
Selamat Membaca..
Hari ini Faika dan sahabatnya Kania berangkat ke perusahaan Indomarco Prismatama untuk mendaftar pekerjaan. Faika yang kemarin mengalami kecelakaan akibat ulah kecerobohannya sendiri berjalan tertatih menuju tempat pendaftaran. Sedangkan Kania belum muncul juga.
Faika berjalan dengan hati-hati karena takut dirinya terjatuh dan membuat kakinya semakin sakit.
"Maaf Bu Apa benar perusahaan sedang membuka lowongan?." tanya Faika ketika sudah berada di depan resepsionis.
"Iya Mbak benar sekali dan untuk informasi selengkapnya silahkan ke lantai Dua" ucap arahan dari resepsionis tersebut.
Faika masuk ke dalam Lift dan tanpa sengaja ada yang menyenggol yang sehingga tubuhnya terhuyung ke belakang. Untung saja ada tangan yang segera membantunya untuk berdiri.
"He kalau jalan itu harus hati-hati jangan main nyosor saja" ucap Kania yang membantu Faika Sehingga tidak terjatuh.
"Makasih Ka" ucap Faika yang berjalan tertatih ke dalam lift.
Kania berjalan sambil membantu Faika untuk berjalan. Mereka langsung menyetor formulir pendaftaran.
"Makasih mbak, kalau boleh tahu kapan yah wawancaranya?." tanya Kania.
"Informasi tersebut kan segera disampaikan oleh pihak bagian HRD.
"makasih Mbak atas infonya" ucap Faika.
Beberapa saat kemudian, bagian HRD mengumumkan kalau hari ini juga adalah penerimaan Karyawan baru dan langsung akan diadakan beberapa tes dan tes terakhir adalah tes wawancara" ucap bagian HRD.
Semua bahagia mendengar informasi tersebut tanpa kecuali Faika dan Kania. Faika mendapatkan nomor urut yang ke dua puluh sedangkan Kania diurutan ke 13.
Proses penerimaan karyawan tersebut berjalan lancar dan yang sudah selesai mengikuti langkah dari semua rangakaian tes sudah bisa pulang besok pagi baru bisa datang lagi. Faika dan Kania pun kembali ke rumah kosan mereka dan sambil menunggu hasil tees tersebut Kania kembali bekerja di Bakery Khadijah sedangkan Faika beristirahat sejenak karena kakinya belum sembuh total.
__ADS_1
Keesokan harinya, Faika dan Kania sudah berdiri di depan ruangan tempat Acara pengumuman hasil Tes tersebut. Kaki Faika sudah tidak seperti kemarin yang masih kadang sakit sekarang jalan Faika sudah tidak pincang lagi. Beberapa saat kemudian Hasil tes pun keluar dan diantara mereka banyak yang bahagia dan ada pula yang kecewa dan sedih karena tidak lulus.
Sedangkan Faika dan Kania sangat bahagia karena diterima bekerja. Mereka saling berpelukan dan ada yang nyinyir melihat tingkah laku mereka. Tapi Faika dan Kania tidak perduli dengan tatapan mata dari Orang.
Satu Minggu kemudian Faika dan Kania sudah bekerja di masing-masing divisi. Kania di divisi keuangan sedangkan Faika di divisi Humas.
Hari terus berlalu, tak terasa sudah dua tahun mereka bekerja di Perusahaan tersebut. Faika semakin dewasa dan bijaksana dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Dan sudah tidak mengontrak rumah lagi bahkan Faika sudah membeli perumahan deng tipe sedang. Rumah tersebut terdiri dari 3 kamar yang cukup untuk keluarganya yang rencananya akan pindah ke ibu kota.
Hari ini Perusahaan Indomarco Prismatama akan kedatangan pemilik perusahaan yang baru. Perusahaan tersebut diambil alih oleh pemimpin baru dari luar negeri sehingga hari ini Faika dan yang lainnya sangat sibuk untuk mempersiapkan diri mereka dan segala persiapan untuk menyambut kedatangan Pemimpin sekaligus pemilik perusahaan mereka tempat bekerja.
Faika hari ini menjadi perwakilan dari divisi Humas untuk menyampaikan beberapa pencapaian dan penjabaran dari visi dan misi dari setiap divisi.
Faika mempersiapkan dirinya dengan baik karena tidak ingin membuat kecewa atasannya. Faika menyampaikan hal tersebut di depan Presdir barunya dalam bahasa Inggris dan juga dalam bahasa Indonesia dengan lancar dan sangat menguasai dari yang disampaikan oleh Faika.
Semua bertepuk tangan setelah Faika selesai menyampaikan hal tersebut. Presdir baru mereka terkesan dengan penampilan dari Faika.
"Makasih, ini semua karena bantuan kalian juga sehingga saya bisa melakukan semua ini" ucap Faika merendah.
Hari itu Faika sebenarnya tidak ingin berangkat ke kantor karena dirinya merasakan sesuatu hal aneh seakan-akan ada firasat buruk yang akan terjadi. Tapi karena hari ini Faika akan bertemu dengan seorang klien dari Cina dan Presdir mereka langsung menunjuk Faika secara langsung untuk ikut ke dalam rombongan tersebut.
Baru beberapa menit pertemuan tersebut berlangsung, hp Faika berdering dan bergetar di dalam tasnya. Faika yang menyadari hal tersebut segera memeriksa hpnya dan meminta ijin kepada atasannya untuk mengangkat telponnya tersebut. Untung saja giliran Faika sudah menjabarkan di depan klien Perusahaan mereka. Sehingga Faika tidak terlalu merisaukan hak tersebut saat dirinya meminta ijin untuk menelpon.
Faika mengangkat telponnya di luar dekat pintu masuk tempat pertemuan tersebut.
"Halo Fira, ada apa dek?." tanya Faika dengan nada yang lembut.
"Kakak bapak masuk rumah sakit tadi pagi bapak jatuh dari motor" ucap Fira yang sudah menangis.
"Jadi bapak gimana Dek, apa bapak baik-baik saja?" tanya Faika yang sudah mengkhawatirkan keadaan Bapaknya di kampung.
__ADS_1
"Bapak sudah di rumah sakit dan sekarang sementara diruang operasi" jawab Fira lagi.
"Ibu mana dek, Kakak mau bicara sama Ibu" ucap Faika.
Fira langsung menyerahkan hpnya ke tangan ibunya.
"Assalamu alaikum Faika ada apa Nak kamu menelpon?.' tanya ibunya Faika.
"Waalaikum salam Gimana sekarang keadaannya Bapak Bu?." tanya Faika yang sudah cemas.
"Bapak keadaannya kritis nak, kalau bisa kamu pulanglah dulu lihat kondisi bapakmu nak" harap Ibunya Faika.
"nanti aku tanya atasanku mudah-mudahan mereka bisa memberikan ijin kepada Faika Bu" ucap Faika.
"Waalaikum salam" ucap ibu Faika sebelum menutup telponnya.
"Aku tutup dulu telponnya ibu, nanti kabari Faika apa pun yang terjadi kepada bapak, waalaikum salam" ucap Faika sebelum menutup telponnya.
Faika segera menunggu pertemuan tersebut selesai dan meminta ijin kepada atasannya bahwa dirinya meminta ijin untuk pulang kampung. Atasannya pun langsung memberikan ijin tersebut karena Faika belum pernah mengambil cuti tahuannya.
Faika pun berangkat ke kampung halamannya dengan memakai jasa pesawat terbang. Biasanya Faika pulang kampung hanya memakai Kapal laut saja tapi itu kan butuh waktu lama sehingga Faika memutuskan untuk naik pesawat saja. Sesampainya di rumah sakit Faika kaget melihat ibunya dan keluarga lainnya sudah menangis histeris.
Bersambung..
Typo harap maklum.
Mohon maaf novel Fania yang Ini updatenya slow jadi mohon sabar untuk menunggu Yah.
Makasih banyak atas dukungannya 🙏🙏
__ADS_1