
Selamat Membaca..
Wandi dan Faika sudah berada di dalam Kafe yang mereka pilih sebagai tempat berbincang-bincang. Wandi mengatakan bahwa ada yang penting yang ingin dia bicarakan.
"Sekarang apa yang ingin Kakak katakan lagi, apa tidak cukup dengan perlakuan dan hinaan yang keluarga kakak berikan kepadaku dan kepada Keluargaku?" ucap Faika.
"Faika dengarka dulu kodong, Minta maafka bukannya Saya sengaja atau pun ada niatku untuk permalukanki keluargamu Faika, tapi ini semua murni kesalahanku sendiriji sehingga ke dua keluarga besar kita jadi saling menjatuhkan bahkan saling menghina, dan saya mewakili ke dua orang tua Saya untuk meminta maaf atas kesalahan-kesalahan mereka" ucap Wandi yang sudah keluar logat Makassarnya.
"Ededee janganmi banyak alasan lagi Kakak, Saya sangat paham dengan apa yang terjadi dalam saya sudah cukup menderita bahkan dulu saya sakit gara-gara hinaan dari keluargata' Kakak Wandi, jadi Faika mohon mulai detik Ini janganmaki lagi hubungika ataupun gangguki hidupku lagi" ucap Faika yang langsung berdiri dan meraih tasnya yang tergeletak di atas meja.
Tanpa sepengetahuan dari Faika ada seseorang yang memperhatikan mereka sejak tadi dan membuat air mata orang tersebut menetes.
"Ternyata alasan kamu yang meminta ijin terburu-buru pulang karena ingin bertemu dengan suami Kamu, Faika padahal kepulanganku ke Indonesia ingin bertemu dengan kamu, hanya kamu lah yang menjadi alasan kuat Aku sehingga Aku memutuskan untuk pulang ke tanah air dan melanjutkan Perusahaan Papa".
Faika terus berjalan ke arah luar Kafe dan jika mengingat kembali kejadian waktu itu pasti akan membuat Faika marah dan ingin meluapkan segala kekesalannya itu pada Wandi dan keluarganya.
"Ya Allah sabarkan dan kuatkanlah hatiku ini untuk mengahadapi segala ujian dan cobaan yang Engkau berikan ya Allah".
Faika berjalan ke arah parkiran mobil dan memeriksa semua barang-barang belanjaannya yang sudah ada di dalam mobil. Faika pun melajukan mobilnya setelah merasa semua barang belanjaannya sudah berada di dalam mobilnya.
Sedangkan masih di dalam Restoran di mana Camelia, Ibu Marissa dan Rian berada. Mereka masih menikmati makanan yang tersedia. Ibu Marissa pun tidak ingin menunda lebih lama lagi untuk bertanya kepada Rian ada hubungan apa dengan Faika.
"Rian apa boleh Mami bertanya sesuatu Nak sama kamu?" tanya Ibu Marissa Kim Nasution yang memperhatikan raut wajah putra sulungnya itu.
Rian tidak langsung menjawab pertanyaan dari Maminya, tetapi hanya penasaran dan bertanya apa gerangan yang akan dipertanyakan oleh Maminya.
"Pertanyaan Mami mudah kok yang susah mungkin jawabannya" ucap Mami Marissa yang tersenyum penuh arti di depan putranya itu.
"Silahkan Mi, kalau ada yang ingin mami pertanyakan" ucap Rian dengan gamblangnya.
__ADS_1
"Siapa Faika di hatimu?" tanya Mami Marissa yang sangat menohok hatinya Rian.
Rian memperhatikan wajah Maminya sedangkan Rian masih menimbang apa kah berkata jujur atau mengalihkan pembicaraan saja.
Rian mengaduk-aduk minumannya yang sudah hampir tandas di dalam gelasnya.
"Faika" ucap singkat Rian.
"Iya Faika, siapa gadis itu di dalam hatimu nak?". Mami Marissa kembali mengulang pertanyaannya.
"Mungkin sebaiknya aku jujur saja sama Mami lagian cepat atau lambat juga beliau akan tahu".
"Faika teman kuliah Rian dulu sekaligus kami pernah menjalin hubungan beberapa tahun tetapi Faika kembali ke kampung halamannya dan ternyata Dia dijodohkan dengan Pria satu kampungnya oleh ke dua orang tuanya" ucap Rian sendu.
"Kalau gitu kamu harus mengubur dalam-dalam perasaan kamu kepadanya dan ingat jangan sekali-kali menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga orang lain, Mami tidak ingin punya anak yang menjadi pebinor" jelas Mami Marissa tegas dan tidak ingin dibantah.
"Rian mengerti Mi" ucap Rian lesu.
Mereka pun meninggalkan Mall tersebut dan menuju ke kediaman mereka. Rian masih berharap besar jika ada keajaiban yang terjadi dan berharap agar Faika masih mencintainya.
"Kamu harus sabar Nak, Kalau emang kalian jodoh pasti kalian akan bertemu juga apa pun rintangan yang menghalangi hubungan kalian pasti akan bertemu juga di depan KUA".
Di Panti Asuhan An-Nur, Faika disambut hangat dan baik oleh semua pengurus dan penghuni Panti Asuhan tersebut tersebut, dengan kebahagiaan yang terpancar dari wajah semua penghuni Panti asuhan.
"Kakak Faika datang" teriak semua anak-anak Panti yang sudah mengetahui dan menghafal dengan jelas tentang siapa Faika dan setiap kali Faika datang pasti membawa oleh-oleh dan berbagai macam barang kebutuhan mereka semua.
"Assalamu alaikum Ibu Diana" ucap salam Faika lalu meraih tangan Ibu Diana untuk Faika cium punggung tangan beliau.
"Waalaikum salam Nak, tumben datangnya malam-malam?" ucap Ibu Diana yang merasa heran karena tidak pernah datang berkunjung ke Panti Asuhan kalau sudah larut malam.
__ADS_1
"Faika banyak kerjaan jadi baru punya waktu luang untuk ke sini, adek-adek yang lain di mana Bu?" tanya Faika yang mencari keberadaan anak-anak kecil Panti.
"Ooohh mereka sudah tidur, dan sebagian ada yang mengerjakan tugas sekolahnya dan kalau yang tadi itu berteriak mungkin belum tidur Masih bermain jadi bisa melihat kedatangan kamu" ucap Ibu Diana selaku ibu kepala panti asuhan yang mengurus segala keperluan dan kebutuhan Panti Asuhan.
"Maaf Ibu, Faika hanya bawa sedikit barang saja, mobilku gak muat soalnya" ucap Faika yang cengengesan.
"Ini sudah banyak sekali Nak, apa yang kamu berikan untuk kami semua di Sini sangat bermanfaat dan berguna untuk kehidupan Anak-anak panti dan apa yang kamu berikan sudah sangat banyak" ucap Ibu Diana.
"Apa yang Faika berikan hanya sedikit Bu dibandingkan dengan Resky yang Allah berikan kepadaku dan ini ada sedikit uang untuk anak-anak Panti" ucap Faika yang menyodorkan sebuah amplop cokelat yang isinya sangat dibutuhkan oleh anak-anak panti.
"Makasih banyak Nak, kamu tidak perlu repot-repot untuk memberikan ini semua, Ibu merasa tidak enak" ucap Ibu Diana yang sangat bersyukur karena masih ada yang memperhatikan nasib dan kehidupan anak-anak Panti.
Walau pun tidak seberapa yang diberikan oleh Faika tapi sudah menjadi donatur tetap di Panti Asuhan An-Nur.
"Semoga Resky kamu semakin bertambah dan berkah, kerjaanmu semakin lancar dan sukses selalu Nak" ucap doa tulus ibu Diana.
"Amin ya rabbal alamin dan makasih banyak ibu, kalau gitu Faika pamit dulu sudah terlalu larut malam, kapan-kapan Faika akan datang lagi, titip salam sama adek-adek panti yg Bu" ucap Faika yang pamit pulang kepada Ibu panti.
Faika pun kembali ke rumahnya dengan perasaan yang Nanonano. Ada rasa sedih, kecewa, jengkel dan bahagia melihat senyuman penghuni Panti.
........... Bersambung...........
Makasih banyak othor ucapkan untuk Reader yang sudah Sudi mampir ke Novel Recehkku ini, Semoga Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar segera kontrak menyusul dua Novelku yg terdahulu.
Novel ini pernah beberapa Minggu hibernasi dan akhirnya turun gunung juga 🤭✌️.
Jangan Lupa untuk tetap memberikan dukungannya kepada TAJYT Yah 🙏💪.
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Minggu, 08 Mei 2022