TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 61. Proses Lamaran


__ADS_3

Selamat Membaca..


Sebuah Mobil cantik dan mewah sudah terparkir manis di depan halaman rumah Fahira.



Ku pilih hatimu tak ada ku ragu


Mencintaimu adalah hal yang terindah


Dalam hidupku ohh sayang


Kau detak jantungku


Setiap nafasku hembuskan namamu


Sumpah mati hati ingin memilihmu


Dalam hidupku oh sayang


Kau segalanya untukku


Janganlah jangan kau sakiti cinta ini


Sampai nanti di saat ragaku


Sudah tidak bernyawa lagi


Dan menutup mata ini untuk yang terakhir.


Faika ke dalam rumahnya untuk menjemput adiknya Fahira dan meminta kepada Fatimah untuk membuat beberapa gelas minuman dan macam-macam kue yang telah dibuat oleh Ibu Suarti tadi pagi sebelum adik iparnya datang bertandang ke rumahnya.


Beberapa saat kemudian, Faika dan adiknya Fahira sudah muncul dengan pakaian yang berbeda sebelum awal kedatangan rombongan iringan lamaran. Mereka walaupun tidak ada persiapan khusus tapi, tidak ingin tampil mengecewakan di hadapan keluarga yang ingin melamar Fahira.


Faika dan Fahira seperti anak kembar saja yang tidak bisa dibedakan mana yang lebih tua dari mereka. Fahira dan Faika sudah duduk berdampingan.


"Nak Faika Bapak dan yang lainnya datang ke sini sebagai perwakilan dari Ananda Nathan Sanjaya Park untuk melamar Nak Fahira Febrina, apa kah Nak Fahira menerima lamaran kami dan bersedia menjadi istri dari Nathan?" tanya Bapak Mansyur dengan suara yang pelan dan dilembutkan.


Fahira menatap satu persatu orang berada di dalam ruangan tamu rumahnya dan bibirnya tiba-tiba bergetar dan air matanya menetes membasahi pipinya.


Ibu Marissa mengerti dengan sikap Fahira yang bersedih, mungkin hal itu terjadi dengan masa lalunya yang pahit yang diakibatkan oleh tidak lain dan tidak bukan pelakunya adat Nathan keponakan sekaligus anak angkatnya.


Ibu Marissa menggenggam tangan Fahira dan mengangkat kepalanya Fahira untuk menatapnya.


"Nak Fahira Mami sangat mengerti dengan keadaan Kamu sebelumnya tapi, Kami datang ke Sini dengan niat dan maksud yang baik, jadi Mami mohon jawablah pertanyaan dari bapak Mansyur," tutur ibu Marissa dengan bijaksananya.


Fahira pun membalas menatap ke dalam bola matanya Ibu Marissa, Fahira tidak menemukan adanya' keraguan dan hal-hal yang berbau kebohongan. Fahira pun akhirnya angkat bicara.


"Fahira setuju dan siap menjadi istri dari Pak Nathan," ucap Fahira singkat, padat dan jelas.

__ADS_1


Ibu Suarti dan Faika memegang tangan Fahira seakan-akan menyalurkan rasa percaya dan semangat untuk Fahira agar bisa memutuskan dan mengambil langkah yang terbaik untuk masa depannya.


Pak Mansur lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu dan sedikit berteriak ke arah orang yang masih setia berada di dalam mobil untuk segera menurunkan semua barang-barang seserahan lamaran yang mereka bawa dan telah persiapkan itu.


"Pak Indar kita bawami semua barang-barang seserahan yang ada di atas mobil tapi, hati-hatiki di' bawaki," perintah Pak Mansyur.


Pak Mansur adalah anggota TNI yang ditugaskan di Ibu Kota Jakarta yang berasal dari Kota Makkasar Sulawesi Selatan, beliau sudah tinggal di Jakarta sekitar 10 tahun lamanya tapi, setiap enam bulan sekali akan berkunjung dan pulang kampung ke Makassar.


Mami Marissa membawa seserahan yang berisi cincin kawin dan satu stel perhiasan emas 24 Karat.


"Jadi bagaimana ini mauta' Daeng, apa lamaran langsung dengan pertunangan atau nantipi acara tunangannya?" tanya Ibu Hatijah setelah semua seserahan sudah berada di dalam kamar Fahira.


"Kitami saja yang ngaturki bagaimana baiknya Saya sebagai ibunya sangat bersyukur dan berterima kasih karena bapak sama Ibu ingin menjadikan putri ke dua Saya sebagai menantu kalian tapi, mohon dimaklumi kodong Fahira ini baru berumur 18 tahun Jadi, mugkin sangat butuh bantuan bimbingan dari Ibu bapak," tutur Ibu Suarti.


"Alhamdulillah kalau begitu," ucap lega Pak Mansyur dan yang lainnya.


"*Edede beruntungna Fahira dilamar sama orang kaya, kau Firda berusahaki juga untuk dapat calon suami yang kaya dan harus lebih dari calon suamina Fahira.'


"Iyeji Ma, kenapami ini Mama eehh Saya sama Fahira berbeda Ma, Saya pasti dapat yang lebih baik dari Fahira*,"


Ternyata Ibu Husnah bibinya Faika belum pulang bersama ke dua putrinya. Mereka bersembunyi dan menunggu hingga proses lamaran itu selesai. Bahkan Ibu Husnah sudah komat kamit bagaikan orang yang kebakaran jenggot saja setelah melihat betapa banyak dan mewahnya barang-barang seserahan yang dibawa oleh calon suaminya Fahira.


"Nak Fahira sini jari manisnya Nak, Mami sematkan cincin ini sebagai tanda Fahira sudah resmi menerima lamaran Nathan," ucap Ibu Marissa.


Tanpa ragu Fahira menyodorkan jarinya ke hadapan Mami Marisa dan ternyata cincinnya sangat pas dan cocok di jari manisnya Fahira. Padahal awalnya jarinya Faika yang dijadikan contoh untuk menyesuiakan ukuran dan langsung mencobanya sewaktu mereka belanja di Mall.u



"Alhamdulillah bapak senang dan bersyukur karena Nak Fahira setuju untuk menikah dengan Nathan dan insya Allah hari Rabu Kami akan datang kembali untuk mengadakan acara lamaran, dan mungkin ada itu daeng keluargata' dari Makassar yang ingin ku ajak ke Sini silahkan, na bilang Ibu Marissa nanti beliau yang akan bayarki semua biayanya berapa pun beng keluargat' yang mau datang ke Jakarta," terang Pak Mansyur.


"Alhamdulillah Makasih banyak Ibu, Bersyukur sekalika itu dengarki dan insya Allah Saya akan panggil keluarga dari bapaknya juga sama dari saya," jawab Ibu Suarti.


"Pihak keluarga dari Kami menginginkan hari Kamis adalah hari pertunangannya dan hari Minggu adalah akad nikah sekaligus pestanya," jelas Pak Mansyur.


"Tidak terlalu cepatji itu Pak?" ucap ibunya Faika.


"Lebih cepat lebih baik kalau masalah persiapannya janganmaki khawatir atau cemas dengan biaya atau apa pun itu, kita daeng dengan keluargata' hanya duduk manis saja, Ibu Marissa yang akan mengatur semuanya dengan baik," jawab Pak Mansyur.


"Alhamdulillah kalau begitu tapi, bagaimana itu dengan masalah maharnya sama erang-erangnya daeng belumpi ini dibahas, nanti ada keluarga yang pertanyakanki?" tanya Ibu Suarti.


"Iye tauwa saking bahagianya na dilupami ni sampaikan di hadapan ibunya calon pengantin wanita hehehe," ucap Pak Mansur.


Ibu Marissa sedikit paham dengan pembicaraan mereka karena, hanya logat mereka saja yang membedakan dengan bahasa sehari-hari orang Jakarta jadi, Mereka cepat paham dengan percakapan mereka.


"Ibu Marissa hari ini membawa beberapa barang termasuk sebuah mobil dan satu set perhiasan emas 24 karat seberat 30 gram dan ini hanya untuk lamaran saja nanti lain lagi yang akan Kami bawa pas hari akad nikahnya nanti, dan uang panaiknya adalah sesuai dengan keinginan dari Nathan setelah melihat beberapa video adat pernikahan orang Makassar yaitu 555.000.000 rupiah, katanya sesuai dengan awal mereka bertemu pertama kalinya," jelasnya lagi.


"Itu kan sama dengan tanggal dan bulan di mana kejadian itu terjadi, seingatku tidak bertemuka dengan Pak Nathan itu waktu atau mungkin Saya yang tidak menyadarinya saja."


"Makasih banyak atas apa yang kita berikan untuk anakku," ucap Ibu Suarti dengan deraian air matanya.

__ADS_1


Ibu Marissa menyentuh tangan calon besannya itu.


"Fahira dan keluarga ibu pantas untuk mendapatkan semuanya," ucap Ibu Marisa.


"Kalau Nak Faika kapan rencananya ingin dilamar?" tanya Ibu Marissa.


Perkataan yang meluncur dari bibirnya ibu Marissa yang membuat Faika langsung mendongak ke arah Ibu Marissa dengan wajah bengong dan terkejut sekaligus dalam waktu yang bersamaan.


Mami Marissa hanya tersenyum melihat wajah polos Faika.


"Kamu harus menikah dengan putraku Rian Alaric Kim bukan dengan pria lain,"


"Kita cicipi dulu makanan sama minumannya sedari tadi bicara terusji, maaf tidak makanan lain yang bisa kami suguhkan karena kondisi Kami yang tidak persiapan sama sekali," ucap Ibu Suarti.


"Edede daeng na banyak sekalimi ini Kuenya, na enak-enaknya lagi buatannya daeng," sanggah Ibu Hatijah.


"Kami yang seharusnya minta maaf karena datang tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak Kami dan ini murni dadakan dari keinginan putra Kami," jelas Ibu Marissa.


Ibu Hatijah menyukai makanan yang dibuat oleh Ibunya Fahira.


"Alhamdulillah karena semuanya sudah disepakati Kami minta ijin untuk pulang dulu, insya Allah hari Rabu Kami akan datang lagi," ucap Pak Mansur.


Tidak ada yang tidak bahagia dan tersenyum dengan lamaran dan rencana persiapan pernikahan Fahira dengan Nathan. Hanya Ibu Husnah dan Firda saja yang tidak senang dan bersyukur dengan berita bahagia itu.


Bahkan tetangga rumah dari Faika sempat heboh dan keluar dari rumah mereka untuk melihat apa yang terjadi di sekitar perumahan mereka yang sebelumnya tidak mendapatkan info apa pun jika hari ini adalah akan diadakan lamaran dan salah satu tetangga mereka.


............


Alhamdulillah othor pun bahagia karena Akhirnya Nathan bisa bertanggung jawab atas perbuatannya kepada Fahira tempo hari itu, Walaupun mereka belum terbuka dan berterus terang kalau Nathan lah pria itu yang telah merusak masa depan Fahira. Berita Kehamilan Fahira pun belum terendus oleh mereka.


Apa akan menjadi batu sandungan dalam bahtera rumah tangga mereka,,, Yang pengen tahu yuk pantengin terus Updatenya yah Readers.✌️


Jangan Lupa untuk tetap memberikan Dukungannya kepada Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar dengan Cara:


Like 👍 setiap Babnya


Gift 🎁 Poin atau Koin bagi yang punya dan mau.


Rate Bintang 5 ⭐⭐⭐⭐


Favoritkan ♥️ untuk selalu dapat Notifikasi Updatenya.



...********Bersambung********...


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, Minggu, 29 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2