Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan
Senyuman Davin


__ADS_3

Davin menggenggam tangan Dhini yang tergolek lemah di brangkar. Tangan kirinya sudah bertengger sebuah jarum dengan selang yang menghubungkan sebuah botol infus.


Dhini mulai menggerakkan jarinya pertanda dia mulai siuman. Davin segera memanggil dokter, untuk memeriksa keadaan istrinya.


Dhini mulai siuman, namun kepalanya masih terasa pusing. Setelah diperiksa, tak ada hal yang perlu di khawatirkan. Hanya butuh istirahat yang cukup untuk bisa beraktivitas kembali.


"Kapan terakhir kalinya ibu menstruasi ?" tanya Dokter.


Dhini mencoba mengingat-ingat kembali hari terakhir dia mens. "Sepertinya bulan lalu dokter" jawabnya.


"Iya dok, bulan lalu tanggal 10 tepatnya hari rabu" jawab Davin mengacungkan jari telunjuknya.


Dokter pun tersenyum melihat Davin menjawab dengan penuh keyakinan, lengkap dengan tanggal dan harinya.


"Kok kamu bisa hapal sih bang ?" ucap Dhini merasa malu.


"Ya iya dong sayang, abang kan suami kamu. Abang harus tau semuanya tentang kamu, apalagi itu hari rabu sore. Karena besok malamnya kan kita..." jawab Davin, namun segera di potong oleh Dhini.


"Hush, apaan sih bang" sanggah Dhini bertambah malu melihat dokter dan suster yang senyum-senyum dari tadi.


Davin hanya bisa tersenyum membalas senyuman mereka. Menggaruk kepalanya merasa canggung dengan situasi saat ini.


"Baiklah, kalau begitu nanti silahkan bertemu sama dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut nya" jawab dokter dan langsung berpamitan untuk keluar.


Davin merasa sangat senang, wajahnya tampak berseri. Senyumnya tak memudar sedari tadi, terus saja memandangi perut istrinya yang dibalut oleh selimut.

__ADS_1


Sambil meraba dan mengelus perut Dhini, Davin membayangkan hari-harinya akan segera berubah dengan kehadiran seorang anak yang di impikannya.


"Wajah kamu kenapa berdarah tadi bang ?" tanya Dhini mengingat kembali saat video call berlangsung.


"Itu tadi kena darahnya pak Ale, mantan suaminya Bu Amel yank" jawab Davin dan menjelaskan kejadian yang di alaminya.


⚔️


# FLASHBACK ON


Serangan Ale yang bertubi-tubi membuat Davin mulai lelah dan terjatuh. Saat itulah kesempatan Ale melayangkan belatinya ke arah Davin.


Disaat yang bersamaan seorang pekerja datang dan menarik tubuh Davin tepat sebelum pisau menancap ke tubuhnya, dan membuat Ale terjatuh hingga pisau yang ada di tangannya berhasil mengenai perutnya sendiri.


Davin sedikit shock melihat kejadian di depan matanya itu, bahkan hampir merenggut nyawanya. Dia hanya terdiam tak dapat menyembunyikan rasa kalutnya.


Seorang pekerja segera mengambilkan air kepadanya, dengan sekali tegukan berhasil mengabiskan satu gelas air.


Sungguh hari yang melelahkan untuknya, itulah yang saat ini dirasakan oleh Davin. Polisi pun datang, dan segera membawa Ale yang sudah tak sadarkan diri.


# FLASHBACK OFF


⚔️


"Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan untuk kita bang" ucap Dhini tersedu melihat suaminya.

__ADS_1


Davin memeluk tubuh Dhini, mencoba menenangkannya. Dia mengerti bagaimana perasaan Dhini saat ini, yang pasti akan sangat terpukul jika saja nyawanya tak tertolong.


"Yang terpenting sekarang, abang akan selalu ada disisi kamu yank. Dan abang janji akan menjaga kamu dan juga calon anak kita nanti" ucap Davin menenangkan istrinya.


"Ibu Amel gimana bang ?" tanya Dhini.


Seingatnya dia berada di luar ruang UGD saat mengantarkan Bu Amel. Namun setelah telepon dari suaminya dia sudah tak ingat apa-apa lagi.


"Alhamdulillah, lukanya tak begitu parah yank. Cuma harus di jahit beberapa jahitan saja" tutur Davin.


Davin kembali meraba perut istrinya, rasa tak sabar untuk segera bertemu dengan seseorang yang ada di dalam sana.


"Kamu lagi apa disana sayang, ini papa sama Mama kamu sayang. Kamu jangan takut sendirian disana ya sayang, nanti kalau udah lahir, papa pasti akan bikinin kamu adik juga biar kamu gak sendirian" tutur Davin yang berbicara pada calon anaknya.


"Ih apaan sih bang, yang ini aja belum, udah mau bikin lagi aja" ucap Dhini.


"Bikin aja dulu yank, masalah dapetnya ntar aja. Kan bikinnya bareng-bareng sama kamu" goda Davin tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


Bersambung...


...Jangan lupa like & komen ya guys...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2