
Selamat Membaca..
Faika jalani sisa perkuliahannya dengan lancar dan sukses. Faika tidak mendapatkan hambatan apapun. Hari ini Faika akan menghadapi ujian skripsinya. Faika berdo'a sebelum berangkat ke kampusnya dan meminta kepada Allah SWT agar dilancarkan segala ujiannya dan mendapatkan nilai yang bagus.
"Bismillahirrahmanirrahim."
Ucap Faika disaat melangkahkan kakinya keluar kamar Kosannya.
Faika sudah berada di depan ruangan tempat ujiannya. Diantara Mahasiswa yang mengikuti ujian itu, banyak yang sudah grogi dan tidak percaya diri. Sedangkan Faika merasakan hal yang berbeda walaupun juga ada sedikit rasa khawatir jika tidak bisa menjawab pertanyaan dari Dosennya tersebut.
"Lancarkanlah ujianku kali ini ya Allah, dan berikan hasil ujian yang terbaik menurutMu."
Pintu ruangan tempat ujian tersebut terbuka, dan keluarlah asisten Dosen yang bertugas untuk menyebut nama mahasiswa yang akan ujian.
"Faika Sabrina Dwi Putri," teriaknya.
Faika hanya menaikkan tangannya dan segera berjalan ke arah pintu.
Nama Faika pun disebut oleh dosennya berarti giliran faika yang masuk dan menyelesaikan ujiannya. Setelah beberapa saat kemudian, Faika keluar dari ruangan ujian dengan suasana hati yang senang sekaligus bahagia, karena Faika bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar dan lancar.
Setelah dirasa cukup baik apa yang dirasakan oleh Faika, ia pun menelpon ke Kampung halamannya dan menginformasikan bahwa dirinya telah lulus dalam ujian skripsi dan mendapatkan nilai yang tinggi.
"Assalamu alaikum ibu" ucap Faika.
"Waalaikum salam kak Faika, ini Saya Fahira bukan Ibu" jawab adiknya Faika.
"ibu di mana dek, kenapa Kamu yang angkat telponnya ibu??" tanya Faika.
"Ibu lagi ke Sawah kak kebetulan hari sawah kita panen semangka" ucap Fahirah adiknya Faika.
"Alhamdulillah kalau gitu, oiy tanyaki ibu nah bilang lulus ujianmi Faika, barusan selesai ujian skripsinya dan 2 minggu lagi akan Wisuda kalau bisa datangmi semua di Jakarta kalau wisudaka," jelas Faika.
"Alhamdulillah, selamat kak bahagiaku dengarki" ucap Fahira lagi.
"Kalau gitu ku tutupmi dulu telponnya, Assalamu alaikum," ucap Faika.
"Waalaikum salam, hati-hatiki kak di sana, jangan pulang terlalu malam," ucap Fahirah.
__ADS_1
"Iye adek, kita juga nah rajinki shalat, sekolah supaya nanti luluski dengan nilai yang bagus juga," tutur Faika.
"Iye waalaikum salam," jawabnya.
Sambungan telpon pun terputus. Faika pulang ke Kosannya dan bersiap untuk berangkat kerja. Ibu Khadijah masih menerima Faika kembali bekerja karena Faika dibutuhkan oleh Ibu Khadijah untuk menjaga Tokonya. Faika tidak lagi bekerja di bagian kasir melainkan Dia memilih untuk mengantar pesanan konsumennya.
Seperti sekarang, Faika mendapatkan job mengantar kue pesanan langganan setianya Khadijah Bakery di jalan Melati no. 25. Faika selalu berangkat dengan suasana hati yang bahagia dan penuh dengan semangat.
Setelah beberapa menit, Faika pun sampai di depan rumah konsumen yang memesan berbagai jenis kue tersebut.
"Mungkin yang punya rumah sedang ada acara kali yah jadi memesan banyak sekali kue?" ucap Faika sambil memeriksa keadaan kue yang dia bawa.
Faika celingak-celinguk mencari Security yang berjaga, tetapi pak Security itu tidak nampak batang hidungnya. Faika memperhatikan semua rumah yang ada di sana sangat lah mewah dan megah termasuk rumah yang didatangi oleh Faika.
"Ya Allah ini Rumah apa Istana sih, kok luas dan bagus banget yah, dari luar saja sudah woow apa lagi bagian dalamnya," ucap Faika yang mengagumi bentuk arsitektur bangunan yang ada di depannya.
"Maaf Mbak, Mbak cari siapa?" tanya pak Security.
Faika kaget dan hampir menjatuhkan kue yang ada di tangannya.
"Ehh bapak, kaget gw Pak saya kira hantu yang tanya Faika," ucap Faika yang berusaha menetralkan perasaannya yang terkejut.
"Pak apa betul ini rumah kediaman bapak Richard Nasution Kim??" tanya Faika saat membuka dan membaca kertas yang tertulis di dalam nota kue itu.
"Iya benar sekali Mbak, maaf ada apa yah?" jawab Security itu yang menelisik seluruh tubuhnya Faika dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
"Kebetulan Ibu tadi pagi memesan beberapa jenis kue di Bakery Khadijah," ucap Faika sambil menunjuk ke arah kue yang nangkring di motornya.
Faika jadi salah tingkah Karena selalu ditatap oleh Security itu.
"Ohh kue, iya Bapak dengar tadi, Katanya ibu sudah menunggu kamu dari tadi loh" ucap pak Security itu lagi.
"Jadi bapak sendiri yang mau bawa masuk atau Faika bantu nih Pak??" tanya Faika.
"Bantu bapak lah Nak, kasihan bapak kalau bapak semua yang bawa ke dalam" ucap Security itu.
Faika langsung membawa kue itu ke dalam rumah pak Richard sampai habis yang ada di motornya Faika lagi lagi dibuat terkejut sekaligus setelah melihat isi dari rumah tersebut.
__ADS_1
"Masya Allah ini Rumah luar biasa, coba Faika yang tinggal di sini pasti bahagia banget yah" ucap Faika yang terkagum melihat dekorasi dan perabotan rumah pak Richard.
"Apa kue yang Saya pesan dari Khadijah Bakery sudah datang Bik??" tanya ibu Merry.
"Iya Bu, baru saja kuenya sampai" jawab Bibi itu.
Faika masih meletakkan beberapa kue ke atas meja dapur dibantu oleh Bibi Siti.
Nyonya Merry memperhatikan Wajah Faika. Ibu Merry merasa kalau Dirinya pernah melihat cewek ini. Tetapi ibu Faika lupa di mana dia melihatnya.
"Makasih banyak yah dek" ucap ibu Merry sambil menyerahkan tip kepada Faika.
"Maaf Bu, ini uang apa yah, setahu Faika pembayarannya sudah lunas Bu??" Tanya Faika yang heran.
"Ini Ibu kasih sebagai ucapan makasih ibu nak sama kamu yang sudah menolong Ibu" ucap Ibu Merry sambil menyodorkan beberapa lembar uang kepada Faika.
"Ibu tidak perlu repot-repot ini kan sudah menjadi tanggung jawab Faika ibu" ucap Faika yang menolak pemberian ibu Merry.
"Tidak apa-apa kok nak, ibu ikhlas dan anggao saja ibu membayar jasa kamu mengantar kuenya sampai ke dapur, gimana??" tanya Ibu Merry.
Faika tidak tahu harus menolak gimana lagi, karena ibu Merry tidak akan habis akalnya dan alasannya untuk meyakinkan Faika agar Faika mengambil uang itu.
"Alhamdulillah kalau gitu Bu, Makasih Banyak atas pemberian ibu" ucap Faika.
"Sama-sama Nak, makasih yah untung kamu cepat datang, putera ibu yang dari luar negeri sudah datang" ucap ibu Merry.
"Alhamdulillah kalau gitu, Faika pamit dulu yah Bu, Assalamu alaikum" ucap Faika sambil meninggalkan rumah yang menjadi rumah idaman dan impian Faika.
Faika melajukan motornya ke rumah konsumen bakery Khadijah selanjutnya. Hari-hari Faika lalui dengan penuh Optimis dan Bahagia tentunya. Walaupun kadang hati kecil merindukan sosok Rian tetapi Faika tidak bisa berbuat apa-apa. Faika sudah sering kali menghubungi nomor handphone Rian tetapi nomor handphone Rian masih di luar jangkauan.
"Di mana pun Kakak berada Moga kakak sehat selalu dan baik-baik saja" ucap Faika sambil menghapus jejak air matanya.
Dua Minggu kemudian wisuda Faika pun berlangsung, tetapi ibu, bapak dan adiknya tidak bisa hadir dikarenakan kondisi tanah air yang sedang menghadapi pandemik sehingga Faika terpaksa ikut wisuda tanpa ada Keluarga yang mendampinginya.
Bersambung..
Alhamdulillah Fania bisa update 1 bab hari ini..
__ADS_1
Makasih banyak kepada Readers yang sudah mampir 🙏🙏.