
"Vin, hari pertama aku masuk kantor ga ada sambutan gitu ?" pertanyaan yang konyol menurut Davin, namun itulah Karina permintaannya selalu aneh.
"Emang kamu presiden apa, mau disambut segala. Udah deh gak usah manja, ayo buruan masuk" ucap Davin.
Banyak mata memandang kedatangan mereka berdua, walau jelas terlihat kalau tak ada yang mencurigakan dengan kedekatan mereka. Namun tetap saja banyak karyawan yang berdesas desus, melihat ketampanan wajah seorang Davin, sudah pasti banyak wanita akan tergoda dibuatnya.
Lift saat ini juga sunyi, hanya mereka berdua saja disana. Tentu saja, semua karyawan sudah berada di ruangannya masing-masing. Hingga tiba saat lift terbuka, Fajar saat itu sedang berada di depan pintu lift.
Betapa terkejutnya dia melihat Davin yang bersama dengan seorang wanita cantik dan seksi. Wanita yang saat ini sedang menggandeng lengan atasannya yang dia ketahui sudah beristri itu.
Davin yang melihat ekspresi wajah Fajar langsung melepaskan tangannya dari Karina. "mau kemana kamu Jar ?" tanyanya.
"Saya mau kebawah pak, mau beli sesuatu saya, tadi gak sempet sarapan karena ibu saya sakit " jawab Fajar.
"Nah kebetulan banget nih, emang rezekinya kamu hari ini lagi mujur " ucap Davin.
__ADS_1
"Mujur gimana maksudnya pak bos ? Pak bos yang gak mujur hari ini kan, ketahuan sama saya ?" ucap Fajar sedikit berbisik pada Davin, Karina sudah lebih dulu berjalan menjauh dari mereka.
"Minta di sentil beneran ya nih kamu, ketahuan apa maksud kamu coba ?" tantang Davin.
"Ya ampun si pak bos pake ngeles lagi, udah kepergok juga. Untung nih ya tadi gak aku foto, sayang banget deh. Coba tadi aku foto, beeeeuh bisa beli mobil aku besok dari uang tutup mulut ? jawab Fajar.
"Ooh gitu, berani kamu malak saya ya ? Udah bosan kerja disini kamu ya ?" tanya Davin mengancam dengan jarinya yang sudah siap akan menyentil hidung Fajar.
"Becanda doang pak bos, gak akan bosan lah kerja disini. Apalagi kalo punya bos baik kekgini, suka ngasih uang jajan lagi sama bawahannya" jawab Fajar.
"Udah gak usah ngerayu kamu, gak ada uang jajan. Ini ambil bubur ayam di mobil. Kamu kasih security juga, ambil aja semuanya" ucap Davin memberikan kunci mobilnya kepada Fajar.
Ting !
Sebuah sentilan mendarat di telinga Fajar, dia pun langsung memegangi kupingnya yang terasa ngilu. "Tega bener nih si pak bos, disentil beneran aku."
__ADS_1
Davin berlalu pergi meninggalkan Fajar yang masih ngedumel dengan segudang kata-kata bijak nya. Saat akan memasuki lift yang sudah terbuka, tiba-tiba Davin memanggilnya.
"Jar, bentar deh" ucapnya sambil mengibas-ngibaskan tangan kanannya pertanda memanggil, sedang tangan kirinya dimasukkan ke dalam saku celana.
"Haduuuuh, perasaan gak enak nih kalo dipanggil begini" Fajar mendekati Davin.
Davin mengeluarkan dompetnya dan memberikan lima lembar uang seratus ribuan kepadanya "ini buat beli kopinya, sama cuci mulutnya sekalian. Belinya di Belanda kamu, biar lamaan dikit" ucap Davin pergi.
Davin berfikir jika Fajar tak disini, dia bisa bebas berduaan dengan Karina. Mengingat bahwa Fajar juga sudah melihat Karina yang merangkul lengan Davin tadi. "Yah itung-itung buat nyogok si Fajar biar gak bocor mulutnya"
Di dalam lift, Fajar menghitung uang yang diberikan Davin tadi. "Ya ampun, di suruh beli kopinya ke Belanda. Apaan ini cuma lima lembar, buat ongkos juga kurang banyak. Dasar si pak bos mau modus itu biar bisa berduaan sama cewek tadi itu" Fajar mengingat kembali saat Karina memegang lengan Davin.
"Dasar laki-laki, gak bisa liat cewek bening aja. Mentang-mentang kaya, bisa seenaknya punya simpanan sana sini" ucapnya lagi.
Bersambung...
__ADS_1
...TERIMAKASIH...
...🙏🙏🙏🙏🙏...