
Selamat Membaca..
Wajah bahagia dari seluruh penghuni Panti Asuhan membuat Faika merasa bahagia sekaligus bersyukur karena apa yang dia berikan sangat berguna dan bermanfaat bagi seluruh penghuni panti asuhan.
Setelah beberapa saat kemudian, Faika pun pamit kepada Ibu pengurus panti asuhan karena sudah terlalu larut malam. Dan besok pagi Faika akan berangkat kerja.
Di dalam perjalanan, Faika kembali memikirkan tentang nasip percintaannya yang harus berakhir karena masing-masing dari mereka telah menikah.
"Aku harus berusaha untuk mengeluarkan mas Rian dari dalam hatiku, tapi gimana caranya ya Allah semakin Aku ingin Aku melupakan Dia semakin saja hati dan pikiran ini tertuju kepada dirinya seorang".
Faika melajukan mobilnya ke arah perumahan miliknya yang belum cukup setahun dia beli dari hasil tabungannya selama bekerja di Ibu kota Jakarta. Rumah yang terletak tidak terlalu jauh dari perusahaan tempat kerjanya sehingga memudahkan dirinya jika sehari-hari berangkat kerja.
Faika segera masuk ke dalam kamarnya dan langsung bergegas ke dalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah bau keringat dan lengket. Faika segera menyelesaikan ritual mandinya dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian tidurnya.
Faika menyempatkan mengoleskan vitamin untuk wajahnya dan juga kulitnya yang sudah putih agar tidak kering dan semakin putih dan sehat.
"Bismillahirrahmanirrahim, semoga besok berjalan lancar dan lebih baik dari kemarin".
Matahari telah bersinar menyinari bumi dan segala isinya. Indahnya pagi ini disambut hangat oleh segenap insan manusia yang sudah beraktifitas seperti biasanya. Banyaknya aneka macam aktifitas manusia yang dijalankan sesuai dengan keterampilannya masing-masing. Ada yang baru selesai berkerja ada yang baru ingin memulai bahkan ada yang masih terbuai dalam mimpi indahnya. Aktifitas sehari-hari yang dilakoni olej warga pribumi membuat setiap paginya jalan selalu dipadati berbagai macam jenis kendaraan.
Faika pun sudah bangun dari tidurnya dan sudah melaksanakan shalat subuh, Faika membersihkan seluruh bagian dan penjuru rumahnya sebelum bergerak ke dapur untuk menyiapkan bekal makannya. Faika hari ini hanya membuat Nasi goreng dan Ayam geprek beserta lalapan dan sambalnya.
Faika sudah berada di balik kemudi mobilnya dan mobilnya sudah ikut berjejer di sekitar lampu merah. Faika menikmati indahnya pagi ini dengan selalu bersenandung shalawat dan Asmaul Husna dari bibir cantiknya. Bagi Faika hal itu bisa membuatnya tidak berfikir negatif dan selalu menimbulkan aura positif sehingga bisa menjalankan aktifitasnya dengan baik dan penuh semangat.
Faika sampai di Perusahaan tempat dia bekerja satu jam sebelum jam kerja dimulai, sehingga Faika masih punya waktu untuk makan pagi di pantry kantornya. Karena jabatannya sebagai manajer di Perusahaan tersebut membuat Faika dihormati bahkan disegani oleh pegawai yang berada di bawahnya. Tapi Faika menanggapinya dengan santai dan biasa saja yang tidak membuatnya songong atau pun tinggi hati. Karena jabatan itu hanya lah ujian bagaimana seseorang menjalaninya dengan baik dan amanah dan penuh dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Faika menyelesaikan segera makannya dan bersiap kembali ke dalam ruangannya. Tetapi langkahnya terhenti dikarenakan Kania, Aleta dan Nurmala yang mengucapkan selamat kepada Faika yang sudah menjabat sebagai menejer bagian Humas.
__ADS_1
"Selamat yah Sayang, kamu sudah jadi Ibu menejer yang terhormat" canda Kania.
"Iih apaan sih Kania, biasa saja kali" Faika menanggapi candaan dari Kania sahabatnya sedari dulu, tetapi Kania bekerja di bagian keuangan berbeda dengannya.
"Ada kah traktiran untuk Kami" Aleta menimpali percakapan mereka.
"Insya Allah ada, tapi kita cari waktu luang yang tepat saja, dan infonya aku akan sampaikan di grup wa saja gimana?" tanya Faika kepada ke tiga sahabatnya.
"Makan gratis nih, enak... enak... pastinya" Nurmala pun tidak mau kalah.
"Kalian saja yang pilih tempatnya dan terserah kalian mau makan apa pun boleh, batu juga boleh aku gak marah kok" canda Faika.
"ihh ngaco loh Faika Hahahaha" ucap Kania.
"Apa kalian sudah dapat kabar?" tanya Aleta.
"Iya nih gak jelas banget" ucap Nurmala.
Sedangkan Faika hanya tersenyum saja menanggapi candaan semua sahabatnya.
"Baiklah Aku lanjutkan perkataan ku, oiy hari ini di Perusahaan kita akan kedatangan Presdir baru yang akan menggantikan bapak Edward Al-Ghazali Kim dan yang menggantikan posisi Ayahnya adalah putra tunggalnya karena anak pertamanya kan cewek yang sudah menikah dan punya anak kembar" tutur Aleta.
"Kamu kok tahu banget sedetail itu, kamu dapat informasi itu dari mana? jangan bilang dari kabar angin lalu" Ucap Kania jengah yang sudah hafal dengan sangat kebiasaan dari Aleta dan sahabatnya yang lain.
"Kali ini bukanlah kabar angin atau pun isapan jempol semata, tetapi Aku dapat kabar ini dari kepala bagian HRD yang kebetulan kemarin berbincang-bincang dengan bawahannya dan tidak langsung Aku mendengarnya" jelas Aleta.
"Kamu yah, kebiasaan suka nguping pembicaraan orang lain saja, dikurangi kenapa kebiasaan seperti itu" ucap Faika yang menggelengkan kepalanya karena Aleta sedari dulu selalu menjadi pendengar diam-diam dari orang lain.
__ADS_1
"Dan nama putranya kalau gak salah....." ucapan Nurmala terpotong di saat pak adinata datang dan berjalan ke arah mereka.
Tapi Aleta tidak suka bergosip dengan orang lain selain ke tiga sahabatnya itu. Mereka masih berbincang-bincang hingga kepala keamanan datang dan memecah perkumpulan mereka.
"Masih pagi-pagi sudah ngerumpi, bukannya selesaikan Kerjaan kalian" teguran dari bapak Adinata selaku kepala bagian keamanan yang setiap pagi melakukan inspeksi dadakan untuk mengecek karyawan yang membandel.
"Maaf pak kan masih ada waktu untuk bersantai, jadi kami santai sejenak dulu lah pak sebelum memulai pekerjaan kami" ucap Kania.
"Kalian ke tempat pertemuan karena Presdir baru kita sudah sampai di dalam ruangannya dan akan bersiap ke ruangan meeting" jelas pak Adinata.
"Makasih banyak infonya Pak" ucap Faika lalu berjalan ke kubikelnya dan menyimpan perlengkapan Makannya yang sudah bersih. Kemudian bersiap ke ruangan Meeting untuk menghadiri acara penyambutan Presdir baru mereka.
Biasanya ada acara khusus untuk menyambut atasan baru di perusahaannya, tetapi kali ini Presdir baru itu menginginkan penyambutan yang sederhana saja tanpa ada acara yang menurutnya terlalu berlebihan. Faika dan ketiga sahabatnya sudah bergabung dan berdiri di dalam barisan semua karyawan yang menyambut kedatangan rombongan petinggi perusahaan.
Pintu kayu tinggi itu terbuka lebar dan masuklah beberapa orang yang berjas rapi dan berpenampilan sempurna. Ada beberapa pemegang saham tertinggi di Perusahaan tersebut dan juga jajaran direksi yang ikut bergabung dalam rombongan tersebut. Faika yang sedari tadi hanya menunduk saja karena memeriksa hpnya yang sedari tadi berdering. Faika pun mensilen Hpnya dan tidak sempat memeriksa siapa orang yang menggangunya.
Faika pun memasukkan kembali hpnya ke dalam saku bajunya dan mengangkat kepalanya. Dan yang pertama wajah yang dia lihat adalah wajah seseorang yang sejak kemarin berusaha untuk Dia lupakan tetapi selalu gagal.
"Ini tidak mungkin, pasti dia bukan Presdir baru di perusahaan, dan kalau Mas Rian bekerja di Sini itu sama saja Aku akan bertemu dengannya kemungkinan besar setiap hari dan pasti anak dan istrinya juga akan selalu datang ke sini".
........... Bersambung...........
Makasih banyak yang sudah menyempatkan waktunya untuk mampir ke Novel recehku.. Bantu doa dong kakak Readers biar hari ini dapat kabar baik dari NT, Kalau Novel Fania Lulus Kontrak juga, Amin ya rabbal alamin🤲✌️🙏.
By Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Senin 09 Mei 2022
__ADS_1