Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Adu Jotos


__ADS_3

Dhini masih menangis mengingat saat suaminya di peluk oleh wanita lain. Sedangkan Alvin yang tetap mencoba menenangkannya.


Davin yang melihat kejadian itu pun memanas, masih berfikir siapa lelaki yang berada di samping istrinya itu. Dia mengingat-ingat lelaki itu ternyata yang berada di dalam lift bersama istrinya tadi.


"Siapa laki-laki itu sebenarnya, apa maksud dari semua ini ?" bermacam pertanyaan mulai tumbuh dalam fikirannya.


Alvin dan Dhini tak menyadari kehadiran Davin yang sudah berdiri di hadapan mereka berdua. Amarahnya saat ini sudah memuncak, dan tanpa aba-aba Davin menarik kerah kemeja milik Alvin hingga membuatnya berdiri.


"Apa mau kamu sebenarnya ?" BUG ! satu kepalan tinju mendarat di perut Alvin.


Dhini pun tak kalah terkejut melihat Alvin yang mendapat bogem mentah dari suaminya. Langsung dia bangkit dari duduknya dan melihat Alvin sedikit meringis dan memegangi perutnya yang sakit.


"Bang, kamu apa-apaan sih ? Main pukul orang sembarangan aja" teriak Dhini.


"Abang gak sembarangan pukul, kalau dia gak sembarangan sama istri orang" jawab Davin dengan penuh amarah.


Sambil terus mencengkram kerah baju Alvin, Davin kembali melayangkan tangannya ke arah wajah Alvin. Namun dengan sigap ditepis olehnya yang memang seorang pelatih karate. Bukan hal sulit baginya melawan Davin saat itu, namun dia tak ingin mengotori tangannya.

__ADS_1


Alvin hanya menyunggingkan senyuman kepada Davin, membuat Davin semakin geram. Merasa di remehkan oleh Alvin, Davin menggeram dan kembali melayangkan tangannya. Kali ini Alvin tak tinggal diam, disambutnya tangan Davin dan di pelintir kebelakang punggungnya.


Davin meringis dan mencoba melepaskan diri, namun usahanya sia-sia. Alvin lebih handal dalam urusan bela diri dibandingkan dengan Davin. Satu hentakan saja, Davin langsung terhempas jatuh.


Dhini mencoba melerai pertengkaran keduanya, namun tenaganya tak sebanding dengan para lelaki itu. Hingga saat kehabisan akal Dhini berteriak "STOP ! Kalau kalian masih terus berkelahi seperti ini juga, aku panggil keamanan disini" ucapnya dengan nada mengancam.


Seketika kedua pria itu terdiam dengan saling mencengkeram masing-masing kerah baju lawannya.


"Lepaskan tangan kalian" pinta Dhini dengan tegas.


Seperti anak kecil yang sedang berkelahi, keduanya langsung menurut. Melepaskan tangannya dan merapikan kembali pakaian mereka yang berantakan akibat adu jotos dadakan tersebut.


"Dhin, biar aku anter kamu pulang ya" Ucap Alvin langsung membuntuti Dhini berjalan lebih dulu.


Davin tak tinggal diam, ditariknya kerah baju Alvin dari belakang, dan membuat Alvin mundur beberapa langkah "enak aja kamu mau anterin istri orang. Gak liat kamu ada suaminya disini"


"Suami macam apa kamu selingkuh dibelakang istri sendiri. Mendingan kamu pensiun jadi suaminya Dhini, biar aku yang gantiin posisi kamu" tawar Alvin dengan entengnya.

__ADS_1


Davin yang tak terima akan perkataan Alvin kembali tersulut emosi dan menarik kembali kerah baju Alvin. Alvin hanya tertawa mengangkat kedua tangannya keatas "eit sabar bro, itukan cuma penawaran. Kalo gak mau sih gak masalah, aku tawarkan ke yang lain aja" ucapnya enteng.


Dhini yang melihat keduanya kembali berseteru pun kembali ke hadapan mereka. "Masih mau lanjut rupanya ya main berantem-beranteman nya, masih belum puas apa, hah ?" tanya Dhini berkacak pinggang.


Davin buru-buru melepaskan tangannya dan pura-pura membersihkan baju Alvin, membenarkan kembali kerah bajunya yang berantakan. "Enggak kok yank, ini aku cuma mau ngerapihin baju anak kadal ini, berantakan tadi, ntar emaknya marah, iyakan ?" ucap Davin dengan raut wajah membunuh.


"Udah yank, ga usah difikirin. Katanya kamu capek mau istirahat, kita pulang yuk sayang" ajak Davin merangkul istrinya.


"Gak usah pegang-pegang aku bang, aku masih jijik sama kamu" ucap Dhini melepaskan tangan Davin.


Sepasang suami istri itupun pergi. Dhini berjalan lebih dulu diikuti Davin dibelakangnya. Sedang Alvin hanya tertawa melihat keduanya dari kejauhan. Davin mencoba memegang tangan istrinya, namun ditepis oleh Dhini.


"Rasain lu, udah punya bini juga masih mau sama cewek lain. Sialan, gue dikatain kadal. Lah dia yang lebih gede dari gue, buaya emang dasar BUAYA" ucap Alvin menekankan kata buaya sambil berteriak.


Bersambung...


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2