
Serangkaian acara syukuran telah selesai digelar, dibantu oleh pak Umar dan istrinya. Ada 2 orang gadis yang akan bekerja juga telah dibawa pak Umar, mereka adalah keponakannya yang sebelumnya memang berpengalaman di bidang itu.
"ini keponakan bapak nak, Sari dan Murni. Mereka yang bapak bilang kemaren." Pak Umar mengenalkannya pada Dhini.
Dhini yang sudah menganggap pak Umar seperti orang tuanya itu merasa senang, bisa di bantu bahkan untuk pekerja pun mereka yang sudah berpengalaman.
Dhini meminta semuanya untuk berfoto bersama sebagai tanda awal perjuangan mereka. Rencananya foto itu akan ia pajang sebagai kenangan.
Double D Cafe "d&d" ruko dua lantai yang disulap menjadi mini kafe yang hanya memiliki sepuluh set meja bulat beserta bangkunya. Tempat yang strategis untuk hangout bersama teman-teman karena disign yang Instagramable membuat pengunjung betah berlama-lama disana.
Sementara lantai atas ada sebuah kamar untuk Dhini beristirahat, dan ruangan santai untuk Sari dan murni jika mereka lelah.
Dua bulan berlalu, kafe mulai ramai pengunjung. Anak-anak kampus, teman-teman Dhini juga sering nongkrong bareng disana. Karena letaknya yang tak jauh dari kampus mereka, Dhini sering menghabiskan waktu disana, bahkan dia juga kadang menginap di lantai atasnya.
Pagi ini Dhini berangkat ke kampus lebih awal, setelah selesai sarapan bersama tante Ratih, dia segera pergi dengan sepeda motor maticnya.
"Dhin, kamu baru nyampe juga ?" tegur seseorang yang juga sedang memarkirkan motornya disebelah motor Dhini.
__ADS_1
"Eh iya nih win, parah banget pagi ini dimana-mana macet. Mana tadi ada yang ribut ditengah jalan lagi, bikin heboh orang sekampung aja tau gak." gerutu Dhini pada Windy teman sekampusnya.
"Enggak, aku kan gak searah sama kamu."Windy tertawa melihat temannya yang kesal.
"Ya mangkenyeee aku kasih tau neng" jawab Dhini menyambut uluran tangan Windy. Mereka berjalan bergandengan tangan dengan riang.
"Princess ama Barbie baru dateng nih, Batman ikut digandeng juga dong" Amir langsung melepaskan gandengan tangan mereka dan lalu merangkul keduanya.
"Menang banyak kamu mir, kanan kiri digandeng cewek cantik" celetuk salah seorang temannya yang berjalan di belakang mereka.
Mereka bertiga saling pandang dan tertawa bersama. Sejak awal masuk kuliah mereka memang langsung akrab karena Windy si Barbie dan Amir si Batman sering nongkrong di kafenya Princess yang tak lain adalah Dhini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sar, kamu lihat nggak itu laki-laki yang pake kacamata item disana. Kok kayaknya mencurigakan ya, dari tadi aku perhatiin gerak geriknya agak aneh deh" ucap Murni yang merasa risih dengan orang yang berkacamata itu.
Sari melirik ke arah yang disebutkan Murni " itu kan yang pake topi putih itu ya, ngapain juga dia di ruangan pake kacamata hitam gitu. Jangan-jangan dia lagi mengintai seseorang disini" sari mulai berpraduga yang bukan-bukan.
__ADS_1
"Tapi tadi pas dia pesen coklat panas, cara bicaranya terlihat sombong." lanjut Murni.
"Gaya duduknya aja tuh lihat tuh, sok cool banget deh" sari yang mulai memperhatikan dari atas ke bawah.
Pria misterius itu memang sejak pagi sudah ada disana, bahkan dialah pengunjung pertama hari ini. Tidak tampak gelagat aneh dari pemuda itu, dia hanya fokus pada layar laptopnya dan sesekali menerima panggilan telepon. Hanya gayanya yang membuat Sari dan Murni bergidik ngeri, pasalnya pria itu seperti seorang pembunuh bayaran yang sedang mengintai seseorang seperti di sinetron yang sering mereka tonton.
#
#
"Mbak Mur, biasa ya buat Princess, Barbie ama Batman" ketiga tokoh superhero itu bergandengan seperti biasa dengan Batman yang berada di tengah.
Karena tempat mereka biasanya telah diisi pria misterius itu, mereka memilih duduk di sebelahnya. Tiba-tiba saja pria itu menjerat leher Amir yang duduk tepat di belakangnya...
Bersambung...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1
...Terimakasih...