
Selamat Membaca..
Kedatangan Faika setiap bulannya menjadi cahaya bagi mereka yang sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan seseorang. Mereka sangat bahagia dan bersyukur karena masih ada Orang yang baik dan ikhlas menolong dan membantu mereka tanpa Pamrih. Semua penghuni Panti Asuhan sudah mengenal dan menghafal jika Faika berkunjung pasti ada-ada saja yang Faika bawa.
Dan kali ini Faika membawa banyak mainan dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak Panti Asuhan. Selama sebulan ini, banyak Anak kecil dan bayi yang menjadi anggota baru penghuni Panti Asuhan. Karena itu lah Faika berinisiatif untuk membelikan mereka mainan anak-anak.
Faika pamit kepada Ibu pengurus Panti Asuhan An-Nur karena Jam di dinding menunjukkan pukul 10 malam.
Faika mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang saja bahkan terbilang sangat lambat. Masih terlintas di dalam benaknya saat netra ke dua mata mereka bertemu dan seolah-olah mereka mengisyaratkan kerinduan yang mendalam.
Faika langsung menggelengkan kepalanya karena tidak ingin mengingat terus hal itu, Faika menyadari bahwa Dia tidak mungkin bisa bersatu lagi seperti dulu dikarenakan Rian yang sudah menikah dan mempunyai putri yang sangat cantik.
"Ya Allah tolong Aku agar Aku bisa menghapus dan menghilangkan Rian dalam hati dan pikiranku, Aku tidak ingin menjadi perusak dalam rumah tangga orang apa lagi dicap sebagai Pelakor".
Faika memarkirkan mobilnya di dalam garasi mobilnya dan segera berjalan ke arah pintu rumahnya. Faika masuk ke dalam kamar mandinya dan segera membersihkan badannya yang sudah lengket dan membuat Faika tidak nyaman.
"Mas kenapa kamu harus datang kembali ke dalam hidupku, semakin Aku ingin melupakan Mas, Semakin Aku tidak sanggup untuk melupakanmu, bahkan Aku tidak mampu untuk membencimu dan apa yang terjadi di antara kita dulu karena kesalahan Aku yang memilih dan setuju untuk menikah dengan Wandi".
Bunyi Air dari shower tersebut sangat besar tapi tidak membuat pikiran Faika teralihkan dari bayang-bayang senyuman dari Rian terakhir kalinya mereka bertemu.
Faika menyelesaikan segera ritual mandinya dan mengambil handuk dan segera keluar dari kamar mandi dan segera mengambil pakaian tidur dan bersiap untuk mengistirahatkan tubuh dan segala pikirannya. Faika pun terlelap dalam tidurnya dan menuju mimpi indahnya.
Matahari telah menunjukkan tajinya dan menyinari seluruh isi bumi dengan cahaya sinarnya yang sangat bermanfaat untuk seluruh umat manusia di muka bumi ini.
Faika bangun dari tidurnya dan segera bergegas menuju kamar mandi dan bersiap untuk melaksanakan shalat subuh. Faika selalu melaksanakan kewajibannya sebagai bukti rasa syukurnya kepada segala Nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya maupun keluarga nya. Faika pun tidak lupa mendoakan untuk almarhum Bapaknya.
Setelah shalat subuh, Fisika segera bersiap berangkat kerja karena Faika sudah menjadi seorang menejer bagian Humas sehingga dia tidak boleh terlambat dan harus memberikan contoh yang baik untuk rekan kerjanya yang lain. Kebetulan hari ini pun putra dari Presdir mereka sudah mulai bekerja dan menggantikan posisi Ayahnya sebagai Presdir baru di perusahaan tempat Faika bekerja.
__ADS_1
Faika dengan semangat empat lima berangkat ke Perusahaan tempat dia bekerja sedangkan sarapannya dimasukkan ke dalam kotak bekalnya dan selalu sarapan di Kantor, hal itu dilakukan agar dirinya tidak terlambat setiap hari ke Kantor.
"Assalamu alaikum ibu Menejer" ucap Kania sahabatnya Faika yang bekerja dibagian Keuangan.
"Waalaikum salam, gak usah Pake embel-embel Ibu menejer kali Kak Kania, yang biasa saja kalau nyapa" ucap Faika yang tersenyum malu-malu.
"Kamu pantas mendapatkan posisi tersebut karena dedikasi, kemampuan dan loyalitas kamu terhadap perusahaan emang sangat bagus dan tinggi, dan kami yang lain merasa bangga dan senang dengan prestasi yang kamu dapatkan" ucap Kania tulus.
"Iya Faika yang dikatakan oleh Kania memang benar adanya kami sangat bersyukur karena kamu sudah menjabat sebagai menejer dan kamu mendapat jabatan itu tidak instan dan tidak mudah pasti kamu berjuang dengan semampu kamu" timpal Aleta salah satu teman kerjanya Faika yang sudah sering membantu Faika di awal bekerja di Perusahaan tersebut.
"Makasih banyak atas dukungan kalian, Faika sangat bahagia memiliki rekan kerja seperti kalian" ucap Faika.
"Apa kalian dengar kalau hari ini, Presdir baru kita akan mulai bekerja menggantikan Ayahnya?" tanya Nurmala.
"Aku dapat info katanya hari ini mulai bekerja tapi kalau lihat langsung orangnya belum sih jadi no Koment Aku" ucap Aleta.
Mereka berdiri di lorong kantor sehingga perkataan dari Nurmala terpotong.
"Apa yang kalian lakukan, masih pagi sudah buat barisan saja seperti Emak-emak yang antri nunggu giliran ambil sembako di Rumah Pak RT saja kalian ini" ucap Pak Adinata selaku kepala bagian keamanan.
"Kok tahu sih pak, jangan-jangan bapak sering ikut antrian Yah?" ucap Kania yang mengajak bercanda bapak Adinata.
"Kok kamu tahu, apa jangan-jangan kamu juga sering ikut yah" ucap Pak Adinata.
"Berarti kita senasib dong Pak kalau gitu" ucap Kania lagi.
"Sudah bercandanya, kalian di suruh segera ke Ruangan Meeting karena Presdir baru kita sudah sampai di dalam ruangannya" ucap Pak Adinata.
__ADS_1
"Ok Pak, Makasih banyak atas informasinya" ucap Faika.
Mereka pun berjalan ke arah Ruangan Rapat, dan sudah banyak Pegawai dan karyawan yang berada di dalam ruangan tersebut yang sudah menunggu kedatangan Presdir baru mereka.
"Kalau masih muda dan orangya belum nikah bisa nih kita dekati gitu" ucap Aleta.
"Kamu Giliran Cowok bening pasti laju banget tapi kalau di suruh lembur pasti banyak alasannya" ucap Nurmala.
"Hahahaha" mereka tertawa mendengar perkataan dari Nurmala.
Tawa mereka terhenti ketika pintu lebar nan tinggi itu terbuka lebar dan masuklah rombongan pimpinan tertinggi Perusahaan sekaligus beberapa pemilik saham di Perusahaan tersebut. Faika menolehkan wajahnya ke arah rombongan tersebut dan membuat dirinya terkejut melihat Orang yang memakai jas warna Abu-abu serasi dengan dasi dan celananya yang dipakainya.
"Aku pasti salah lihat, dan ini tidak mungkin terjadi".
Semua mata tertuju pada sosok yang pertama kali mereka lihat dan terpesona melihat sosok pria tersebut. Banyak pegawai wanita yang sudah berbisik-bisik bahkan bergosip tentang Presdir baru mereka.
........... Bersambung...........
Maafkan dan mohon untuk memaklumi jika terdapat banyak Typonya dalam pengetikannya 🙏.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏
Yuk Bantu Novelnya Fania yang ini dong biar cepat lulus Kontrak 🙏🥰.
Sambil menunggu Updatenya Kakak juga bisa mampir ke Novelku yg judulnya Bertahan Dalam Penantian dan Cinta Yang Tulus ✌️🙏.
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Minggu 08 Mei 2022