TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR

TAK ADA JODOH YANG TERTUKAR
BAB. 26. Tragedi Kebun Teh


__ADS_3

Selamat Membaca..


Faika tidak menyangka jika tragedi tersebut membuat adik keduanya terguncang kejiwaannya dan hampir saja gila, Trauma yang dirasakan oleh Fahira membuatnya berteriak dan sering memberontak. Hingga melukai dirinya sendiri yang hampir membuatnya mati.


Pergelangan tangan Fahira hampir saja putus karena berhasil memotong urat nadinya. Tidurnya pun tidak tenang dan kadang kala terbangun dan langsung menjerit histeris dan benda apa pun yang ada di dekatnya yang bisa dia jangkau pasti akan dilempar.


Tapi semenjak kedatangan Faika kakaknya keadaannya berangsur membaik, walaupun ketakutan dan trauma itu belum hilang dari dalam pikirannya.


Faika pun mencoba bertanya kepada ibunya tapinya tidak kuasa berbicara dan hanya air mata yang bisa dia keluarkan.


"Ibu kita harus sabar menghadapi cobaan ini, dan kita harus membantu Fahira agar terbebaski dari rasa takutnya" ucap Faika yang memeluk tubuh adiknya.


Setelah beberapa saat di dalam pelukan kakaknya, Fahira langsung menangis tersedu-sedu dan meminta maaf kepada ibunya dan kakaknya dengan suara yang terbata-bata.


"Ibu minta maafka nah, gara-gara Pria mabuk itu, tidak sucima kodong huhuuuhuhu" ucap Fahira yang sudah histeris jika mengingat perbuatan keji pria itu lagi.


"Kalau kamu belum bisa berbicara jangan dipaksakan, tidak apa-apaji andik, apa boleh buat sabarki saja" ucap Faika yang berusaha menahan tangisnya karena tidak ingin membuat ibu dan adiknya semakin terbebani dengan kesedihannya juga.


Fahira pun mulai berbicara dan menceritakan apa yang terjadi di saat dia ikut bersama dengan teman sekolahnya.


Flashback on..


Awalnya Faika tidak ingin ikut karena entah kenapa ada firasat dan perasaan yang lain yang aku rasakan waktu, tetapi teman-temanku datang ke rumah meminta ijin kepada ibu dan Ibu tidak melarangku karena Ibu memberikan keputusan itu semua ditanganku. Singkat cerita, Saya pun ke dalam rumah dan bersiap untuk berangkat bersama rombongan ada tiga bis dari sekolahku yang berangkat.


Kami sampai di sana malam harinya karena kami berangkat setelah shalat Dzuhur. Kami menempati beberapa villa. Sore harinya, salah satu temanku mengajakku untuk berjalan santai melihat pemandangan sore hari itu di sekitar kebun teh, Aku kembali menolak ajakan temanku karena kepalaku agak pusing.


"Fahira yok pergiki jalan-jalan, nabilang orang-orang pemandangannya cantikki kalau sudah sore" ucap temannya yaitu Hasmia.


"Iya beng Fahira, cantikki nah pemandangannya dan suasananya sangat sejuk dan nyaman" ucap Marsha.


"Ayokmi deh Faika janganmi banyak pikiran lagi, ayokmi lagian tidak selamanya kita datang ke sini loh" ucap Winda yang semakin membujuk Fahira agar ikut bersama mereka.


Dengan terpaksa Fahira ikut bersama ke tiga sahabat baiknya, walaupun dalam keadaan yang kurang fit. Mereka pun berangkat ke kebun teh dan tidak lupa meminta ijin kepada wali kelasnya.


"Iya benar cantiknya pemandangannya, tidak rugika datang kalau gini" ucap Fahira sambil merentangkan kedua tangannya di sekitar kebun teh itu.


"Iya kamu benar sekali Fahira, sangat indah dan sangat bagus jika kita berfoto bersama di sini, bagaimana menurut kalian?" tanya Hasmia.

__ADS_1


"Itu ide yang sangat bagus, ayokmi cepat ambil hpmu Marsha baru ganti-gantianki berfoto dan berselfi sepuasnya.


Hingga matahari terbenam di ufuk barat, mereka belum beranjak dari sana. Mereka masih asyik berfoto dengan gaya dan pose yang tidak ada habisnya.


"Marsha pulang yuk malammi" ucap Fahira yang sudah kelelahan dan kedinginan karena pakaian yang dia pakai tidak terlalu dingin.


Apa lagi cuaca saat itu di puncak Sangat dingin dan berkabut cukup tebal membuat arah pandang cukup terbatas.


"Tungguka dulu sebentar di sini nah, mauka dulu cari toilet" ucap Marsha.


"Aku ikut yah, kebeletka juga ini" ucap Hasmiah yang sudah memegang bagian perutnya karena sudah tidak tahan lagi.


"Kalau kamu Winda mau buang air kecil juga atau gimana, atau tinggalmaki di sini bersama Fahira" ucap Marsha.


"Tidak apa-apaji kalau Winda juga mau ikut lagian adaji tempat tunggu di sana" ucap Fahira yang menunjuk ada Balai-balai yang cukup untuk singgah.


"Ok kalau gitu, hati-hatiki pale'na, kasih aktif terurki hpmu nah, insyaallah kita tidak lama" ucap Marsha yang tidak sengaja ada sesuatu yang berbunyi dari arah belakang membuat mereka tertawa terbahak-bahak.


Faika pun berjalan ke arah balai-balai itu, tapi hingga gelap dan adzan magrib pun berkumandang, ke tiga sahabatnya belum pulang juga. Fahira sudah khawatir dan ketakutan, Fahira mengambil hpnya dari tasnya tetapi ternyata tidak ada sinyal di hpnya itu.


"Ya Allah kenapa seng ini hp tiba-tiba tidak ada sinyalnya, padahal tadi adaji".


Malam semakin larut, Fahira pun memutuskan untuk pulang walaupun sedari tadi sudah berputar dan kembali lagi ke tempat semula dan tidak menemukan jalan pulang, Fahira kembali memutuskan untuk pulang dan mencari jalan pulang. Fahira semakin tersesat dan tidak tahu arah jalan pulang.


Hingga ada tangan yang menariknya dengan sangat kuat, dan langsung menggendong tubuh mungilnya dan membawanya ke dalam rumah kecil yang tidak berpenghuni.


Fahira berusaha untuk memberontak, bahkan berhasil mencakar wajah pria itu, dan ingin menendang sekuat tenaga perut pria itu, tetapi usahanya sia-sia saja. Fahira berhasil diikat kaki dan tangannya. Pria tersebut melihat ada tali yang tersimpan di atas balai-balai dan Pria itu langsung mengambilnya.


"Apa pun yang kamu lakukan semuanya itu sia-sia saja sekuat apa pun kamu, kamu tidak akan berhasil lolos dari tempat ini" ucap pria itu yang mulutnya sangat bau menyengat dari minuman alkohol.


"Kamu itu perempuan jala**** kalian perempuan sama saja, tidak ada bedanya, semua perempuan itu matre dan pembohong" ucap pria itu yang sudah mabuk dan setengah sadar.


"Aku mohon lepaskanka kodong, tidak ada salahku sama kita, Saya juga tidak kenalki" ratap Fahira yang semakin histeris menangis.


Pria itu akhirnya membuka semua pakaiannya dan tidak ada satupun benang yang menutupi tubuh indahnya Fahira.


"Ya Allah tolong hambamu ini jangan biarkan ini terjadi kepadaku".

__ADS_1


"Wanita semua sama saja, Apa kurangnya Aku jadi suami kamu Haaa... Aku sudah memberikan semua yang kamu inginkan bahkan Aku menikahi kamu walaupun ke dua orang tuaku tidak merestui kita, tapi ini balasan yang aku dapatkan, kamu mengkhianati Aku Du depan mataku" ucap Pria itu sambil mengoyak seluruh pakaian Fahira.


"Tolong Janganki kodong, ampun dan kasihanilah Aku huhuuuhuhu" ratapan Fahira sama sekali tidak digubris oleh pria yang sudah kalap itu.


Fahira akhirnya pasrah karena memberontak pun tidak ada gunanya lagi. Fahira pasrah menerima takdirnya. Air matanya menetes menahan sakit di bagian bawahnya dan sakit hatinya yang hancur lebur.


"Ibu, bapak, kakak maafkanki Fahira".


Derai air mata pun tidak terbendung lagi. Fahira hancur bahkan sangat hancur ketika kehormatannya harus direnggut paksa oleh orang yang tidak Dia kenali. Pria itu berkali-kali melakukan hal itu pada tubuh Fahira yang sudah tidak berdaya.


Di lain tempat, tepatnya di dalam Villa.


"Bagaimana ini, belumpi pulang Fahira, khawatirku ini kau" ucap Winda.


"Iya, sedari tadi Aku menelpon nomornya, tapi tidak aktifki" ucap Marsha yang mondar mandir di dalam kamarnya.


"Bagaimana kalau terjadi sesuatu sama Fahira, takutka jika kenapa-kenapaki Fahira" ucap Hasmia.


"Tadi kita sudah berusaha mencari keberadaannya tapi tidak ditemukan, kira-kira pergi ke manaki Fahira kodong?" tanya Marsha lagi.


Hingga pagi menjelang, matahari sudah menyingsing dan menyinari bumi, Ayam berkokok dan burung-burung berkicau, tetapi Fahira belum pulang juga. Hingga ketukan pintu membuat mereka terjingkat dari duduknya mereka.


"Pasti itumi Fahira" ucap Winda..


Winda pun bergegas ke pintu untuk membuka pintu Villa tersebut.


Setelah pintu terbuka, Winda dan ke dua sahabatnya terkejut melihat siapa yang mengetuk pintu Villa itu.


........... Bersambung...........


Ini Novel Ke Dua Fania tapi sempat naik gunung dan bersemedi beberapa bulan, dan Alhamdulillah sekaligus menjadi novel ke tiga Fania yang Lulus kontrak, dan semoga jejaknya mengikuti Novel "Cinta Yang Tulus" yang sudah level 7🥰🤲.


Amin ya rabbal alamin.🙏💪✌️.


Jangan Lupa untuk tetap mendukung Novel receh FANIA yang Yah dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN.


by Fania Mikaila Az-Zahra

__ADS_1


Makassar, Kamis 12 Mei 2022


__ADS_2