TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
Bab. 6. Senyum dibalik Kegagalan


__ADS_3

Happy Reading..


Hari minggu pun tiba juga. Acara akad nikah dan resepsi pernikahan antara Faika Sabrina Dwi Putri dengan Wandi akan dilangsungkan hari itu juga. Semua undangan dan sanak keluarga maupun tetangga sudah mendatangi rumah keluarga Faika dan masing-masing sudah mengambil posisi duduk untuk mendengarkan, menjadi saksi dari akad nikahnya Faika dan Wandi.


Rumah Faika sudah disulap sedemikian rupa hingga seperti istana yang sangat cantik dengan dekorasi khusus untuk pengantin.



Pak Imam yang ditunjuk sebagai Pak Penghulu pun telah hadir di tengah-tengah mereka. Bahkan pengantin Pria juga sudah hadir. Banyak sekali barang-barang seserahan yang dibawa oleh keluarga besar mempelai Pria.


Maklumlah Keluarga Wandi adalah salah satu keluarga terkaya dan keturunan darah biru di Kampung mereka. Jadi, wajarlah kalau mereka mengadakan pesta hajatan dan membawa seserahan yang sangat banyak.




Berbagai macam jenis kue pun mereka bawa sebagai pelengkap seserahan. Bahkan tidak tanggung-tanggung bahkan rumah Faika sudah hampir dipenuhi dengan banyaknya seserahan.


Pak penghulu dan Wandi pun sudah siap untuk melakukan Ijab Kabul.


"Saya terima nikah dan kawinnya......," ucapan Pak penghulu terpaksa terpotong karena terjadi keributan di depan Rumah Faika.


Keributan itu terjadi karena ada sepasang bapak dan ibu-ibu yang membuat ulah. Mereka mengamuk bahkan sudah mengacaukan tempat duduk tamu yang sudah diatur oleh WO setempat.


Para Tamu undangan yang hadir terkejut, sekaligus heran kenapa bisa ada orang yang membuat kekacauan di pesta pernikahan, padahal sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini.


Bapak Rahman dan ibunya Suharti pun keluar untuk mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi. Pak Rahman langsung mendatangi seorang bapak setengah paruh baya yang mengamuk.


"Maaf pak kalau boleh tahu apa sebenarnya yang terjadi di sini? kenapa Bapak bisa sampai hati melakukan perbuatan seperti ini di Pesta anak saya??" tanya bapaknya Faika.


"Kalau anda ingin tahu kenapa kami melakukan hal ini, tolong tanya kepada calon mempelai pria saja, Dia pasti tahu dengan jelas permasalahannya" ucap Pak Doni.


Pak Rahman beserta yang lainnya langsung mengarahkan pandangannya ke arah Wandi yang sudah nampak gelisah dan berkeringat dingin.


Pak Rustam dan Ibu Rostia juga heran dengan kejadian ini dan meminta jawaban kepada putranya. Tapi, Wandi tidak mampu menjawab pertanyaan dari Pak Doni.


"Pasti kamu tidak bisa menjawab pertanyaan dari Bapak, Karena kamu sangat tahu apakah maksud dari kedatangan Kami ke sini" ucap Pak Doni.


"Apa maksudnya Nak, tolong bicaraki sama kami Nak, apa maksudnya itu Bapak??" ucap Ibu Rostia.


"Iya benar kata ibumu nak, coba jelaskan kepada kami apa maksud dari perkataan bapak Doni??" tanya bapaknya Wandi yaitu Pak Rustam.


Sedangkan di dalam ruangan tempat akad nikah sudah terjadi desas-desus dan bisikan dari beberapa Tamu yang datang. Sedangkan di dalam Kamar pengantin, Faika mendengar kabar dari adiknya Fatimah kalau, terjadi kekacauan di depan rumah mereka.


"Ya Allah semoga pernikahanku tidak jadi dan segera dibatalkan."


Di dalam hatinya sangat berharap supaya pernikahan mereka tidak terlaksana bin gagal. Faika berulang kali beristigfar memohon ampun kepada Allah SWT atas fikirannya yang tidak baik tersebut.


Wandi semakin terpojok dengan kedatangan seorang cewek yang nampak cantik tapi, agak gemuk dikarenakan dirinya sedang berbadan dua. Wandi tidak menyangka kalau Manda dan orang tuanya tahu alamat rumahnya Faika padahal mereka sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya di Takalar.


Wandi semakin dibuat tidak bisa berkutik lagi. Karena cewek itu langsung mendatangi ke arah Wandi. Sehingga semua orang langsung bingung dengan tingkah perempuan itu.

__ADS_1


Perempuan itu langsung menangis tersedu-sedu ketika sudah berada di Depan Wandi. Orang tua perempuan itu langsung angkat bicara.


"Kamu pasti mengenali perempuan yang ada di depanmu itu?" ucap pak Doni.


"Dia adalah Perempuan yang Kamu nikahi 3 bulan lalu di depan mata Kami tapi, kenapa sekarang kamu dengan mudahnya ingin mengucapkan Ijab kabul tanpa sepengetahuan dan ijin dari istri pertama Kamu??" ucap ibu Tia ibu dari Amanda perempuan yang sedang hamil.


Bagaikan petir disiang bolong, Ibu dan Bapak Wandi langsung kaget dengan pernyataan dari Ibu Tia. Tidak ada seorang pun yang hadir di sana tidak terkejut dengan berita yang mereka dengar baru saja. Bahkan Ibunya Wandi sudah tidak sadarkan diri setelah mendengar perkataan ibu Rostia. Orang-orang Langsung mendatangi Ibu Rostia untuk menolongnya.


"Wandi apa susahnya sih untuk berkata jujur?" ucap ibu Tia.


"Kamu benar-benar laki-laki kurang ****, tidak tahu malu, dasar laki-laki rakus yang menginginkan istri banyak," ucap Pak Doni.


"Berani berbuat harus berani bertanggung jawab" ucap Ibu Tia.


"Wandi apa yang sebenarnya telah terjadi tolong katakan kepada bapak nak, Kamu benar-benar ingin melihat bapak dan ibu menderita menanggung malu" ucap Pak Rustam.


Ada kelegaan di dalam hati ke dua orang tua Faika, walaupun sedikit merasakan malu jika sampai pernikahan putri pertama mereka harus dibatalkan. seandainya mereka tahu kalau Wandi sudah menikah mereka tidak sudi menjalankan amanah dari orang tuanya.


"Kalau memang Dia adalah istri dari Wandi, berarti dibatalkanmi saja pernikahannya," jelas Pak Rahman sambil menunjuk ke arah wanita itu.


"Iye apa yang bapak bilang itu sangat benar, karena tidak mauka lihatki anakku dipoligami sampai kapan pun dan apa pun alasannya,"ucap Ibu Suharti dengan tegas dan tidak ingin dibantah oleh siapa pun.


Tiba-tiba adik dari Bapaknya Faika maju dan menentang keputusan Kakak dan iparnya.


"Kita tidak boleh batalkan pernikahan ini, Apami nabilang orang jika, pernikahan mereka sampai gagal, tidak maluki itu dicerita sama orang Daeng?" ucap Bibi Husnah.


Husnah adalah adik kandung dari Bapaknya Faika.


Ibu Faika langsung menahan tubuh suaminya yang ingin maju ke arah adik satu-satunya itu.


"Sabarki Pak, ingatki darah tinggita' Bapak" ucap ibu Faika.


"Kita tetap tidak boleh membatalkan pernikahan ini, mereka sudah mengeluarkan banyak sekali uang untuk pernikahan ini," ucap Pak Dirman suaminya ibu Husnah


"Apa sih maunya Bibi sama Paman, apa Paman dan bibi tega melihat kakak Faika harus dipoligami, Di mana hati nurani Paman dan bibi, kalau mauki Firda mo saja kita kasih nikah sama Wandi??" ucap kakak sepupunya Faika dari ibunya.


Marlina yang sudah terlanjur jengkel melihat tingkah paman dan bibinya yang masih ngotot ingin melaksanakan pernikahan itu.


Ibunya Wandi sudah dibawah ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan. Sedangkan Perempuan yang mengaku istri Wandi dan orang tuanya masih betah berada di rumah Faika.


Kejadian ini menjadi topik utama perbincangan di kalangan Masyarakat Desa Takalar. Ada yang menganggap Faika cewek yang sial, ada juga menganggap Faika cewek yang beruntung tidak dipoligami dan ada juga yang kasihan dengan Nasib pernikahan Faika yang terpaksa gagal.


Hal itu berlangsung beberapa hari. Faika dan orang tuanya merasakan kelegaan di dalam hati mereka walaupun, ada juga rasa malu dan marah jika, ada orang yang menggunjing Faika.


Rian di dalam pesawat dengan air mata yang menetes membasahi pipinya, hanya mampu menatap ke arah luar jendela pesawat. Rian memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya dan mengelola Perusahaan Papinya yang ada di USA Amerika Serikat.


Aku yang lemah tanpamu


Aku yang rentan karena cinta yang t'lah hilang darimu


Yang mampu menyanjungku

__ADS_1


Selama mata terbuka


Sampai jantung tak berdetak


Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu


Darimu, ketemukan hidupku


Bagiku kaulah cinta sejati


Bila yang tertulis untukku


Adalah yang terbaik untukmu


'Kan kujadikn kau kenangan


Yang terindah dalam hidupku


Namun tak kan mudah bagiku


Meninggalkan jejak hidupmu


Yang t'lah terukir abadi


Sebagai kenangan yang terindah


Ini Visualnya Faika yah




Ini Visualnya Faika Sabrina Dwi Putri yah semoga suka dengan Visualnya.


Sedangkan Rian Alaric Kim cowok yang terpaksa merelakan cewek pujaan hatinya bersanding dengan pria lain, dengan tegar melangkahkan kakinya menuju ke Negara Paman Sam.


......................


Maaf Jika Fania Jarang Update yah Readers 🙏🙏.


Moga kalian suka Episode Baru ini..


Tetap Dukung Novel Receh Fania yah Readers 🙏🙏


Jangan Lupa untuk memberikan dukungannya kepada Novel Fania yah 🙏🙏.


Makasih..


Makassar, 23 Januari 2022


By FANIA Mikaila AzZahrah.

__ADS_1


__ADS_2