
Selamat Membaca..
Kau kan selalu tersimpan di Hatiku
Meski ragamu tak dapat ku miliki
Jiwaku 'kan slalu bersamamu
Meski kau tercipta bukan untukku
Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya
Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya
Mengapa cinta ini terlarang
Saat ku yakini kaulah milikku
Mengapa cinta kita tak bisa bersatu
Saat ku yakin tak ada cinta selain dirimu..
Lirik lagu Cinta terlarang the virgin.
Faika sudah memantapkan hatinya untuk mencoba berusaha untuk tidak mencampur adukkan pekerjaan dengan urusan pribadinya. Faika akan berusaha untuk belajar melupakan rasa yang setiap hari semakin besar yang dia rasakan. Faika akan menjalani hidupnya seperti air yang mengalir tanpa ada paksaan.
Ibu Suharti setelah melihat kondisi Putri keduanya, beliau langsung berfikiran bahwa ada yang disembunyikan oleh Fahira tentang kondisi kesehatannya.
"Ya Allah jangan biarkan apa yang kupikirkan terjadi dan menjadi kenyataan, bagaimanami nasibnya anakku kalau sampai itu terjadi kodong pasti putriku akan semakin sedih dan terpuruk, baikmi keadaannya beberapa bulan ini jadi Janganki kasihka lagi cobaan yang tidak bisa kami pikul".
Kondisi Fahira yang pucat pasi membuat ibunya khawatir dan melarangnya untuk berangkat ke kampus. Tapi Fahira bersikeras untuk berangkat walaupun kesehatannya terganggu. Tadi pagi sebelum mandi, Fahira sempat muntah sekali sejak dari itu, kepalanya pusing dan tubuhnya terasa loyo.
"Aku harus kuat tidak boleh lemah dan kalah dengan penyakit seperti ini, Aku tidak ingin buat Ibu dan keluargaku khawatir dengan kondisiku".
Faika dan ke dua adiknya pamit kepada ibunya dan mereka selalu diberikan bekal makanan dan tidak pernah berangkat kerja atau pun Sekolah tanpa makan pagi terlebih dahulu. Karena menurut ibunya jika perut kenyang dan terisi makanan yang sehat pula akan membuat jiwa sehat sehingga bisa beraktivitas dengan baik dan menjalani rutinitas sehari-harinya dengan lancar.
Faika melajukan mobilnya dan meninggalkan halaman rumahnya. Mobil Faika sekarang sudah berbaur dengan pengendara lainnya. Hari ini jalan cukup padat merayap dan untung saja Faika berangkat lebih awal sehingga tidak terjebak macet yang bisa membuat mereka terlambat.
"Hati-hatiki, ingat jangan nakal, jika ada temanmu lagi bilang kamu anak kampung tidak usah digubris, ingatki itu pesannya Kakak jangan sampai kamu ladenin dan berakhir dengan adu mulut seperti kemarin" ucap Faika.
"Iye ji deh, tidakmi itu kak, insya Allah janganmaki cemas" ucap Fatimah Zarah Zalita sambil mengulurkan tangannya untuk meminta uang jajan tambahan kepada kakaknya.
"Kenapa minta lagi, Apa tidak nakasihki Ibu tadi kah?" tanya Faika kepada adiknya.
"Na kasihja Kak tapi tidak cukupki ia ada buku yang mau ku bayar baru kalau kubayarki tidak adami uang jajanku kodong" ucap Fatimah.
Faika langsung merogoh dompetnya lalu mengambil uang biru satu lembar untuk adiknya.
"Ini uangnya, kalau mau pulang hati-hati jangan keluyuran ke mana-mana lagi dan kalau mau ke rumah temanmu telponka dulu" ucap Faika yang mewanti-wanti adiknya.
__ADS_1
"Iye makasih banyak kakakku yang paling cantik dan baik hati, perintah siap dilaksanakan" ucap Fatimah yang menirukan gaya seorang tentara pada atasannya.
"Assalamu alaikum" ucap Faika sebelum meninggalkan adiknya itu.
"Waalaikum salam, hati-hatiki kak" ucap Fatimah.
Sedangkan Fahira tidak berbicara sepatah kata pun karena kepalanya puyeng sedari tadi dan berusaha untuk melawan keadaannya itu.
Faika mengantar adik bungsunya terlebih dahulu ke sekolahnya, lalu kembali melajukan mobilnya ke arah jalan tempat Toko buku yang ingin dikunjungi oleh Fahira Febrina.
"Fahira di Toko Manaki dek mau cari buku? karena di depan ada banyak Toko buku" ucap Faika saat sudah mendekati lokasi toko buku.
"Yang itumo Kak, agak murahki harganya kalau di situ baru banyakji juga macam jenis bukunya, jadi bebaski memilih" ucap Fahira.
"Kalau itu yang menurut kamu bagus, di situ terusmi langganan" ucap Faika sambil menghentikan laju mobilnya.
Fahira pun turun dari mobilnya dan langsung meraih tangan kakaknya untuk dua cium punggung tangannya Faika.
"Hati-hati kalau ada apa-apa telponmi saja" ucap Faika lalu menyalakan kembali mesin mobilnya.
"Iye, makasih banyak Kak, kita juga hati-hati" ucap Fahira.
Faika kembali bergabung dengan pengguna jalan lainnya. Hingga beberapa menit kemudian mobilnya pun sudah terparkir di parkiran mobil khusus pegawai perusahaan. Faika kembali menjalani aktifitasnya seperti biasanya.
Sedangkan di dalam toko buku, Fahira semakin tidak kuasa menahan sakit di kepalanya sehingga hanya dalam hitungan detik saja Fahira berdiri di depan Rak buku yang dia cari, tubuhnya langsung tumbang.
Pandangannya kabur dan suasana yang dilihatnya semakin gelap, kepalanya berputar seakan-akan semua benda yang dia lihat ikut berputar juga. Fahira berusaha untuk meraih buku yang ingin dia beli, tapi baru saja menyentuh buku itu Fahira pun pingsan. Hingga sampai detik itu Fahira tidak sadar dan tidak tahu apa-apa lagi yang terjadi pada dirinya.
Pengunjung toko itu berhamburan saat mereka mendengar suara gaduh dari benda yang jatuh. Untung saja kepala Fahira terbentur ke atas buku yang terjatuh gara-gara tarikan tangannya.
"Mbak ada cewek yang pingsan" teriak seorang gadis remaja yang melihat langsung bagaimana Fahira terjatuh.
"Ayok Cepat bawa ke Rumah Sakit terdekat, jangan sampai terjadi sesuatu kepada cewek itu yang tidak kita inginkan" tutur Ibu pemilik toko buku itu.
Tapi dari mereka yang datang tidak ada seorang pun yang berani dan maju untuk membantu Faika, karena mereka tidak ada yang memakai mobil ke toko itu. Hingga ada seorang pria yang tanpa aba-aba langsung menggendong Fahira hingga ke dalam mobilnya.
"Mas!! tunggu tasnya cewek itu ketinggalan" teriak seorang gadis remaja yang berpakaian putih abu-abu.
Orang tersebut langsung meraih tas selempang berwarna cokelat itu.
"Makasih banyak" ucapnya.
"Sama-sama kak" ucap gadis itu lagi.
Beberapa saat kemudian, mobil yang dipakai orang itu sudah terparkir di depan halaman rumah Sakit. Lalu langsung berlari ke arah UGD RS.
"Apa yang terjadi Pak?" tanya seorang perawat.
"Tolong tadi dia tiba-tiba pingsan tanpa sebab" ucapnya.
"Kalau gitu silahkan urus administrasinya kami akan tangani dan bapak tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi istri bapak" timpal dokter yang melihat raut wajahnya sedari tampak sangat cemas.
"Kenapa wajahnya seperti Aku kenal tapi di mana?".
Nathaniel Sanjaya Park lah yang melihat langsung Fahira terjatuh dan entah kenapa Dia tidak pikir panjang langsung menolong orang yang tidak sama sekali dia kenal. Entah dorongan dari mana yang membuatnya harus dan wajib menolong cewek tersebut. Padahal saat itu dia juga memiliki urusan yang sangat penting.
"Ini semua jumlah tagihan yang harus bapak bayar dan jika pasiennya dirawat jumlahnya akan bertambah lagi" jelas pegawai administrasi tersebut.
__ADS_1
"Ini Mbak" ucap Nathan yang menyodorkan sebuah kartu kredit ke arah pegawai itu.
Setelah berhasil saat urusan administrasi pun sudah beres. Nathan kembali berjalan ke arah ruangan UGD RS dan memeriksa kondisi cewek itu. Nathan kembali melihat dengan seksama wajah dari perempuan yang sedang terbaring lemah di atas bangkar rumah sakit.
"Wajah itu seperti aku kenal tapi di mana dan kenapa susah sekali untuk mengingatnya".
"Maaf pak, apa boleh kita bicara di ruanganku" ucap Ibu Dokter yang menangani kondisi Fahira.
"Baik dokter" ucap Nathan lalu mengikuti langkah kaki Ibu dokter itu.
"Silahkan duduk Pak" ucap Dokter itu dengan senyuman khasnya.
"Makasih dokter, oiya kalau boleh tahu ada apa yah dok sehingga Saya harus mengikuti dokter, apa yang terjadi dengan.." tanya Nathan yang tidak mengerti dengan maksud dari dokter tersebut.
Ibu Dokter itu hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Nathan dan langsung menjabat tangan Nathan.
"Selamat Pak, Istri bapak positif hamil tiga bulan" tutur dokter itu.
Perkataan dari dokter itu membuat Nathan shock, tidak percaya dan langsung berdiri dari duduknya saking tidak percayanya. Dokter itu pun hanya kebingungan melihat reaksi dari Nathan yang menurutnya baru kali ini dia melihat reaksi seorang calon bapak yang berlebihan. Biasanya orang-orang akan bahagia dan meluapkan kegembiraannya atas karunia itu.
"Maaf Saya tidak bermaksud seperti itu, makasih banyak Dok" ucap Nathan lalu berjalan ke arah luar.
Nathan berjalan seperti orang yang linglung saking bingungnya dengan situasi terjadi.
Dokter itu hanya geleng-geleng kepala melihat reaksi dan tingkah dari Nathan.
"Ya Allah apa yang terjadi, kenapa Aku merasa hal seperti ini, padahal aku tidak boleh bertindak seperti itu sepatutnya aku harus menanggapinya dengan santai dan biasa saja".
Nathan kembali ke dalam UGD RS dan melihat kondisi cewek itu yang masih belum sadar. Tiba-tiba hpnya berdering dan bergetar di dalam saku celana panjangnya. Nathan yang awalnya duduk dihadapan perempuan itu langsung berdiri dan merogoh ponselnya dari dalam sakunya.
Nathan pun mengangkat telponnya yang ternyata dari kliennya. Nathan meminta maaf kepada kliennya itu karena harus menunda pertemuan mereka hari ini hingga esok hari. Untung saja kliennya mengerti dengan alasan yang diutarakan oleh Nathan.
Mata Nathan tercengang saat melihat foto yang dijadikan wallpaper layar Kunci hpnya dan berulang kali mengerjapkan matanya bahkan Nathan tidak hentinya mengucek matanya itu untuk memastikan apa yang dilihatnya sekarang tidak lah salah. Dan kemudian berjalan ke arah bangkar cewek itu berada.
"Ini tidak mungkin, pasti aku salah lihat saja".
Ini Visualnya di Duren sawit yang gantengnya gak kalah dengan oppa Korea loh.
Kalau ini Fahira Febrina yang akan membuat su Duren harus bekerja keras ektra untuk meluluhkan hatinya.
.................
Wooow kira-kira apa yang dilihat Nathan yah Readers..??
Yang penasaran dengan kisah selanjutnya yuk pantengin terus saja Updatenya dan tetap Favoritkan agar selalu mendapatkan notifikasi Updatenya Yah.
Novel Fania yang satu ini sangat berbeda dengan Novel Fania lainnya, Karena dalam novel ini ada beberapa dialog antara tokohnya dengan menggunakan dialeg khas bahasa Makassar. Tapi Fania berharap semoga mudah untuk dipahami dan dimengerti dan kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan isi kolom komentarnya tapi jangan yang Julid Yah tak mampu aku bacanya 🤣✌️.
Fania ucapkan MAKASIH BANYAK YANG SUDAH MAMPIR DAN MEMBERIKAN DUKUNGANNYA KEPADA TIDAK ADA JODOH YANG TERTUKAR.
Tetap Dukung TAJYT dengan Cara: LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN.
...********Bersambung*********...
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Kamis 19 Mei 2022