TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 33. Permohonan Kania


__ADS_3

Selamat Membaca..


Insiden kecil yang terjadi di depan Lift membuat Faika mendapatkan banyak hadiah sepatu dari seseorang yang tidak diketahui oleh Faika. Faika kebingungan mau dikemanakan dos sepatu yang lumayan jumlahnya.


"Alhamdulillah dapat sepatu baru yang pasti kualitasnya bagus dari merk-nya saja sudah nampak mehong beda banget dengan yang aku beli lewat online mahal tapi menipu banget".


Faika mencoba satu persatu dari sepatu tersebut dan semua ukurannya sangat cocok dikaki Faika.


"Siapa yah orang yang telah membeli semua sepatu ini, dan tahu banget ukuran kaki aku? padahal Aku tidak pernah beritahu orang lain".


Faika menaksir harga semua sepatu itu adalah jutaan rupiah bahkan bisa membeli kas sebuah sepeda motor.


"Tapi setahu Aku tadi di depan lift kan gak hanya dia, ada beberapa orang yang ada di sana sepertinya mungkin sekitar 5 orang dan itu tidak mungkin Dia yang belikan semua ini lagian dia punya istri jadi itu tidak mungkin dan tentunya mustahil jadi siapa dong??".


Faika baru membuka lemari yang ada di dalam ruangannya ingin memasukkan sebagian sepatunya dan sisanya dibawa pulang ke rumahnya tiba-tiba pintu ruangannya terbuka yang membuatnya terkejut sehingga dos sepatu terakhir yang dia pegang terjatuh di lantai saking kagetnya seperti seseorang yang sedang ingin mencuri sesuatu saja. Orang itu berjalan masuk ke dalam ruangan Faika.


"Kamu lagi ngapain dan ini apa?" tanya Kania yang memungut dos tersebut dari lantai.


"Ya ampun Kania kalau masuk ketuk pintu atau apa kek, kalau gitu kamu buat aku kaget loh dan aku kira siapa gitu yang masuk" ucap Faika yang kemudian jongkok ingin mengambil dia dia sepatunya.


"Maaf aku gak sengaja, lagian kamu juga masa hanya gitu bisa terkejut sampai segitunya.


Kania melihat Faika yang sedang seperti menyembunyikan sesuatu.


"Lain kali jangan diulang lah kania, Aku hampir jantungan" ucap Faika yang berusaha menutupi kegugupannya agar Faika tidak banyak bertanya tentang dos tersebut.


Dan yang ditakutkan Faika terjadi. Kania penasaran dengan isi dos tersebut yang bertuliskan merk sepatu terkenal dan pastinya mahal.


"Yang kamu pegang itu apa Fa? sepertinya itu..?" ucapan Kania terpotong karena Faika buru-buru menjawab pertanyaan dari Kania dengan cepat.


"Masa sih gak tahu, ini dos lah Kania apa lagi kalau bukan dos" ucap Faika yang cengengesan dan berusaha untuk menutupi kegugupannya karena Faika tidak ingin Kania curiga dengan asal usul sepatu itu.


"Iya Aku tahu itu dos, maksud Aku apa isinya?" tanya Kania lagi yang kepo banget.


"Isinya hanya sepatu kok" jawab Faika yang menutup rapat-rapat pintu lemarinya diam-diam agar tidak ketahuan kalau di dalamnya ada banyak sepatu.


Faika bingung mau menjawab apa karena dia saja bingung.


"Oooh ini sepatu, baru aku beli tapi aku baru mau coba apa pas di kakiku atau tidak" ucap Faika yang berdiri dari depan Lemari dan berjalan ke arah Kursi kebesarannya agar Kania tidak banyak bertanya lagi tentang isi lemarinya itu.

__ADS_1


"Aku kira kamu baru beli dua hari lalu dan tidak seperti ini modelnya" ucap Kania yang menjinjing sepatunya Faika.


Faika lalu mengambil sepatunya yang rusak tadi bersama dengan dosnya.


"Aku kapok beli online sepatu lagi Ka, masa baru tadi pagi aku beli tapi harus rusak padahal aku belinya Lumayan mahal juga" ucap Faika yang keheranan dengan kualitas sepatunya itu.


"Emang gitu resikonya kalau beli lewat online pasti akan ada masalah yang muncul, beli online itu sama saja beli kucing dalam karung, makanya aku gak mau lagi beli" Tutur Kania.


"Iya aku juga nyesek banget harganya mahal aku belikan, kan biasanya barang-barang itu semakin mahal harganya kualitasnya juga akan semakin bagus juga" tutur Faika.


"Emang yg kamu bilang itu benar adanya makanya aku gak minat beli ol lagi lebih bagus langsung datang ke tokonya supaya kita bisa cek langsung barang itu biar gak salah beli dan kena tipu gitu" jelas Kania lagi.


"Untung cuma beli satu saja kalau banyak pasti nyeseknya Pake banget" ucap Faika lagi.


"Oh jadi karena itu kamu beli sepatu baru lagi?" tanya Kania.


"Iya terpaksa aku singgah di toko dulu ucap beli dari pada kena marah sama big bos" ucap Faika yang masih was-was tentang Kania.


"Fa aku mau minta tolong nih?" tanya Kania yang ada guratan kesedihan dari wajahnya.


"Iya Ka katakan saja kamu mau minta tolong apa, sepertinya penting banget" jawab Faika lagi.


"Boleh saja tapi berapa Kan, dan kalau boleh tahu untuk apa uang itu? itu pun kalau Kamu gak keberatan aku tahu?" tanya Faika yang memperhatikan wajah sahabatnya yang cukup sendu dan seperti banyak beban fikiran yang melanda Sahabat baiknya itu.


"Sebenarnya aku malu sama Kamu Fa, tapi tak ada jalan lain sudah yang bisa Aku lakukan, dan Aku minta sekitar 20 juta Fa" ucap Kania yang langsung menurunkan volume suaranya karena takut jika Faika menolak permintaannya.


"*Semoga saja Faika bisa menbantuku, Kalau tidak kasihan adikku yang sudah ingin lulus kuliah tapi kami tidak punya biayanya dan Ibu di kampung tidak punya uang sama sekali dan mau jual barang berharga yang ada hanya rumah yang kami tempati".


"Apa yang sedang terjadi pada sahabatku, apa keluarganya di kampung mengahadapi cobaan dan masalah yang cukup berat sehingga Kania terpaksa meminjam uang yang jumlahnya banyak sekali*".


"Insya Allah ada, emangnya kamu butuh sekarang atau nanti saja kan?" tanya Faika lagi yang langsung mengambil hpnya dari dalam tasnya dan siap membuka aplikasi mobile Bankingnya.


Faika ingin bertanya tapi Faika tidak ingin Kania merasa tersinggung sehingga Faika mengurungkan niatnya untuk bertanya.


"Kalau bisa sekarang saja Fa, tunggu aku ambil nomor rekening adikku dulu" ucap Kania yang juga membuka aplikasi Chatnya untuk mengambil nomor rekening adiknya.


Faika mengambil hpnya Kania lalu membuka mobile Bankingnya dan menekan beberapa dijit nomor rekening bank yang dimaksudkan dalam hitungan detik saja transaksi yang dilakukan oleh Faika sudah berhasil dan sukses terkirim ke nomor rekening adiknya Kania.


"Alhamdulillah sudah terkirim dan sukses ke nomor rekening atas nama Kinarsih alamat suka maju kota Surabaya" jelas Faika.

__ADS_1


"Iy benar itu sudah alamat, namanya adikku, makasih banyak Fa, bantuanmu ini sangat berarti untukku dan Kau tidak tahu harus mencari pinjaman di mana lagi yang aman tanpa bunga tinggi" ucap Kania yang Sangat bahagia karena masalahnya sudah teratasi.


Wajah Kania langsung berubah drastis dari kebingungan, risau dan sedih sekarang sudah menampilkan senyuman di wajahnya. Kania langsung memeluk sahabat rasa saudaranya itu. Kania Sangat bersyukur karena memiliki teman yang selalu bisa diandalkan dari sejak mereka masih kuliah hingga sekarang.


"Aku tidak tahu harus membalas kebaikan kamu ini dengan cara apa, Aku sangat bahagia karena masalahnya adikku sudah bisa diatasi, kasihan ibuku di kampung sudah ke mana-mana mencari pinjaman tapi tidak dapat dan bahkan mereka malah menghina ibuku" ucap Kania yang memperlihatkan sisi rapuhnya di hadapan Faika.


Faika langsung memeluk tubuh sahabatnya itu yang sudah bergetar dalam tangisnya. Kania menangis tersedu-sedu saking bahagianya. Faika hanya memeluk tubuh sahabatnya tanpa berbicara sepatah kata pun. Faika ingin membiarkan Kania meluapkan segala Gundah gulananya tanpa ada paksaan darinya sendiri.


Sedangkan di dalam ruangan lain yang lebih besar dan mewah tentunya dengan furniture yang cukup elegan dan tentunya mahal dengan kualitas nomor Wahid. Presdir baru tersebut kedatangan tamu yang tidak diundang. Tamu itu adalah sahabatnya Rian sejak mereka masih memakai baju putih biru hingga sekarang bahkan mereka sama-sama kuliah di Amerika serikat dulu.


"Apa gerangan yang membuat tuan muda Nathaniel Ahmed datang mengunjungi kantorku yang kecil ini" ucap Rian Alaric Kim yang langsung berdiri berjalan ke arah sahabatnya dan mereka pun berpelukan.


"Bagaimana kabarnya Brotha, Lama tidak jumpa" ucap Nathan yang membalas pelukan sahabatnya itu.


"Alhamdulillah baik, silahkan duduk" ucap Rian.


"Kapan balik dari Amerika, Aku kira kamu tidak akan kembali lagi ke Indonesia?" tanya Nathan setelah mengistirahatkan tubuhnya di kursi.


"Sudah sebulan Aku di Indonesia, kamu saja yang tidak tahu Kalau aku sudah balik ke tanah air, bosan harus makan roti terus setiap hari jadi aku pilih pulang saja" ucap Rian yang masih menunjukkan wajah datarnya sedatar papan itu.


Rian tidak sengaja melihat ada luka di wajahnya Nathan yang seperti bekas cakaran kuku yang sangat tajam itu. Rian refleks menyentuh luka itu dan membuat Nathan meringis kesakitan.


"Auhhh" ucap Nathan yang langsung menyingkirkan tangan Rian dari wajahnya.


"Maaf, Sakit yah?" tanya Rian.


"Gak sakit sih cuma sedikit perih saja" ucap Nathan yang bertanya pada dirinya sendiri kenapa ada luka diwajahnya yang seperti bekas cakaran dari hewan buas saja.


Nathan kembali mengingat kejadian beberapa Minggu yang lalu saat dirinya melihat dengan mata kepalanya perselingkuhan istrinya Miranda bersama asisten pribadinya sendiri. Hingga dirinya sampai di sebuah kebun teh dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan yaitu pingsan di dalam lubang yang sengaja dibuat oleh petani teh.


Bersambung...


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏.


Walaupun masih sepi tapi FANIA akan tetap semangat untuk melanjutkan cerita ini dan semoga cerita receh Fania nantinya akan disukai oleh Readers 🤲.


Alhamdulillah ini novel Fania yang ketiga yang berhasil kontrak dan Fania berharap nantinya masa depan dan rezekinya Novel ini selancar air yang mengalir dari hulu sungai hingga ke laut yang luas bahkan akan mengalir hingga ke tujuh samudera 🤲🙏💪🥰.


by Fania Mikaila AzZahra

__ADS_1


Makassar, Minggu 15 Mei 2022


__ADS_2