TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 36. Tak Mampu Berucap


__ADS_3

Selamat Membaca..


Pak Ridwan tidak habis fikir dengan sikap Faika yang selalu menolak dengan berbagai alasan untuk bertemu dan berhadapan langsung dengan Rian Presdir direktur mereka.


"Sepertinya ada sesuatu dibalik penolakan dari Faika dan sepertinya dia menyembunyikan sesuatu yang kemungkinannya mereka ada hubungan istimewa dan jika tidak ada tidak mungkin Rian membelikan sepatu dengan berbagai merk dan model hingga jutaan rupiah hanya untuk menejer biasa saja".


Tapi Pak Ridwan tidak mungkin bertanya langsung pada Faika ataupun Presdir kalau hal itu terjadi pasti pekerjaannya akan menjadi taruhannya.


Faika dengan berat hati menjalankan perintah dari atasannya. Faika selama dalam perjalanan tidak konsentrasi dan hanya melamun memikirkan apa yang akan terjadi jika mereka bertemu langsung dan hanya berdua saja. Faika pusing dengan perintah dari Presdirnya yang mengharuskan dirinya untuk keruangan Rian hanya untuk mengantar berkas yang ada dalam pelukannya.


Faika berjalan bagaikan mayat hidup saja hingga Faika melewati tempat sekertaris dari Rian dia tidak menyapa sedikit pun, padahal jika biasanya Faika selalu menyapa Sasa untuk kali tidak sedikit pun.


"Tumben ini anak gak negur sedikit pun, biasanya kan selalu tanya kabar atau apa lah itu , tapi Aku lihat sepertinya Faika sedang banyak masalah yang dihadapinya sampai berjalan sambil melamun dan bahkan lebih mirip orang yang kesambet saja"?


Sasa menggelengkan kepalanya tanda tanya tidak mengerti dengan maksud dari sikap Faika yang seperti itu.


Faika tidak mengetuk pintu terlebih dahulu dikarenakan dirinya yang sudah melamun dari depan kantor Presdir barunya itu. Bahkan banyak diantara mereka yang kedapatan bergosip harus meninggalkan Perusahaan dengan tidak terhormat. Sehingga satu pun diantara mereka yang tidak mau mencoba untuk berani bergosip lagi.


Faika langsung saja masuk ke dalam ruangan presdirnya yang kebetulan pintunya tidak terkunci. Faika mencoba sekuat tenaga Tapi pintu itu terus tidak ingin terbuka padahal tadi tidak terkunci..


"*Kok pintunya gak mau terbuka sih, padahal tadi bisa ada apa sih dengan kuncinya?".


"Kok pintunya macet, apa pintunya sudah rusak, tapi itu tidak mungkin pintu semahal dan sebagus ini kok bisa cepat rusak, Aku harus segera menelpon petugas untuk segera mengecek pintu ini*".


Karena mereka saling tarik-menarik pintu tersebut dan tidak ada yang mau mengalah sehingga pintunya tidak berhasil terbuka. Hingga akhirnya Faika pun mengalah dan tidak memegang gagang pintu itu lagi dan akan berdiri di depan pintu tersebut untuk menunggu jika tiba-tiba terbuka dari dalam.


"Ada apa Fa, kok gak jadi masuk?". tanya Sasa Sang sekertaris Presiden Direkturnya.


"Anu anu kak, ini pintunya gak mau kebuka padahal tadi awal Aku pegang masih bisa terputar dan sekarang udah gak bisa". ucap Faika yang keheranan di depan pintu.


"Mungkin pintunya macet atau rusak, tapi mustahil terjadi sih Fa, pintu dengan kualitas bagus dan mahal gitu kok secepat itu juga rusak padahal pintu itu masih sangat baru loh" ucap Sasa yang ikut kebingungan dengan pintunya.


Sedangkan Rian Alaric Kim juga sudah kembali ke kursi kebesarannya untuk duduk karena sudah jengkel dengan pintu ruangannya yang tidak bisa terbuka.

__ADS_1


"Halo pak Johan, tolong segera ke ruanganku sekarang" ucap Rian dan langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa basa-basi.


"Ok Pak" ucap singkat kepala keamanan sekaligus teknisi di Perusahaan tersebut.


Pak Johan dan dua orang anak buahnya segera berjalan ke arah ruangan Presdir. Faika yang melihat kedatangan rombongan keamanan langsung berpindah tempat dari depan pintu.


"Maaf Mbak, Kami mendapatkan informasi dari Bapak Rian katanya pintu ini macet" ucap Oak Johan.


"Sepertinya gitu Pak karena tadi aku juga berusaha untuk buka tapi tidak berhasil padahal awalnya mau berputar" ucap Faika.


Sedangkan Sasa hanya jadi pendengar setia saja tanpa ikut menimpali pembicaraan mereka dan tetap serius menatap layar komputernya.


"Kalau gitu kami akan mencoba untuk memperbaikinya" ucap Pak Johan yang membuka perlengkapan peralatannya.


Pintu itu dicoba dibuka dengan menggunakan tangan kosong saja dan ternyata percobaan Pak Johan berhasil. Pintu itu berhasil terbuka dengan baik tanpa ada kejadian atau apa lah itu sesuai dengan perkataan dari atasannya dan juga dari mulut Faika sendiri.


Pak Johan tersenyum ke arah Faika yang nampak kebingungan dengan pintu tersebut. Sedangkan Rian selaku pemilik perusahaan tidak bereaksi atau pun berkomentar sedikit pun, malahan tidak terusik dengan keributan dan keramaian yang terjadi di depan pintu ruangannya.


Faika hanya tersenyum cengengesan karena ternyata dugaannya salah.


"Sama-sama Mbak Faika, ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami jadi Mbak tidak perlu sungkan" Tutur Pak Johan.


Faika hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Pak Johan. Pak Johan dan rombongannya sudah berlalu dari hadapannya. Faika pun berjalan ke arah dalam ruangan Rian dengan hati yang tidak tenang dan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.


Hal demikian itu pun dirasakan oleh Rian tetapi berhasil menutupi semua kegelisahan, rasa gugupnya dan rasa dag Dig Dug Derr jantungnya dengan baik dan berhasil menetralkan perasaannya secepat mungkin.


Rian hanya melirik sesaat ke arah Faika dan menyunggingkan senyuman tipisnya yang sulit orang lain untuk lihat senyuman itu yang Sangat mahal. Sehingga Rian sering dijuluki si wajah datar dan kaku oleh orang-orang yang tidak mengenal dekat Rian.


"Ya Allah ada apa dengan jantungku ini, Aku tidak boleh bersikap seperti ini, Dia suami orang dan aku tidak ingin menjadi orang ketiga dan perusak rumah tangga orang lain".


"Semakin hari wajahnya semakin cantik saja, Tapi sayangnya Dia istri orang, Aku akan sangat berdosa jika harus hadir di tengah-tengah hidup dan rumah tangga mereka, tapi Aku tidak bisa hidup tanpa hembusan nafasnya, Aku tidak bisa dalam sehari saja menjalani hariku tanpa melihat wajahnya".


Faika duduk di kursi yang ada dihadapan Rian atasannya itu tanpa dipersilahkan terlebih dahulu. Karena sudah berdiri sedari tadi cukup lama. Dan Rian sedikit pun tidak menoleh ke arah Faika yang mematung di tempatnya.

__ADS_1


Karena merasa sudah cukup lama di dalam ruangan tersebut tanpa ada yang dia lakukan, hanya memandangi wajah pemilik dan penguasa hatinya itu.


"Maaf pak kata Pak Ridwan Bapak menginginkan berkas ini saya bawa langsung ke hadapan bapak dan ini berkasnya pak" ucap Faika yang menyodorkan beberapa berkas tersebut dihadapan Rian.


Rian tanpa sepatah kata pun hanya mengambil berkas tersebut dan langsung memeriksanya dengan seksama dan teliti. Rian pun membubuhi tanda tangan di atas berkas tersebut dan setelah itu langsung menyerahkan kembali ke hadapan Faika.


"Ya elah ini orang apa sih maksudnya, tidak berbicara sedikit pun dan membuatku harus menunggu lama dan duduk diam saja, apa dua tidak tahu kalau pantatku sudah kram duduk sedari tadi bahkan sudah dua jam lebih hanya menatapnya sedang bekerja".


Faika baru ingin beranjak dari tempatnya, Rian langsung berucap sepatah kata.


"Tunggu dan Kamu tidak boleh keluar dari tempat ini sebelum aku perintahkan" ucap Rian yang tidak ingin dibantah sedikit pun.


Sedangkan Faika sudah mulai memperlihatkan wajah kesalnya yang membuat Rian tersenyum sangat tipis.


Hingga berjam-jam lamanya Faika masih setia duduk manis di dalam ruangan itu.


Sasa yang berada di luar pun ikut heran dengan apa yang terjadi di dalam dan tidak berani menduga atau pun menerka apa yang terjadi. Sasa hanya sesekali melihat ke arah pintu yang sudah tiga jam belum ada tanda-tanda akan terbuka.


"Mungkin mereka sedang berdebat tentang keputusan rapat tersebut apa lagi Faika sudah terkenal kritis dan tidak mudah terpengaruh untuk merubah hasil kerjanya jika Menurutnya sudah baik".


Keheningan terjadi di dalam ruangan itu, hanya jam di dinding yang mampu meramaikan suasana yang tercipta dari mereka.


.......


Makasih banyak yang sudah mampir walaupun masih sedikit, tetapi Fania sangat bersyukur karena masih ada yang berminat dan Sudi untuk baca novel recehku ini. Apa lah Daya Aku hanya Author remahan rengginan yang tidak mampu membuat karya yang bagus seperti author Femes lainnya.🤭.


Tapi Fania berharap ada yang suka dengan Novel Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar 🙏.


Mohon Maaf Novel ini masih dalam tahap Revisi ulang tapi butuh waktu yang lama karena Saya juga punya dua novel yang harus update setiap hari.


Mohon maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikan cerita ini 🙏.


...--------Bersambung--------...

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Senin 16 Mei 2022


__ADS_2