Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Clubbing


__ADS_3

Hari kedua bekerja di kantor Davin, rasa tak percaya bisa kembali bersama. Karina begitu nyaman dengan keadaannya saat ini. Tanpa berfikir dan bertanya tentang status Davin saat ini.


Begitu juga dengan Davin, saat bersama Karina seakan-akan dia lupa kalau dirinya sudah beristri. Dan hanya mengingat kisah cintanya dengan sang mantan saja.


Terkadang saat sedang sendiri, timbul rasa penyesalan dihatinya karena telah mengecewakan sang istri. Namun dia menjadi lupa diri bila sudah berada disisi Karina.


"Vin, kamu ngapain bengong sendirian disitu ?" tanya Karina yang sudah berada di hadapannya, entah kapan dia masuk ke ruangan Davin.


Davin yang melamun pun langsung terkesiap, menggelengkan kepalanya "gak apa-apa nih, lagi mikirin masa depan aja" jawabnya.


"Masa depan ? waaah dia lagi mikirin aku, oh my God" ucap Karina dalam hati.


"Gak usah terlalu difikirin Vin, masa depan kamu sudah di takdirkan Tuhan" jawab Karina.


"Oh iya, ntar malam kita clubbing yuk Vin, udah lama nih gak bareng kamu" ajak Karina.

__ADS_1


"Eh jangan deh Rin, aku udah lama banget ga clubbing lagi. Lagian malam ini aku kayaknya ada jadwal ketemu klien deh" jawab Davin mencoba mencari alasan untuk menolak ajakan Karina.


Dulu memang mereka suka clubbing bareng, namun setelah kepergian Karina ke Amerika, Davin susah move on, hingga membuatnya meninggalkan dunia gemerlapnya. Kedua orangtuanya pun sebenarnya tak merestui hubungan antara keduanya, tapi karena papi Adit berteman baik dengan Papinya Karina. Itu sebabnya Karina bisa seenaknya kepda Davin.


Bahkan perasaan Karina pada Davin saat ini pun masih sama seperti dulu. Karina mendekati Davin dan merangkul lengan Davin "ayolah Vin, aku bosen di apartemen terus" rengeknya membuat Davin tak bisa mengelak.


"Ya udah, aku beresin kerjaan aku dulu deh, biar selesai semuanya" jawabnya setuju dengan permintaan Karina.


Karina kegirangan dan langsung memeluk tubuh Davin. Disaat yang bersamaan Fajar yang masuk seperti biasanya tanpa mengetuk pintu dulu pun menyaksikan drama makhluk ciptaan Tuhan itu.


"Maaf, maaf pak bos, saya gak tau kalo lagi nganu" ucap Fajar sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Fajar berbalik badan dan berjalan keluar. Tepat di depan pintu, Davin memanggilnya kembali dan meminta Karina untuk meninggalkan mereka berdua. Fajar pun kembali masuk ke ruangan Davin, dan Karina keluar dengan wajah yang kesal.


"Kamu mau ngapain Jar ?" tanya Davin.

__ADS_1


"Mau nganter ini dokumen dari pabrik, minta di tanda tangani segera katanya pak bos. Soalnya staf yang biasa ke pabrik mau kesana sore ini juga, supaya kendala disana cepat selesai" jawab Fajar memberikan berkas yang dibawanya.


"Cuma itu aja" ucap Davin mengambil berkas tersebut, membacanya sejenak dan menandatangani nya.


Davin memberikan kembali berkas itu kepada Fajar "Kamu jangan berfikir macam-macam sama kejadian yang kamu lihat tadi ya. Itu ngggk seperti yang ada di fikiran kamu, kamu nggak tau masalah saya yang sebenarnya" ucap Davin tegas, tak seperti biasanya dia sering bercanda dengan Fajar.


Fajar lalu mengangguk "baik pak bos, saya keluar dulu, ini berkasnya sudah ditunggu" Fajar lalu menunduk tanda hormat dan keluar dari ruangan Davin.


Davin menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya, dan menghela nafas panjang. Rasanya hari ini begitu berat untuknya. Dia memejamkan matanya sejenak, mencoba meresapi segala perbuatannya.


"Aku tak melakukan apa-apa, aku bukan lelaki yang sedang selingkuh. Hubunganku dengan Karina hanya sebatas teman, gak lebih. Aku mencintai istriku, dia segalanya bagiku" ucapnya dalam hati.


Bersambung...


Terimakasih banyak semuanya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2