
Selamat Membaca..
Tuhan memberikanku cinta
Untuk ku persembahkan hanyalah padamu
Dia anugerahku kasih
Hanya untuk berkasih berbagi denganmu
Atas restu Allah ku ingin milikimu
Ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku
Restu Allah ku mencintai dirimu
Ku pinang kau dengan Bismillah
Hampa terasa bila ku tanpamu
Hidupku terasa mati jika ku tak bersamamu
Hanya dirimu satu yang ku inginkan
Ku bersumpah sampai mati hanyalah dirimu
Atas restu Allah ku ingin memilikimKu berharap kau menjadi yang terakhir untukku
Restu Allah ku ingin milikimu
Ku pinang kau dengan Bismillah..
Suasana yang awalnya sempat kacau dari kelakuan Bibinya Faika dan Alhamdulillah semuanya bisa teratasi dengan baik. Sehingga lamaran yang dilakukan oleh Ibu Marissa dan rombongan untuk melamar Fahira Febrina untuk Nathan Sanjaya Park diterima dan rencananya pernikahannya akan berlangsung satu minggu dari sekarang.
Hari rabu nanti, rombongan mereka akan kembali untuk membicarakan tentang acara pertunangannya. Mereka menghabiskan beberapa waktu untuk berbincang-bincang santai. Pak Mansur berbicara tentang rasa rindunya pada kampung halamannya di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
Sudah dua tahun bapak Mansur tidak pulang kampung dikarenakan wabah Corona yang melanda tanah air tercinta.
"Makasih banyak Bu Suarti atas jamuannya, Saya sangat suka dengan kue buatannya Ibu," puji Ibu Marissa.
"Alhamdulillah kalau kita sukaji kue buatan ku, kapan-kapan datangmaki ke rumah kalau mauki makan kue," ucap Ibunya Faika.
"Dapatmi itu lampu hijau dari ibunya Fahira jeng Marissa, apa lagi kalau Faika satu kantorji sama putranya jeng Marissa akan lebih mudah lagi untuk menikmati kue buatan Ibu Suarti," timpal Ibu Hatijah.
Ibu Marissa dan ibu Suarti hanya tersenyum simpul mendengar perkataan dari ibu Hatijah.
"Kalau begitu pamitki dulu, insya Allah kalau tidak ada halangan Kami akan datang hari rabu lagi untuk acara pertunangannya," ucap Pak Mansur.
"Ibu Suarti kalau bisa menu masakan nanti hari rabu, harus ada konro sama coto khas Makassar nah wajib ada itu," ucap Ibu Hatijah yang sedikit berbisik di telinga Ibunya Fahira.
Mereka pun meninggalkan rumah Faika dengan perasaan yang bahagia sekaligus ada kelegaan dalam hatinya. Karena lamaran mereka diterima.
__ADS_1
Rian hingga jam 11 siang belum bangun juga dari tidurnya, baru saja makan dan shalat dzuhur. Semalam Rian susah tidur, karena pikirannya selalu tertuju pada Faika Sabrina Dwi Putri seorang. Entah kenapa baru kali ini matanya Rian tidak bisa terpejam.
Rian menuruni undakan tangga perlahan dengan langkah yang lebar.
"Pantesan hingga sekarang Kamu belum nikah juga, bangun tidur saja kesiangan, Kamu lihat jam berapa sekarang dan Kamu barusan selesai mandi!" ucap Nathan yang menggelengkan kepalanya melihat Rian menuruni tangga dengan keadaan rambut yang masih basah.
"Apa hubungannya coba gak ada kali, Kamu terlalu percaya dengan hal tahayul gituan," ucap Rian yang ikut duduk di sebelahnya Nathan.
Rian meraih piring yang ada di hadapannya dan bersiap untuk menuangkan makanan satu persatu ke atas piringnya.
"Bagaimana dengan acara lamarannya, apa sudah selesai dan itu cewek terima lamaran Kamu?" tanya Rian.
"Alhamdulillah sudah selesai dan diterima, Mami juga sudah di jalan mo balik ke sini," jawab Nathan.
"Alhamdulillah kalau begitu, semoga acaranya lancar hingga selesai resepsi dan akad nikahnya, amin ya rabbal alamin," tutur Rian.
"Amin, temani Aku ketemuan sama Fahira yah nanti malam?" tanya Nathaniel.
Rian belum menjawab pertanyaan dari Nathan hanya menatap sekilas ke arah Nathan dan melanjutkan makannya.
"Gimana mau gak?" tanya Nathan lagi.
Nathan menatap Rian yang serius menyantap makanannya.
"Emangnya Kamu gak bisa kalau sendirian saja, apa aku wajib datang untuk menemani Kamu?" tanya Rian yang sesekali mengunyah makanannya.
"Gak wajib sih, cuman Aku malu harus sendirian datang ke rumahnya Fahira, ayok yah temani aku, cukup kali ini saja," pinta Nathan yang merengek bagaikan anak kecil saja.
"Kamu gak usah khawatir, katanya Mami Fahira punya seorang kakak yang tidak kalah cantiknya dengan adiknya calon istriku itu, dan saya yakin Kamu pasti jatuh cinta melihatnya," tutur Nathan.
"Wanita mana pun gak ada yang melebihi kecantikan Faika, selamanya hanya Faika wanita tercantik yang akan ada selamanya dalam hidupku."
Rian tidak menjawab perkataan dari Nathan hanya menjadi pendengar setia saja, hingga makanan yang ada di dalam piringnya tandas tak bersisa.
Rian kembali ke dalam kamarnya, sedangkan Nathan sudah pamit pulang ke Apartemennya dahulu, nanti habis magrib baru kembali ke sana untuk menjemput Rian.
Rian membuka instagramnya dan segera mencari instagramnya Faika. Rian hanya melihat beberapa foto lama Faika.
"Aku juga ingin segera melamar kamu Fa, aku tidak bisa lagi hidup jauh dari kamu tapi, apa Kamu masih mencintaiku seperti empat tahun lalu?"
Rian senyum-senyum melihat fotonya Faika hingga Rian tidak menyadari jika, maminya sudah berada di dalam kamarnya yang kebetulan tidak tertutup rapat itu.
Maminya duduk di ujung ranjangnya, barulah Rian menyadari kehadiran maminya di dekatnya. Rian terburu-buru mematikan layar ponselnya dan memperbaiki posisi duduknya yang sedari tadi tengkurap di atas ranjang king size-nya.
"Eeehh Mami sudah lama Mi di dalam sini?" tanya Rian yang tidak ingin maminya tahu apa yang sedang dia lakukan.
Ibu Marissa hanya tersenyum melihat putranya yang bertingkah lucu seperti anak remaja yang baru saja mengenal cinta saja.
"Kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya ibu Marissa yang berbasa-basi sebentar sebelum bertanya sesuatu pada putranya itu.
"Alhamdulillah Rian baik-baik saja kok Mi, emangnya Rian kenapa, apa ada yang aneh dengan Rian?" tanya Rian yang memeriksa seluruh tubuhnya itu.
__ADS_1
Ibu Marissa hanya tersenyum melihat tingkah laku putra sulungnya.
"Bukan itu maksudnya mami sayang, Mami hanya ingin tahu apa yang terjadi di dalam sini?" tanya maminya sambil menunjuk ke arah dadanya Rian.
Rian langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Maminya.
"Rian tidak mengerti dengan maksud Mami, emangnya ada apa dengan hati Rian?" tanya balik Rian yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mami ingin tahu siapa sosok perempuan yang pernah membuat Kamu bersedih dan harus hidup seperti robot yang hanya tahu kerja kerja dan kuliah saja?" tanya Maminya sambil memegang ke dua tangan putranya itu.
Rian kembali menerawang jauh kembali ke masa lalu empat tahun silam, di mana hatinya hancur berkeping-keping, di karenakan gadis yang menjadi pujaan hatinya itu, harus memutuskan hubungannya. Disebabkan oleh cewek itu akan menikah dengan pria lain yang sudah ditentukan dan dipilihkan oleh ke dua orang tuanya.
Mami Marissa menunggu putranya bercerita tentang kisah percintaannya yang harus kandas di tengah jalan.
Cinta itu butuh perjuangan jika cinta itu emang pantas untuk diraih, dan raihlah cinta itu dengan segala cara untuk mendapatkannya.
kalau yang ini calon manten wanitanya
............
Alhamdulillah hari ini masih bisa update walaupun hanya satu bab saja, kondisi mood yang kurang bersemangat 🥺.
Semoga suka dengan novel receh Fania.
Jangan Lupa untuk tetap memberikan dukungannya kepada Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar dengan cara:
Like Setiap Episodenya 👍
Favoritkan ♥️
Gift Poin atau Koin 🎁
Rate Bintang 5 ⭐⭐⭐⭐
dan kalau bisa ajak temannya, tetangganya, saudaranya, adik atau kakaknya, pacarnya juga boleh untuk Mampir baca TAJYT Yah ✌️
Mohon Maaf jika ada beberapa kesalahan dalam penulisannya 🙏
...********Bersambung********...
by Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, Senin, 30 Mei 2022
__ADS_1