TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 57. Shopping Perlengkapan Seserahan


__ADS_3

Selamat Membaca..


Cinta itu sederhana, jika cinta setialah, Jika tak mampu setia pergilah. Janganlah kita menua bersama..


Ibu Marissa, Faika Sabrina Dwi Putri dan Rian Alaric Kim sudah berada di dalam Mall yang paling terbesar di Kota Jakarta. Mereka berencana untuk mencari seserahan lamaran yang akan dilakukan oleh Nathaniel Sanjaya Park terhadap gadis yang sudah berhasil memporak porandakan perasaannya beberapa hari ini.


Gadis remaja yang baru menginjak usianya yang ke 18 telah berhasil mengandung bayi dari Nathan karena adanya insiden yang membuat mereka terikat dalam ikatan hubungan yang akan diresmikan segera oleh Nathan.


Ibu Marissa Mami angkat Nathan yang diserahi tugas untuk mengatur semua persiapan lamarannya esok hari, dikarenakan ke dua orang tuanya Nathan berada di Cina.


Ibu Marissa pun meminta bantuan khusus pada Faika karyawan putranya yang kebetulan berasal dari Makassar seperti halnya dengan calon istri Nathan.


"Makasih banyak sayang, Mami sudah tahu sedikit tentang selak beluk untuk melakukan lamaran adat suku Makassar," ucap Ibu Marissa sebelum turun dari mobilnya menuju Mall.


"Sama-sama Mi," jawab Faika.


Rian segera bergegas turun dari mobilnya menuju pintu untuk segera membukakan pintu itu untuk maminya lalu berjalan ke arah pintu sebelah yang ditempati Faika. Tapi, upaya yang dilakukan oleh Rian sedikit terlambat karena pintunya sudah terlebih dahulu dibuka oleh Faika. Sehingga Rian hanya mematung saja dan tangannya hanya menyentuh angin.


Mereka berjalan ke dalam Mall dan menunggu petunjuk dari Faika Toko apa yang akan mereka masuki.


"Faika yang pertama kali kita beli apa dulu ni sayang?" tanya Ibu Marissa.


"Gimana kalau kita ke Toko perhiasan itu dulu Mi, kebetulan Tokonya gak jauh dari eskalator," jawab Faika.


Mereka pun berjalan ke arah eskalator dan menuju toko perhiasan.


"Selamat datang Nyonya ada yang bisa kami bantu?" tanya Ibu pemilik Toko perhiasan emas itu saat pintu sudah terbuka.


Ibu Marissa hanya memberikan senyumannya sebelum menjawab pertanyaan dari Ibu pemilik Toko Emas itu.


"Saya ingin mencari cincin kawin" jawabnya.


"Hari ini kami mengeluarkan model terbaru yang Kami miliki dan hanya di toko kami yang tersedia model seperti itu dan modelnya terbatas Kami hanya buat satu pasang saja," jelas Ibu itu.


Ibu Marissa pun diperlihatkan bentuk dari sepasang cincin Kawin tersebut. Ibu Marissa melihat secara detail dan seksama bentuk dari model cincin itu.


"Faika gimana menurut Kamu, apa modelnya sudah bagus dan cantik?" tanya Ibu Marissa dan memperlihatkan cincin itu ke hadapan Faika.


"Menurut Faika modelnya cantik, elegan dan mewah sangat Cocok banget," jawabnya Faika.


Rian melihat-lihat beberapa koleksi cincin yang ada dan berniat untuk memesan sepasang cincin yang spesial untuk Dia dan perempuan yang kelak akan menjadi calon istrinya.


"Silahkan dicoba dulu Nyonya, kalau ukurannya kecil atau kebesaran Kami akan segera untuk merubahnya," tutur Ibu pemilik Toko.


"Fa coba pakai ini kalau cocok dijarimu Mami yakin pasti Cocok dijari calon istrinya Nathan," ucapnya.


Faika pun langsung memakai cincin tanpa banyak pikir lagi. Dan cincinnya sangat cocok di jari manisnya Faika seakan-akan cincin untuk dibuat dan di desain khusus untuk Faika seorang.


"Sangat cantik di jari Mbak, Nyonya sangat pintar mencari calon mantu, selamat yah mbak atas pernikahannya," ucap Ibu pemilik Toko.


Faika saling berpandangan dengan Rian, sedangkan Ibu Marissa hanya tersenyum menanggapi penuturan Ibu itu dan tidak berniat untuk menyanggah atau pun meluruskan kesalahpahaman Ibu itu.


"Tolong bungkus cincin ini, dan satu lagi Apa Nyonya memiliki koleksi emas untuk ukuran satu stel mulai dari Cincin, gelang, anting sama kalungnya?" tanya Ibu Marissa lagi.


__ADS_1


Nyonya tersebut cepat tanggap dan mengerti sekali dengan Apa yang dicari dan dibutuhkan oleh mereka.


"Ini ada perhiasan yang Nyonya maksudkan dan ini juga lemited edition dan sangat bagus dan cocok jika dipakai untuk Mbak ini," ucap ibu Lusiana sang pemilik Toko.



"Bungkus yang ini juga, dan tolong dihitung semuanya berapa? dan kirim ke alamat ini yah" tanya Ibu Marissa.


Horang kaya gaes gak ada sistem tawar menawar yang terjadi di antara mereka. Kalau othor pasti akan beradu argument untuk menawar harganya hehehe.


"Makasih banyak atas kunjungannya Nyonya ditunggu kedatangannya kembali," ucap Ibu Lusiana setelah Ibu Marissa dan yang lainnya pamit dan akan meninggalkan Toko itu.


Mereka kembali melanjutkan perjalanannya untuk mencari perlengkapan lainnya.


Faika kembali banyak terdiam dan berbicara seperlunya saja, karena merasa grogi dan malu jika matanya tanpa sengaja berserobot dengan mata setajam mata elang milik Rian Alaric Kim.


"Selanjutnya kita ke mana Fa?" tanya Maminya lagi.


"Kita mencari perlengkapan make up-nya, sepatu, tas sama perlengkapan shalat yang wajib harus ada," jelas Faika.


Mereka pun berjalan mencari Apa yang dikatakan oleh Faika dan kebetulan ada Toko yang khusus menjual barang-barang perlengkapan dan kebutuhan seserahan dalam pernikahan.


Faika pun berjalan lebih dahulu ke dalam toko tersebut dan langsung berjalan ke arah pegawai Toko yang kebetulan berdiri di sekitar pintu masuk. Mereka langsung diarahkan ke tempat yang Faika cari.


"Fa cari saja merek yang paling bagus tidak usah Kamu Fikirkan masalah harganya," ucap Mami Marissa yang sudah bisa membaca isi pikiran dari Faika dari raut wajahnya.



Butuh waktu beberapa jam untuk mencari perlengkapan lainnya yang mereka butuhkan untuk perlengkapan seserahan lamarannya.


"Alhamdulillah sudah ada semua yah Fa, tinggal kue-kue tradisional seperti dodorok, kue lapis, kue Umba-umba, gogosok Mami serahkan sama teman arisan Mami yang kebetulan ada yang dari Makassar," terangnya.


"Rian kalau Kamu rencananya kapan akan melamar cewek Kamu? Mami sudah tidak sabar loh, Nak."


"Insya Allah Mi, Rian akan segera melaksanakan apa yang Mami inginkan dan Rian berharap perempuan itu menolak lamaran Rian," ucapnya sambil menatap ke arah Faika yang hanya menundukkan kepalanya.


"Amin, Mami tunggu kabar baiknya sayang," ucap Ibu Marissa sambil memegang tangan Faika.


"Mi apa kalian gak lapar, sudah jam 7 nih kita belum makan malam," tanya Rian.


"Gimana kalau kita shalat magrib dahulu sebelum kita cari makanan," ucap Maminya.


Hanya beberapa saat saja mereka sudah berada di sekitar Mushollah Mall. Mereka shalat Magrib berjamaah. Rian selaku Imam mereka, karena waktu shalat hampir lewat. Mereka shalat dengan penuh khusuk. Mereka larut dalam kekhusyukannya hingga diujung do'anya Ibu Marissa dan Rian meneteskan air matanya.


"*Ya Allah kalau Mas Rian adalah jodohku maka dekatkanlah padaku dan jika bukan jodohku maka jauhkanlah dari sisiku ya Allah."


"Ya Allah persatukanlah putraku dengan Faika Sabrina Dwi Putri dan ikatlah cinta mereka dalam tali pernikahan, Aku ingin melihat mereka juga bahagia seperti kebanyakan pasangan lainnya."


"Ya Allah semoga Faika menerima lamaran ku nanti dan bukakanlah pintu hatinya untuk ku kembali seperti semula sebelum kami berpisah*."


Mereka hanyut dalam doa mereka masing-masing, mereka memiliki hajat yang tujuannya sama, tapi tidak ada yang tahu isi dari doa yang lainnya.


Faika mencium tangan Mami Marissa bergantian dengan Rian. Mami Marissa mencium kening Faika dan putranya itu.


"Sayang kita cari Restoran seafood saja yah, Mami tadi lihat ada di dekat dari sini supaya kita tidak berjalan terlalu jauh," ucapnya.

__ADS_1


"Dari Mami saja, Kami ikut Mami iya kan Fa?" tanya Rian dan kembali menatap tajam ke arah Faika.


Faika yang ditatap seperti itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Hati ini menginginkan dirimu Ma, tapi Faika tidak pantas bersanding dengan Mas, terlalu banyak perbedaan antara kita berdua."


Setiap manusia punya rasa cinta


Yang mesti dijaga kesuciannya


Namun ada kalanya insan tak berdaya


Saat dusta mampir bertahta


Mungkin dia yang punya setia


Yang mampu menjaga kemurniannya


Saat ku tak ada, ku jauh darinya


Amanah pun jadi penjaganya


Hatimu tempat berlindungk


Dari keheningan malamku


Tuhanku merestui itu, dijadikan engkau istriku


Engkaulah Bidadari Surgaku


Tiada yang memahami sgala kekuranganku


Kecuali kamu bidadariku


Maafkan lah kebodohanku


Yang tak bisa membimbing dirimu.


Mereka sudah berada di dalam Restoran seafood dan sudah tersaji hidangan yang telah dipesan oleh Ibu Marissa. Faika pemakan segalanya, jadi tidak masalah apa pun yang dipesan untuknya. Selama makanan itu halal dan bersih.


"Faika Sabrina Dwi Putri."


Faika sudah menghabiskan makanan yang ada di atas piringnya, dan suara seseorang yang memanggil namanya membuatnya harus menolehkan kepalanya ke arah sumber suara itu.


Rian pun menelisik ke arah Orang tersebut yang sudah berdiri di depan mereka. Ibu Marissa bertanya-tanya siapakah sosok orang tersebut bagi Faika.


............


Makasih Banyak atas dukungannya terhadap Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏


Semoga suka dengan Novel recehannya FANIA.


Maaf Novel ini masih dalam tahap Revisi ulang jadi Mohon dimaklumi 🙏


...********Bersambung********...

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Jum'at, 27 Mei 2022


__ADS_2