
Selamat Membaca..
Nathan mulai kelelahan berjalan mengitari kebun teh. Sudut matanya melihat ada sebuah Gasebo yang berdiri kokoh di tengah hamparan kebun teh. Hawa dingin masih terasa di kulit halus Nathan, dan matahari tidak mampu memanasi daerah sekitar kebun teh itu.
Saking dinginnya, petani teh tersebut kebanyakan memakai pakaian yang agak tebal walaupun di siang bolong. Nathan mendumel kesal karena hawa dingin itu tidak mampu mengusir lelah dan peluh keringat yang bercucuran di seluruh tubuhnya.
Nathan berjalan terus menyusuri pematang sawah hingga beberapa kilometer sudah dia lewati, dan kelelahan sudah menderanya. Tetapi Nathan masih terus berusaha untuk melangkahkan kakinya,karena rumah gubuk yang dia cari belum juga nampak di depan matanya.
Kelelahan sudah datang menyapa dan Nathan pun memutuskan untuk beristirahat sejenak. Nathan tiba-tiba melihat ada sebuah gasebo di tengah kebun teh itu.
"Alhamdulillah ada gazebo yang bisa aku pakai untuk beristirahat sejenak".
Nathan pun mengistirahatkan tubuhnya, dan melepas ransel yang ada di punggungnya yang sedari menemaninya berjalan ke mana pun. Nathan mengeluarkan beberapa botol minuman air mineral kemasan dari dalam tasnya.
Keputusan Nathan sangat tepat untuk membawa ransel itu bersamanya. Ada beberapa barang yang menemani botol itu.
"Alhamdulillah segarnya, sudah jauh langkah kakiku, tapi kok belum ketemu juga yah, padahal lokasi itu kalau tidak Salah ingat ada di sekitar sini".
Nathan menghabiskan minuman itu hingga isinya tandas tak bersisa. Nathan menyadarkan tubuhnya ke dinding Gasebo itu sambil menikmati semilir angin sepoi-sepoi. Hingga Nathan terkejut karena ada yang memukul pelan punggungnya.
"Eehhh siapa tuh?" ucap Nathan yang terkejut dan refleks melompat dari duduknya.
Orang tersebut hanya tersenyum simpul melihat reaksi Nathan yang diluar pemikirannya. Orang tersebut tidak menyangka jika akan membuat Nathan kaget.
"Maafkan bapak nak, bapak tidak sengaja membuat kamu terkejut" ucap bapak tersebut dengan cengengesan.
Nathan mengelus dadanya dan berdiri mematung di hadapan bapak tersebut.
"Maaf bapak melihat dan memperhatikan kamu sedari tadi seperti sedang mencari sesuatu, kira-kira apa yang kamu cari, kalau bapak boleh tahu? tanya Bapak tersebut lalu mendudukkan bokongnya di lantai gasebo.
Nathan tanpa pikir panjang langsung menjawab pertanyaan dan mengutarakan niat awalnya datang ke sini.
Setelah berbincang-bincang beberapa saat, Nathan memutuskan untuk segera mencari informasi tentang perempuan itu.
"Makasih banyak Pak atas informasinya" ucap Nathan lalu pamit dari hadapan bapak itu.
"Sama-sama Nak tapi hati-hatiki nah" ucap bapak Rusman tersebut dengan tulus.
"Kalau itu benar perempuan yang aku temani malam itu bukanlah Miranda dan ternyata gadis remaja, Aku harus bertanggung jawab terhadap kelakuan bejatku itu, dan segera mencari keberadaannya".
Nathan melanjutkan kembali perjalanannya setelah beberapa saat terhenti, karena beristirahat dan berbincang dengan bapak pemilik gasebo yang dia duduki tadi.
"Semoga Aku mendapatkan petunjuk dari sana dan segera bertemu dengan perempuan itu, tapi gimana kalau perempuan itu dan keluarganya melaporkan aku kepolisi???.
Nathan berdiri di depan rumah gubuk yang dijadikan tempat peristirahatan oleh beberapa petani kebun teh.
"Benar ini adalah rumah gubuk itu"
__ADS_1
Nathan kembali mengingat kejadian beberapa minggu lalu. Seperti sebuah rekaman kaset yang diputar di dalam kepalanya.
Nathan terpaku dan terdiam, sambil terus memandangi rumah itu. Dalam diri Nathan yang awalnya sangat optimis untuk mengetahui siapa sosok perempuan itu, Tapi sekarang muncul keraguan yang datang menghinggapi pikiran dan hatinya.
Nathan takut jika dirinya harus mendekam di dalam penjara gara-gara perempuan itu melaporkan perbuatannya setelah mereka mengetahui bahwa dia lah yang melakukan kejatahan itu.
Hingga seseorang muncul tiba-tiba dihadapan Nathan yang membuat lamunannya buyar seketika itu.
"Maaf nak, ada yang bisa ibu bantu?" tanya Ibu Sumi saat dirinya sudah berada di hadapan Nathan yang mematung dengan pandangan kosong.
"Maaf Bu kalau kedatanganku mengganggu pekerjaan ibu" ucap Nathan Setelah kembali kepada dunia nyata.
"Kamu sama sekali tidak menggangu pekerjaan ibu, Ibu sengaja memang mau beristirahat kebetulan sudah waktunya shalat Dzuhur" jawab Ibu Sumi.
"Sebenarnya kedatanganku ke sini ada yang penting ingin Aku tanyakan kepada Ibu, tapi kalau ibu tidak merasa terganggu atau pun keberatan" ucap Nathan dengan penuh harap.
"Kalau gitu, kita ke sana saja nak, kita duduk sambil berbincang-bincang tidak enak berbicara sambil berdiri, ibu sudah tidak mampu melakukannya" timpal Ibu Sumi yang tersenyum simpul.
"Iya" ucap singkat Nathan.
Mereka pun berjalan ke arah kursi panjang lebar yang terbuat dari bambu yang cukup kuat hingga bisa menampung beberapa orang di atasnya.
"Saya perhatikan dari penampilanta' pasti bukanki orang asli Makassar, Kalau ibu menebak sepertinya dari kota Jakartaki nak" tutur ibu Sumi.
"Iya, Ibu benar sekali, Saya bukan asli orang sini" ucap Nathan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iya Bu, Saya sengaja datang dari Ibu kota Jakarta karena ada keluarga saya yang menyuruh saya kesini" ucap Nathan yang sedikit berbohong karena tidak mungkin Nathan mengutarakan maksud sebenarnya dari hadapan ibu Sumi.
"Kalau Ibu bisa tahu apa yang ingin kita ketahui nak? semoga bisaji ibu bantuki nak" ucap Ibu Sumi lagi.
"Beberapa minggu lalu Saya datang ke sini bersama sepupu saya, tapi entah kenapa dompet saya terjatuh di Sekitar sini dan saya sudah berulang kali mencarinya tapi tidak ketemu juga" ucap Nathan yang sedikit membumbui ceritanya.
Ibu Sumi pun Kembali mengingat kejadian waktu itu.
"Iya ibu dapat dompet cokelat tapi saya tidak sempat membuka isinya apa saja, tapi Ibu masukkan ke dalam tas perempuan yang kebetulan berada di dekat dompet itu" ucap Ibu Sumi yang berhasil mengingat kejadian itu.
"Jadi dompet saya ikut di tas selempang perempuan itu Bu? terus itu perempuan sekarang ada di mana bu? karena saya ingin mengambil dompet saya". ucap Nathan.
"Perempuan itu bukan orang di Sini nak kebetulan perempuan itu anak SMA yang sedang berlibur di Sini tapi sedihku nak lihat kondisinya itu cewek kodong, seandainya adaki di sini na kilihatki itu keadaannya itu cewek kodong" ucap sendu ibu Sumi.
"Maksudnya ibu gimana? Saya tidak mengerti apa itu cewek ambil uang Saya atau gimana?" tanya Nathan yang sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan cewek itu.
"Cewek itu tidak tahu apa-apa nak karena kami melihat cewek itu sudah dalam keadaan pingsan, Dompetta' nak tergeletak di atas lantai dan tidak seorang pun yang bukaki, cuma itu cewek Ibu temukan dalam keadaan pingsan dan tidak pakai bajuki kodong sepertinya ada pria yang perko***Ki karena ada darah dan pakaiannya itu napakeya robek-robekki" ucap Ibu Sumi mengingat kejadian itu.
"Ya Allah apa yang telah aku lakukan, aku sudah menghancurkan masa depan cewek itu, astaugfirullah Maafkanlah hambaMu ini ya Allah".
Nathan mengusap wajahnya saking tidak percayanya dengan apa yang sudah dua lakukan pada cewek yang masih berstatus anak sekolah itu.
"Jadi itu cewek sekarang ada di mana Bu? sempat ibu ingat". tanya Nathan lagi.
__ADS_1
"Ibu segera memakaikannya baju ganti Ibu yang kebetulan ada di dalam lemari, untungnya kami periksa identitas cewek itu lalu kami bawa ke penginapan yang dia sewa, karena itu cewek bukan orang di sini, Ibu sempat dengar dari teman sekolahnya Kalau cewek itu asli dari kabupaten T nak" terang ibu Sumi panjang lebar.
"Tapi ibu apa masih ada yang ibu tahu cewek itu Sekolah di mana supaya saya bisa datang ke sekolahnya untuk cari dompetku?" tanya Nathan lagi.
"Nama sekolahnya itu SMA negeri 3 T nak dan Kalau tidak salah ingatka waktu itu nama Villa tempat penginapannya itu Villa High lands" jawab Ibu tersebut.
"Makasih banyak informasinya Ibu, Saya minta maaf sudah ganggu istirahat Ibu" ucap Nathan yang bahagia karena sudah berhasil menemukan alamat perempuan itu.
"Tidak apa-apa Nak, insya Allah selama ibu bisa pasti ibu bantuki" ucap Ibu Sumi yang tersenyum ke arah Nathan.
Nathan merogoh dompetnya dan merogoh isinya dan langsung mengambil beberapa uang kertas berwarna merah.
"Makasih banyak Bu, ini ada sedikit rezeki ibu dan Maaf hanya sedikit" ucap Nathan langsung meraih tangan ibu Sumi dan menaruh beberapa uang.
Ibu Sumi melihat uang tersebut dan berniat ingin mengembalikan uang itu.
"Maaf untuk apa ini nak? Ibu tidak mengerti kenapa kita kasihka uang?" tanya ibu Sumi.
"Tidak apa-apa Ibu, ini ucapan terima kasih saya sama ibu dan bantuan ibu sangat banyak dan besar dibandingkan uang ini" tutur Nathan yang meyakinkan Ibu Sumi.
"Makasih banyak kalau begitu nak, Alhamdulillah dapatmi itu uang belanja anakku kodong" ucap Ibu Sumi dengan bahagia.
"Sama-sama ibu, kalau begitu Saya pamit dulu dan makasih banyak Bu" ucap Nathan dan menjabat tangan ibu Sumi lalu melanjutkan perjalanannya kembali ke tempat mobilnya terparkir.
"Makasih banyak nak, semoga apa yang kita cari segera kidapat dan hati-hatiki nak di jalan. ucap ibu Sumi.
Hal ini pun dilakukan kepada bapak Rusman pemilik gasebo dengan memberikan beberapa uang sebagai tanda ucapan Makasih atas infonya dan keterangan yang berhasil Nathan dapatkan. Dan informasi itu menurut Nathan tidak sebanding dengan jumlah uang yang dia berikan.
Nathaniel Sanjaya Park kembali melanjutkan perjalanannya setelah merasa cukup dengan informasi yang dai harapkan.
......................
makasih banyak atas dukungannya terhadap Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏.
FANIA tunggu saran dan masukannya, tapi Tolong komentarnya jangan julid yah Aku tidak mampu baca kalau komentnya jelek 🤧🤭✌️.
Mohon maaf jika ada banyak Kesalahan dalam penulisannya/Typonya 🙏.
Tetap dukung TAJYT dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN.
Nb:
Novel ini Masih dalam tahap revisi tapi mungkin butuh proses dan waktu yang lama karena Fania masih punya dua novel yang butuh perhatian dan harus Update juga setiap harinya 🙏.
...--------Bersambung--------...
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Selasa, 17 Mei 2022
__ADS_1