Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Lelahmu deritaku


__ADS_3

Derap langkah pasti pemilik sepatu pantofel itu menggema saat memasuki gedung berlantai lima, pria tampan bertubuh kekar itu terlihat lebih berwibawa dengan kemeja biru muda dipadu dengan celana slimfit hitam senada dengan jas yang dikenakannya.


Aura ketampanannya mengalihkan pandangan banyak wanita disana. Hari ini memang bukan pertama kalinya dia menginjakkan kakinya ke tempat itu, sebelumnya dia sudah pernah datang saat akan dikenalkan dengan Fajar.


Kacamata hitam yang masih bertengger segera di lepasnya, senyum simpul terpancar dari bibirnya membuat para kaum hawa berdecak kagum.


"Waduuh, mimpi apa gue semalam dikasih senyuman cowok ganteng" celetuk salah seorang resepsionis di loby kantor.


Davin segera masuk lift menuju lantai paling atas, tujuannya adalah ruangan papi Adit. Fajar sudah menanti di sana, segala sesuatu yang diperlukan untuk Davin sudah dipersiapkan olehnya.


"Silahkan pak, semuanya sudah saya siapkan di meja anda. Jika ada kendala atau sesuatu yang ingin dipertanyakan panggil saja saya, ruangan saya ada di depan" Fajar membukakan pintu berukuran besar itu dan mempersilahkan Davin menuju singgasananya.


"Baiklah, terimakasih sebelumnya sudah merepotkan kamu dan saya pasti akan terus merepotkanmu." Ucap Davin menepuk bahu Fajar yang seumuran dengannya.


Papi Adit memang sangat mempercayai Fajar, bahkan Fajar sudah seperti anak kandungnya sendiri. Fajar mulai bekerja disana sejak dia menolong Papi Adit yang saat itu sedang menunggu sopirnya yang memperbaiki mobilnya di tepi jalan.


Davin yang duduk di singgasananya segera mengambil sebuah gambar, dengan bangganya dia ber selfie dengan ponsel mahalnya dan mengirimkannya pada Dhini.


🧒:"[gambar]


🧒:"gimana ? ganteng kan abang ? 😘😍"


👧:"laki-laki kalo ganteng itu udah kodratnya bang"


🧒:"tapi kamu suka kaaaan 😁"

__ADS_1


👧:"saya suka... saya suka...😅"


🧒:"meymey 😘😘😘 abang kangen 😢"


👧:"DHINI 😡, bukan meymey 😏"


🧒:"iya sayang, Dhini yang cantik titisan dewi kuan'in"


👧:" 😘 "


🧒:"pangen yang beneran ciumnya 😚😘"


👧:"dasar ! Tuman 😂"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah berbelanja perlengkapan seluruh isi kafe nya, Dhini dibantu pak Umar dan beberapa orang lainnya tengah disibukkan menyusun barang tersebut.


"Selesai..., Alhamdulillah akhirnya beres juga. Besok kita persiapan untuk syukuran dulu ya tan, tante bantuin Dhini ya." pintanya pada tante Ratih.


"Dhin, pulang kita pulang yuk. Udah sore ini bentar lagi mau maghrib, belum pada mandi lagi kita." jawab tante yang memang sudah sangat lelah seharian ini.


Dhini segera menemui pak Umar dan temannya yang membantu mereka tadi. Memberikan sedikit imabalan dan ucapan terimakasihnya sudah membatu sampai sejauh ini."Besok kita mau acara syukuran, pak Umar dateng ya sama temennya. Habis dzuhur sih acaranya, pak Umar bawa anak ama istrinya sekalian ya biar saya kenal."


Lelah memang untuk hari ini dirasakan Dhini dan tante Ratih. Setelah sampai di rumah Dhini menelpon Davin karena banyak nya chat yang masuk di ponselnya yang belum sempat ia baca sedari tadi.

__ADS_1


Benar saja, ternyata Davin sudah menanti telepon dari pujaan hatinya itu. Tak perlu waktu lama, panggilan video langsung tersambung. Tampak jelas wajah lelah Dhini di layar ponselnya, membuat Davin khawatir pada tunangannya itu.


"Dhin, kamu jangan terlalu capek. Abang masih sanggup kasih kamu uang, bahkan lebih banyak dari yang kamu butuhkan. Tapi plis jangan sampai kamu jadi kelelahan seperti ini. Tuh lihat muka kamu tuh pucat banget sayang, udah makan apa belum sih ?" ocehan Davin terdengar begitu menghawatirkannya.


"Ihh abang gak boleh sombong lho, mentang-mentang sekarang udah jadi bos. Gak boleh gitu lho, semua itu hanya titipan Allah. Digunain dijalan yang bener juga ada hisabnya itu harta yang kita miliki." ceramah Dhini bak seorang ustazah kondang di tivi-tivi itu.


"Astaghfirullah, maaf sayang abang khilaf. Habisnya abang gak tega banget liat kamu kecape'an gini. Udah makan belum ini ? ditanyain tadi malah ceramah" lanjut Davin.


"Dhini udah makan tadi sama tante, pulang dari kafe singgah makan dulu. Kasian kalo tante harus masak makan malam lagi dirumah." Jawabnya.


"Kamu bikin apa nama kafenya itu ?" tanya Davin.


"hmmm, mau tau aja atau mau tau banget nih ?" Dhini malah menggodanya.


"Ya ampuuun gemes banget abang liat kamu gitu, kalo jauh aja ngegoda abang terus. Ntar kalo abang datang, awas kamu ya." Davin yang geram digoda calon istrinya.


Dhini tertawa cekikikan meihat tingkah Davin di layar ponselnya. "udah malem bang, Dhini ngantuk mau bobo dulu. Besok aja Dhini kasih tau, biar abang penasaran malam ini." masih dengan tawanya.


"Yaudah kamu bobo dulu, jaga kesehatan ya sayang. Besok abang telepon lagi, Assalamualaikum" Davin mengakhiri sambungan telepon setelah salamnya di jawab.


Bersambung...


...🙏🙏🙏🙏...


...Makasih buat yang mau baca 😁...

__ADS_1


__ADS_2