
Selamat Membaca...
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di di sampingku
Jangan pernah letih untuk mencintaiku
Setelah acara shopping mencari barang-barang perlengkapan seserahan di Mall bersama ibu Marissa Nasution Kim, Rian Alaric Kim, serta Faika Sabrina Dwi Putri, melanjutkan acara mereka dengan mengisi perutnya di Salah satu Restoran Seafood yang mereka Pilih.
Tapi, beberapa saat kemudian setelah makanan lezat yang tersaji di depan mereka tandas tak tersisa, kedatangan dari Kakak sepupu Faika sedikit membuat suasana tidak kondusif yaitu Firda. Untungnya mereka sudah makan malam.
Faika diantar hingga ke depan rumahnya. Ucapan terakhir yang terlontar dari mulutnya Rian mampu membuat hatinya Faika menghangat dan ada getaran yang terasa di dalam hatinya. Mereka berpisah sementara waktu hingga esok harinya.
Pagi pun menyingsing, Matahari telah terbit di sebelah timur, Sang Raja Siang telah menggantikan kecantikan sinar sang Dewi Malam.
Nathan pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kediaman keluarga Kim. Yaitu rumah milik ibu Marissa Nasution Kim. Kedatangannya sudah ditunggu oleh Mami Marissa sedari tadi.
__ADS_1
"Bagaimana Mi dengan persiapannya, apa semuanya sudah beres?" tanya Nathan saat sudah duduk di kursi ruang keluarga.
"Alhamdulillah sudah beres Kamu tidak perlu Khawatir dengan persiapannya, Kamu hanya duduk manis di rumah sambil menunggu kabar dari Kami," jelasnya Mami Marissa.
"Apa Saya juga ikut dengan Mami ke sana untuk melamar Fahira?" tanya Nathan.
"Katanya teman Mami sih, kalau masih acara proses lamarannya sang calon pengantin prianya tidak ikut serta dalam rombongan tapi, akan ikut jika sudah acara tunangannya," jawab Mami Marisa.
"Oohh gitu yah Mi, kalau bisa proses lamaran dengan pertunangannya jangan terlalu jauh selisih harinya Mi, Nathan takutnya perutnya Fahira semakin membesar dan bisa mendatangkan gosip untuknya, kasihan Fahira jika hal itu terjadi," ucap sendu Nathan.
"Kalau masalah itu Mami akan bahas dengan teman Mami jika sudah datang, katanya mereka sudah ada di jalan menuju ke sini," tuturnya.
Mobil ini nantinya akan menjadi milik pribadi khusus untuk Fahira yang nantinya akan membuat keluarga dari adik bapaknya akan cemburu dan bagaikan kebakaran jenggot saja setelah menyaksikan langsung kejadian itu.
Ibu Marissa dan Nathan memeriksa seserahan lamaran yang akan mereka bawa. Mobil pun sudah siap untuk mengantar mereka. Serta surat-surat berharga seperti surat kepemilikan mobil, rumah beserta isinya, serta perhiasan emas pun sudah siap diangkut dan dibawah ke rumah Fahira Febrina.
Kue dan buah-buahan pun sebagai pelengkap yang wajib tidak boleh tidak ada sebagai seserahan sudah ada.
Beberapa saat kemudian, Ibu Hatijah sebagai sahabat arisan Ibu Marissa dan rombongannya pun sudah datang. Dua mobil yang menyertai kedatangan mereka. Mobil itu berisi buah-buahan dan macam-macam kue.
"Bagaimana Ibu Marissa, apa kita sudah siap berangkat atau masih ada yang ditunggu?" tanya ibu Hatijah.
Ibu Hatijah dan suaminya Bapak Mansur adalah yang asli orang Makassar, sehingga beliau didaulat dan didapuk sebagai perwakilan yang akan berbicara di hadapan keluarga Fahira pihak mempelai wanita.
"Alhamdulillah sudah siap, kalau gitu kita berangkat saja Bu," ucap Ibu Marissa.
"Siap dan itu pasti sayang, Mami jalan dulu, Assalamu alaikum," ucap Ibu Marissa.
"Waalaikum salam," jawab Nathan.
Rian hingga detik keberangkatan rombongan pun belum bangun juga. Mami Marissa dan rombongannya ke sana dengan bermodalkan alamat yang diberikan oleh Nathan.
Mami Marissa sedikit terkejut saat memeriksa dan membaca alamat rumah dari Fahira
Ada sekitar sepuluh jumlahnya mobil yang ikut bersama di dalam iringan lamaran itu. Dan satu di antaranya akan menetap di rumahnya Fahira.
"Ini kan daerah perumahan Faika kalau gak salah, tapi lupa nomor rumahnya Faika bilang nomor berapa, soalnya semalam sudah larut banget jadi gak sempat merhatiin."
Perjalanan dari kediaman keluarga Kim ke perumahan Faika tidak terlalu jauh jadi hanya butuh waktu sekitar 30 menit saja. Mobil pun berhenti di depan rumah Faika yang kebetulan kedatangan tamu dari Makassar.
Adik kandung dari bapaknya Faika datang dari Makassar bersama ke dua anak perempuannya. Mereka terkejut dengan suara mesin mobil yang berhenti di depan rumah Faika.
"Daeng sepertinya ada mobil yang berhenti di depan rumahta'?" tanya bibinya Faika.
Bibinya Ibu Husnah selaku bibinya ingin beranjak dari tempatnya tapi, di cegah oleh Faika.
"Dudukmaki saja Bi, saya saja yang bukaki pintunya," cegat Faika segera berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Mami Marissa yang berada di depan pintu merasa was-was dan takut jika perempuan yang akan mereka lamar dan akan keponakannya nikahi adalah Faika gadis pujaan hatinya Rian putranya. Rumah yang dua datangi dan sudah berdiri di depan pintu adalah rumahnya Faika saat semalam dia antar pulang.
"Ya Allah apa yang terjadi di sini, inikan rumahnya Faika, Saya tidak salah lagi, semalam Rian mengantar Faika hingga ke depan pintu ini."
Ketakutan dan kebimbangan sekarang menghantui perasaannya Ibu Marissa.
"Ya Allah semoga perempuan itu bukanlah Faika kekasihnya anakku, kalau mereka orang yang sama, aku tidak sanggup melihat nasib puteraku yang kembali hancur dan terluka tapi, namanya fa... siapa lagi lupa waktu Nathan sebut nama gadis itu, yang aku ingat baik adalah namanya Fa..."
Pintu pun terbuka lebar dari arah dalam. Mami Marissa yang awalnya berdiri membelakangi pintu, berbalik dan betapa terkejutnya Mami Marissa setelah melihat wajah Faika yang membukakan pintu untuknya.
Faika pun tak kuasa terkejutnya sama halnya dengan yang dirasakan oleh Ibu Marissa dan setelah melihat ke sekeliling depan rumahnya.
"Mami Marissa," ucapnya singkat.
Ibunya dan Bibinya yaitu sedari tadi menunggu Faika masuk ke dalam rumahnya hingga sekarang belum balik membuat mereka berinisiatif untuk mencari Faika hingga ke depan pintu.
Ibu Suharti dan Bibi Husnah terkejut melihat banyaknya mobil yang terparkir dengan berbagai hiasan di mobil tersebut. Mobil itu ternyata rombongan iringan pengantin, dan yang jadi pertanyaan di benak mereka kenapa berada pas depan rumahnya.
Ibu Suharti selaku yang punya rumah langsung maju ke depan untuk bertanya kepada ibu Marissa apa gerangan yang membuatnya berdiri di depan pintu rumahnya.
"*Mereka itu siapa, dari apa yang mereka pakai hingga mobilnya pasti orang kaya, tapi siapa yang mereka cari?"
"Mereka ini siapa, apa na cari di depan rumahnya daeng, cantikna semua lagi mobil yang na Pake, apa mereka datang untuk melamar Faika, hal ini tidak boleh terjadi, edede anakku yang harus gantikanki Faika, aku harus berusaha untuk mencegah dan menggagalkannya*."
"Maaf ibu siapa yang kita cari?" tanya ibu Suharti dari belakang punggung Faika.
Faika yang sedari tadi hanya terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa-apa, langsung digantikan oleh ibunya.
Ibu Marissa yang sempat mengkhayalkan dan sibuk dengan pemikirannya sendiri, akhirnya tersadar dari lamunannya itu karena suara dari Ibu Suharti.
"Maaf Saya ganggu, Saya hanya ingin bertanya apa benar ini rumahnya Fa... suara ibu Marissa tergagap karena lupa dengan namanya kekasihnya Nathan.
"Ibu ini kayak orang kaya, cantikki lagi tapi, kayak orang bego."
Ibu Husnah tersenyum mengejek ke arah Mami Marisa.
"Maaf Bu, Saya sedikit lupa, saya ingin menelpon anak saya dahulu untuk memastikan namanya cewek yang ingin dilamar oleh putraku," ucap Mami Marisa yang tersenyum malu-malu.
"*Melamar, Siapa yang dimaksud oleh Mami?"
"Siapa yang ingin dilamar ibu ini? na anakku mereka tidak punya pacar setahuku*."
"Dugaanku benar, Ibu ini datang untuk melamar, aku harus mencegahnya agar tidak tercapai apa yang mereka inginkan."
Jreng.. jreng...
pengen ketawa jahat lihat kelakuan Ibu Marissa yang tiba-tiba tidak ingat dengan nama calon mantunya hehehehe.
Pengen nimpuk orang saja kalau gitu isi hatinya Ibu Husnah 😤
Yang penasaran dengan kelanjutan kisahnya Faika dan yang lainnya, yuk tunggu setiap hari Update nya yah, tapi harus tetap Favoritkan agar selalu dapat notifikasinya.
MAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA KEPADA TIDAK ADA JODOH YANG TERTUKAR 🥰😘
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, Sabtu, 28 Mei 2022