TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 56. Persiapan Lamaran


__ADS_3

Selamat Membaca...


Jika dia tidak mengupayakan yang terbaik untuk memilikimu, maka dia bukan yang terbaik untukmu...


Setelah Nathan mengetahui hasil tes DNA yang dia lakukan terhadap janin yang di dalam kandungan Fahira Febrina adalah hasil dari kesalahpahaman yang membuahkan hasil yang membuat Nathan sangat bahagia.


Nathan pun bergegas ke Kamar perawatan Fahira setelah hasil tesnya positif dan sudah berada di dalam genggamannya.


Rona bahagia sedari tadi diperlihatkan oleh Nathan. Senyumannya pun tak pudar hingga ke dalam kamar perawatan Fahira. Nathan berinisiatif untuk mengantar untuk mengantar Fahira pulang ke rumahnya. Bagaikan gayung bersambut, keinginan Nathan diiyakan oleh Fahira.


Ada sedikit insiden kecil yang mewarnai proses tersebut, yaitu Fahira yang saking gugupnya dan groginya sehingga lupa dengan cara memasang sabuk pengaman.


"Ya bagaimanami ini, kenapa bisa Saya lupa, bedaki punya kak Faika yang di mobilnya dengan yang Ini."


Nathan yang melihat hal tersebut hanya tersenyum menanggapi kelakuan ajaib dari gadis belia yang sudah mulai memikat hatinya. Gadis remaja yang baru mulai kuliah di perguruan tinggi telah mengandung calon bayinya.


Nathan langsung membantu Fahira untuk memasang setbelt tersebut tanpa banyak bicara. Nathan mengelus lembut rambut Fahira. Perlakuan Nathan tersebut membuatnya semakin grogi saja, jantungnya memompa dengan kuat, hingga debarannya dirasakan oleh Nathan yang memang sangat dekat posisinya dengan Fahira.


"Apa yang terjadi padaku, ada desiran aneh yang terjadi dalam hatiku, apa mungkin aku sudah jatuh cinta padanya? seperti yang dikatakan oleh Hasmiah kalau hati dan jantung berdebar kuat itu tandanya sedang jatuh cinta, tapi masa saya jatuh cinta padanya?, itu tidak mungkin terjadi"


Fahira menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan pemikirannya sendiri. Nathan yang melihatnya langsung bertanya kepada Fahira karena Khawatir jika terjadi sesuatu pada Fahira.


"Kamu kenapa, Kamu baik-baik saja kan?" tanya Nathan yang mulai khawatir.


"Iye, tidak-tidak apaji pak," jawab Fahira.


Beberapa saat kemudian, mobil Nathan sudah sampai di depan rumahnya Faika. Ibu Suharti yang mendengar suara mesin mobil yang berhenti terburu-buru berjalan ke arah depan rumahnya. Ibu Suharti menyibak sedikit tirai gorden jendelanya. Setelah mengetahui siapa yang datang, Ibu Suharti langsung membuka pintunya, dan berjalan menghampiri mereka.


"Singgahmi dulu di rumah nak," ucap ibu Suharti.


"Iya Bu terima kasih, lain kali saja, soalnya masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan," jawab Nathan yang menolak secara halus ajakan dari ibunya Fahira.


Nathan kembali berjalan masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya ke Apartemennya, karena ada yang segera dia kerjakan dalam rangka persiapan untuk melamar Fahira esok hari. Nathan berniat membrowsing dan mencari tahu tentang tata cara dan adat melamar cewek Bugis Makassar melalui internet.


Sedangkan Ibu Marissa, Faika dan Rian sudah menuju Mall untuk mencari seserahan lamaran Nathan untuk Fahira. Rian yang bertindak sebagai supir tidak hentinya menatap Faika melalui kaca spion mobilnya.


"Kenapa Kamu setiap hari semakin cantik saja di mataku, Faika Mas mohon bukalah hatimu untuk Mas lagi."


"Rian Alaric Kim, kalau bawa mobil itu pandangannya harus lurus ke depan, bukan kaca spion mobil yang selalu dipandangi," ucap Maminya dengan tersenyum melihat tingkah putranya.


Rian hanya tersenyum karena apa yang dia lakukan dilihat langsung oleh maminya.


Faika hanya terdiam tanpa kata, dan hanya memikirkan apa yang harus dia putuskan untuk hubungannya dengan atasannya itu.


"Fa kalau di Kampung Kamu tuh kalau orang mau nikah apa saja yang harus dipersiapkan? kebetulan ponakan Mami rencananya akan melamar pujaan hatinya yang kebetulan orang Makassar," ucap Ibu Marissa.


Faika tidak langsung menjawab pertanyaan dari Ibu Marissa Nasution Kim. Faika berfikir kalau perempuan itu beruntung banget karena akan segera dihalalkan oleh pujaan hatinya.


"Faika sayang," ucap Ibu Marissa.

__ADS_1


"Ooh Kalau prosesi adat lamaran hingga pernikahan orang Makassar cukup panjang dan butuh waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit, kalau di Makassar ada namanya uang panaik, uang panaik atau mahar sering jadi polemik dan perdebatan kecil saat melamar seorang gadis," jawab Faika.


"? Maksudnya Fa, Mami kurang paham dengan penjelasan Kamu?" tanya Ibu Marissa yang kebingungan dengan penjelasan dari Faika.


"Maksudnya gini Mi, misalnya besok Mami datang melamar seorang gadis dan pihak keluarga dari mempelai wanita meminta sejumlah uang atau pun barang-barang sebagai mahar pernikahan dan nantinya uang mahar itu biasa akan dipakai sebagai biaya oleh keluarga perempuan untuk melaksanakan semua rangkaian acara pernikahan hingga selesai," ucap Faika panjang lebar.


"Ooh gitu yah, tapi apa uang apa namanya tadi Fa?" tanya ibu Marissa lagi.


"Uang panaik Mami," timpal Rian dari depan kemudi.


"Iya itu maksud Mami, apa uang mahar ditentukan oleh ke dua orang tua perempuan atau sesuai kemampuan Keluarga laki-laki saja, misalnya Mami hanya mampu bawa uang 10 juta, apa bisa seperti itu?" tanya Maminya lagi.


"Kalau uang Mahar itu Mi tergantung dari kesepakatan dan permintaan dari keluarga perempuan, misalnya bapak nya si gadis minta 100 juta sebagai maharnya, dan pria harus menyediakan dan menyetujui permintaan tersebut agar bisa diterima lamarannya," ucapnya.


"Tapi, misalnya di pria gak mampu gimana dong Fa?" tanya Mami Marissa lagi.


"Ditolak," ucap Faika dan Rian barengan.


Ibu Marissa yang mendengar hal tersebut tersenyum. Sedangkan Faika dan Rian hanya saling berpandangan saja tanpa saling bicara.


"Jadi kalau misalnya besok ponakan Tante menyanggupi permintaan dari keluarga calonnya bahkan melebihkan nominalnya apa itu bisa dan tidak apa-apa?" tanya Marissa.


"Itu malah bagus dan sangat membuat keluarga perempuan bahagia, tapi ada juga keluarga yang tidak pasang target jumlah uang maharnya semua tergantung dari ke dua belah pihak," ujar Faika.


"Agak seru juga yah prosesnya, tapi kok mereka pasang harga yah seperti orang yang bernegosiasi dalam berdagang jual beli saja?" tanya Maminya.


"Jadi kalau Saya yang lamar kamu Ga gimana?" tanya Rian yang cukup serius.


Perkataan dari mulut Rian itu membuat Faika terdiam bengong dan tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Ibu Marissa melihat ke arah mereka secara bergantian dan tersenyum penuh arti.


"Jadi semakin banyak uang maharnya semakin bagus," ucap Maminya yang memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.


"Iye Mi, malahan akan semakin dipandang, dihargai dan akan mendapatkan pujian oleh keluarga lain untuk anggota keluarga yang adakan pernikahan, tapi ada juga yang biasa saja dan menyesuaikan kemampuan Keluarga laki-laki, Karena ada juga yang harus berhutang dan pinjam sana sini untuk melaksanakan pernikahan anaknya demi gengsi mereka," jelas Faika.


"Gawat tuh kalau harus memaksakan diri untuk memenuhi keinginan Keluarga calon istri walaupun tidak ada kesanggupan dan kemampuan yang berujung dengan hutang piutang," timpal Mami Marissa.


"Keluarga berfikiran barang-barang dan kebutuhan pokok semakin naik harganya sehingga banyak yang berpatokan dari harga sembako untuk menentukan banyaknya nominal uang mahar yang harus mereka sediakan," ucap Faika yang salah tingkah karena pandangan matanya Rian sellau ke arahnya.


"Nanti kalau putra saya yang menikah dengan kekasihnya Mami akan langsung mengutarakan jumlah nominal uang mahar yang akan buat keluarga perempuan tidak tawar menawar Lagi," tutur Mami Marissa yang membuat Faika dan Rian terbatuk-batuk kecil.


"Apa yang terjadi dengan kalian, apa kalian baik-baik saja?" tanya Ibu Marissa yang heran dengan reaksi mereka yang selalu kompakan.


"Ini contoh kalian akan berjodoh."


"Apa masih ada yang perlu dipersiapkan Fa selain uang mahar tersebut?" tanyanya lagi yang sangat antusias mendengar penjelasan dari Faika.


"Ada Mi, seperti seserahan pernikahan dan beberapa macam kue dan buah-buahan yang harus ada di saat lamaran maupun sudah akad nikah, dan ada juga pelengkap uang Mahar tersebut seperti, Sawah, Sapi atau rumah beserta isinya serta emas satu stel lengkap juga kadang ada, tapi itu semua kembali lagi sama kemampuan Keluarga dan keikhlasan keluarga Pria," ucap Faika panjang kali lebar.


Rian tidak pernah bosan untuk mencuri pandang ke arah Faika yang kadang kala tersenyum yang mampu membuat Rian.

__ADS_1


Ini gambar seserahan pernikahan yang wajib ada saat lamaran maupun akad nikah adat istiadat suku Makassar khusunya daerah Takalar tempat kelahiran Fahira.



"Wooow masih ada yah, Mami pikir hanya uang mahar saja yang harus Mami persiapkan besok," ujarnya yang semakin tertarik dan tertantang untuk segera melamar Fahira kekasihnya Nathan.


"Ada kue dodorok, kue umba-umba, kue lapis legit yang wajib ada saat acara lamaran maupun nikahannya nanti," ucapnya.


"Coba perlihatkan wujudnya itu kue yang Kamu maksud, Mami tidak pernah dengar dua jenis kue yang Kamu maksud,"


Faika segera mencari gambar dari internet kue yang dia maksudkan.


"Dan kalau yang ini kue Dodorok yang sarat dengan makna filosofis untuk kelangsungan pernikahan seseorang."



"Kalau ini Kue Umba-umba' dan ada nilai dan makna dari kue tersebut Mi,"



Mami Marissa segera mendekati Faika dan melihat bentuk dari kue tersebut.



"Apa hanya kue ini yang wajib kita bawa, atau masih ada yang lain masih ada sih Mi karena semakin banyak jumlah dan modelnya kue semakin penghargaan seorang Pria pada wanita semakin tinggi," ucapnya.



"Gogosok Kalau di Makassar dan biasanya kalau daerah jawa biasa orang sebut Lemper tapi, kalau asli Makassar tidak ada bahan isiannya hanya polos beras ketan saja."


"Kalau gini Mami harus bertanya sama teman arisan Mami dan minta tolong sama mereka untuk mencari penjual makanan itu sebelum Kami berangkat ke rumahnya pihak perempuan,"


Mami Marissa segera menelpon nomor hp beberapa teman arisannya. Mobil pun sudah memasuki area Mall tempat mereka akan berbelanja beberapa macam seserahan.


Seperti itulah ringkasan adat-istiadat yang biasa dilakukan di Kampung othor jika ada acara adat pesta pernikahan. Semakin meriah dan megah acaranya berarti status sosial seseorang semakin tinggi juga.


Kadar dan ukuran mahar akan menjadikan satu keluarga yang mengadakan hajatan pernikahan akan semakin membuatnya terpandang, semakin dihargai oleh masyarakat bahkan akan viral seketika selama pernikahan itu berlangsung. Di daerah Othor jika seseorang mengadakan hajatan dengan sederhana mereka akan menjadi buah bibir dan akan dicap sebagai keluarga miskin yang tidak punya apa-apa.


............


Fania Ucapkan Makasih Banyak kepada Readers yang telah mampir untuk membaca Novel Recehku, semoga suka dan mudah untuk dipahami. Jika ada yang ingin dipertanyakan silahkan isi Kolom Komentar.


*MAKASIH BANYAK 😍


...********Bersambung********...


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Kamis, 26 Mei 2022*

__ADS_1


__ADS_2