TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
Bab. 66 Kecemburuan Rian


__ADS_3

Faika yang jadi bahan diskusi yang dilakukan oleh Nathan dan Fahira hanya terdiam saja dan tidak berniat untuk menghentikan apa yang mereka lakukan karena menurutnya itu hal wajar jika calon adik iparnya bertanya tentang masalah pribadinya.


Sedangkan Rian ingin segera pergi dari tempat itu bersama dengan Faika. Saking jengkelnya dengan Faika Sabrina Dwi Putri yang jadi tema saat itu. Tapi Rian sama sekali tidak menampakkan kemarahannya.


Rian akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dengan menarik tangannya Faika. Rian membawa Faika ke dalam mobilnya. Tanpa banyak tanya lagi dan banyak komentar, Faika hanya duduk manis di dalam mobil sambil memasang seatbelt nya.


Rian belum mengemudikan mobilnya itu,malah segera menghubungi nomor hpnya Nathan. Setelah sambungan telepon terhubung, Rian tanpa ba bi bu itu langsung mengatakan apa yang seharusnya dilakukannya.


"Kamu antar segera pulang calon istrimu, Ingat kamu akan menikah satu minggu lagi dari sekarang, enggak baik kalau kalian berlama-lama di luar takutnya mamanya Fahira khawatir dan mencemaskan kalian berdua," ucapnya Rian sedikit ketus yang masih tidak menyukai ketika Rian bercanda memperbincangkan percintaannya itu.


"Tapi,kami masih ingin berbicara empat mata, apa sebentar saja tidak bisa?!" Pintanya Nathan.


"Maaf itu tidak boleh atau aku telpon mami kamu jika kamu ngotot dan tidak mau ngalah!" Ketusnya Rian.


Faika hanya melirik sepintas ke arah Rian yang menelpon dengan calon adik iparnya itu karena nama ibunya dan adiknya disebut dalam percakapan mereka.


"Oke… okey saya akan balik dan mengantar Fahira terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah," imbuhnya Nathan.

__ADS_1


"Ingat kamu harus balik ke rumah bukan ke apartemen!" Tegasnya Rian melalui sambungan telepon ketika berbicara dengan adik sepupunya itu yang hanya berbeda dalam hitungan hari saja.


Sambungan telpon pun selesai, mereka sama sekali tidak ada yang berbicara untuk menghancurkan kebisuan, kecanggungan, kediaman keduanya yang untuk pertama kalinya berdua dalam mobil tanpa ada yang berbicara.


Sifat cerewet keduanya tidak terlihat, mereka masing-masing sibuk dengan pemikirannya masing-masing.


Rian sesekali memperhatikan Faika sambil bermain hpnya. Faika sesekali tersenyum cekikikan bahkan terkekeh ketika membaca balasan chat dari kedua temannya itu yang menjadi genk bestie.


"Dengan siapa sih dia bermain chatingan hingga sama sekali tidak menghiraukan keberadaanku, apa dengan seorang pria yang mungkin dekat dengannya beberapa hari belakangan ini, tapi siapa orangnya?"


Berselang beberapa menit kemudian,Faika turun dari mobilnya tanpa hanya mengatakan makasih saja tanpa ada perkataan lainnya.


Rian menatap punggung perempuan yang sudah dicintainya itu sejak enam tahun lalu itu.


"Kenapa aku merasa Faika tidak mencintaiku lagi, apa jangan-jangan pria yang ditemani tadi adalah pria yang mendekatinya dan sudah menggantikan posisiku di dalam hatinya?" Rian memukul setir mobilnya itu dengan pelan.


Rian tidak ingin apa yang menjadi pemikirannya menjadi kenyataan.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengijinkan hal itu terjadi, aku akan segera melamarnya setelah Nathan dan Fahira menikah," gumam Rian.


Satu Minggu Kemudian…


Suasana di rumahnya Faika sudah terlihat kesibukan dua hari sebelum hari minggu tiba. Banyak sudah anggota keluarganya,sanak saudaranya, hingga kerabat jauh sudah datang terutama dari Makassar Sulsel.


Hari ini akan diadakan pengajian yang akan dibawakan oleh beberapa ibu-ibu pengajian tempat itu ibunya ikut pengajian. Mereka dengan kompak dan dengan suara yang merdu sudah mengisi hampir keseluruhan penjuru sudut ruangan rumahnya Faika sang calon pengantin.


Berbagai adat istiadat dan tradisi pernikahan mereka sudah di langsungkan. Semua orang sibuk dengan kesibukan masing-masing. Semua bersuka cita menyambut pernikahan anak keduanya Bu Halimah.


Hilir mudik beberapa orang di dalam rumah itu nampak terlihat jelas. Semua orang sibuk mengerjakan pekerjaan masing-masing.


Nathan sudah berterus terang kepada Fahira awalnya Fahira mengamuk bahkan melempari dan memukuli Nathan dengan benda-benda yang berada di sekitarnya,tetapi Nathan sama sekali tidak melawan, bahkan pelipisnya serta keningnya terkena amukan dari kemarahan Fahira.


Tapi, dengan bujukan dan rayuan dari Faika dan ibunya Bu Halimah sehingga Fahira bisa tersadar dan segera menghentikan kemurkaannya itu.


"Alhamdulillah hari ini putri keduaku akan menikah walau sebelumnya banyak cobaan tapi, semuanya kami bisa lewati dengan kesabaran dan keikhlasan karena semua yang terjadi pada keluargaku adalah kehendak Allah SWT, kami bersyukur karena adanya cobaan itu sehingga kami sekeluarga semakin dekat dan silaturahmi semakin terjaga," Bu Halimah menyeka air matanya yang menetes membasahi pipinya mewakili rasa haru, bahagia karena anaknya sudah sah dan resmi menjadi istri dari Nathaniel Sanjaya Alfian.

__ADS_1


...--------TAMAT--------...


__ADS_2