TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 37. Petunjuk


__ADS_3

Selamat Membaca..


Bersamamu


Kulewati


Lebih dari seribu malam


Bersamamu


Yang kumau


Namun kenyataan tak sejalan


Tuhan, bila masih ku diberi kesempatan


izinkan aku untuk mencintainya


Namun bila waktuku habis dengannya


Biar cinta hidup s'kali ini saja


Bersamamu


Kulewati


Lebih dari seribu malam


Bersamamu


yang kumau


Namun kenyataannya tak sejalan


Tuhan, bila masih ku diberi kesempatan


izinkan aku untuk mencintainya


Namun bila waktuku telah habis dengannya


Biar cinta hidup sekali ini saja


Tak sanggup bila harus jujur


Hidup tanpa hembusan nafasnya


Tuhan, bila waktu dapat kuputar kembali


Sekali lagi untuk mencintainya


Namun bila waktuku telah habis dengannya


Biarkan cinta ini


Hidup untuk sekali ini saja...


Glen Fredly..


Lagu itu sudah mewakili perasaan Rian. Rian tidak ingin menjadi orang ke tiga dalam hubungan Faika bersama keluarganya dan Rian tidak ingin menjadi pebinor. Walaupun Rian akui jika dalam hatinya yang paling dalam masih ada namanya Faika yang tetap setia menjadi penghuninya.


"*Andai waktu bisa diputar mungkin hari itu aku akan mencegah kamu untuk pulang kampung dan bahkan Aku akan datang ke rumahmu untuk membatalkan pernikahan kamu, tapi Ku tak berdaya melawan takdir dan kuasanya Allah".


"Maaf cinta ini selamanya untuk Mas Rian, tapi ijinkan Aku terus mencintaimu walaupun kamu sudah bersama dengan perempuan lain dan sudah memiliki seorang putri yang sangat cantik dan jika Aku diijinkan sekali saja, Aku ingin mengatakan dihadapanmu bahwa Aku sangat mencintaimu*".


Ke duanya sama-sama mencintai dalam kesalah pahaman yang akan berlanjut hingga suatu hari yang entah kapan mereka akan menyadari kekeliruan itu.


Andai saja mereka berkomunikasi dan membuka diri, mungkin mereka tidak akan menjalani cinta dalam diam.

__ADS_1


Hanya Tuhan dan author yang tahu kapan mereka akan jujur dan terbuka untuk meluruskan kesalahpahaman diantar mereka.


......................


Nathaniel Sanjaya Park sudah berada di daerah Malino, kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Tempat yang sebenarnya sangat dihindari oleh Nathaniel yang baru saja menyandang status barunya yaitu duda beranak satu. Di usianya yang masih muda yaitu 25 tahun, Nathan harus menerima kegagalan dalam membina hubungan rumah tangganya.



Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, kabupaten Maros Sulawesi Selatan.


Nathan awalnya tidak pernah terlintas dalam benaknya atau berniat untuk bercerai dengan istrinya, tetapi karena keadaan yang harus membuatnya harus mengambil keputusan yang terbaik dan tepat dalam hidupnya demi masa depan putranya.


Di tempat ini lah untuk yang pertama kalinya Nathan melihat istrinya berselingkuh dengan asisten pribadinya sendiri. Nathan melihat Miranda sedang bercumbu mesra di dalam mobil pribadinya yang tampa mereka sadari.


Flash back on..


Nathan langsung menggerebek istrinya bersama selingkuhannya waktu itu. Nathan pun sempat melayangkan bogem mentahnya ke arah wajah selingkuhan Istrinya dengan sekuat tenaga hingga pria itu yang sekaligus menjadi asisten pribadinya di perusahaannya tersungkur ke tanah.


Sudut bibirnya Romi Satria Putra harus robek dan mengeluarkan darah segar. Romi langsung berdiri ingin membalas pukulan dari Nathan tapi hal itu sia-sia saja karena Nathan dengan sigap memukul kembali wajah dari Romi yang sudah cukup memar dan lebam, tapi Nathan belum ingin mengakhiri pukulannya.


"Gara-gara kamu wanita jala*** Aku harus bertengkar dengan sahabatku sendiri, Aku yang mati-matian membela kamu Dy depan keluarga dan juga sahabatku jika mereka mengatakan kalau kamu selingkuh" ucap Nathan yang semakin meluapkan emosi dan kekesalannya.


"Awalnya aku memang bahagia menikah denganmu dan menganggap kamu adalah suami paling sempurna dan bisa memuadakanku, tapi semakin ke sini pernikahan kita, Aku merasa semakin hambar saja dan tidak ada istimewanya lagi" ucap Miranda yang berkilah.


"Ohh hanya karena aku tidak bisa memenuhi hasrat kamu yang luar biasa itu sehingga kamu menipuku dan bermain serong dibelakangku dengan bawahanku? haaaa". ucap Nathan yang matanya semakin memerah dan urat syaraf lehernya semakin menonjol saja saking emosinya Nathan.


"iya betul sekali apa yang kamu katakan, setiap hari kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu sehingga sudah tidak ada waktu untuk bersamaku dan disaat Aku menginginkan hal itu kamu selalu menolak dengan berbagai alasan" ucap Miranda yang menolong Romi.


"Dan untuk terakhir kalinya Aku ingin bertanya kepada kamu, Siapa yang kamu pilih dia atau Saya?" tanya Nathan yang sudah tahu jawabannya walaupun tanpa Miranda jawab terlebih dahulu.


Miranda langsung memeluk tubuh Romi sedangkan Romi tersenyum meremehkan ke arah Nathan.


"Ok kamu tidak perlu repot-repot untuk menjawab pertanyaan dariku karena Aku sangat yakin jawaban dan pilihan kamu" ucap Nathan yang langsung berbalik dan berjalan ke arah mobilnya.


Nathan mencari bar atau pun klub malam di daerah itu, tapi Nathan tidak menemukan satu pun tempat yang dia cari, hingga Nathan hanya mencari toko yang menjual minuman beralkohol.


Nathan dengan jalan yang sempoyongan berjalan ke arah kebun dan sesekali terjatuh ke dalam kebun teh tersebut.


Tapi Nathan masih bangkit dan melanjutkan perjalanannya ke arah tengah kebun teh. Nathan hanya berjalan mengikuti kebun teh tanpa tahu tujuannya mau ke mana.


Hingga Nathan melihat seseorang perempuan yang berdiri membelakanginya, Nathan mendekati perempuan itu dan dia melihat wajah perempuan itu yang mirip dengan Miranda sehingga membuatnya kalap dan lupa daratan.


Nathan menggendong perempuan itu masuk ke dalam rumah milik petani teh tersebut. Nathan sudah tidak sadar dan selalu dibayang-bayangi oleh Miranda yang sedang bercumbu dengan pria lain.


Nathan pun melampiaskan amarahnya kepada perempuan yang tidak dikenalnya dan menganggap perempuan itu adalah Miranda Istrinya.


Hingga Nathan sudah puas melampiaskan kemarahannya melalui hasrat dan nafsunya. Tapi perempuan itu terus memberontak dan melawan hingga pertahanannya runtuh ketika Nathan berhasil mengikat kedua tangannya dan kakinya.


Hingga malam itu menjadi tragedi untuk perempuan yang baru disadari Nathan kalau itu bukanlah Miranda.


Nathan berhasil merenggut mahkota perempuan yang bukanlah istrinya. Nathan berdiri dan bangkit dari posisinya setelah merasa cukup memberikan pelajaran untuk perempuan yang dianggap Miranda oleh Nathan.


......................


Setelah menyadari kalau perempuan itu bukanlah Miranda, Nathan pun kembali ke tempat ini untuk menyelediki dan mencari tahu siapa sosok perempuan itu yang membuatnya selalu mimpi'l basah dalam tidurnya.


"Semoga pencarianku kali ini berhasil dan membuahkan hasil yang baik sesuai yang Aku harapkan".


Nathan menyusuri kebun teh itu dan menjadi pusat perhatian dari beberapa petani teh yang sedang memetik daun tehnya. Nathan terus berjalan dan tidak terusik dengan tatapan aneh dari orang-orang.


Nathan tidak akan pulang ke Ibu kota Jakarta jika belum berhasil menemukan siapa perempuan itu. Nathan juga datang ke sini untuk mencari keberadaan dompetnya yang hilang dan Mungkin tercecer saat itu di tempat kejadian.


Nathan sudah lelah berjalan di bawah teriknya sinar matahari siang itu, Hingga sudut matanya melihat ada sebuah gasebo kecil dan Nathan berniat untuk berteduh dan beristirahat sejenak melepaskan lelah dan penatnya.


"Ya Allah aku sudah berjalan hingga puluhan meter bahkan sudah beberapa kilo tapi Kok Aku belum menemukan tempat itu, yang aku ingat hanya ada tulisan di sekitar gubuk kecil itu yang bertuliskan Kebun teh Nur, mungkin aku harus bertanya kepada seseorang untuk memudahkan jalanku".


Nathan membuka botol air mineral kemasan yang sempat dia bawa, dan untungnya Nathan membawa ransel kecil dipunggung nya untuk menyimpan beberapa barang penting dan beberapa botol air minum.

__ADS_1


Dahaga yang dirasakan oleh Nathan seketika lenyap setelah berhasil menghabiskan satu botol air mineral hingga tandas isinya.


"Alhamdulillah".


Ada seorang bapak-bapak yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Nathan dan bapak tersebut mengingat kejadian beberapa Minggu lalu, waktu itu dia menemukan seorang pemuda yang terjatuh dan tertidur di dalam lubang sumur yang belum selesai dia gali saat itu.


"Assalamu alaikum Nak" ucap Bapak tersebut yang memakai pakaian petaninya dengan tutup kepala khas seorang petani yang dianyam dari daun pelepah nira dan mungkin berusia sekitar 60an tetapi postur tubuhnya masih sedikit tegap dengan kulit sawo matang.


Nathan menoleh ke sumber suara tersebut.


"Waalaikum salam Pak".


"Sepertinya bapak pernah lihat kamu tapi Bapak takut salah orang" ucap Bapak tersebut.


"Kalau boleh tahu bapak lihat Saya di mana mungkin bapak masih ingat?" tanya Nathan yang berharap bapak tersebut bisa memberikan petunjuk dan informasi yang dia cari.


"Apa kamu pemuda yang terjatuh di dalam lobang sumur sana dan tertidur pulas di dalam lubang itu juga?" tanya Bapak tersebut sambil menunjuk ke arah sumur yang sudah terbentuk dengan baik tidak seperti awal Nathan menginjakan kakinya di sini.


Sudut matanya memandang ke arah sumur itu dan memandang sekeliling lokasi tempatnya berada. Nathan pun bahagia karena di sinilah tempat yang sedari tadi dia cari.


"Benar sekali apa yang bapak katakan tadi" ucap Nathan dengan cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Bagaimanami kabarmu nak, apa baik-baikmi luka diwajhmu sama kakimu itu?" tanya bapak itu yang tersenyum menanggapi perkataan dari Nathan.


"Tapi ada yang ingin Saya tanyakan kepada bapak dan semoga bapak bisa membantuku" harap Nathan.


Bapak tersebut menatap tajam ke arah Nathan yang membuat Nathan merasa terhakimi dengan pertanyannya.


Bapak tersebut langsung tersenyum simpul ke arah Nathan.


"Insya Allah Kalau bapak bisa dan tahu pasti bapak akan bantu kamu nak, emangnya apami yang mau kamu tanyakan? tanya balik bapak tersebut.


"Apa bapak lihat ada dompet warna cokelat yang terjatuh di sekitar sini? karena dompetku jatuh saat itu dan tidak di mana sekarang dompet itu" terang Nathan.


"Maaf nak Saya dan warga masyarakat satupun tidak ada yang melihat dompet yang seperti itu yang kamu cari, Tapi waktu kamu ditemukan, ada juga warga masyarakat yang menemukan seorang gadis remaja yang mungkin masih SMA ditemukan di Gasebo sana dalam keadaan pingsan" ucap bapak tersebut yang menunjuk ke arah Gasebo itu.


"Apa seorang gadis remaja yang masih sekolah, jangan-jangan itu perempuan yang aku anggap sebagai Miranda tapi dia masih Bocah, itu tidak mungkin, aku harus mengorek informasi yang banyak lagi".


"Maksudnya bapak apa, Saya tidak mengerti dengan penjelasan bapak?" tanya Nathan yang kebingungan.


"Waktu itu ada petani yang menemukan seorang gadis dalam keadaan pingsan dan kondisi gadis itu sangat memprihatikan karena katanya orang tidak pakai bajuki kodong itu cewek saat ditemukan oleh petani" ucap Bapak tersebut sambil mengingat kejadian beberapa Minggu lalu.


"Apaaaaa??" tanya Nathan yang bereaksi super diluar kendali.


Yang membuat bapak tersebut terkejut dan heran dengan tingkah Nathan. Dan langsung mengelus dadanya.


"Eeehh Maaf pak tidak sengaja" ucap Nathan yang meminta maaf karena sudah membuat bapak Rusman terkejut.


Nathan menyodorkan botol minuman air mineral kemasan ke arah bapak tersebut dan membukanya tutup botol itu.


Bapak tersebut meraih botol itu dan langsung meminum air putih itu hanya dalam hitungan detik saja.


"*Makasih aku sudah dapat petunjuk, semoga Aku segera bisa bertemu dengan perempuan itu".


...............


Makasih Banyak Atas Dukungannya kepada Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏.


Semoga suka dengan Alur ceritanya dan ada beberapa dialog dan percakapan yang menggunakan bahasa dan dialek Makassar, semoga mudah dipahami ✌️.


Dan mohon maaf jika terdapat banyak Kesalahan dalam pengetikannya 🙏


...--------Bersambung--------...


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Senin, 16 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2