TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 41. Upaya Nathan


__ADS_3

Selamat Membaca..


Selama beberapa jam Nathan melakukan perjalanan mulai dari Jakarta ke Makassar hingga ke kabupaten Gowa dan sekarang berada di daerah Takalar. Hanya untuk mencari keberadaan perempuan yang sempat mendampinginya melewati malam yang sangat panas.



Awalnya Nathan menduga kalau perempuan itu adalah mantan istrinya Miranda. Awalnya Nathan ingin memberikan pelajaran yang setimpal kepada Miranda dalam keadaan mabuk pengaruh dari minuman alkohol yang sempat dia beli di salah satu toko yang ada di sekitar High Land Malino.


Tapi ternyata salah sasaran dan berakhir dengan cewek remaja yang baru saja lulus dari sekolah menengah atas.


Nathan bertekad untuk mencari perempuan itu hingga ketemu karena ingin menebus segala kesalahannya dan dosanya. Nathaniel ingin bertanggung jawab kepada perempuan itu jika kelak Allah mempertemukan dia dengan cewek itu.


"Aku harus segera berangkat ke Jakarta, aku tidak ingin terlambat lagi dan semoga pencarian ku di Jakarta tidak sesulit yang terjadi di Sulawesi Selatan".



Nathan sudah bersiap untuk berangkat kembali ke Ibu kota Jakarta. Nathan terlebih dahulu mengembalikan mobil rental yang sempat Dia sewa selama dua hari, padahal rencana awalnya untuk tiga hari.


Nathan mengemudikan mobilnya ke arah jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar, karena ingin mengembalikan mobil rental tersebut.


"Pagi Pak" ucap Nathan saat membuka pintu kantor pak Aldiansyah selaku pemilik sorum rental mobil tersebut.


"Pagi, silahkan duduk Pak" ucap Pak Aldiansyah yang langsung berdiri dari duduknya setelah melihat orang yang sudah merental mobilnya.


Nathan langsung duduk di hadapan Pak Aldiansyah lalu menyodorkan kunci yang dia ambil dari dalam kantong celananya.


"Makasih banyak pak" ucap Nathan setelah berhasil menyerahkan kunci mobilnya ke tangan sang pemilik.


"Saya kira Anda menyewa mobil ini untuk tiga hari kok dikembalikan Padahal ini baru dua hari loh, apa yang terjadi apa ada masalah dengan mobilnya Pak?" tanya beruntung bapak Aldiansyah selaku pemilik sorum penyedia jasa mobil rental mobil yang ada di daerah Makassar kota.


"Alhamdulillah pekerjaan saya di Makassar sudah beres Pak jadi rencananya ini hari Saya akan balik ke Jakarta" jawab Nathan dengan senyuman khasnya.


"Saya kira ada apa dengan mobilnya pak atau bapak tidak puas dengan kinerja dari kami, tapi Alhamdulillah bukanji hal seperti itu" tutur Pak Aldiansyah.


"Iya, malahan saya berterima kasih karena mobil bapak bisa mengantar saya hingga ketempat yang saya inginkan dengan selamat tanpa ada kendala dan halangan yang berarti" jawab Nathan.


"Alhamdulillah kalau bapak puas dan suka dengan mobil kami" ucap Pak Aldiansyah.


Setelah merasa cukup berbasa-basi dengan pak Aldiansyah, Nathan pun pamit karena pesawatnya akan segera berangkat ke Jakarta dan Nathan takut jika terlambat berangkat ke Jakarta.


"Kalau gitu Saya pamit dulu pak, kebetulan pesawat Saya akan segera berangkat" ucap Nathan sambil menjabat tangan Pak Aldiansyah.


"Sama-sama Pak dan hati-hati di jalan, Ki ingatmi saja sempat datangki lagi di Makasar terus butuhki mobil sewa ke sinimaki" ucap pak Aldiansyah saat mengantar Nathan hingga ke depan jalan raya.


Nathan masuk ke dalam mobil yang berhasil dia pesan dari aplikasi yang ada di hpnya. Ojek online tersebut mengantar Nathan hingga ke depan Bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang ada di Kab. Maros.


Nathan turun dari mobil Taksi online tersebut dan memberikan ongkos sewa taksi online itu dengan beberapa lembar uang biru.


"Makasih banyak Mas" ucap Supir tersebut


"Sama-sama" ucap singkat Nathan.


"Maaf Mas uangnya lebih loh" teriak driver ojol tersebut.

__ADS_1


Baru ingin membuka pintu mobilnya, Nathan berjalan ke arahnya dan langsung membalas teriakan supir tersebut.


"Itu untuk bapak saja" ucap Nathan lalu berjalan kembali ke dalam Bandara.



Nathan mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu penumpang, karena pesawat yang akan mengantarnya ke Jakarta belum berangkat. Nathan kembali membuka hpnya dan melihat wajah ayu nan cantik Fahira.


Nathan tersenyum melihat gadis yang ada di dalam hpnya. Nathan kemudian memindahkan foto itu ke dalam galeri fotonya.


"Kira-kira Apa yang akan kamu katakan jika kamu tahu Aku adalah Pria brengsek malam itu, mungkin kamu akan marah dan memaki-maki Aku, tapi Aku tidak akan melawan atau pun menghindar dari pukulanmu asal jangan laporin Aku ke Polisi, Aku tidak ingin tidur di dalam buih".


Nathan bergidik ngeri membayangkan dirinya di dalam penjara. Beberapa saat kemudian, Pesawat Nathan sudah berada di dalam pesawat komersial.


Sedangkan di Jakarta, Faika kembali dibuat tercengang dengan perkataan dari atasannya yang mengharuskannya untuk mendampingi Presiden direktur mereka untuk bertemu dengan beberapa kliennya yang dari Belanda.


"Tapi pak, Saya kan bukan sekertaris pak Rian dan juga bukan asisten pribadinya, jadi seharusnya bukan saya yang harus mendampingi dan menemani Presdir untuk meeting" ucap Faika yang masih berusaha untuk menolak keputusan dan perintah dari Presdirnya.


"Ya ampun Faika, apa sih yang terjadi dengan kamu, sejak kemarin selalu menolak jika Saya suruh kamu untuk menghadap ke ruangan Presdir, andai saja Sasa dan Farhan hadir tidak mungkin kamu ditunjuk untuk menggantikan posisi mereka" ucap Pak Ridwan dengan jengah.


"Tapi Pak...." ucap Faika yang langsung dipotong oleh Pak Ridwan selaku atasannya.


"Tidak ada tapi-tapian lagi yang jelasnya kamu harus pergi dan Bapak tidak ingin mendengar penolakan dan alasan kamu yang tidak masuk akal itu atau Kamu ingin dipindahkan ke..


" ucap Pak Ridwan.


"Eehh jangan dong pak, Faika gak mau dipindahkan, apa lagi keluarga Faika baru saja datang dari kampung masa mereka harus pindah lagi, gak mudah loh pak urus berkas dan surat-surat kepindahan kami" ucap Faika yang terpaksa setuju dengan perintah bosnya.


"Berarti aku harus berduaan dengan Mas Rian kalau begini".


Faika meninggalkan ruangan pak Ridwan dengan sedikit lesu, loyo, lunglai dan lemah.


Tapi di dalam ruangan lain, ada seorang pria yang tertawa melihat reaksi dari gadis pujaan hatinya.


"Kamu tidak akan bisa menolak permintaan ku, Faika andai kamu tahu aku sangat selalu ingin bersamamu dan berada di sampingmu melewati setiap detik, menit, jam dan hari ini, Aku tidak bisa tenang jika sehari saja aku tidak melihat senyuman mu itu".


Faika kembali ke dalam ruangannya untuk segera bersiap Karena dia akan menemani Rian Alaric Kim bertemu dengan kliennya yang dari Belanda.


Pintu ruangan Faika terbuka lebar dan masuklah Kania bersama dengan Aleeta.


"Entah apa yang terjadi dengan Ibu menejer kita yang satu ini, sedari tadi wajahnya ditekuk mulu dan sudah seperti pakaian kusut yang menunggu giliran untuk disetrika" ucap Kania yang sudah duduk di hadapannya.


Faika hanya melirik sesaat kedatangan sahabatnya dengan perasaan yang masih bercampur aduk.


"Iya nih jangan-jangan lagi PMS yah sampe-sampe wajahmu sedatar itu" timpal Aleeta.


"Tunggu dulu Kalau wajahnya Faika seperti ini, Apa kamu gak nyadar kalau wajahnya mirip Presdir kit loh?" ucap Kania.


Aleeta langsung menyahut perkataan dari Kania.


"Iya yah Kalau diperhatikan sepintas mirip banget yah sama-sama di muka datar dan kaku hehehehe" ucap Aleta yang semakin memanasi keadaan.


"Ooohh itu tidak mungkin lah aku ini cantik sedangkan si Presdir itu tampan jadi dari segi mananya aku sama?" tanya Faika yang keluar tingkah lucunya.

__ADS_1


"Hahahaha" bunyi suara tawa Aleta dan Kania.


"Kok kalian ketawa, emang ada yang lucu atau aneh dengan perkataanku yah?" tanya Faika heran.


"Ya elah Faika, udahlah nanti aku jelaskan udah waktunya kerja soalnya" ucap Kania yang berlalu dari hadapan Faika yang kebingungan.


Aleta pun berjalan mengikuti langkah kaki Kania yang lebih dahulu pergi dari ruangan Faika.


"Mereka gak jelas banget, Kuatkan mental saja, dan semoga aku tidak Jatuh cinta kepadanya untuk ke dua kalinya, karena aku takut jika semakin jatuh ke dalam perasaan yang tidak bertepi ini".


Faika sudah memeriksa penampilannya serta beberapa berkas yang diberikan sebelumnya oleh Pak Ridwan untuk dia pelajari. Faika berjalan ke arah lift dan akan naik ke lantai dua belas tempat ruangan Presdir berada.


"Bismillah semoga semuanya lancar, dan aku tidak jatuh cinta lagi pada pesonanya, aku tidak ingin menjadi orang ketiga diantara mereka".


Faika keluar dari lift dan melangkahkan kakinya menuju ruangan Presdir berada.


"Assalamu alaikum Faika" ucap salam Sasa yang katanya tadi tidak masuk kerja gara-gara putrinya demam.


"Waalaikum salam, Faika fikir kak Sasa gak masuk kerja, tadi katanya Pak Ridwan Kakak gak masuk" ucap heran Faika.


"Ooohh itu, awalnya Kau emang gak ada rencana untuk masuk si, tapi big bos ngomel-ngomel katanya kamu butuh berkas dan penjelasan tentang notulen meetingnya jadi apa boleh buat dari pada gak gaji dipotong bonus pun tak dapat yah mau gimana lagi" ucap Sasa dengan wajah yang cemas dengan keadaan putrinya.


"Tapi putri kakak baik-baik saja kan apa ada yang jagain kalau Kakak kerja?" tanya Faika.


"Alhamdulillah ada neneknya di rumah yang bantu jagain dan kabar terakhir aku dapatkan Alhamdulillah Senandung Nacita sudah turun karena sudah minum obat" jelas Sasa.


"Alhamdulillah kalau begitu Kak, Faika turut bahagia.


Sasa adalah single parents yang harus membesarkan buah hatinya dengan penuh perjuangan. Nanti akan ada pembahasan khusus untuk Sasa sang sekretaris cantik, tapi pesonanya tidak mampu menyihir sang Big Bos.


"Faika ke dalam dulu Kak, ada tugas dari Pak Ridwan soalnya" ucap Faika yang berlalu dari hadapan Sasa yang sudah kembali berkutat dengan komputernya.


Faika dengan debaran jantungnya yang berdegup kencang ragu untuk membuka pintu tinggi dan kuat itu. Faika memutar kenop pintu itu dan baru sebagian yang terbuka sayup-sayup Faika mendengar suara anak kecil. Karena penasaran Faika membuka lebar pintu itu.


Alangkah terkejutnya Faika setelah pintu itu berhasil terbuka. Sedari dulu Faika tidak ingin melihat pemandangan yang seperti sekarang ini. Mata Faika kangen berkaca-kaca.


"Seharusnya aku tidak datang ke ruangan ini, seharusnya aku mengetuk pintu itu terlebih dahulu".


...................


Kira-kira apa yang dilihat Faika yah yang penasaran silahkan tunggu terus Updatenya yah n jangan sampai terlewatkan ✌️.


Makasih Banyak atas dukungannya terhadap Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🥰.


Dan Dukung terus TAJYT dengan Cara Like setiap Episodenya, Favoritkan Dan RATE BINTANG 5 Yah ✌️.


Maafkan jika Typo sangat meresahkan 🤭✌️.


...********Bersambung********...


By Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Rabu, 18 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2