TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 23. Kembali Bertemu


__ADS_3

Selamat Membaca..


Suasana ruangan meeting mendadak heboh karena kedatangan dari Presdir baru mereka. Wajahnya yang tampan, pembawaan yang berkharisma, disiplin dan sayangnya hatinya sudah ada yang punya, tetapi tidak mudah tersentuh oleh sembarang orang membuatnya menjadikan dirinya jadi topik utama untuk beberapa hari kedepan.


Rian Alaric Kim namanya, Pria yang pernah manjadi orang yang sangat penting di dalam hidup Faika sekarang menjadi Presdir baru di Perusahaan tempatnya bekerja. Faika bergerak satu langkah ke belakang saking terkejutnya melihat Rian.


"Mungkin Aku yang salah lihat, mungkin ini pengaruh sudah dua hari ini, Aku terus memikirkannya".


Rian maju ke depan untuk memperkenalkan namanya, dan mengutarakan beberapa visi dan misinya sebagai pembuka dari perkenalannya. Rian menoleh ke arah sebelah kanannya dan tidak sengaja menangkap netra seseorang yang selama ini selalu Dia rindukan bahkan setiap malam menghiasi mimpi indahnya.


Rian terus menatap ke arah Faika, mereka saling berpandangan dan menyelami hingga ke dasar relung hati mereka, tetapi Faika yang merasa dirinya sedari tadi diperhatikan langsung memutuskan kontak matanya. Faika tidak ingin ada yang menyadari kalau mereka saling bertatapan satu sama lain yang akan membuat dirinya jadi Viral dan terkenal.


Faika memeriksa hpnya yang sedari tadi bergetar karena Faika tidak membunyikan nada dering handphonenya. Rian masih saja memandang Faika sehingga, Papinya menyenggol lengan Rian agar tersadar dari lamunannya yang menurut Papinya.


"Rian ada apa Nak?" tanya Tuan Edward Kim.


"Tidak apa-apa Papi" Ucap Rian dengan suara yang sedikit berbisik.


Rian pun melanjutkan pidatonya dan kembali berkonsentrasi dan sejenak melupakan kehidupan pribadinya. Rian tidak ingin pekerjaannya terganggu dan terhambat hanya karena mencampur adukkan pekerjaan dengan urusan orang.


Rian berusaha bersikap profesional dan memberikan contoh yang baik untuk bawahannya. Rian pun memberikan kesempatan kepada peserta meeting untuk bertanya dan ada beberapa pertanyaan yang membuat sebagian orang heboh terutama kaum Hawa. Mereka bahkan sudah keganjengan dan klepek-klepek tidak jelas. Kania tidak fokus mendengarkan penjelasan dari Rian, karena sudah khawatir dengan keadaan ibu dan adik-adiknya.


"Apa yang terjadi dengan Ibu di kampung yah? sedari tadi menelpon".


...Faika pun pamit kepada Kania karena ingin menelpon ibunya di Kampung....


"Kania Aku pamit ke luar dulu, Ada telpon penting dari Ibu di kampung" tutur Faika.


"Ok, tapi jangan jauh-jauh nanti kamu kesasar" canda Kania.


"Kamu bisa saja deh" jawab Faika yang sudah berjalan ke arah luar setelah menjawab pertanyaan dari Kania.


Sudut mata Rian terus memandang ke arah Faika, tetapi mulutnya masih setia berbicara.


"Assalamu alaikum iBu" ucap salam Faika.


"Waalaikum salam Ibu, kenapaki menelpon, baik-baikjaki?" tanya Faika yang menggunakan logat Makassar.


"Faika adekmu nak, adekmu masuk rumah sakit dan keadaannya sangat memprihatikan" jelas ibunya Faika.

__ADS_1


"Kenapaki na bisa masuk rumah sakit, apa yang terjadi ibu?". tanya Faika yang sudah khawatir memikirkan keadaan adiknya.


"Ceritanya panjang Nak, pulangki dulu kalau bisaji" mohon ibu Sunarti.


"Iye, kutungguma besok insya Allah saya pulang ke rumah" jelas Faika.


Faika terburu-buru kembali ke dalam ruangannya dan tidak melanjutkan ikut gabung dengan rekan kerjanya yang lain yang masih ikut meeting. Faika melanjutkan pekerjaannya yang sudah numpuk dan berharap pekerjaannya selesai hari ini juga, jadi saat dirinya pulang kampung tidak terlalu terbebani dengan pemikirannya yang terbagi.


Aleta melihat Faika yang sangat berkosentrasi di depan komputer saat Dia lewat depan ruangan Faika, menejer Humas.


Tok... Tok..


"Masuk saja, gak dikunci kok pintunya" ucap Faika, tetapi matanya masih berada di depan layar laptopnya.


"Apa Saya menggangu pekerjaan Ibu?" tanya Aleta.


Faika tersenyum manis ke arah Aleta.


"Biasa saja kali Kakak manggilnya, tidak usah segitunya juga, kita sama kok" ucap Faika yang merasa gak nyaman jika sahabatnya sendiri yang memanggil dengan sebutan itu.


"Hehehe oke, Oiya Aku perhatiin dari tadi sepertinya kamu sibuk banget, tapi wajahmu menyimpan kecemasan yang mendalam" ucap Aleta.


"Apa Aku kurang menghayati yah, Kau Heran sama kalian kalau Aku serius kalian heran dan jika Aku bercanda kalian selalu bilang kapan seriusnya" ucap Aleta yang heran dengan sikap dari Sahabatnya.


"Ada yang merajuk, ada yang merajuk" ucap Faika.


Nurmala ikut menimpali, "Betul.. betul"


"Ternyata Upin Ipin sudah pindah ke Jakarta rupanya" ucap Faika yang tertawa terbahak-bahak.


"Betul.. Betul.." timpal Nurmala yang ikut tertawa terbahak-bahak.


"Sedari tadi Aku perhatin kamu sepertinya sibuk?" tanya Aleta yang duduk berpangku tangan dihadapan Faika.


"Iya nih kak, Aku sibuk banget dan rencananya Aku mau selesain ini semua hari ini juga, besok Aku mau balik ke kampung" ujar Faika.


"Ada yang terjadi dengan keluarga kamu, apa jangan-jangan kamu akan dinikahkan lagi?" tanya Aleta.


"gak lah, gak mau hal seperti dulu terulang kembali"jawab Faika.

__ADS_1


"Terus kalau bukan nikah, kamu pulang untuk apa?" tanya Nurmala.


"Adikku Fahira katanya masuk rumah sakit dan ibuku menyuruhku untuk pulang" terang Faika.


"Kalau gitu lanjutkan pekerjaannya ibu menejer, Kami pamit dulu" ucap Aleta yang langsung ngacir ke luar ruangan.


Nurmala juga ikut ngacir dan berjalan mengendap-endap keluar ruangan. Karena takut terkena amukannya dari kemarahan Faika.


"Hahahaha, ada-ada saja mereka" senyum Faika akhirnya mengembang di pipinya.


"Harus selesai hari ini dan semoga presdir baru itu bisa memenuhi permintaanmu".


Faika menyelesaikan pekerjaan terakhirnya hingg jam 8 malam, perutnya pun berbunyi pertanda belum diisi dengan asupan makanan.


"Hehehe semoga gak ada yang dengar".


Faika celingak-celinguk melihat ke sekelilingnya.


"Untung saja gak ada orang kalau ada Aku bisa malu" .


Faika bahagia karena tidak ada orang yang mendengar suara dari perutnya itu. Faika besok berangkat ke Kota M karena Presdir barunya memberikan ijin kepadanya. Faika segera merapikan seluruh pekerjaannya dan bergegas ke luar untuk kembali ke rumahnya. Tapi Faika tidak menyadari jika sedari tadi ada seseorang yang diam-diam memperhatikan aktifitasnya. Pria tersebut adalah Rian demi ingin memastikan perempuan yang dia sayangi itu selamat dan aman sampai tujuannya.


Faika berjalan ke arah parkiran, tetapi ketika baru saja menginjakkan kakinya ke arah parkiran, Faika merasa dirinya diikuti oleh seseorang. Faika pun menoleh dan segera mempercepat langkah kakinya, karena takut jika orang tersebut berbuat jahat.


"Ya Allah tolonglah hambamu ini dan jauhkanlah hamba dari kejahatan mahklukMu".


Faika melepas high heelsnya dan berlari ke arah mobilnya. Dan tanpa aba-aba langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi saking takutnya terjadi sesuatu padanya, apa lagi sekarang sudah jam 11 malam.


"Apa Faika mengira saya ini penguntit yang akan berbuat jahat kepadanya, sehingga Faika berlari".


Faika baru mengurangi kecepatan lajunya mobilnya setelah sudah merasa aman dan berada di jalan raya yang sudah dipadati banyak pengendara motor dan mobil.


............ Bersambung..........


Jangan lupa untuk mampir ke Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar, 🙏 Tapi jangan lupa untuk meletakkan jempolnya di Tanda Like, Favorit dan Rate Bintang 5 ✌️🙏.


By FANIA Mikaila AzZahrah


Makassar, Selasa, 10 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2