TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 17. Bertemu dengan Camelia


__ADS_3

Selamat Membaca..


Faika sangat bahagia dan bersyukur karena kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil yang sangat baik. Faika mendapatkan promosi kenaikan jabatannya menjadi manajer Humas dan mendapatkan bonus yang cukup untuk membeli mobil baru.


Karena itu lah, Faika berencana mengunjungi Panti Asuhan dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak Panti Asuhan yang selama ini Dia sering datangi jika sudah gajian.


Sepulang dari kerja, Faika melajukan mobilnya ke arah Mall terbesar yang ada di Kota J. Faika tak hentinya tersenyum dan mengucap syukur kepada Allah SWT karena apa yang telah dia lakukan selama ini membuahkan hasil yang sangat baik.


"Makasih banyak ya Allah atas segala nikmat dan resky yang Engkau berikan kepadaku".


Faika melajukan mobil barunya membelah jalan ibu kota yang sore itu cukup ramai. Kadang terjadi kemacetan di setiap ada lampu merah. Faika tidak merasa terganggu dengan kondisi jalanan Ibu kota yang setiap hari macet. Faika mensiasati hal tersebut dengan selalu berangkat pagi-pagi sekali sehingga Faika tidak pernah terlambat datang ke Kantornya. Karena itu lah menjadi salah satu pertimbangan dari atasannya sehingga mendapat bonus dan promosi dari atasannya.


Faika memarkirkan mobilnya di tempat parkiran ada di basmen Mall tersebut. Faika sudah hampir tiga bulan tidak mengunjungi Mall dikarenakan kesibukannya di depan layar komputer.


"Ternyata baru tiga bulan tidak datang sudah banyak yang berubah".


Faika memeriksa penampilannya sebelum turun dari mobilnya. Dan tidak lupa mengunci rapat mobilnya yang berwarna merah itu. Faika menaiki tangga eskalator dan menuju lantai tiga Mall tersebut tempat khusus untuk mencari berbagai macam mainan.


Faika tertarik pada satu Boneka yang membuatnya langsung jatuh hati. Faika tanpa pikir panjang langsung mengambil boneka tersebut. Baru sepintas memegang Boneka tersebut, tiba-tiba ada tangan kecil nan imut yang juga menarik boneka itu dari genggaman Faika.


Faika langsung melihat ke arah pemilik tangan tersebut ternyata ada anak gadis yang berponi dan berkepang dua yang merebut dari tangannya.


"Maaf Adek itu kan kakak yang duluan loh ngambilnya, Kok direbut dari tangan Kakak?" Tanya Faika yang penuh kelembutan agar anak gadis itu tidak tersinggung dan menangis.


"Tapi Camelia juga mau boneka ini Kakak Cantik, berikan saja sama Camelia yah Kakak" Rengek Camelia kepada Faika yang mata hitam agak ke abu-abuan itu sudah ada cairan bening dipelupuk matanya yang hanya menunggu waktu saja.


Faika Kasihan melihat Camelia yang sudah ingin menangis. Faika pun berjongkok di depan Camelia untuk menyamakan posisinya agar lebih mudah berkomunikasi dengan Camelia.


"Camelia mau boneka ini? tapi ada syaratnya yah cantik" ucap Faika yang mengajukan persyaratan kepada Camelia.


Camelia menggoyangkan tubuhnya sambil memegang ujung rambutnya yang terkepang rapi dua itu, mungkin sedang berpikir tentang penawaran yang diberikan oleh Faika.


"Gimana sayang apa Camelia setuju?" tanya Faika yang tersenyum melihat tingkah lucunya Camelia.


"Camelia setuju dengan persyaratan Kakak Cantik, tapi Kakak cantik janji yah berikan Boneka itu untuk Camelia dan jangan boong kayak Mami yang selalu boong sama Camelia?" tanya Camelia lagi yang memastikan bahwa Faika tidak akan ingkar janji.


"Kakak janji dan Pasti Kakak akan tepati janji tersebut" ucap Faika.


"Terus syaratnya apa Kakak Cantik?" tanya Camelia.

__ADS_1


Faika hanya menunjuk ke arah ke dua pipinya, Camelia langsung mengerti maksud dari Faika tersebut. Camelia langsung mencium ke dua pipi Faika lumayan lama.


"Sudah yah kakak" ucap Camelia saat mengakhiri ciumannya di pipi Faika.


"Makasih banyak cantik" ucap Faika sambil menyodorkan boneka Boba tersebut.


"Makasih banyak kakak cantik, Camelia senang banget punya boneka Boba yang besar" ucap Camelia yang langsung memeluk dan menghujani ciuman bonekanya.


"Apa Camelia bahagia?" tanya Faika yang entah kenapa ada perasaan bahagia dan tenang setelah Camelia mencium pipinya, ada desiran yang terjadi di dalam hatinya, tetapi Faika tidak mengerti dengan hal tersebut.


"Camelia saaaaangaaatt bahagia kakak cantik, oiy Kakak cantik namanya siapa? Kalau Aku Camelia" ucap Camelia.


"Alhamdulillah kalau Camelia bahagia, nama Kakak Faika, jadi panggil kakak Faika saja" tutur Faika.


"Boleh Camelia panggil kakak cantik saja?". tanya Camelia sambil menoel hidung mancung Faika.


Terbalik yah reader biasanya yang noel hidung dan pipi itu Orang dewasa kepada anak kecil hehehe.


"Boleh sayang, Kakak tidak masalah Kok Camelia mo panggil dengan nama apa ke Kakak" jawab Faika.


"Kalau gitu, Antar Camelia yah Kakak ketemu sama Oma, Soalnya tadi Camelia gak sempat minta ijin sama Oma waktu ke Toko ini" jelas Camelia.


"Oke deh syantik" ucap Faika yang sambil menirukan gaya berbicara salah satu artis ibu kota yang super terkenal itu.


"Makasih yah pak dan ini sedikit untuk bapak" ucap Faika kepada orang yang bersedia membantunya membawa semua belanjaannya.


"Makasih banyak Mbak" ucap bahagia bapak OB tersebut.


Faika pun melanjutkan perjalanan mencari keberadaan Omanya Camelia. Baru beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba ada yang berteriak ke arah mereka sambil memanggil nama Camelia. Faika dan Camelia berbalik arah dan melihat ke arah sumber suara tersebut. Camelia langsung melepaskan genggaman tangannya di dalam tangan Faika kemudian berlari ke arah Omanya.


"Oma Marissa" teriak Camelia sambil berlari ke arah Ibu Marissa.


"Hati-hati sayang jangan berlarian banyak Orang yang lewat" teriak Faika.


Faika pun mengikuti langkah kaki Camelia karena Faika takut dan khawatir jika Camelia terjatuh.


"Sayang cucunya nenek dari mana saja sayang? sedari tadi nenek mencari kamu loh" ucap Oma Marissa neneknya Faika.


"Maafkan Camelia yah Oma, tadi Camelia lihat boneka ini, Camelia langsung masuk ke dalam Toko itu tapi lupa tanya Oma" ucap Camelia.

__ADS_1


"Lain kali jangan gitu yah, Oma sangat khawatir sama Kamu sayang" ucap ibu Marissa Nasution Kim.


Faika menganggukkan kepalanya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


"Camelia janji tidak akan ngulangi lagi" ucap Camelia sambil memegang ke dua telinganya.


"Cucu cantiknya Oma, sini Oma peluk sayang" ucap ibu Marissa yang sudah berjongkok di hadapan cucu keponakannya.


Faika hanya melihat interaksi keduanya tanpa ingin mengganggu kegiatan mereka.


"Oma sini, Camelia kenalin sama teman baru Camelia" ucap Faika yang menarik tangan Neneknya dan berjalan ke arah Faika yang sedari tadi hanya berdiri.


Faika langsung tersenyum ke arah Ibu Marissa.


"Sepertinya Aku pernah melihat ibu ini, tapi di mana yah?".


Faika menunggu Camelia mendatanginya.


"Oma itu Kakak cantik teman barunya Camelia loh" ucap Camelia di saat sudah berdiri di depan Faika.


Ibu Marissa tersenyum membalas senyuman Faika dan Faika langsung mengambil tangan Ibu Marissa untuk dia cium.


"Apa cewek ini Aku kenal, kok serasa ini bukan pertama kalinya kami bertemu?".


Ibu Marissa dan Faika saling berpandangan dan sama-sama menyelami rasa yang ada. Ibu Marissa Nasution Kim berusaha mengingat kembali di mana mereka bertemu sedangkan Faika pun demikian dengan apa yang dirasakan oleh ibu Marissa.


"Apa kamu cewek yang datang ke rumahku dulu mengantar kue yang Aku pesan di Bakery Khadijah saat putra sulung ku datang dari Luar Negeri yah?" tanya Ibu Marissa.


"Iya Ibu, Saya yang nganter kue pesanan ibu waktu itu" jawab Faika.


........... Bersambung...........


Setelah sekian lama hibernasi akhirnya Novel ini turun gunung juga 🤭✌️.


Maafkan Fania yang tidak sempat beberapa bulan terakhir ini untuk Update Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar dikarenakan Fania Fokus sama CYT dan BDP 🙏.


Tapi mulai hari ini, TAJYT Akan setiap hari Update dan FANIA berharap agar segera Lulus kontrak juga seperti ke dua Novelku yg lainnya 🤲🙏.


Amin yra 🙏

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Sabtu, 07 Mei 2022


__ADS_2