TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 63. Janji Temu


__ADS_3

Selamat Membaca..


I swear i'll love you in a different way.


Aku bersumpah akan mencintaimu dengan cara berbeda.


Rian yang sedang diinterogasi oleh Maminya terbebas dari rentetan pertanyaan yang dilayangkan oleh Ibu Marissa tentang siapa perempuan yang dahulu pernah membuat hatinya hancur berkeping-keping. Rian yang dahulu harus ikhlas gegana karena ditinggal menikah oleh Faika sekitar empat tahun silam.


"Apa susahnya untuk jujur Nak, Mami sangat bahagia jika memang gadis itu adalah Faika, menurut Mami hanya ia perempuan yang paling pantas untuk mendampingi hidupmu."


Hpnya yang tergeletak di atas meja nakas ranjangnya sehingga pertanyaan yang semestinya dijawab oleh Rian harus tertahan di bibirnya saja.


"Alhamdulillah untuk sementara terbebas dari pertanyaan Mami, Maafkan Rian Mi belum saatnya Mami tahu semuanya, kalau Faika sudah bersedia menjadi istri Rian baru lah Rian bawa langsung ke hadapan Mami."


Rian buru-buru mengangkat telponnya dan ternyata si penelpon sekaligus si pengganggu sesi tanya jawab yang bertajuk curhatan Rian yang terpaksa harus di pending hingga waktu yang tidak diketahui oleh mereka.


"Assalamu'alaikum Nathan," ucap Rian.


"Waalaikum salam, Rian apa Kamu sudah siap, kalau sudah siap aku jemput yah, udah jam 5 soalnya," tutur Nathan.


"Okey aku tunggu kamu di Rumah, rencananya ketemuannya di mana apa di rumahnya atau di mana?" tanya Rian sudah duduk berselonjor kakinya di samping ibunya.


"Aku sudah kabari Fahira katanya ketemuannya di luar saja, gak enak sama keluarganya yang sebagian sudah ada yang datang dari Makassar," jawabnya.


"Itu ide yang bagus juga apa lagi kalian kan belum resmi dan sah menjadi suami istri apa kata orang nanti jika kalian datang bertamu ke rumahnya," tutur Rian.


"Ok aku tutup dulu telponnya yah, tunggu aku di rumah sekitar 15 menit lagi, assalamu Alaikum."


"Waalaikum salam, hati-hati di jalan," ucap Rian lalu menutup telponnya.


Ibu Marissa sudah meninggalkan kamar putranya sedari tadi karena ada tamunya yang datang. Orang-orang dari Wedding organizer yang datang untuk berbincang-bincang tentang acara lamaran dan akad nikahnya. Acara resepsi pesta pernikahan Nathaniel Sanjaya Park tidak dilangsungkan secara mewah dan megah hanya sederhana saja, dikarenakan Kakek dari Nathan yang ada di Malaysia sakit.


Sehingga mereka menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakannya. Bagi Nathan itu tidak jadi masalah yang paling penting adalah dia sudah menghalalkan Fahira sesegera mungkin sebelum perutnya semakin besar.


Rian segera berjalan ke arah dalam kamar ganti pakaiannya dan membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat.



Rian memilih pakaian yang pantas dan cocok ia pakai, entah kenapa dirinya merasakan grogi dan gelisah seakan-akan dia lah yang akan bertemu dengan sang pujaan hati yang tidak lama akan menjadi hubungan yang lebih serius lagi.


"Kok jantung ini berdebar kencang seakan-akan aku lah yang akan bertemu dengan Faika, padahal aku hanya menemani Nathan untuk berjumpa dengan calon istrinya."


Rian menatap pantulan dirinya melalui cermin besar yang ada di depannya.

__ADS_1



"Pakaian ini kayaknya cocok aku pakai, gak enak kalau nantinya penampilanku melebihi dari calon suaminya Fahira hehe."



Kalau yang ini si duren sawit yang siap naik kembali ke pelaminan dia lah Nathaniel Sanjaya Park.


Rian menuruni undakan tangga dengan langkah yang lebar. Setelah mendengar bunyi klakson yang dibunyikan oleh Nathan, Rian segera ke luar dari rumahnya. Rian pamit kepada Maminya terlebih dahulu sebelum melangkahkan kakinya keluar rumah.


Rian berjalan ke ruang tamu dan di sana lah Ibu Marissa berada yang sedang berbincang dengan tamunya yang dari WO.


"Mi, Rian pamit dulu yah, Nathan sudah ada di depan jemput Rian," ucap Rian saat berpamitan dengan Maminya.


"Kok gak pake mobil kamu sendiri sayang?" tanya Mami Marissa.


"Rencananya gitu awalnya, tapi Nathan bilang gak usah nebeng saja di mobilnya," jelas Rian.


"Ooh gitu yah, hati-hati sayang, salam mami sama Faika eeehh salah maksud Mami Fahira," ucap Maminya yang tertawa karena sudah salah sebut nama.


Rian yang mendengar hal itu hanya menyunggingkan senyumnya.


"Assalamu alaikum Mi," ucap Rian sambil meraih tangan Maminya.


Kedekatan dan interaksi yang mereka lakukan tidak lupuk dari pengamatan orang-orang dari WO. Salah satu dari mereka langsung memberikan pertanyaan kepada Ibu Marisa setelah merasa Rian sudah pergi dari rumahnya.


"Maaf jeng itu putranya yang mau nikah yah?" tanya Ibu Maria Selena.


"Bukan jeng, tapi putra ke duaku yang mau nikah, kalau Rian putraku itu masih setia dengan status jomblonya," ucap Ibu Marissa yang tersenyum menanggapi pertanyaan dari tamunya itu.


"Ooh gitu yah jeng, padahal putranya cakep tapi sayang yah belum nikah juga," ucapnya ibu Maria.


"Kalau masalah itu sih dia nya saja yang belum siap menikah padahal calon sudah ada, tapi yah gitu lah anak muda jaman sekarang lebih mau bebas dan nikmatin masa mudanya lebih dahulu," terangnya.


"Kalau menurut aku sih jeng itu bagus juga agar mereka mendapatkan pengalaman yang cukup sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius dan cara itu juga untuk menghindari pria yang bermain di luar seperti anak muda padahal sudah tua dan punya anak istri lagi," jelasnya panjang lebar.


"Kalau itu sih namanya tua tua keladi makin tua makin gila hahahaha," ucap Ibu Marissa disertai dengan tawa khasnya.


Perbincangan mereka berlangsung hingga beberapa jam dan membahas semua persiapan dan rentetan acara. Mulai dari pertunangan hingga acara adat dari pihak keluarga mempelai wanita yang kebetulan dari Makassar, Sulsel.


"Kamu yah setir yah," ucap Nathan saat membuka pintu mobilnya.


"Oke," ucap singkat Rian.

__ADS_1


Mobil mereka sudah meninggalkan halaman rumah mewah milik ke dua orang tuanya Rian.


"Kita ke mana nih?" tanya Rian yang tangannya masih setia di depan setir mobilnya.


"Kita ke Kafe Gaia saja, dan lokasinya itu cukup dekat dari rumahnya Fahira,"


Rian segera membelokkan arah mobilnya ke kafe tersebut.



Kafe Gaia merupakan bagian dari Altitude The Plaza yang buka sejak tahun 2013 lalu. Di The Altitude, ada 3 restoran yang berbeda, Ebmn Maru (Japanese cuisine), Salt Grill (Western Australia cuisine dan GAIA (Italian cuisine). Viewnya sangat bagus baik itu di sore hari terlebih malam hari.


Pemandangan kota Jakarta khususnya Bunderan Hotel Indonesia menjadi daya tarik view yang ditawarkan dari ketiga Kafe tersebut.


Kafe Gaia sendiri suasananya lovely banget dengan dominasi warna kayu dan corak bunga di dekorasinya. Di sana kamu bisa berbagai pasta dan pizza othentik khas Italia dan tiramisu cake terbaik katanya yang ada di Jakarta. Serta Kombinasi dari mascarpone, Kahlua dan kopinya benar-benar sempurna tidak terlalu cheesy atau milky dan manis.


Faika Sabrina Dwi Putri dan Fahira Febrina sudah duduk sedari tadi di dalam Restoran tersebut. Mereka sudah memesan beberapa kudapan khas Restoran tersebut.


Ada minuman berbahan kopi dan susu yaitu kahlua milkshake dan ada kue yang sudah tersaji di hadapan mereka.





Semua makanan dan minuman itu mampu membuat dahaga dan rasa lapar mereka pun teratasi dengan baik dari rasanya yang sangat enak, lezat dan sesuai di lidah mereka dan tentunya tidak terlalu merogoh kocek terlalu banyak.


............


Tak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Mei, Alhamdulillah TAJYT pun sudah dapat target sesuai dengan yang FANIA harapkan.


*FANIA Ucapkan Makasih Banyak Kepada Kakak Readers Yang Masih Setia Untuk Memberikan Dukungannya kepada Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏🥰


Dalam Novel ini ada beberapa dialognya yang menggunakan bahasa Makassar. Semoga mudah untuk memahaminya 🙏


Fania ucapkan kepada khusus untuk admin gc F3 yang selalu setia dan terdepan dalam memberikan dukungannya kepada ke tiga Novel Recehnya Fania 🥰😘*


...********Bersambung********...


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, Selasa, 31 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2