TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 27. Mahkota Yang Terenggut


__ADS_3

Selamat Membaca..


Perjalanan ke kebun teh ternyata membawa petaka untuk Fahira seorang. Fahira tidak menyangka jika malam itu harus tersesat dan tidak tahu jalan pulang, sehingga Dia semakin tersesat ke dalam kebun teh itu. Fahira sudah berusaha untuk menghubungi nomor hp temannya tetapi ternyata tidak ada sinyal di hpnya itu.


"Ya Allah dalam keadaan seperti ini tidak ada lagi sinyalnya hpku kodong".


Fahira semakin berjalan ke arah dalam kebun hingga tanpa disadari dan disangka oleh Faika ternyata, ada seseorang yang menarik tubuhnya dan langsung menggendong tubuh mungil Fahira.


"Tolong lepaskan Aku, kamu siapa" ucap Fahira yang memberontak dan memukuli punggung pria itu, tetapi permintaannya tidak dihiraukan oleh pria itu yang sudah setengah sadar dikarenakan minuman alkohol. Dan itu sangat jelas tercium oleh hidung Fahira.


Fahira langsung dilempar ke atas kasur lantai yang kebetulan ada di dalam rumah kecil itu. Fahira langsung bangkit dan berusaha untuk berlari keluar dan baru ingin meraih gagang pintu, Pria tersebut sudah bangkit dari duduknya yang sebelumnya berhasil di tendang oleh Fahira dan wajahnya yang terkena cakaran dari kuku panjang fahira yang belum sempat di potong.


"Gadis kecil kamu tidak akan bisa lolos dariku" ucap pria itu dan langsung menampar wajah Fahira sehingga tersungkur ke lantai.


Pria itu langsung meraih tali yang kebetulan ada di atas balai-balai, mungkin tali itu milik petani teh tersebut. Pria itu langsung mengikat tangan dan kakinya Fahira.


"Semua perempuan itu sama saja, jala***, matre dan penipu, jadi jangan sok suci dihadapanku" ucap Pria itu yang semakin ganas saat Fahira melawan dan berhasil mencakar wajah bagian kirinya.


Fahira sudah tidak bisa melawan dan sudah pasrah karena kaki dan tangannya sudah terikat sangat kuat. Fahira hanya meneteskan air matanya, dan berpaling ke arah lain saat pria itu menjamah Seluruh tubuhnya bagaikan hewan yang kelaparan.


"Ya Allah ampunilah Aku, Ibu, bapak, Kakak Faika Maafkan Fahira yang sudah kotor".


Hanya tangis Air mata yang mengiringi mahkotanya yang terenggut dengan paksa oleh pria yang tidak dia kenali.


"Kamu wanita jal*** tidak usah berpura-pura sedih dan menyesal, kamu itu pembohong besar, apa salahku padamu haaa, kamu tega selingkuh dengan sahabatku sendiri padahal Aku ini suami kamu" racau pria itu yang sudah semakin mabuk saja.


"Aku tidak kenal Anda Pak, kumohon lepaskanka kodong, Saya bukan istrimu, Saya tidak kenal Anda" ucap Fahira sambil berusaha menahan bibirnya untuk mengikuti irama permainan dari pria tersebut.


Sangat sakit yang dirasakan oleh Fahira. Apa lagi ini yang pertama kalinya dia alami, Pria tersebut tidak menghiraukan permohonan dari Fahira dan semakin memompa dirinya yang baru kali ini menemukan goa yang begitu sempit, karena istrinya dulu tidak seperti ini.


"Berteriak lah, menangis lah dan apa pun yang kamu lakukan aku yakin tidak akan ada Orang yang datang ke Sini" ucap pria itu yang sudah ngos-ngosan.

__ADS_1


Fahira pun pasrah menerima nasipnya, hanya Air mata yang mewakili perasaan hancur lebur hatinya dan sakit di areanya semakin memperparah kondisinya. Pria tersebut melakukan hal itu berulang kali hingga Fahira jatuh pingsan baru lah pria itu berhenti setelah meraih kenikmatan surga dunia yang begitu tiada taranya.


Pria tersebut buru-buru berdiri dan berpakaian kembali setelah berhasil melampiaskan kemarahannya kepada perempuan yang dua anggap istrinya. Tapi dompetnya terjatuh di samping Fahira sebelum meninggalkan rumah itu.


Pagi harinya, sudah banyak petani teh yang datang ke tempat itu padahal baru jam 5 Pagi tapi suasananya sudah nampak ramai hilir mudik petani teh di kebun itu m Dan tiba-tiba seorang ibu-ibu berteriak kencang karena melihat perempuan yang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dalam keadaan pingsan.


"Ada mayat di sini" teriak ibu itu yang mengira Fahira sudah meninggal dunia.


Ibu-ibu itu berinisiatif untuk mengambil pakaian ganti di dalam rumah itu serta sarungnya dan langsung menutupi seluruh tubuhnya Fahira agar tidak menjadi tontonan gratis dari masyarakat.


"Apa yang terjadi kenapaki berteriak kencang?" tanya suami ibu itu.


"Itu ada mayat perempuan dan sepertinya kondisinya sudah mati dan aku berfikir kalau dia korban pemerko****" ucap ibu itu.


Mereka pun langsung memeriksa kondisi Fahira dan ternyata Fahira hanya pingsan saja.


"Cobaki cariki identitasnya, sepertinya bukan orang di sini" ucap Ibu B lagi.


"Kalau begitu kasih naikmi cepat di mobil baru kita antraki ke villa nya" ucap Ibu pemilik kebun.


"iye, Ayokmi cepat sebelum terlambatki" ucap Ibu A.


Fahira pun di bawah sesuai alamat yang tertera di dalam Tasnya. Mereka dapat kertas di dalam tasnya Fahira yang bertuliskan alamat Villa itu.


Orang-orang tersebut langsung menggendong ke depan pintu Villa itu dan betapa terkejutnya mereka melihat kondisi Fahira.


"Apa yang terjadi dengan temanku Pak?" Tanya Winda yang langsung menuntun bapak tersebut untuk menidurkan Fahira di atas ranjang.


"Iye pak, kenapaki temanku kodong ini Pak na bisa seperti ini?" tanya Marsha yang sudah meneteskan air matanya melihat wajahnya Fahira yang bengkak dan memar kebiruan.


"Maaf dek, kami menemukan temanta' sudah dalam kondisi seperti ini di dalam rumah peristirahatan kami di kebun teh" ucap bapak B.

__ADS_1


"Iye, Saya yang pertama lihatki dek, kasihan sekali temanta' ini sepertinya di Perko*** kodong tapi kami tidak menemukan pria itu tapi hanya ini yang ada disekitar temanta'" ucap Ibu A sambil menyerahkan tas selempang dan HP milik Fahira sedangkan dompet pria itu, ada di dalam tasnya Fahira.


"Makasih banyak Pak dan Ibu untung adaki semua bantuki temanku Kodong, saya tidak bisa bayangkan apa lagi yang akan terjadi" ucap Hamsia yang tersayat hatinya melihat Sahabat baiknya terbaring lemah.


"Kalau gitu kami pamit dulu, dan kalau bisa Janganki lapor polisi dan tanyaki temanta' yang lainn nanti semakin parah dan besarji masalahnya" ucap bapak tersebut yang berusaha memberikan nasehat kepada ke tiga sahabat Fahira.


Nasehat bapak tersebut didengar dan dijalankan oleh ketiganya dan selama mereka berada di sana tiga hari itu mereka tidak ada lagi yang keluar dan hanya menjaga dan berusaha menutupi kejadian tersebut dan mereka pun meminta ijin pulang duluan dengan alasan yang bisa diterima oleh Wali kelasnya, agar tidak ada yang curiga dengan nasip malang Fahira. Mereka pun pulang dengan menyewa mobil untuk pulang. Tapi gimana pun mereka menyembunyikan masalah itu, ada saja oknum yang memanfaatkan keadaan tersebut dan menyebarkan masalah tersebut hingga Fahira menjadi Viral di kampungnya. Hal ini membuat mental dan psikis Fahira semakin terguncang hingga Fahira harus dilarikan ke RS yang ada di ibu kota Propinsi yaitu Makassar.


Ibunya Faika pun sempat pingsan saat melihat dan mendengar langsung perkataan dari teman putrinya apa yang dialami oleh Fahira.


"Maafkan kami Bu, ini semua gara-gara kami yang sudah memaksa Fahira untuk ikut". ucap Winda.


"Iya Bi, minta maafka karena tidak bisaka jagai Fahira dengan baik" ucap Marsha yang sangat menyesali keputusannya dulu.


Ibunya hanya bisa menangis tersedu-sedu melihat penderitaan dan hidup anaknya yang sudah hancur masa depannya.


"Ya Allah dosa apa yang telah kuperbuat sehingga ke dua anakku bernasip tidak beruntung".


........... Bersambung...........


Semoga suka dengan Novelku recehku ini 🤭.


Bantu Rate, Like dan Favoritkan dong Kakak biar Fania semakin semangat Untuk Update lagi 🙏.


Maafkan jika ada kesalahan dalam penulisan Novel ini 🙏.


Janganki Lupa untuk tetap memberikan Dukungannya kepada Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Kamis 12 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2