TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 39. Otewe Ke Butta Pangrannuanta'


__ADS_3

Selamat Membaca...


Daerah Malino adalah daerah yang wajib untuk anda datangi jika berada di Provinsi Sulawesi Selatan. Malino bisa menjadi salah destinasi wisata alam anda. Berbagai macam pesona alam disuguhkan di daerah Malino yang terletak di salah satu daerah yang ad di kabupaten Gowa.


Malino bisa menjadi salah satu lokasi destinasi wisata liburan Anda jika berada di kabupaten Gowa. Malino bisa menjadi refres jiwa dan raga selama beberapa hari berkutat dengan dunia kerja kalian dan dijamin anda tidak akan menyesal telah berkunjung ke Malino Higs Land.



Hamparan kebun yang dipenuhi dengan tumbuhan teh mampu menyejukkan mata siapa pun yang memandangnya. Begitu pun yang dirasakan oleh Nathan selama berada di sekitar kebun Teh.


Nathan merentangkan kedua tangannya sambil menghirup udara segar yang tercampur dengan aroma dari daun teh membuatnya merasa rileks dan santai, Berhasil membuang jauh rasa jengkel dan amarahnya kepada dirinya sendiri.



Ibu Sumi adalah pemilik rumah gubuk yang berada di tengah hamparan banyaknya kebun teh itu. Ibu Sumi pun dimintai keterangan oleh Nathan perihal dompetnya yang tercecer dan hilang hingga sekarang ini.


Nathan sangat berterima kasih kepada Ibu Sumi yang bersedia membantunya dengan suka rela. Nathan pun memberikan kepada dua orang tersebut sejumlah uang sebagai ucapan makasinhnya, karena mereka telah Sudi meluangkan waktunya untuk memberikan waktu dan kesempatan kepada Nathan untuk bertanya langsung kepada mereka.


Nathan berjalan cepat meninggalkan kebun teh itu yang penuh dengan sejarah. Di sanalah Nathan tanpa sadar telah merenggut kesucian dan kehormatan seorang anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas.


"Alhamdulillah Makasih banyak atas petunjuk yang engkau berikan dan semoga rencanaku selanjutnya berhasil bertemu dengan perempuan itu".


Nathan segera melajukan mobilnya ke arah jalan poros dan berbaur dengan pengendara lainnya. Nathan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang saja. Karena kondisi jalan yang padat oleh banyaknya pengendara mobil maupun roda dua.


Nathan membuka GPS dari hpnya dan mencari petunjuk jalan dari gps tersebut untuk segera sampai ke kabupaten T. Hanya butuh waktu perjalanan sekitar kurang lebih lima jam dari Malino ke Kabupaten Takalar.


Takalar adalah salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Sulawesi Selatan, mayoritas penduduknya bekerja di bidang pertanian. Hasil pertanian khas dari Takalar adalah jagung. Penduduknya mayoritas dari etnis suku Makassar.


Nathan melajukan mobilnya hingga memasuki area Kabupaten Takalar.



Nathan disambut dengan dua buah patung kuda sebagai lambang kabupaten Takalar. Hingga perjalanan Nathan memasuki jantung daerah tersebut. Nathan kembali melihat adanya patung yang melambangkan maskot kabupaten Takalar.



Patung dewa maskot Patung jagung dan ikan terbang khas Takalar.


"Lumayan jauh juga dari daerah Malino yang tadinya sejuk sedangkan di Sini udaranya cukup panas".


Nathan melajukan mobilnya ke lokasi Sekolah yang ditempati oleh cewek tersebut. Nathan memarkirkan mobilnya di sekitar sekolah itu bertepatan dengan jam pulang anak sekolah.


Nathan sejenak beristirahat untuk melepas lelahnya setelah lima jam melakukan perjalanan tanpa istirahat.


"Ya Allah semoga Aku mendapatkan petunjuk dari sini dan segera bertemu dengan cewek itu, ya Allah mudahkan aku langkahku ini".


Setelah merasa cukup untuk beristirahat, Nathan pun turun dan berjalan ke arah Sekolah tersebut. Nathaniel Sanjaya Park menjadi pusat perhatian karena wajahnya yang mirip dengan artis oppa-oppa Korea Selatan. Bukan hanya siswi SMA saja yang terpesona dengan penampilan Nathan, tetapi guru-guru perempuan mereka pun ikut terpana dan tertarik dengan wajah dan penampilan Nathan.


Pemuda yang berasal dari Ibu kota Jakarta harus menempuh berkilo-kilo meter perjalanan hanya untuk mencari perempuan yang akhir-akhir ini telah mengusik hidup dan pikirannya.


Nathan berjalan ke arah pintu gerbang sekolah tersebut. Pihak keamanan sekolah tersebut langsung berdiri dan berjalan ke arah datangnya Nathan. Nathan memperhatikan bangunan sekolah yang berdiri kokoh itu. Nathan membayangkan cewek yang telah dia sakiti itu berjalan menghampirinya. Senyuman gadis polos dan lugu itu tersenyum melihat kedatangan Nathan. Nathan pun membalas senyumannya.


Hingga suara teguran dari Security itu membuatnya kembali ke dunia nyata.


"Maaf pak ada yang bisa saya bantu?" tanya Security itu.


"Maaf apa masih ada anak sekolah kelas tiga yang belum pulang pak?" tanya Nathan.


"Maaf Pak kalau anak kelas tiga sudah lulus semua dan sekarang yang tersisa anak kelas satu dan dua, baru tiga minggu yang lalu mereka menyelesaikan dan menamatkan pendidikannya di sekolah kami" Jawab sekuriti itu dengan jelas.


"Ooh gitu yah, pak maaf Saya lupa" Nathan cengengesan mendengar penjelasan pak Security.


"Emang ada apa yah pak kalau boleh tahu?, kalau bisa disiniki duduk supaya bisa lebih santai" tanya balik bapak Suardi selaku Security itu.


"Saya ada kepentingan dengan salah satu murid kelas tiga yang Sekolah di Sini," jawab Nathan.

__ADS_1


"Apa bapak bisa jelaskan lebih detail lagi sempat saya bisa bantuki" ucap Pak Suardi.


"Oohh iya bisa, Saya beberapa waktu lalu datang ke daerah Malino liburan bersama keluarga saya dan Du sana Saya kehilangan dompet pak dan saya sudah mencari tahu di mana dompet saya terjatuh dan ternyata murid di sekolah ini yang dapat dompet saya itu yang kebetulan sekali"? Tutur Nathan.


"Tapi maaf murid kami yang datang berlibur di Malino waktu itu ada tiga bis, jadi pasti susahki cariki siapa orangnya, kecuali bapak tahu namanya atau ada keterangan yang lebih spesifik lagi mungkin" ucap Pak Suardi.


"Seingatku dari orang-orang di Malino dia nginap di Villa HighLands Pak di kamar 3" terang Nathan sesuai dengan perkataan ibu sumi.


"Tunggu dulu yah pak Saya tanya wali kelasnya karena saya tidak tahu siapa penghuni kamar itu, tapi tidak apa-apaji kalau menungguki dulu sebentar?" Tanya Pak Suardi.


"Oohh iya pak silahkan saya akan tunggu bapak" ucap Nathan.


Bapak Suandi berjalan ke arah ruangan guru dan pegawai dan bertemu dengan salah satu guru dan wali kelas dari siswa yang ikut berlibur itu. Kebetulan Pak Suardi Bertanya kepada Wali kelas yang tepat.


Tidak lama kemudian, Pak Suardi datang bersama salah satu wali kelas tiga saat itu. Nathan langsung berdiri dari duduknya dan menjabat tangan Ibu guru itu yang keliatan sudah tua dan keibuannya langsung terpancar dan terlihat oleh ke dua mata Nathan.


"Maaf katanya bapak Suardi Anda mencari siswa kelas tiga yang menghuni villa kamar tiga yah?" tanya Ibu Maryam selaku wali kelas tiga.


"Ia benar sekali Bu, kalau begitu sebaiknya kita berbincang di dalam ruangan ku tidak enak di sini nanti sekolah kami ditegur oleh masyarakat kalau kami tidak menyambut baik tamu kami" Tutur Ibu Maryam.


"itu terserah dari Ibu saja, saya tidak mempermasalahkannya dan juga tidak keberatan kok Bu" ucap Nathan.


Nathan dan Ibu Maryam pun berjalan ke arah kantor khusus guru. Ibu Maryam pun duduk di meja kerjanya.


"Kalau gitu apa yang Anda cari bisa Anda utarakan di depanku" ucap Ibu Maryam.


"Begini Bu, Waktu itu saya berlibur di daerah Malino dan tanpa sengaja dompet saya terjatuh dan sesuai keterangan masyarakat di sana katanya ada siswi anda yang dapat dan dia menginap di Villa Highs land di kamar tiga" jelas Nathan.


Ibu Maryam pun mencoba mengingat siapa yang berada di dalam kamar itu.


"Ooh itu siswi kami Pak kebetulan ada empat orang yang menginap di dalam kamar itu, dan kalau tidak salah ada Fahira, Marsha, Hasmiah dan Winda" ucap Ibu Maryam.


"Apa saya boleh minta nomor hp atau alamat mereka Bu, karena ini sangat penting di dalam dompetku ada surat-surat yang sangat penting dan saya butuh surat itu" harap Nathan kepada ibu Maryam.


Tanpa pikir panjang lagi ibu Maryam pun menulis di atas kertas nomor handphone dan alamat ke empat mantan siswanya itu. Lalu menyodorkan kehadapan Nathan.


"Sama-sama" ucap Ibu Maryam.


Nathan berjalan tergesa-gesa dengan langkah yang lebar menuju di mana mobilnya terparkir itu.


"Alhamdulillah saya dapat petunjuk lagi dan semoga berhasil, ya Allah bantulah Saya untuk segera bertemu dengan gadis malang itu".


Nathan melajukan mobilnya ke alamat rumah Marsha tapi ternyata Marsha sudah pindah ke kota Makassar karena akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.


Nathan pun menelpon nomor hp Marsha.


"Assalamu alaikum, maaf apa betul ini nomor hp Marsha?" tanya Nathan yang masih berada di depan rumah Marsha.


"Waalaikum salam, benar sekali yang Anda bilang, tapi maaf Anda ini siapa? tanya balik Marsha.


"Maaf adek Saya ingin bertanya apa kamu menemukan dompet yang terjatuh di sekitar kebun teh?" to the poin Nathan yang tidak ingin membuang waktunya dengan sia-sia.


"Dompet, maaf Saya tidak melihat dompet coba kita tanyaki temanku yang lain sempat naliatki dompetta'" tutur Marsha.


"Makasih banyak dan Maaf sudah mengganggu" ucap Nathan.


Nathan lalu memblokir nomor hp Marsha karena Nathan tidak ingin nanti Marsha menghubungi nomornya dan Dia tergganggu.


Nathan lalu menelpon nomor hp Hasmia dan tersambung. Tapi Hasmiah pun tidak tahu mengenai dompet tersebut seperti halnya dengan Marsha.


Nathan kembali melajukan mobilnya ke arah rumah Winda karena nomor hpnya Winda tidak aktif sehingga memutuskan ke rumahnya Winda, walaupun jarak dari rumahnya Marsha cukup jauh sekitar 20 Menit perjalanan tapi tidak menyurutkan niat dan semangat empat lima.


"Ya Allah Kok sudah sekali untuk bertemu dengan gadis itu".


Sesampainya di depan rumah Winda yang sudah terpasang janur kuning dan dihiasi dengan berbagai macam pernak pernik pernikahan dan sepertinya akan ada yang menikah di rumah itu.

__ADS_1


Nathan khawatir jika yang punya rumah itu adalah gadis yang dua cari dan ternyata akan menikah pasti akan membuat hatinya bersedih dan kecewa.


Nathan pun turun setelah beberapa saat berperang dengan pemikirannya sendiri. Nathan berjalan ke arah seorang bapak yang sedang berdiri di sekitar pelaminan pengantin itu.


"Assalamu alaikum Pak" ucap Nathan yang membuat orang itu terkejut mendengar suara Nathan yang tiba-tiba.


"Eeehhhh waalaikum salam, maaf siapaki dan apa kita cari?" tanya bapak itu yang sudah setengah baya jika dilihat dari wajahnya dan postur tubuhnya.


"Maaf pak apa benar di sini rumahnya Winda yang pernah sekolah di SMA negeri 3?" tanya Nathan.


"Iye benar sekali, kenapaki dan apanyaki Winda?" tanya Balik bapak tersebut.


"Saya temannya Winda dan saya ingin bertanya yang penting sama Winda" tutur Nathan.


"Ohh temannyaki, kalau begitu dudukmi dulu, baru bapak panggilki Winda" ucap Bapak tersebut sambil berlalu dari hadapan Nathan.


"Semoga bukan perempuan ini yang saya cari kalau Dia berarti pupus sudah harapanku untuk bertanggung jawab".


Bapak tersebut kembali setelah dari dalam memanggil Winda.


"Maaf nak na bilang winda masukki, di dalamki bicara sama Winda, sudah selesaimi pakaian pengantin" jelas Pak Dodi pamannya Winda.


"Kalau gitu Makasih Banyak Pak, bisa bapak bantu antar saya ke dalam bertemu dengan Winda" harap Nathan.


"Bisaji, kesinimi ikutmi sama bapak ke dalam" ucap Bapak Dodi sambil berjalan ke arah kamar Winda.


Nathan mengikuti langkah kaki Pak Dodi dan Nathan terpana melihat Penampilan Winda yang sudah berbalut pakaian pengantin khas Makassar.



Nathan bahkan membayangkan jika pengantin wanita itu adalah Cewek yang bersamanya malam itu dan bermimpi jika dia adalah pengantin prianya.


Lamunan dan khayalan Nathan kembali buyar saat ada seseorang yang menyapanya sambil menggoyang lengannya.


"Maaf pak itu mi dibilang Winda silahkan berbincang-bincang jika ada yang perlu anda bicarakan" ucap Pak Dodi yang berhasil menghancurkan semua khayalan indahnya.


Nathan pun berjalan ke arah Winda yang sudah duduk manis di ranjang pengantinnya untuk menunggu kedatangan Sang calon mempelai pria.


Bonus Visualnya Nathan dan Fahira Febrina



Dan yang ini visualnya si Cakep Duren duda keren Nathaniel



Semoga suka dengan Visualnya yah Kalau kurang suka silahkan berhalu sesuai keinginan Kaka saja ✌️


...----------...


Nb:


Sekedar informasi kalau di novel receh Fania ini ada beberapa percakapannya menggunakan dialek atau logat bahasa suku Makassar dan semoga mudah dipahami ✌️.


Fania ucapkan terima kasih banyak kepada Readers yang telah memberikan dukungannya kepada Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar baik dalam bentuk Like, Gift atau pun memberikan masukan 🥰😘.


Jangan Bosan untuk selalu menunggu Updatenya dan Fania usahakan akan update setiap hari ✌️.


Jangan Lupa untuk tetap memberikan Dukungannya kepada TAJYT dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan 🙏


Mohon maaf jika selalu ada ada typo kesalahan dalam pengetikan ✌️.


...--------Bereambung--------...


By Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, Selasa 17 Mei 2022


__ADS_2