidak ada yang berniat membantunya untuk membawanya segera ke rumah sakit karena kondisi mereka yang tidak memiliki mobil pribadi.


Tapi ada sosok orang yang tanpa pikir panjang langsung menggendong tubuh Fahira ke dalam mobilnya dan segera membawa Fahira ke Rumah Sakit. Nathaniel Sanjaya Park adalah pria yang menolong Fahira karena adanya dorongan dari dalam hatinya untuk bertindak cepat sebelum terlambat dan hal itu tidak dia sangka akan dia lakukan karena selama ini dia paling cuek dengan kehidupan pribadi orang lain.


Nathan dibuat tercengang dan shock mendengar penuturan dari dokter yang mengatakan perempuan yang ditolongnya sedang hamil tiga bulan. Nathan berjalan lunglai ke arah UGD RS untuk melihat kondisi terakhir dari perempuan yang ditolongnya.


Nathan sudah berdiri di depan ranjang Fahira tetapi Fahira masih belum sadarkan diri juga. Tiba-tiba ponsel Nathan bergetar dan berdering. Nathan segera merogoh kantongnya untuk mengambil ponselnya itu. Dan langsung mengangkat telponnya itu. Beberapa saat kemudian, Nathan sudah mematikan sambungan telponnya. Dan Nathan kembali dibuat tercengang dan shock melihat foto seorang cewek yang menjadi foto wallpaper layar kunci hpnya. Nathan langsung berjalan kearah Fahira Febrina.


"Ini tidak mungkin, tapi fotonya sangat mirip dengan perempuan yang sekarang terbaring lemah dengan cewek cantik yang ada di dalam galeri fotoku".


Nathan segera mencari identitas dari Cewek tersebut. Dan menemukan sebuah dompet yang berwarna cokelat susu. Nathan tanpa pikir panjang lagi terus mencari KTP atau apa pun yang bisa Nathan ketahui nama dan alamat dari perempuan itu.


Lagi dan lagi Nathan kembali dibuat tidak percaya dan terkejut dengan apa yang tertulis di dalam KTP itu.

__ADS_1


"Fahira Febrina, tempat lahir Takalar, tanggal 14 Februari 2023, benar sekali Dialah perempuan itu yang beberapa hari ini aku cari".


Nathan kembali memeriksa tas selempang Fahira hingga Nathan mengeluarkan semua isinya dan sebuah dompet yang selama ini dia cari. Nathan segera meraih dompet itu dari lantai.


Nathan kemudian mengusap wajahnya dengan gusar karena tidak menyangka jika perempuan itu sedang hamil tiga bulan. Dan yang menjadi pertanyaan apakah itu benihnya atau bukan.


"Aku harus bertanya kepada Dokter apa kah bisa melakukan tes DNA dengan usia kandungan yang baru tiga bulan".


Nathan segera mengurus untuk kamar rawat inap Fahira dan setelah beres, Nathan yang berjalan kembali ke arah ruangan dokter yang menangani Fahira. Nathan melakukan hal tersebut untuk memastikan langkah apa yang akan segera dia ambil untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mereka sedang hadapi.


Tok.. tok...


"Silahkan masuk pak" ucap Dokter Farida.


"Maaf ganggu waktunya Dok" ucap Nathan setelah duduk di kursi yang ada di hadapan Dokter Farida.


"Tidak apa-apa kok Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter Farida.


"Saya mau tanya Dok, apa bayi yang masih dalam kandungan Mamanya, bayi tersebut masih tetap bisa dilakukan tes DNA atau tidak?" tanya Nathan dengan harap-harap cemas.


"Tadi kalau tidak salah, dokter bilang Istri Saya usia kandungannya sudah tiga bulan, jadi sah-sah saja untuk melakukan tes DNA tersebut kalau gitu yah dokter?" tanya Nathan yang sangat antusias.


"Boleh, emang Bapak mau tesnya kapan?" tanya dokter Farida.


"Kalau bisa sekarang saja Dok, mumpung istriku masih pingsan dan belum sadarkan diri" jelas Nathan.


"Baiklah kalau gitu, silahkan Bapak isi dulu prosedur dan mekanisme dari tes tersebut dan bapak harus sabar menunggu karena hasilnya butuh waktu yang agak lama yaitu sekitar kurang lebih 12 hari" terang Dokter Farida.


"Ohh gitu, lakukan saja Dokter, tapi Saya minta jangan sampai istri saya mengetahuinya dan satu hal lagi tolong rahasiakan berita bahagia ini kepada istriku sebelum Aku mengetahui tes DNA nya" ucap Nathan Lagi yang meminta sekaligus memohon untuk merahasiakan hal ini pada Fahira.


Dokter dan tim bidan segera melaksanakan prosedur pengambilan tes DNA dan pekerjaan mereka selesai sebelum Fahira terbangun dari pingsannya.


Nathan sudah berada di dalam ruangan inap Fahira, sedangkan Fahira baru saja membuka perlahan kelopak matanya dan mengerjapkan matanya dan menyesuaikan cahaya lampu yang masuk ke dalam retina matanya. Nathan langsung mendekati ke arah Fahira.

__ADS_1


"Kamu sudah sadar, apa yang kamu rasakan sekarang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Nathan yang sudah menyerbu Fahira dengan berbagai pertanyaan.


Fahira hanya terdiam dan menatap ke arah wajah Nathan.


"Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana dan luka di wajahnya itu seperti bekas cakaran kuku tajam".


Fahira masih terdiam dan terpaku melihat ke arah Nathan.


"Tidak usah seperti itu juga kali lihatnya, aku sadar diri dan tahu kalau aku ini tampan" ucap Nathan yang ingin mencairkan suasana.


"Ya Allah semoga saat ini dia belum sadar dan tahu kalau Aku lah pria bejak dan jahat itu yang telah tega merenggut kehormatannya, aku takut jika dia tahu kalau aku yang melakukan ini semua, kira-kira apa yang akan dia lakukan?".


Fahira berusaha bangkit dan mencoba untuk duduk lalu bersandar di ranjangnya. Nathan yang melihat hal tersebut langsung refleks untuk membantunya.


"Terima kasih banyak" ucap Fahira.


"Sama-sama" ucap Nathan lalu bergeser dari tempatnya semula.


"Maaf di manaka ini, apa yang terjadi padaku, kita itu siapa?" tanya Fahira yang keluar logat aslinya yaitu dialeg Makassar.


Nathan bingung untuk menjawab pertanyaan dari Fahira padahal pertanyaannya gampang banget dan sangat mudah saja, tapi lidahnya tiba-tiba keluh seketika.


...---------...


MAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA TERHADAP TIDAK ADA JODOH YANG TERTUKAR 🥰


TETAP DUKUNG TAJYT DENGAN CARA LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN DAN KOMENT YANG BIJAK TAK PERLU REPOT-REPOT UNTUK MEMBERIKAN KOMENTAR YANG JULID.


MOHON MAAF JIKA ADA TYPONYA ✌️


Dalam novel ini ada beberapa dialog percakapannya yang menggunakan bahasa Makassar, semoga mudah untuk dipahami 👌.


...********Bersambung********...

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Kamis, 19 Mei 2022


__ADS_2