
Selamat Membaca..
Bersabarlah, pelajaran-pelajaran penting yang telah menyelamatkan dan mengangkatmu itu, dulu kau unduh dari rasa kecewa dan sakit hati yang kau hadapi dalam doa dan kesabaran.
Hari-hari dilalui Faika begitu berat dan butuh ekstra kesabaran. Faika merasa sangat tidak nyaman dengan gunjingan orang-orang yang selalu menganggap dirinya adalah perempuan pembawa sial. Bahkan tidak sedikit dari keluarganya sendiri yang selalu memojokkan keputusannya yang tidak ingin dipoligami.
"Jika ini yang terbaik untukku maka kuatkan lah dan tabahkanlah hati ini ya Allah."
Tetapi, tidak sedikit pula yang memberikan dukungan moril dan semangat kepada Faika. Hanya orang yang berfikiran jernih dan normal lah yang menganggap keputusan yang diambil oleh Faika adalah yang terbaik untuk kehidupan Faika dan keluarganya.
"Insya Allah keputusan yang Aku ambil ini adalah yang terbaik untuk diriku dan keluargaku."
Orang Tua Faika sangat menyayangkan kejadian tersebut dan kadang mereka menyesal dengan keputusan untuk menikahkan anaknya dengan Wandi. Tetapi mereka juga sangat bersyukur karena Puteri mereka yang mereka sayangi tidak jadi menikah.
Tidak terasa sudah 5 bulan sejak pembatalan pernikahan antara Faika dengan Wandi.
Hari ini, Faika meminta ijin kepada ke dua orang tuanya untuk kembali ke kota dan melanjutkan perkuliahannya.
"Ibu, mauki masak apa kayaknya enak nih dari aromanya saja sudah buat perut Faika lapar," ucap Faika sambil menyentuh perutnya.
"Kamu bisa saja Nak, ibu mau masak makanan kesukaan kamu rendang sama coto Makassar" ucap Ibu Suarti.
"Alhamdulillah, enaknya itu Ibu, laparma kurasa," ucap Faika kepada ibunya.
"Ibu, mauka minta ijin ke Jakarta," ucap Faika lalu mencicipi makanan yang dimasak oleh ibu Suarti.
Ibu Faika menghentikan sesaat pekerjaannya kemudian menatap ke arah putri sulungnya itu. Faika yang ditatap tersenyum dan berharap diijinkan untuk kembali ke Kota Jakarta.
"Sudahmi nufikirkan baik-baik dan sudah siapmaki berangkat Nak?" tanya Ibunya Faika.
"Iye Bu, Faika sudah memikirkan semuanya dengan baik, Faika tidak ingin beasiswa Faika dihentikan jika tidak segeraka kembali kuliah Bu," ucap Faika.
"Kalau itu yang terbaik silahkan nak tapi, kapan rencana kamu berangkat, soalnya ibu dengar dari paman kamu nanti hari Jum'atpi baru ada kapal yang masuk nak di Pelabuhan Makassar," ucap ibunya Faika sambil mematikan kompornya karena masakannya sudah jadi.
__ADS_1
"Seandainya tidak dapatja beasiswa mungkin belumpaka kembali ke Jakarta, masih inginka bersama Kita Bu," ucap Faika lalu memeluk tubuh ibunya.
"Kalau gitu, sebentar malam bisama kemaski barang-barangku Bu, karena hari Rabumi ini," ucap Faika dengan senang.
"Bantuki duku Ibu siapkan makanan di meja, kalau sudahmi tolong panggilmi Bapak sama adik-adikmu nak" perintah ibunya.
Setelah beberapa saat, masakan yang dimasak oleh Ibunya Faika sudah tersaji di atas Meja makan. Pak Rahman dan adiknya sudah berada di depan meja makan siap menyantap makanannya.
Hari Jum'at pun datang juga, Faika sudah bersiap diantar oleh keluarganya ke Pelabuhan. Faika sedih harus berpisah dengan Ibu, bapak dan adiknya tetapi, demi masa depannya Faika terpaksa meninggalkan keluarga dan kampung halamannya menuju kota Makassar. Di Kota Makassar lah Faika membeli lagi tiket kapal laut yang nantinya akan dipakai olehnya untuk berangkat ke Ibu kota.
Faika pamit kepada kedua orangtuanya. Tangis haru menyertai perpisahan mereka. Berat rasanya hati ibu Suarti untuk melepaskan kepergian putrinya itu.
Tidak lama Kapal yang ditumpangi oleh Faika, akhirnya meninggalkan kota Angin Mammirik menuju ibu Kota Jakarta.
Faika sangat sedih karena untuk sekian kalinya dirinya terpaksa meninggalkan keluarganya lagi.
Dua hari kemudian, Faika sudah sampai di Kota Jakarta. Faika memesan taksi online dari salah satu aplikasi ojek online yang ada di hpnya.
Faika kembali ke kosan lamanya karena sebelum ke Kota Jakarta, Faika sudah menelpon Ibu Khadijah jika dirinya sudah kembali dari Kampung halamannya. Faika berniat mengisi kamar kosannya kembali. Setelah hampir 6 bulan meninggalkan kamar kosannya.
Keesokan harinya, Faika segera ke Kampusnya untuk mengurus perkuliahannya yang selama ini sudah ijin cuti 1 semester. Faika terpaksa cuti kuliah karena, tidak sanggup menahan beban fikiran dari masalah dan cobaan hidupnya.
Faika optimis untuk melanjutkan kuliahnya dan Faika berharap tetap bisa mendapatkan beasiswa dari Pemerintah.
Faika melewati tempat yang biasa dia singgahi bersama Rian. Faika kembali teringat dengan kenangannya bersama Rian. Tidak terasa air mata Jatuh membasahi pipinya. Faika merasakan kerinduan yang mendalam. Faika menghapus jejak air matanya dan kembali melanjutkan perjalanannya.
"Mungkin seperti ini lah kisah perjalanan kita kak Rian" ucap Faika yang berusaha mencoba untuk tersenyum.
Faika mengambil handphonenya untuk menghubungi nomor handphone Rian tetapi, nomor handphone Rian tidak aktif. Hingga berulang-ulang kali dia coba tapi, tetap hanya operator seluler yang menjawabnya.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, segera tinggalkan pesan setelah nada bit berikut."
"Mungkin kakak Rian sudah bekerja sehingga sibuk dan mematikan nomor handphonenya," ucap Faika yang tidak ingin berfikiran negatif.
__ADS_1
Faika pun menghubungi nomor handphone sahabatnya tetapi, hasilnya sama tidak ada satu pun dari mereka yang mengangkat telponnya.
Faika pulang ke kosannya untuk mengatur dan meletakkan barang-barangnya di dalam lemari pakaiannya. Dia tidak lupa untuk singgah ke Supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-harinya.
Faika menjalani perkuliahannya dengan penuh semangat dan optimis. Setelah satu bulan tinggal di Jakarta, Faika kembali bekerja di Bakery Khadijah tempat dia bekerja sebelumnya.
Seperti itulah kebiasaan dan kehidupan yang Faika jalani. Berkutat dengan perkuliahan dan pekerjaannya sehari-hari. Waktu terus berlalu hingga tidak terasa Faika sudah menjalani perkuliahannya ke semester terakhir yaitu semester delapan. Hanya menghitung hari saja Faika akan mengikuti ujian skripsinya.
Faika berniat setelah lulus kuliah, Ia ingin segera mencari pekerjaan di Ibu kota dan mengajak ke dua orang tuanya untuk pindah dan menetap di Kota Jakarta.
Bonus Visualnya Rian Alaric Kim
Kalau yang ini Faika Sabrina Dwi Putri
...-----...
Alhamdulillah akhirnya bisa update juga setelah beberapa bulan menghilang dari peredaran eNTe🙏.
Jangan lupa untuk tetap mendukung karya recehan Fania yah Kakak Readers🙏.
Tetap semangat untuk membaca Novel Fania ✌️
Berikan dukungan Kakak Readers untuk Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar dengan Cara:
Like👍
Favoritkan ♥️
Gift Poin atau Koin 🎁
__ADS_1
Rate Bintang 5 ⭐⭐⭐⭐
...*********Bersambung*******...