TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 18. Pertemuan


__ADS_3

Selamat Membaca..


Berjuanglah untuk meraih mimpi dan impianmu sampai mimpi kamu itu menjadi kenyataan dan jika mimpi itu tidak terwujud sesuai dengan harapan kalian maka bersabarlah, dan teruslah beriktiar serta tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Faika hanya mampu berdiri mengamati apa yang dilakukan oleh teman kecilnya bersama Omanya. Faika melirik ke arah Ibu Marissa Nasution Kim yang membuat Faika merasa pernah bertemu sebelumnya dengan Ibu Marissa.


"Di mana yah Aku bertemu dengan Ibu Marissa, perasaan Aku mengatakan bahwa kami pernah bertemu sebelumnya".


Camelia terus menarik tangan Omanya ke arah Faika.


"Oma Camelia punya teman baru, namanya Kakak Cantik, Dia baik hati dan murah senyum lagi" ucap Camelia sambil berjalan dan terus menuntun Omanya ke arah Faika.


"Masa sih Camelia punya teman baru, kalau punya mana coba?" tanya Oma Marissa Nasution Kim yang mencari keberadaan Faika.


"Itu teman barunya Camelia Oma" ucap Camelia sambil menunjuk ke arah Faika berada sambil terus menuntun Ibu Marissa.


Faika tersenyum manis ke arah Ibu Marissa dan Ibu Marissa pun membalas senyuman Faika.


"Cantik dan sedari tadi wajahnya selalu tersipu, tapi Kok Aku merasa pernah bertemu sebelumnya dengannya tapi di mana?".


"Hay Kakak cantik, Maaf tadi Camelia tinggalin Kakak" ucap Camelia yang meminta maaf kepada Faika karena tadi berlari memanggil Omanya tanpa pamit.


'Tidak apa-apa kok sayang, Kakak memakluminya kok, jadi Camelia tidak perlu risau dengan Kakak" ucap Faika.


"Makasih banyak Kakak cantik, oiya Kakak cantik kenalin nih Oma Camelia" ucap Faika sambil memperkenalkan Faika dengan Omanya.


Faika langsung mengambil tangannya Ibu Marissa lalu mencium punggung tangan Ibu Marissa.


"Marissa, Omanya Camelia" ucap ibu Marissa.


"Faika putri Bu" ucap Faika.


"Makasih banyak yah Nak, kamu sudah menjaga cucu Ibu dan Ibu meminta maaf kalau Camelia sudah merepotkanmu" ucap permohonan maaf Ibu Marissa.


"Tidak apa-apa kok Ibu, Faika tidak merasa terganggu kok malahan Faika senang bisa bertemu dengan Camelia" jawab Faika sambil memeluk tubuh Camelia yang sudah berdiri di depan nya.


"Kalau gitu gimana kalau kita makan malam dulu, Ibu yang traktir kamu sebagai ucapan Makasih ibu kepada kamu" tawar Ibu Marissa.


"Ibu tidak perlu repot-repot kok, Faika tidak enak nih masa hanya bantu Camelia, Ibu harus mentraktir Faika segala" ucap Faika yang menolak secara halus ajakan Ibu Marissa.

__ADS_1


"Kalau Kamu menolak itu sama saja kamu tidak menyayangi Camelia dong" ucap Ibu Marissa.


"Tapi Faika tidak bi...." ucapan Faika yang terpotong karena ibu Marissa sudah menarik tangannya ke arah Restoran yang terdekat dari tempat mereka berada.


Faika hanya menurut saja dan tidak ingin membantah atau pun menolak ajakan Ibu Marissa. Mereka berjalan masuk ke area resto.


"Selamat malam Ibu, silahkan masuk" ucap pegawai restoran tersebut.


"Makasih Mbak" ucap Ibu Marissa.


"Mbak sini" Ibu Marissa memanggil pelayan restoran tersebut.


Pelayan resto tersebut pun berjalan ke arah Meja mereka dan menaruh daftar menu makanan tersebut.


"Silahkan Bu" ucap pelayan tersebut.


Ibu Marissa yang bertugas memilih makanan malam untuk mereka.


"Saya pesan Ayam goreng lalapan, ayam bakar kecap madu, sama minumnya jus alpukat, Kalau Kamu Faika mau pesan apa?" tanya Ibu Marissa ke arah Faika.


"Samain saja pesanan ibu" jawab Faika yang tidak ingin merepotkan ibu Marissa lagian Faika termasuk tipe omnivora pemakan segala-galanya yang penting halal, dan bersih itu sudah cukup untuk Faika.


"Kalau gitu ibu pesan tiga porsi ayam goreng lalapan, satu ayam goreng krispi, dan tiga Ayam bakar kecap madu dan minumnya tiga jus alpukat dan satu teh hangat" ucap Ibu Marissa.


Mereka pun makan malam tanpa ada suara lagi. Mereka menikmati menu makanan tersebut.


"Kok ibu Marissa memesan makanan untuk empat orang yah? ini kan sama saja pemborosan, mungkin seperti ini lah sifat Horang kaya".


Baru beberapa suap makanan yang masuk dalam perutnya, Faika langsung menghentikan suapannya setelah melihat kedatangan seseorang yang selama ini dia rindukan dan tunggu kehadirannya. Faika langsung berdiri dan menatap ke arah sosok orang yang baru saja datang.


Ibu Marissa yang melihat reaksi Faika yang tidak biasa menurutnya hanya bisa terdiam dan menatap ke arah ke duanya yang sama-sama saling berpandangan dan tidak ada yang berniat untuk membuka mulut mereka.


Hanya air mata yang mampu Faika keluarkan. Tapi mulutnya terdiam dan membisu. Rian pun demikian tak mampu untuk berucap sepatah kata pun itu. Rian tidak menyangka jika cewek yang Dia sayangi dan cintai sepenuh hati yang dikabarkan sudah menikah dengan pria lain berdiri di hadapannya.


"Faika" ucap Rian.


Sedangkan Camelia tidak terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh orang dewasa, Camelia hanya menikmati makanannya dengan lahapnya. Ibu Marisa pun perlahan sudah mengerti apa yang sedang terjadi kepada anak sulungnya dengan Faika gadis yang baru dua kenal.


"Papi" teriak Camelia saat menyadari kehadiran Papinya.

__ADS_1


Faika tidak menyangka ternyata Rian sudah menikah dan memiliki putri sekaligus sahabat kecilnya. Rian langsung menggendong Camelia dan menghujani ciuman ke arah Camelia.


"Geli Pi, stop papi, Camelia itu sudah besar bukan anak bayi lagi yang harus diperlakukan seperti ini" ucap Camelia yang berbicara seperti orang dewasa saja.


"Maaf Tante Faika pamit dulu, Faika masih banyak kerjaan" ucap Faika yang meminta ijin untuk pulang duluan tetapi masih meraih tangan Ibu Marissa untuk Dia cium punggung tangannya.


"Kok buru-buru banget sih Nak, Anak Ibu baru saja datang kamu mau balik" ucap Marissa yang berusaha untuk mencegah Faika untuk pulang.


"Maafkan Faika, lain kali saja yah Tante, assalamu alaikum" ucap Faika yang terburu-buru berjalan meninggalkan restoran sambil menghapus jejak air matanya.


"Hati-hati yah Nak" ucap Ibu Marissa.


Faika tidak ingin menoleh sedikit pun ke belakang. Faika terus berjalan hingga tidak sadar jika dirinya bukannya turun ke Lantai dasar malahan semakin naik ke lantai enam. Faika mencari letak musholla yang ada di dalam Mall tersebut, dan berniat ingin melaksanakan shalat Isya. Faika pun bertanya ke petugas keamanan Mall tersebut yang kebetulan berjalan melewatinya.


"Maaf pak bisa bertanya?" tanya Faika.


Security tersebut pun langsung menghentikan langkahnya. Dan berdiri di hadapan Faika.


"Mbak mau bertanya apa, kalau boleh tahu?" tanya balik petugas keamanan tersebut.


"Maaf Saya sedari tadi sudah keliling Mall, tapi Kok Saya gak lihat Musholla yah Pak?" Tanya Faika yang kebingungan sendiri gara-gara matanya sempat kabur gara-gara menangis.


"Oohh Mushollah yah, Maaf Mbak kalau mushollahnya ada di Lantai empat dan sekarang Mbak ada di Lantai enam" ucap Security tersebut.


"Hehehe saya kira ini lantai Empat ternyata sudah Lantai enam yah" ucap Faika yang menertawai dirinya sendiri.


"Tidak apa-apa mbak itu biasa terjadi". ucap Pak Bahar sesuai yang tertulis di name tagnya.


"Makasih banyak kalau begitu Pak, assalamu alaikum" tutur Faika.


"Sama-sama Mbak" ucap Pak Bahar.


Faika tersenyum ke arah Pak Bahar sebelum menuruni tangga eskalator. Tapi Faika kembali menoleh ke arah belakang karena ada yang memanggil namanya. Faika sekarang bukannya sedih melihat sosok orang yang memanggil namanya tetapi membuatnya jengkel dan sekaligus marah melihat orang yang selalu Ingin dia hindari.


........... Bersambung...........


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏.


Semoga suka dengan Novel Receh FANIA Yah 🙏. Sambil menunggu Updatenya Kakak Readers juga bisa mampir ke Novelku yg judulnya Bertahan Dalam Penantian dan Cinta Yang Tulus.

__ADS_1


by Fania Mikaila Az-Zahra


Makassar, Sabtu, 07 Mei 2022


__ADS_2