
Selamat Membaca..
Pagi harinya, Ibu Suharti sudah berkutat di depan meja kompor. Ibu Suharti sedang memasak makanan untuk sarapan anak-anaknya serta tidak lupa membuat Kue bolu pisang dan brownies kesukaan putri sulungnya., Faika meninggalkan rumahnya dengan perut yang sudah terisi dan keu yang ada di dalam tempat khusus yang sengaja disediakan oleh Ibunya untuk bekalnya selama di kantor.
Faika mempercepat laju kecepatan Mobilnya karena takut jika terjebak macet dan berakhir dengan datang terlambat ke kantornya. Karena selama Dia bekerja di perusahaan tersebut, belum pernah dalam sejarahnya terlambat dan kena omelan hanya karena terlambat.
Faika yang melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 07:55 sehingga Dia mempercepat langkahnya sehingga tidak memperhatikan yang ada di sekelilingnya. Faika semakin berjalan terburu-buru. Walaupun masih ada beberapa menit untuk bersantai, tetapi Faika ingin memberikan contoh yang terbaik pada rekan kerjanya yang lain.
Faika pun berjalan ke arah lift dan sedikit pun tidak menolehkan kepalanya ke arah kanan dan kirinya. Faika tidak menyadari jika sedari tadi ada seseorang yang berjalan beriringan dengannya yang selalu menyunggingkan senyuman tipisnya yang sulit untuk dideteksi oleh orang lain kalau dia sedang tersenyum. Farhan yang sebagai asistennya pun mencurigai jika ada hubungan antara Presdirnya dengan manajer barunya dibagian humas itu.
"Apa dia adalah cewek yang selama ini sering dia bicarakan sehingga hatinya sudah tertutup dan tidak melirik wanita lain lagi, cantik dan imut, bagaimana kalau Aku buat dia merasakan cemburu apa Dia akan menunjukkan kecemburuannya itu atau akan seperti biasa yang tidak pernah memperlihatkan wajah yang membosankan, wajah kaku bagaikan papan saja".
Faika segera mempercepat langkahnya karena lift hampir penuh. Rian pun tambah melebarkan langkah kakinya. Dan terus mengikuti langkah kakinya Faika dan jarak mereka semakin dekat dan hampir tidak ada sekat pemisah jarak mereka.
Tapi baru saja ingin melangkahkan kakinya menuju Lift tersebut, tiba-tiba dari arah berlawanan segerombolan karyawan karyawati Perusahaan tersebut berdesakan dan berlomba-lomba untuk masuk ke dalam lift. Sehingga Faika yang kalah cepat harus tersenggol dari beberapa orang yang berdesakan. Dan membuat Faika oleng dan pentopel sepatunya pun yang sebelah kanan harus terlepas dan membuat keseimbangan Faika goyah hingga hampir terjengkang ke arah belakang untung saja tangan Faika sigap untuk menarik lengan baju dari orang yang berada di sampingnya.
Faika bahkan menarik kuat tangan orang itu sehingga selamat dari menyentuh dan mencium tanah air tercinta. Faika berterima kasih kepada orang tersebut tanpa harus melihat ke arah wajah pria itu.
Faika lalu berjongkok untuk memeriksa sepatunya yang rusak tadi dan mendumel yang mampu didengar oleh panca indera pendengaran dari Rian.
"Ya kok bisa rusak secepat ini sih? padahal hari ini yang pertama kalinya aku pakai, gini nih kalau harus beli apa-apa lewat Online, nyesel gw" lirih Faika yang masih mampu orang yang sedari tadi berdiri di dekatnya yang refleks tersenyum sangat tipis dan slim.
Rian pun segera menghubungi anak buahnya yang lain.
Dan Langsung dan mengirimkan Chat kepada orang-tersebut.
"Beli sepatu untuk cewek ukuran 28 warna apa saja dan beli paling sedikit 5 pasang dan bawa ke ruangan menejer Humas Sekarang Juga gak Pake lama".
Tidak butuh waktu lama apa yang diperintahkan oleh Orang nomor satu di perusahaan yang bergerak di bidang Retail itu. Sepatu-sepatu itu sudah tersusun rapi di atas meja kerjanya Faika tanpa ada rekan kerjanya yang tahu.
Rian tidak hentinya tersenyum simpul mendengar omelan halus dari Faika.
Farhan yang melihat raut wajah Rian yang sempat berubah dan menyunggingkan senyumannya langsung berinisiatif untuk mendekati Faika dan berencana ingin membuat Faika cemburu.
"Ada yang bisa saya bantu Nona cantik?" tanya Farhan Adiyaksa yang sudah ikut berjongkok dihadapan Faika.
Faika mendongak melihat ke arah Farhan. Faika tersenyum manis ke arah Farhan yang membuat Rian tidak terima jika Faika mengumbar senyumannya untuk pria lain.
"Kenapa meski tersenyum, biasa saja kali".
"Ayok keluarkan aslimu, jangan Pake lama".
"Aku harus bertahan dan tidak terprovokasi oleh sikap dan tindakan dari Farhan".
__ADS_1
"Semakin kamu tutupi dan semakin kamu berusaha untuk menyembunyikan rasa cemburumu semakin Aku akan membuat kamu kebakaran jenggot".
"Aku tidak semudah itu untuk memperlihatkan rasa cemburuku dihadapan kalian, kalian bisa tahu dong apa yang aku sembunyikan selama ini".
"Ternyata kamu kuat juga bisa menahannya, Ok hari ini Aku gagal, tapi besok dan di kesempatan lainnya aku yakin Aku pasti berhasil buat kamu terbakar api cemburu haha".
"Tidak semudah itu Aku termakan umpan yang kamu pasang, umpanmu ikan terik sedangkan Aku ikan Paus hahahaha".
Rian dan Farhan seakan-akan sedang berperang lewat batin mereka masing-masing. Dan untuk perang pertama Rian masih berhasil untuk menutupi rasa cemburunya.
"Tapi kamu baik-baik saja kan atau ada yang sakit?" tanya Farhan yang masih setia jongkok menemani Faika dan ingin menyentuh kaki Faika, tetapi Faika langsung menarik kakinya dan tidak ingin bersentuhan langsung dengan Farhan cowok yang baru dikenalnya karena selama Dia bekerja di perusahaan tersebut. Faika belum pernah melihat langsung Wajah Farhan bahkan berdekatan dan berinteraksi langsung pun tidak pernah, Jadi Faika merasa sungkan dan memang Faika tidak ingin bagian tubuhnya disentuh oleh bukan muhrimnya.
"Ohhh maaf, Aku tidak bermaksud untuk membuat kamu takut atau risih aku hanya ingin membantu kamu saja dan tidak ada niat yang tersembunyi dibalik bantuanku ini dan murni tulus untuk membantu kamu" jelas Farhan.
"Hahahaha kamu belum tahu siapa Faika sebenarnya, Faika tidak seperti perempuan yang selama ini kamu jadikan pacar kamu, dan satu hal lagi aku saja yang hampir tiga tahun pacaran dengannya tidak pernah menyentuh Faika secara sengaja".
"Pantesan si wajah Kaku tergila-gila padanya, gadis kampung tapi sikap dan karakternya tidak kampungan dan sangat cocok untuk si bos Kaku dan pelit senyum itu".
Setelah beberapa saat kemudian, Faika pun sudah selesai memperbaiki sepatunya yang sempat rusak dan juga sudah melepas high heelsnya menjadi sepatu biasa saja. Faika pun berdiri dari posisi jongkoknya dan wajah yang pertama dia lihat adalah wajah seseorang yang selalu membuatnya merasakan kerinduan yang mendalam. Netra hitam milik Faika dan netra hitam kecokelatan milik Rian saling berserobot satu sama lain.
Faika terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa begitu pun juga yang dirasakan oleh Rian. Hingga Faika membuka percakapan mereka yang sedari tadi hanya terdiam membisu. Sedangkan anak buahnya dan Farhan melihat mereka secara bergantian tapi tidak ada yang berkomentar apa pun padahal mereka akan melakukan meeting dengan pemegang saham di perusahaannya.
"Gimana kabarnya Camelia putri bapak?" tanya Faika.
Farhan melirik ke arah Rian yang tidak mengerti dengan pertanyaan dari Faika yang bertanya tentang Putri Rian yang bernama Camelia padahal Rian sekalipun belum pernah menikah berkembang biak pun belum pernah, tapi Kok Faika bertanya seperti itu.
"Sepertinya hubungan mereka cukup rumit dan menarik".
Farhan semakin ingin mengetahui apa yang terjadi di antara mereka.
"Alhamdulillah Camelia baik saja, tapi sekarang Dia ada di luar negeri bersama Maminya" Rian menjawab pertanyaan dari Faika.
"Alhamdulillah kalau begitu, salamku sama ibu Marissa juga" ucap Faika yang menitip salam untuk Mami Marissa ibundanya Rian.
"Ok" jawab singkat Rian.
"Kalau gitu Saya pamit dulu Pak, sudah waktunya kerja soalnya" ucap Faika yang berusaha untuk menahan debaran jantungnya yang semakin berdetak kencang disaat matanya beradu pandang dengan Rian.
Faika berjalan tergesa-gesa karena tidak terus berada di dalam suasana yang membuat dirinya harus sport jantung.
"Kok Aku bahagia melihatnya?, Maafkan aku yah Allah yang sudah mencintai suami orang lain".
Faika membuka pintu ruangannya dan kembali terkejut setelah melihat banyaknya dos sepatu di atas meja kerjanya. Faika berjalan ke arah luar pas depan pintu untuk memastikan siapa orang yang telah meletakkan dos sepatu tersebut. Tapi Faika tidak melihat sosok siapa pun Bahkan bayangan seseorang saja tidak ada di sekitar Ruangannya. Faika pun kmbali ke dalam ruangannya dan buru-buru mengunci pintu dan memeriksa semua dos sepatu itu. Faika takut jika kedatangan sepatu itu mendatangkan sesuatu yang bisa bernampak negatif terhadap pekerjaannya.
__ADS_1
"Aku yakin harga dari semua sepatu ini sangat mahal dari merk-nya saja sudah ketahuan kalau sepatu itu bermerk, tapi yang jadi pertanyaan siapa orang yang memberikan ini, aku cek saja satu persatu jangan sampai ada petunjuk yang disimpan".
Faika lalu memeriksa semua dos itu satu persatu, dan di saat dos yang terakhir Faika menemukan sebuah kertas yang berisi tulisan.
...********Bersambung********...
Masih sepi saja pembacanya 🤧🤧.
Tapi FANIA tetap semangat untuk Update setiap hari yang penting dapat target setiap bulan, Amin ya rabbal Alamin 🤲🙏.
Jangan Lupa untuk membudayakan untuk meletakkan jempolnya di Tanda Like, Favorit dan Rate Bintang 5.
By Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, Sabtu 14 Mei 2022
Rian Alaric Kim
Si cantik dan si imut Faika Sabrina Dwi Putri
a
Kalau yang ini visualnya Farhan Adiyaksa.
Semoga suka dengan visualnya dan ceritanya juga.
Untuk pemeran lainnya masih sementara mencari yang cocok dengan karakter mereka.
........... Bersambung...........
Untuk Readers Yuck dukung Karya receh FANIA dengan Cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan FAVORITKAN Yah 🙏
Makasih banyak atas dukungannya 🙏.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam pengetikan ✌️🙏
By Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Sabtu, 14 Mei 2022